MARRIED YOUNG

MARRIED YOUNG
Bab142


__ADS_3

Terdengar ringisan dan tangisan dari bibir manis milik istri nya di bawah kungkungan nya.


''Ini sangat sakit,, Ken. ''


''Aku tahu, sayang, maka nya aku bergerak sepelan mungkin, cup.'' Lirih nya dengan bergerak maju mundur.


Lagi dan lagi Kia kembali menyambung . ''Kenapa punya kamu besar sekali, melihat nya aja sudah bikin sesak di bawah sana.?'' Keluh nya.


''Aku juga tidak tahu sayang, di kasih dari sana nya, segitu.'' Jawab Kenzo asal, lebih fokus yang saat ini berada di bawah sana, mencari kenikmatan yang belum pernah mereka berdua merasakan nya.


''Aaah,'' Pekik nya dengan nafas yang tidak teratur.


Awal nya Kenzo bergerak selembut mungkin, serta berhati-hati. Sepersekian detik kemudian, Kenzo menambah tempo dan menekan milik nya lebih dalam. Membuat Kia menahan perih dan sakit serta aneh yang di rasakan di dalam sana.


Sedangkan Kenzo bagaikan tersengat listrik beberapa watt malam ini.


''Oh, sayang. '' Bisik Kenzo di antara nikmat di bawah sana dan juga sakit di punggung nya atas tancapan kuku-kuku cantik milik istri nya.


Kia masih merasakan sakit, namun tidak seperti awal yang baru masuk, dan bergerak.


Kalau di pikir-pikir seperti apa sakit nya,? Bisa di bayangin aja, seperti sakit hati di tinggal sang kekasih, dan sial nya dia yang masih sayang. Ngomong-ngomong soal kekasih, emang dia tahu soal sakit hati karena di tinggal sang kekasih. Kekasih aja belum pernah punya, Apa lagi ngerasain dan bagaimana rasa nya.? Lalu dia juga belum pernah sama sekali ngerasain berpacaran di masa putih Abu-Abu nya..

__ADS_1


Aaahh


''Ssstt, Ken. '' Pekik nya saat Kenzo bergerak lebih cepat lagi. Dan lum at an - lum at an dari pucuk dua benda kenyal nya, secara bergantian. Membuat Kia merasakan nikmat tiada tara, luar biasa.


Di tambah Kenzo bergerak selembut kapas, yang mampu memberikan kenyamanan dan kenyamanan bersama lawan main nya.


Kia yang akan mendapatkan pelepasan yang kedua kali nya, Kenzo mempercepat tempo dalam gerakan nya.


''Tunggu sebentar sayang, kita keluar nya barengan.. Aku juga sudah mendekati nya.'' Ucap Kenzo dengan nafas memburu, memburu sesuatu yang akan keluar di bawah sana.


Gerakan tempo yang cepat, membuat seisi perut Kia menggila. Terasa begitu menggelitik dan melayang- layang di atas awan.


Dengan gerakan spontan, meraih kepala Kenzo meremas rambut nya dengan perlahan, dalam perasaan kacau dan bercampur aduk menjadi satu.


''Sekarang Ken, ''


''Bersama, sayang. ''


Hingga pada akhir nya sesuatu di bawah sana, terasa menghangat.


Bersamaan rasa hangat juga menabrak dinding di dalam sana. Mereka berdua merasakan begitu lepas dan lega, hingga akhir nya Kenzo berhenti lantas memeluk erat tubuh istri nya. Berlalu mencium kening, mata kiri kanan nya, dan yang terakhir bibir istri nya begitu dalam.

__ADS_1


''Terima kasih, sayang. ''


''Semoga langsung jadi, junior kecil Kenzo di dalam perut istri nya.'' Batin nya.


''Ken, '' Panggil nya dengan mata terpejam, dengan nafas nya yang tidak teratur.


''Iya, '' Bergeser ke arah samping istri nya, berlalu memeluk erat kembali istri nya.


''Bukan nya tadi kamu ngeluarin nya di dalam ya.?''


''Hmm, '' Malas Kenzo, lalu meraih satu benda persegi bersama satu gelas air putih.


''Ini, minum lah.''


''Ini pencegah kehamilan ya.'' Tanya Kia. Sambil meminum satu butir pil tersebut.


''Hmm, ''Jawab Kenzo singkat, dengan sorot mata tidak lepas dari gerakan yang berada di samping nya. Kenzo tersenyum tipis, setelah satu butir sudah berpindah tempat.


''Yuk, tidur lagi.''


Dengan keadaan masih polos, kedua nya kembali tidur dengan saling berpelukan di bawah satu selimut yang tebal.

__ADS_1


__ADS_2