
''Iya, aku sudah siap kok, menjadi istri kamu secara utuh, melayani suami ku ini dengan lahir dan batin.'' Ucap Kia serius, dan berlalu menundukkan kepala ke bawah. ''Tapi untuk memiliki anak, kenapa aku merasa belum siap sih Ken.? Aku, aku masih takut kalau aku nanti nya hamil, kamu tidak ada di sisi aku.'' Lirih nya dengan suara tertahan. Kia takut kalau suaminya akan marah lagi seperti sebelum nya. Dengan kedua tangan nya saling bertautan karena cemas, Dan juga kedua mata nya yang siap meluncur air mata nya kebawah.
''Shuut, jangan takut kalau kamu hamil nanti nya. Baiklah, kalau kamu belum ingin memiliki anak dari aku, aku tidak apa-apa. Tetapi kamu harus janji kepadaku, jangan terlalu lama untuk menundanya. Sebuah pernikahan akan ada nya orang ketiga, penyebab salah satu nya adalah tidak memiliki keturunan dari pasangan kita. Dan kamu harus tau, kalau aku ingin sekali memiliki anak dari kamu, sayang.''
''Kalau soal kamu hamil nantinya, dan tidak ada aku di sisi kamu. Kamu kan bisa tinggal di sini bersama dengan aku, jika itu kamu mau sayang.'' Sebisa mungkin Kenzo memberi pengertian secara halus. Dengan jemari nya mengusap sebelah pipi istri memberi sentuhan sayang kepada nya.
''Jangan menangis, bukan nya tadi kamu kesini untuk memberi kejutan untuk ku, ya. Menyiapkan sarapan pagi untuk kita berdua, dan mungkin saja sarapan nya sudah keburu dingin, sayang.'' Ujar Kenzo mengalihkan topik untuk saat ini. Yang terpenting saat ini, istri nya sudah siap di ajak tempur di atas ranjang nya, kalau soal anak, nanti bisa di bahas lagi di lain waktu.
Kia tidak merespon, apa yang di ucapan dari suaminya saat ini.? Pikiran nya melayang dengan kalimat orang ketiga dari pernikahan nya sekarang ini. ''Apa mungkin,? Kenzo suaminya memiliki perempuan lain di negara sini.'' Pikir nya.
''Ayo kita masuk kedalam untuk sarapan pagi yang tadi kamu siapkan.!'' Menggenggam jemari tangan Kia untuk membawanya masuk kedalam. Pergerakan nya terhenti karena istri nya masih setia di tempat semula dia berdiri.
''Apa kamu memiliki perempuan lain selain aku, Ken.?'' Tanya Kia dengan berbeda dari biasa nya.
''Maksud mu.?'' Kenzo balik nanya merasa bingung tak mengerti.
''Bukan nya tadi kamu bilang, dalam pernikahan ada orang ketiga disaat tidak memiliki keturunan. Antara kita berdua tidak ada anak Ken, apa arti nya kamu memiliki perempuan lain selama di sini.?'' Ungkap Kia dengan deraian air mata nya.
__ADS_1
Kenzo mengusap rambut nya ke belakang karena frustasi. ''Bukan ini yang di maksud nya tadi. Kenapa istrinya justru menuduh nya aku yang berselingkuh.'' Pikir nya.
''Kamu salah paham, sayang. Bukan itu maksud aku tadinya. Aku hanya memberi pengertian untuk tidak terlalu lama menunda kehamilan itu aja, tidak lebih. Karena aku berharap, secepat nya aku memilki keturunan dari kamu saja Kiana Maulia Sanjaya.''
Kia tersenyum hangat, dia tidak menyangka kalau respon Kenzo suaminya seperti ini. Dia tidak berniat untuk menuduh nya berselingkuh, Kia hanya ingin tahu, seperti apa tanggapan dari suami nya kalau di tuduh berselingkuh.?
Cup
''Ki,''
''Iya,''
''Tidak,''
''Tadi nya apa.?''
''Aku hanya mengecup bibir mu aja.''
__ADS_1
''Kamu tidak marah,''
''Untuk,''
''Kalau aku berselingkuh.''
''Apa suami ku ini sedang berselingkuh.?''
''Tidak, terlintas di otak aku aja tidak pernah.''
''Terus, kenapa aku harus marah. ?''
''Bukan nya kamu tadi____''
''Maaf, tadi aku hanya ingin tau respon kamu aja.''
''I love you, '' Ucap Kia.
__ADS_1
''I love you too.'' Balas Kenzo menarik Kia kedalam pelukan nya.