MARRIED YOUNG

MARRIED YOUNG
Bab120


__ADS_3

Setelah beberapa minggu, liburan akhir sekolah telah usai. Dan hari ini, hari terakhir berlibur karena mulai besok sudah masuk sebagai mahasiswi di kampus elit di kota ini dengan juga kampus di luar negeri.


Hari ini juga hari terakhir Kenzo tinggal di negaranya sendiri, dengan penerbangan Kenzo ke luar negeri. Yang sudah dijadwal kan pukul lima sore, sore nanti. Dengan Pesawat yang akan membawa Kenzo berpisah dengan Keluarga dan juga istri nya. Mampukah dia?🤔


🍃


🍃


🍃


Pagi hari yang cerah, karena sinar matahari terkena tepat di wajah Kia yang masih di alam mimpi nya.


''Hoam, '' Kia menggerakan tubuh nya, untuk melancarkan otot-otot nya yang terasa kaku. Gerakan nya terbatas ketika tahu kalau dia sedang di peluk dari arah belakang. Siapa lagi kalau bukan Kenzo suaminya.? ''Ken,'' Panggil Kia lembut seraya mengusap pelan lengan tangan nya yang memeluk nya.


''Hmm, aku sayang kamu..''' Ucap Kenzo mempererat pelukannya lagi.


''Udah siang, ayo bangun. Aku sudah ada janji sama sahabat ku di Cafe.'' Ucap Kia mencoba melepaskan lilitan di pinggang nya.

__ADS_1


''Iya, ya aku lepas sekarang, Cup morning kiss, jangan terlalu lama aku masih ingin bersama mu di sini.''


''Iya, sayang ku, Cup, morning kiss juga.'' Membuat Kenzo tersenyum bahagia. ''Sepertinya istri kecil ku sudah mulai agresif ya.'' Godanya.


''Issshh, jangan terus menggodaku Kenzo.'' Protes nya, berlalu masuk kamar mandi.


Setelah beberapa waktu, Kia keluar dengan memakai handuk kimono nya. Yang menampakkan paha putih nya. Kenzo yang berada di atas ranjang dengan bersandar headboard. Susah payah menelan saliva yang melihat paha putih tanpa goresan sedikit pun. Setiap melakukan making love dengan istrinya Kenzo sering melihat nya dan juga menyentuh nya. Bahkan tadi malam sudah di servis menggunakan mulut sama tangan nya dengan keadaan naked. Dirinya yang sudah naked berbeda dengan istrinya yang masih menyisakan cd nya saja.


Kia yang menyadari tatap mesum dari sang suami. ''Jangan menatap ku seperti itu Ken, aku tidak mau membantumu jika dia tegak berdiri. Tidak ada waktu lagi untuk menidurkan dia kembali.'' Ujar Kia merapikan pakaian nya, berjalan ke arah meja riasnya.


''Hmm, hanya tipis kok sayang. Biar tidak terlihat pucat ini bibir.'' Belanya.


''Sayang,'' Panggil Kenzo dengan suara berat nya.


''Iya, jangan bilang adikmu sudah tegang.'' Cemas Kia, yang pasal nya dirinya sudah rapi tinggal pergi saja.


''Memang,''

__ADS_1


''Issh, aku tidak bisa membantumu Ken.''


''Terus bagaimana.? Tidak mungkin kan di biarkan berdiri tegak terus. Kau mau menyiksa ku ya.'' Merajuk Kenzo, dengan nakal nya tangan Kenzo sudah memasuki di balik bra istrinya. Dengan pelan mere mas membuat Kia mendesah pelan.


''Ken, please jangan sekarang. Aku sudah rapi sayang. Nanti aku usahain pulang cepat bagaimana.?'' Suara tertahan menahan ******* yang ingin keluar dari mulut nya.


Kenzo terdiam beberapa waktu, dengan menampilkan senyuman yang penuh arti. ''Ok, Tapi. ''


''Tapi apa Ken, '' Memicingkan sebelah matanya. menatap suaminya dengan rasa cemas.


''Tapi, tidak dengan mulut sama tangan mu, bagaimana.? Mau ya, aku ingin, sebelum aku pergi ke luar negeri. Mendapatkan hadiah itu dari kamuu, menambah semangat ku nantinya. ''


''Tapi aku belum si___''


''Sampai kapan?'' Potong Kenzo kesal dengan pergi menjauh.


''Pergi lah,! jangan memikirkan aku.'' Lanjut nya.

__ADS_1


__ADS_2