
Setelah panggilan di akhiri Aurel, Aurel masih terdiam di tempat nya. Masih mencerna apa yang barusan dia dengar dari Kia. ?
Balapan liar
Ketua geng montor
Aurel mengingat kembali beberapa tahun yang lalu, yang dimana masa lalu nya yang sering keluar malam tanpa sepengetahuan dari keluarga nya,
''Keluarga, '' lirih nya berlalu terkekeh geli. Bahkan, baru akhir-akhir ini dia merasakan sebuah kehangatan keluarga, itu semua bisa di dapat karena Digo. Yang berstatus calon suaminya, setelah keluarga besar Digo Pratama datang melamar dia dan meresmikan juga hubungan nya bersama Digo, sejak itulah semua nya berubah. Pikir Aurel.
Bahkan semenjak sekolah SMP dia terlalu bebas mau pergi kemana pun yang dia suka. Tidak ada larangan, sebab ke dua laki-laki di rumah nya terlalu sibuk dengan pekerjaan nya. Hanya uang, uang dan uang yang dia dapat dari keluarga Sanjaya.
Aurel mencari kontak nama yang telah lama tidak di hubungi. Semenjak dia masuk sekolah SMA, dengan perlahan-lahan saat itu Aurel mengurang kegiatan nya yang harus di lakukan seorang laki-laki.
__ADS_1
''Ini benarkan, lo Rel, ada angin apa kamu hubungi gue lagi? Apa lo sudah bosen menjadi wanita yang kalem. '' Ejek nya bersamaan tertawa lepas. Membuat Aurel menjauhkan ponsel dari telinga nya.
''Kamu sekarang di mana. ? Tanya Aurel ketus.
''Kamu, gak salah dengar gue Rel aha ha ha. ''
Aurel memijat pangkal hidung nya, serta mengeluarkan nafas kasar nya. ''Lo di mana sekarang. '' Ulang Aurel dengan pertanyaan yang sama. Yang berbeda hanya satu kata dari kamu menjadi lo. ''Gue serius, ''
''Ck,'' Terdengar decakan dari sebrang. ''Ok, ok gue sekarang berada di tempat seperti biasa, apa lo tidak mendengar ada nya suara skanal pot yang begitu nyaring.? Apa lo sudah lupa tempat nya ya ha ha ha. '' Ejek nya lagi.
Setelah menempuh perjalanan sekitar tiga puluh menit, Aurel sudah melihat keramaian di malam hari di depan sana. Melirik sekilas jam kecil yang cantik di pergelangan tangan nya, yang mendominasi warna hitam itu juga.
''Jam sebelas, '' Gumam nya.
__ADS_1
Sepanjang memasuki area balapan liar, di sisi jalan kebanyakan laki-laki semua yang asyik melihat ke depan sana. Menanti siapa pemenang nya untuk malam ini.?
Aurel turun dari mobil taksi untuk menuju ke depan sana dengan berjalan kaki. Dengan menutup kepala nya dari hoodie tersebut, tidak lupa juga, Aurel memakai masker berwarna hitam. Berjalan santai menuju tempat yang dimana teman nya dulu berada.
''Hai kawan, apa kabar lo? Cukup lama lo tidak pernah mucul di sini lagi. Ada gerangan apa ini,?'' Goda nya. ''Tiba-tiba lo dateng kesini.'' Ucap seorang wanita, berlalu tos ria dengan Aurel sebagai sambutan untuk kawan lama nya itu.
''Kabar gue baik, seperti yang kau lihat.'' Cuek nya. '' Udah lama mulai nya, ya. '' Tanya Aurel sambil mengedarkan pandangan nya, seluruh sudut tempat tersebut.
Di depan sana Aurel melihat, seorang wanita berjalan ke depan. membawa satu bendera, berdiri tengah-tengah dua motor ninja yang akan adu kecepatan itu.
''Apa baru di mulai Kris, ?'' Aurel bertanya.
''Enggak juga, baru satu selesai tadi, dua yang akan baru di mulai itu.''
__ADS_1
''Oh, '' Sorot mata Aurel menatap lekat sosok laki-laki yang baru datang, dan kebetulan posisi nya tidak terlalu jauh dari dia berdiri. Gerakan tangan laki-laki itu mulai melepas helm membuat Aurel gugup, dia yakin siapa sosok laki-laki tersebut.? Tidak begitu lama, laki-laki tersebut di hampiri oleh wanita begitu cantik, tanpa sungkan wanita itu mencium pipi laki-laki tersebut, tanpa penolakan.
Deg