
''Wah ini nama nya ajaran sesat kak''
''Sesat,'' Ulang Kenzo kembali. ''Emang sesat nya di sebelah mana Ki?'' Tanya Kenzo sambil menahan senyuman nya.
''Iya, itu sih tidak benar Kak. Kita ini kan masih ABG anak baru gede. Jadi jangan berpikiran sejauh itu apa lagi berpikiran mesum''
''Wajar bukan sih, kalau mesum sama istri nya sendiri. Bahkan kalau kita mencetak Kenzo junior di sini tidak ada yang melarang nya tuh'' Goda Kenzo meraba perut tipis Kia.
''What,'' Pekik Kia sambil mengusap wajah nya karena malu, sebelum itu Kia sudah menyingkirkan dulu tangan Kenzo dari atas perut nya.
''Kenapa tuh muka, tidak lagi sakit kan. '' Ujar Kenzo beralih menyentuh kening Kia,. Namun pergerakan tangan milik Kenzo belum sampai tujuan, sudah di tepis dulu dengan halus oleh Kia.
''Maaf, tidak lagi sakit kok kak, mungkin cuma hawa nya aja yang terlalu panas,'' Kia beralasan dengan gugup dan salah tingkah di pandang lekat oleh Kenzo. ''Hmm, ngomong-ngomong, kapan ini mobil berjalan ya?''
Kenzo mengulum senyuman, dengan hati yang begitu senang. Dia tahu kalau Kia sedang menahan malu. Dengan pipi yang bersemu merah itu sudah bisa di tebak. Apa lagi tingkah nya. Ah' bikin gemas deh batin nya. Dengan pergerakan secara perlahan, Kenzo melajukan mobil nya keluar dari parkiran sekolah menuju Rumah makan Suka-Suka.
Sepanjang perjalan menuju Rumah makan Suka-suka. Mereka berdua saling berdiam dengan jalan pemikiran nya masing-masing. Hanya Kia yang berulang kali memperhatikan Kak Kenzo sedang fokus menyetir mobil nya.
''Kalau di lihat-lihat Kak Kenzo ganteng juga ya. Kenapa aku baru tahu sih? Kemana aja selama ini kamu Ki?'' Batin nya, ''Pantesan saja Aurel sangat tergila-gila kepadanya.'' Kia tersenyum-senyum sendiri membayangkan nya. ''Bagaimana ya, hasil nya jika dia mempunyai Kenzo Junior laki-laki.? Kira-kira gantengan yang mana? Gantengan Dia atau anak nya. Ish apa-apan sih Ki? Jangan aneh-aneh deh.''
Dengan cepat menggeleng-geleng kan kepala nya pelan. Tanpa Kia sadari ternyata Kenzo sesekali menatap Kia yang tersenyum-senyum sendiri.
''Baru tahu, kalau suami mu ini sangat tampan ya sayang. Jangan di lihatin terus-menerus, nanti nya aku ini yang tidak bisa tahan'' Goda Kenzo dengan mencari tempat parkir mobil nya yang dipenuhi dengan ada nya motor. Rumah makan ini tidak memiliki tempat parkir khusus kendaraan beroda empat. Karena ini bukan tempat Restoran yang mahal, yang dimana di sedia in tempat parkiran khusus kendaraan beroda empat.
''Ck, jangan sok kegantengan deh.'' Gumam Kia, ''Eh kenapa sudah berhenti aja kak.?''
''Karena sudah sampai''
__ADS_1
''Yuk turun!'' Ajak Kenzo membuka kan pintu mobil untuk Kia turun dari mobilnya.
Setelah turun mereka berdua berjalan memasuki Rumah makan tersebut. Dengan ekor mata nya yang terus mencari sosok perempuan yang telah menyuruh nya datang kesini. Rumah makan ini tidak terlalu luas. Cukup menarik dan nyaman sekali, karena masih terbilang asri kebanyakan tumbuhan yang sengaja di tanam di sini. Agar hawanya sejuk seperti area pegunungan. Pada akhir nya dia melihat Chika yang sudah melambai-lambaikan kedua tangan nya di atas.
''Itu dia''
''Hmm''
''Bentar deh, dia sama siapa?''
Kenzo menaikan kedua bahu nya ke atas. Berlalu menarik tangan Kia menuju Chika berada.
''Lama ya, maaf''
''Tidak masalah.'' Jawab seorang pria yang posisi duduk nya menghadap ke arah Chika. menjadi Kia sama Kenzo belum melihat siapa yang bersama Chika ini.? apa lagi dengan posisi duduk nya sedang membelakanginya?
''Dito,'' Pekik Kia sama Kenzo bersamaan.
🍃
🍃
🍃
Di tempat yang berbeda, seorang pria berumur sekitar 40 thun. Sedang serius berbicara melalui telepon genggam nya setengah jam yang lalu. Dengan menghadap ke luar jendela menatap gedung-gedung pecakar langit.
Berulang kali juga ia menghembuskan nafas berat nya. Mengeluarkan segala beban didada nya.
__ADS_1
''Dimana dia sekarang?''
''Di Rumah makan Suka-Suka Dadd, apa Daddy mau kesini?''
''Iya''
''Aku mau melihat seperti apa wanita yang di sukai oleh nya?''
''Baiklah Dadd, aku tunggu di sini ya''
''Hmm''
Setelah menutup telepon nya, orang yang di sebut dengan Daddy. Bergerak lebih cepat menuju lift turun ke bawah. Dengan perasan begitu kesal terhadap putra satu-satu nya yang selalu bikin darah tinggi nya selalu naik.
Dia merasa tidak enak terhadap calon mantu nya itu. Karena dia mengalah demi putra nya yang tidak ingin melajutkan hubungan mereka.
''Aku jadi penasaran wanita seperti apa yang kamu inginkan? Kamu lebih memilihnya dari pada Aurel Sanjaya.'' Monolog nya dengan mobil bergerak meninggalkan parkiran Kantor.
SKIP 30 menit
Sesampai nya, dia turun dari mobilnya dengan tergesa-gesa. Berlalu menghampiri sosok wanita yang duduk tidak terlalu jauh dari parkiran tersebut.
''Maaf Nak, menunggu lama''
''It's okay Dadd, yuk kita masuk''
''Baiklah''
__ADS_1
''Nah itu mereka ada di sana Dadd.'' Tunjuk Aurel begitu senang. Setelah melihat apa yang dia cari. Kini mereka berdua melangkah menghampiri seseorang yang asyik bercanda gurau. Seraya menikmati hidangan di depan mereka masing-masing.