
PAGI HARI DI NEW YORK
06,30
Ting
Tong
Bel pintu berbunyi, Kia yang sedang sibuk di minibar membuat sarapan pagi nya dengan sang suami tercinta, berhenti sejenak untuk membuka pintu nya.
Mini bar yang sudah tersedia di hotel tersebut, benar-benar mewah. Pikir Kia saat pertama masuk.
Klik
''Kenapa tidak langsung masuk aja, Re.?'' Membuat Rena menggeleng pelan.
''Bagaimana sudah dapat Password nya.?'' Tanya Kia.
__ADS_1
Rena mengambil kartu salin yang berada di saku jaket hitam nya. ''Ini, aku sudah dapet. Sulit sekali aku mendapatkan kartu itu dari penjaga di sana, nona. Suami mu benar-benar super ketat.'' Ngadu Rena dengan ikut menyiapkan sarapan pagi nya.
''Benar kah, aku yang pertama tau dari Mom Siska cukup terkejut. Ternyata rumah itu seperti di Apartemen aja pintu nya, tidak seperti pada umum nya. Dan parah nya lagi, kalau password nya sudah di ganti oleh suami ku selama dia tinggal di sini.'' Cerita Kia ke pada Rena.
''Selesai, aku mau mandi dulu Re,'' Pamit Kia di jawab anggukan dari Rena asisten dadakan Kia selama pergi ke New York.
Tidak membutuhkan waktu yang lama, Kia sudah kembali dengan model baju mini dress pendek sabrina. Yang di mana bagian pundak nya juga terekspos, dengan warna merah hati yang begitu simple.
Rena yang memperhatikan Nona nya dari atas sampai bawah cukup kagum. Dengan penampilan nona nya saat ini, di tambah lagi dengan rambut panjang nya di ikat kuncir kuda. Make up yang tipis, sepatu satu warna dengan drees nya. Satu kata dari Rena, ''Sempurna.''
''Re, ''
''Jangan suudzon kepadaku Nona, aku juga tidak suka sesama perempuan. Aku hanya kagum aja melihat Nona dengan cantik sempurna. Aku yakin, suami Nona akan pingsan pagi ini.'' Rena terkekeh geli membayangkan nya.
Kia tertawa ringan, ''Kau bisa aja, Rena, aku pergi dulu, ya. '' Pamit nya dengan meraih paper bag marmer berwarna biru vintage itu. Hanya itu yang di punya saat ini, untuk wadah sarapan pagi nya.
🍃
__ADS_1
🍃
🍃
20 Menit kemudian
Klik
Pintu terbuka setelah Kia menempelkan kartu pemberian dari Rena tadi.
Kia segera berjalan mencari letak ruang meja makan di rumah ini. Setelah menemukan nya Kia segera menata di piring satu-persatu, jujur bukan Kia yang memasak sarapan pagi ini. Tadi dia yang memesan dari Restoran di Hotel yang di sewa Rena kemarin. Lalu dia menata ulang sebelum membawanya kesini. Pokok nya serba food pilihan Kia deh. Dia juga belum paham betul makanan yang enak di negara New York, di tambah males buka internet, bukan males sih. Dia tidak sempat membuka internet karena terlalu nyenyak dia tidur nya. Maklum aja, habis mabuk udara tubuh nya merasa lelah dan sakit semua.
Setelah selesai menghidangkan di meja, Kia mencari kamar yang di tempati suami nya tidur saat ini.
Karena Di rumah ini ada tiga kamar. Terpaksa Kia membukanya satu persatu pintu tersebut, dengan perlahan tangan Kia memegang knop pintu yang terakhir. '' Tidak terkunci, syukur lah.'' Batin Kia.
''Kia melihat sosok laki-laki yang masih tergulung selimut dengan telanjang dada di atas ranjang. Pikiran mesum sudah terlintas di otak nya sekarang ini. ''Ck, Kia, Kia, apa yang kau pikirkan.? Dasar mesum.''
__ADS_1
Sudut bibir Kia terangkat ke atas, melihat suaminya yang sudah dia rindukan selama ini. Dia memang sengaja tidak membujuk nya kemarin, saat suaminya terlihat cemburu dan marah kepada nya.