
Seharian ini Rasya tanpa kabar "tidak seperti Delon yang kekeh mengejar apa yang dia mau , Rasya bahkan tak mengubunginya sejak malam kemarin" gumam Eldira, dia bertekad untuk mempertahankan hubungannya dengan Rasya, dia tidak ingin menoleh kebelakang meskipun dia tau ada Delon yang masih mencintainya.
(sedang apa kamu?) Eldira mengirimkan pesan singkat ke Rasya. ditunggunya dalam beberapa menit ta kunjung dia dapat pesan balasan.
(Eldira, meskipun kamu sudah bersama lelaki pilihan kamu, kapanpun kamu membutuhkan aku akan selalu ada untukmu) justru pesan dari Delon yang dia dapatkan, Eldira sedikit mengulum senyum " dasar keras kepala" batinnya.
Rembulan malam dipandangi Eldira, pikirannya sedikit kalut, Rasya adalah orang yang dia cintai, meskipun membutuhkan waktu yang lama aku akan tetap berusaha mengerti, aku akan lebih dewasa dalam menyikapi, aku harus bisa menahan amarah dan egoku, pikir Eldira.
Sudah hampir tiga jam Eldira memandangi bulan, dan selama itu pula tidak mendapatkan chat balasan dari calon suaminya. melirik last sent yang tidak disembunyikan ponsel Rasya aktif 5menit yang lalu, tapi tidak ada balasan untuk Eldira, ditengah pemikirannya yang positif Eldira bergumam lirih.
" apa mungkin dia menganggap ku seperti anak kecil yang selalu marah saat dia jujur" Eldira justru menyalahkan dirinya kini atas apa yang terjadi kemarin malam, jika saja dia sabar dan menghargai kejujuran Rasya mungkin tidak akan seperti ini. Eldira masuk kedalam kamarnya dan menutup selimut hingga kewajahnya, dia berusaha memejamkan matanya meskipun sulit.
****
Sejak pagi Eldira memandang layar ponselnya, sejak kemarin malam rasya tidak membalas chatnya, ada kegelisahan menyelimuti batinnya. Eldira tidak mau lagi menulis chat untuk Rasya.
(sayang, nanti sore pulang kerja mampir kerumah Tante ya, kita makan malam) muncul chat Tante Nonik.
Kenapa Tante Nonik mengajaknya makan malam, atau mungkin ini cara Rasya untuk minta maaf kepada Eldira, menggunakan mamanya, dasar bocah!! umpatnya, anak mama kamu ya!! gumamnya lagi.
(iya Tante, pulang kerja Dira mampir) dengan sedikit tawa Eldira membalas pesan singkat calon mertuanya. Hatinya sedikit lega, karena perseteruannya dengan Rasya akan berakhir.
Istirahat siang Eldira disibukan dengan memilih tas untuk calon mertuanya, disalah satu toko bermerek langganannya. matanya seketika melotot melihat wajah seseorang yang sangat dia kenal. bagaimana tidak seorang pemain film terkenal yang tak lain dan tak bukan adalah mantan kekasih Rasya, Gilska" gumam Eldira. Oh jadi gilska sudah ada di Indonesia, ataukah ini yang membuat Rasya sampai sekarang tidak menghubunginya, wanita yang dilihatnya bersama seorang wanita paruh baya mungkin saja itu mamanya, mereka dikelilingi pewarta berita, mungkin bertanya tentang kecelakaan yang sempat dialami gilska beberapa bulan yang lalu, Eldira tak mau ambil pusing setelah memilih dia segera membayar ke kasih dan bergegas meninggalkan toko.
Selama diperjalanan dan dikantor Eldira tidak bisa fokus dalam bekerja, kepalanya penuh dengan pertanyaan, dan untuk kembali menghubungi Rasya dia terlalu gengsi.
***
"Hallo Dira, Tante sudah menyiapkan makanan lezat buat kamu, kita makan bertiga ya,tapi tunggu sebentar Rasya Belum pulang, tadi Tante sudah hubungi dia" Tante menyambut kedatangan calon menantunya.
"iya Tante, bang Rasya di apartemen ya?" tanya Dira.
"iya Dira sesuka Rasya kadang dirumah kadang diapartemen, oh ya kamu jadwalkan ya nanti kita design rumah baru kalian, Tante sudah hadiahkan untuk kamu!" Tante Nonik sangat antusias membuat Eldira lebih lega, setidaknya hubungannya dengan Rasya akan baik-baik saja.
__ADS_1
Setengah jam berlalu dan Eldira mendengar suara mobil memasuki pelataran parkir yang sangat luas, tak selang lama lelaki tampan yang sejak tadi ditunggunya muncul dengan raut wajah yang terkaget-kaget mendapati sosok Eldira Duduk di kursi tamu.
"kenapa ga jawab chat aku bang?" tanya Dira memberanikan diri menatap lekat Rasya.
"maaf Ra, aku sibuk" Rasya menjawab dan duduk didepan Eldira, wajahnya yang tadi kaget berubah menjadi senyum.
"udah ga marah ini ceritanya, aku kasih waktu buat kamu Ra?" tanya Rasya lembut.
"ini ya caranya, tidak menghubungi kalau ada masalah?" tanya Eldira.
"ya Ra, kalau ada masalah sama pasangan lebih baik tidak berkomunikasi dulu, menghindari perdebatan" Rasya menatap Eldira atas bawah.
"kenapa?? ada yang aneh?" tanya Eldira.
"bukan, memangnya sejak kapan ke kantor pakai gaun" Rasya sedikit mengejek Dira membuat Dira tersipu malu, setidaknya lelaki dihadapannya kini masih menjadi calon suaminya.
"aku ganti baju dululah, kan mau ketemu calon mertua, ya kali muka kusut pulang dari kantor, mandi dululah kerumah lebih siang baru kesini" ucapnya membuat rasya mendekatinya dan mengacak lembut rambutnya.
"Abang, apaan sih! rambutku jadi berantakan kan" Eldira melotot manja.
"gilska balik ke Indonesia ya?" tanya Eldira membuat suasana yang tadinya ceria kembali hening sejenak.
"ya, kenapa? masih juga cemburu? " tanya Rasya
"tadi aku bertemu dengannya!" jawaban Eldira membuat dada Rasya sedikit berdetak, jika ancaman gilska ingin menemui Eldira bagaimana, jika gilska mengatakan apa yang terjadi kemarin di apartemen bagaimana, membuat Rasya berkeringat dingin.
"dimana?" Rasya mencoba terlihat lebih tenang.
"Tadi saat aku membelikan Tante Nonik tas, tasnya masih dimobil, nanti aja ya aku kasihkan ke Tante" dengan santai Eldira menjawab, membuat Rasya yang sedari tegang sedikit lega tidak terjadi apapun antara Eldira dan gilska.
"aku kemarin bertemu dengan dia Ra, maaf aku tidak mengatakannya, karena aku tau kamu butuh waktu!" Rasya mencoba untuk jujur meskipun tak mungkin secara jelas semua dia ceritakan ,kali ini ada beberapa bagian yang akan dia rahasiakan dari Eldira.
"bertemu dengannya bahkan disaat kamu tidak menjawab pesanku!" Eldira merusaha menenangkan hatinya, kecemburuan muncul kembali tapi dia tidak mau berseteru untuk kedua kalinya dengan Rasya.
__ADS_1
"maafkan aku!" Rasya tertunduk pasrah.
"aku memaafkan mu, aku percaya padamu, kita mulai hubungan ini dengan kepercayaan!" ucap Eldira berdiri dan berjalan kebelakang mencari keberadaan Tante Nonik, dia ingin membantu calon mertuanya menyiapkan apa yang belum tersaji.
Rasya kembali merasa bersalah atas apa yang dia lakukan, tidak adil untuk Eldira bahkan untuk gilska, seandainya Eldira tau cintanya masih sangat besar untuk gilska, apa yang akan dirasakan Eldira, Rasya berjalan melewati Eldira.
"aku mandi dulu Ra!" ucapnya pelan dan Eldira mengangguk.
Tante Nonik sangat senang dengan tas pemberian Eldira, dan makan malam itu penuh dengan keceriaan, Tante Nonik memastikan setelah papa Rasya pulang maka mereka akan melamar Eldira.
****
Rasya mengantarkan Eldira selepas makan malam, karena sudah terlalu larut.
"aku bahagia malam ini, dan aku gak mau ada kesalahpahaman lagi antara kita" Eldira melendot ketangan Rasya dengan manja.
Rasya hanya tersenyum memandang calon istrinya sambil menyetir mobil.
"oh ya bang, tadi mama kamu bilang mau bikin janji sama aku buat design isi rumah kita, kamu juga ikut kan?" tanya Eldira kemudian.
"gak usah, aku percaya sama kamu apapun pilihan kamu pasti bagus" jawaban Rasya membuat senyum Eldira semakin mengembang.
"terimakasih calon suami aku" ucap Eldira semakin memegang erat lengan tangan rasya.
"kamu, kemarin seharian ngapain dirumah?" pertanyaan Rasya membuat Eldira sedikit bengong.
"aku dirumah aja, ga ada yang aku lakukan" Eldira tidak berniat menceritakan hubungannya dengan Delon, lagipula Delon sudah tau semuanya dan hubungan mereka benar-benar berakir, Eldira tidak mau merusak malam indahnya hari ini.
"aku tebak pasti kemarin kamu kangen kan sama aku, idola Kamu saat sekolah kan" ledek Rasya membuat Eldira mencubit lirih tangannya.
"ampun Dira, kamu gak lihat aku lagi nyetir ini, malu ya kamu ya ahahaa.." Rasya tertawa lepas.
Dan Eldira ikut terkikik, hatinya lebih tenang dan merasa apa yang menjadi impiannya segera akan terwujud tapi mempertaruhkan hubungan dengan marah tidak akan dia ulangi lagi, berada jauh dari Rasya bahkan tanpa kabar membuat hatinya hampa.
__ADS_1
Setibanya dirumah eldira, Rasya menatap calon istrinya terlelap " mungkin Eldira lelah" pikir Rasya, belum juga Rasya membangunkan Eldira ada pesan masuk dalam ponselnya.
(aku menunggumu di apartemen rasya!! jika dalam waktu satu jam kamu tidak datang, aku akan kerumah untuk bertemu dengan mamamu) ancam gilska. Ada kekesalan menyelimuti batinnya, kenapa kemarin dia melakukan kesalahan.