Menantang Cinta

Menantang Cinta
ulang tahun rasya


__ADS_3

Argha mengantarkan Eldira kerumasakit, Eldira tampak cemas memikirkan perempuan bernama Mei yang ia tolong semalam. Sesampainya di rumasakit Argha dan Eldira langsung menuju ruang bersalin. Tak membutuhkan waktu lama mereka tiba didepan ruangan tersebut, terlihat ada suster didepan ruangan.


"maaf sus, kami ingin menemui pasien dikamar ini?" tanya Eldira.


"maaf kamar ini kosong tidak ada pasien disini, permisi!" sebelum suster beranjak pergi Eldira sedikit menahannya.


"maaf kalau saya boleh tau, yang sebelumnya ada dikamar ini apa sudah pulang atau dipindah keruangan lain atau bagaimana sus!" Eldira masih berusaha mencari tau.


"pasien dikamar ini masih dalam penyelidikan polisi, tapi sudah menghilang, apakah anda mengenalnya?"


"tidak saya tidak mengenalnya tapi!" sebelum Eldira meneruskan ucapannya Argha menariknya.


"terimakasih sus, kita salah tempat, permisi!!" Argha segera membawa Eldira menjauh.


"Ra, udah ya si Mei itu sudah kabur!! kita ga kenal sama dia oke!!" Argha terlihat sedikit marah.


"kak terus kalau polisi lihat siapa yang bayar administrasinya gimana? terus kalau sampai polisi jadiin aku saksi, atau Kita harus cari pengacara buat dampingi kita dan kumpulkan bukti!"


"nanti kalau memang dimintai keterangan sama polisi kamu jawab aja jujur, kita ga salah, oke!!! kamu ga perlu cemas kaya gini, lagipula ga ada panggilan polisi kan, aku mau balik kerja kamu balik sendiri!!" kini Argha meninggalkan Eldira.


***


Eldira kembali ke kantor berusaha melemaskan ototnya yang tegang. Jadi teringat ulang tahun rasya besok, Eldira segera menghubungi party planner agar nanti tengah malam bisa memberikan kejutan untuk Rasya.


Ponselnya berdering ada nama Rasya disana, direject langsung oleh Eldira sekalian memberikan kejutan untuk rasya dan membuat Rasya lebih kesal.


Eldira melanjutkan pekerjaannya yang sempat tertunda karena spat cemas memikirkan perempuan bernama Mei, Eldira kembali membuka laptop dan melanjutkan pekerjaan kantornya dengan mengecek beberapa file.


***


Selepas meeting rasya kembali ke kantor dengan amarah. Apalagi Eldira mereject panggilannya.


"sejak kapan kamu seperti ini Ra?? kamu gak pernah acuhkan aku?? kamu cinta banget sama aku???" Rasya membuang bolpoin ke atas meja kerjanya dengan kesal.


(Eldira kita harus bicara???) Rasya mencoba mengirim pesan singkat.


Sudah hampir lima belas menit Eldira tak membalas pesannya bahkan tak membuka, Rasya kembali mengepalkan tangannya .


"Apa apaan ini, aku gak bisa tinggal diam aku harus ke kantor Eldira!!"


Ketukan pintu ruangan Rasya berbunyi.


"masuk!!" jawab Rasya lantang.


"maaf pak klien kita sudah tiba, ditunggu diruang meeting lima belas menit lagi ya pak!" sekretaris rasya mengingatkan.


"meeting!! iya aku akan segera kesana!" Rasya membatalkan niatnya menemui Eldira.


***

__ADS_1


Sore menjelang Eldira sudah sampai dirumah menepis kecemasannya tadi siang lagipula memang tidak ada panggilan polisi, Eldira berusaha menarik nafas panjang dan melupakan kejadian semalam yang membuatnya panik.


"hai sayang, baru balik?" ucap mama melihat putrinya datang dengan senyum yang terlihat dipaksakan.


"mama, Dira mau istrahat sebentar karena nanti malam ada acara sama bang Rasya" Eldira melangkah menuju kamarnya.


Sampai dikamar Eldira segera mandi dan menyegarkan badannya, menggunakan piama dan istirahat sejenak sebelum mempersiapkan makan malamnya. Disambarnya ponsel dan menelpon Rasya.


Pasti bang rasya udah bete karena daritadi telpon dan pesannya gak dibaca Eldira, batin Eldira sambil tersenyum.


"hallo Ra??? kemana aja?" terdengar suara Rasya panik tak seperti biasa.


"dirumah kok ini, nanti jam 9malem kita ke cafe ya Dira udah siapkan Makan malam romantis sambil nunggu jam12 malam, Dira pengen jadi orang pertama yang ucapin ulang tahun Abang?" ucap Eldira riang.


Disebrang Rasya merasa sangat senang dengan rencana Eldira, tak seperti biasanya kali ini Rasya ingin menghabiskan momen bersama Eldira, melihat Eldira bersama lelaki lain hatinya tak rela.


"iya sayang, aku kangen banget banget sama kamu!" jawab Rasya seolah melupakan kepedihan hatinya karena gilska.


"ah masa!! sejak kapan abang kangen sama aku?" Eldira tertawa terbahak.


"siapa lelaki tadi siang Ra?" nada suara Rasya menjadi serius.


"saudara jauh Dira, udah Abang buruan siap2 jangan sampe ga Dateng ya? kita ketemu langsung dicafe aja !!"


"ya udah sampai nanti ya!" Rasya menutup ponsel seakan tak ingin memperpanjang pertanyaannya, Rasya bisa menanyakan lebih jelas nanti jika bertemu dengan Eldira.


Tapi Rasya memastikan Tak akan ada lelaki lain yang bisa mengajak Eldira semaunya seperti apa yang dilihatnya tadi siang.


***


"sayang kamu mau berangkat??" tanya mama sambil asik menonton tv.


"ya ma mau rayain ulang tahun bang Rasya ma?"


"no, kamu ga boleh sendirian mama udah suruh Argha buat temenin kamu, lagian Adam belum balik kamu ga boleh nolak, tunggu sebentar ya??" mama membuat Eldira kaget.


"ma!!! kok ga konfirmasi ke Dira, ya kenapa harus kak Argha!! sama dia itu bikin Dira ketiban masalah ma?"


"Yang ada aku yang kena masalah karena kamu Ra, coba ga ada aku kemarin pasti kamu masih urusin...?" Argha tiba2 muncul membuat Eldira sedikit kaget.


"stop!!! stop!! ga usah diteruskan, oke!! ayo kita pergi, Dira pergi ya ma bye" ucap Eldira melangkah kedepan.


Eldira tak ingin mama tau tentang Mei dan tentang kejadian semalam.


"kak, ini rahasia kita ga usah bawa orang lain atau siapapun untuk tau masalah tentang Mei!!" Eldira mencubit lengan argha.


"apaa sih??? males banget nemeni kamu, segera jadiin deh apartemen aku supaya ga digangguin cewek macem kamu kaya gini?" Argha masuk kedalam mobil masih mengomel.


***

__ADS_1


Rasya bersiap dengan hati yang senang, bahkan melupakan patah hatinya kemarin. Memikirkan Eldira membuatnya tersenyum.


Sepanjang perjalanan mengingat kembali pertemuannya dengan Eldira, dan mengingat apa yang membuatnya tertarik pada Eldira. Sebelumnya tak pernah terpikirkan jika harus kehilangan Eldira, karena selama ini menganggap Eldira tak akan mungkin meninggalkannya terlihat cinta Eldira begitu besar untuknya tapi jika keadaan terbalik dan Eldira tak lagi mencintainya dadanya mendadak terasa sesak.


Rasya sampai dicafe lebih cepat dari Eldira. Setelah memarkirkan mobil rasya langsung menuju privat room yang sudah didecor dengan sangat indah, ada tulisan2 romantis tergantung disisi balon. dan meja yang sudah dihias romantis.


"ya Tuhan, kenapa selama ini aku harus mengabaikan kamu Ra, cantik baik tulus, mandiri, cinta sama aku!! ibu yang baik dan istri yang sempurna kalau kita menikah nanti, gilska udah masa lalu, kamu masa depanku, aku sadar Ra aku telat menyadari tapi kali ini aku yakin aku cinta sama kamu, aku ga kuat melihat kamu dengan lelaki lain" Rasya menyesali banyak waktu yang terbuang hanya untuk membuat Eldira sedih.


Eldira tak juga datang Rasya berjalan keluar privat room berniat menjemput Eldira jika saja sudah sampai pelataran parkir.


Dari dalam Rasya kembali melihat lelaki yang tadi siang bersama Eldira, lelaki yang Eldira bilang saudara jauhnya. Kecemburuan kembali merasuki batinnya.


"kenapa aku harus secemburu ini?" batin Rasya.


****


"ga usah ikut masuk ya kak? soalnya acaranya berdua sama calon suami Dira, kakak boleh makan apa aja, ini cafe Dira, tapi ga usah ikut masuk ke privat room ya?"


"oke!! aku tunggu , silakan kalau mau melanjutkan acara kamu, aku ga akan ganggu" kali ini Argha tampak bersahabat.


"oke Dira masuk dulu ya kak" Eldira berjalan masuk duluan meninggalkan Argha.


Sesampainya diprivat room Rasya sudah menunggunya,Eldira tersenyum dan memeluk Rasya dengan erat Rasya mendekapnya.


"makasih ya ra, aku seneng banget kamu luangin waktu buat aku!" Rasya mengelus pipi Eldira.


"Dira juga seneng kok, sebenernya ini mendadak bikin surprise nya" Rasya segera mengecup bibir Eldira, membuat Eldira tak bisa meneruskan kata2 nya.


"oke kita lanjutkan makan malamnya ya?" jawab eldira sesaat Rasya melepaskan ciumannya.


Makan malam kali ini batin dan Raga Rasya tercurah untuk Eldira, tanpa memikirkan hal lain. Saling berbagi cerita dan bersenda gurau sambil menunggu lonceng berbunyi pukul dua belas malam.


"happy birthday bang!!!" ucap Eldira tepat di jam 12 malam.


"makasih Dira" Rasya kembali memeluk kekasihnya itu.


"aku mau jadi orang pertama yang ucapin ini ke Abang, janji ya jaga Dira selalu" Dira membalas pelukan Rasya dengan kuat.


"aku janji Ra, selalu aku akan jagain kamu!!" kali ini Rasya mencium kening Eldira.


Ada setitik air mata yang menetes berdoa akan ada kesempatan untuknya selalu bisa membahagiakan Eldira dan tak mengecewakannya lagi.


"semoga Abang ga ingkar ya??" Eldira masih ragu.


"gak akan, aku pasti luangin waktu buat kamu selalu!! gak sabar untuk segera menikahi kamu, bisa dicepetin lagi gak acaranya???" tanya Rasya membuat Eldira tersipu.


"ya gak bisa dong bang lagian ga sabar banget tumben biasanya juga ngilang ga jelas?" Eldira sedikit memukul lengan Rasya.


"sekarang udah ga ada ngilang2 lagi, aku yakin banget aku cinta sama kamu Ra?" Eldira menatap lekat mata Rasya tak pernah sebelumnya Rasya mengatakan cinta.

__ADS_1


Air mata Eldira meleleh dan Rasya segera mengusapnya dengan lembut.


"maafkan aku untuk semua masa lalu, aku janji Ra aku akan bahagiakan Kamu, percaya sama aku, hati aku raga aku masa depan aku semua untuk kamu!!" Eldira menangis dan memeluk Rasya, bahkan sebelum hari pernikahan tiba Rasya sudah mulai mencintainya, tidak menyangka akan sebahagia ini.


__ADS_2