Menantang Cinta

Menantang Cinta
semakin rumit


__ADS_3

Eldira sejenak melupakan kegundahannya Delon mampu membuatnya tertawa.


"apa kabar mama kamu Ra?" tanya Delon di sela-sela makannya.


"baik kok, mama kamu gimana?" tanya balik Eldira.


"sedih kehilangan calon mantu kaya kamu!" ucapan Delon membuat eldira tersenyum.


"ya dong akutu calon mantu terbaik, calon kamu itu belum tentu sebaik aku Delon!!" Eldira mengajak Delon bergurau.


"ga ada pilihan lain kan, kamu yang pergi!" Delon melanjutkan makannya.


"tapi Delon, kamu sudah mencintai gadis yang dikenalkan sama kamu! atau masih penjajakan atau?" Eldira tak melanjutkan pertanyaannya karena Delon menatapnya dengan tajam.


"aku pasti akan mencintai pasanganku seperti aku dulu mencintai kamu Ra, kamu pasti sekarang sangat bahagia ya akan segera menikah?"


pertanyaan Delon membuat Eldira berdehem Karena sejujurnya hatinya sedang tak baik baik saja.


"pasti aku bahagia" Eldira berusaha menutupi kegundahannya dan Delon tersenyum.


Tiba-tiba Eldira menatap pintu restoran yang terlihat dari mejanya meski jaraknya lumayan jauh.


"bang Rasya" Ucapnya lirih.


Delon yang melihat Eldira menatap ke arah depan ikut melihat apa yang tertangkap mata Eldira. Tanpa sadar air mata Eldira mengalir deras tanpa bisa terbendung. nyeri terasa di dadanya. Setelah menunda lamaran dan bang Rasya bersama gilska di restoran seromantis ini bahkan pasti sudah reservasi dan terencana.


"Ra, kamu gak papa?" tanya Delon khawatir.


"It's ok!" Eldira berusaha menstabilkan nafasnya.


Dengan cepat Eldira mengambil tissue dan mengusap air matanya, berusaha tetap tenang meskipun hatinya bergejolak.


"siapa dia Ra?" tanya Delon pelan.


"dia hahahah dia calon suami aku!" Eldira tertawa kecut.


Delon yang mendengar jawaban Eldira berusaha mencerna keadaan, seolah paham dengan apa yang dirasakan Eldira Delon justru diam, karena tidak tau juga harus melakukan apa, toh tak mungkin Delon memperingatkan lelaki yang membuat Eldira menangis, tapi disudut hati Delon merasakan ketidak relaan atas perlakukan calon suami Eldira.


Rasya yang melintas menangkap sosok Eldira dan membuatnya melepaskan tangan gilska.


"Ra, kamu disini?' Rasya terlihat bingung.


"bisa kita bicara bang?" tanya Eldira.


gilska kamu ke meja dulu ya!" ucap Rasya pada gilska


Rasya mengangguk dan mengikuti langkah Eldira. Ditempat yang terbilang jauh dari meja mereka Eldira menghentikan langkahnya.


"gilska kan?" tanya Eldira.

__ADS_1


"ini alasan tertundanya lamaran kita!" Eldira seakan tak mampu menyembunyikan amarahnya.


"gilska baru saja kehilangan mamanya Ra, tolong!!" kata- kata Rasya bahkan membuat Eldira menggelengkan kepalanya.


"mau Abang sekarang gimana?" Eldira menunggu jawaban Rasya yang terdiam.


"Berapa kali Abang jalan dengan gilska tanpa aku tahu, atau saat ini sudah ada pemikiran pembatalan lamaran!" Eldira kembali menangis.


"aku ga akan batalkan lamaran kita, kita akan tetap menikah, hanya satu bulan kasih aku waktu akan aku selesaikan semuanya sama gilska, i'm promise Ra!" jawaban Rasya membuat Eldira berjalan menuju meja Delon.


"Ra, jangan seperti ini!" Rasya mengejar Eldira.


"ayo Delon antar aku pulang!" Eldira menarik tangan Delon tanpa mempedulikan Rasya.


Delon segera berdiri dan menuruti apa kata Eldira.


***


"itu Dira kan?" tanya gilska saat Rasya sampai dimeja mereka.


"kamu kenal?" tanya Rasya heran.


"kami bertukar nomor telepon saat dibutik, jadi dia calon istri kamu?"


"iya, kamu gak papa kan?" gilska tersenyum mendengar pertanyaan Rasya.


"aku gakpapa tapi dia yang sakit melihat kita, selepas hari ini kamu ga perlu temui aku lagi Rasya, kamu lanjutkan hidupmu, dia pasti sangat mencintai kamu jangan kamu hancurkan hatinya" jawaban gilska tak seperti biasanya.


"kamu percaya jodoh!! jika kita memang tidak berjodoh untuk apa aku berusaha, sudahlah Rasya, mana komitmen yang sering kamu agungkan, kamu lupa?" gilska membuka menu makanan.


"bisakah kita jalani sebulan untuk kenangan kita sebelum aku menikah,.seperti mau kamu!" Rasya menarik tangan gilska


"gak Rasya, kita habiskan saja malam ini tapi tidak besok atau lusa, kamu kembalilah pada Eldira, aku akan melanjutkan hidupku" tolak gilska.


Dan mereka melanjutkan makan malam serasa tidak memiliki masalah.


***


"kenapa kamu biarkan calon suamimu meneruskan makan malamnya dengan perempuan lain Ra? perempuan itu bergelendot manja tidak mungkin tidak ada hubungan kan?" tanya Delon penasaran saat didalam mobil.


"tidak, itu mantan bang Rasya, dia hanya ingin menyelesaikan urusannya tidak lama, aku percaya sama calon suami aku Delon!" jawab Eldira dingin.


Delon justru geram dengan apa yang dia lihat, tapi tak mampu berbuat apapun, disisi lain Eldira tetap tidak mungkin meninggalkan Rasya, tidak ada pilihan lain selain mempercayai calon suaminya, setidaknya dalam waktu sebulan Eldira akan melihat keseriusan Rasya, jika dalam satu bulan semua tak berjalan sesuai keinginan, Eldira akan melepaskan Rasya.


"semoga kamu bisa melaluinya Ra? aku akan selalu ada untuk kamu Ra?" ucapan Delon membuat Eldira menatapnya.


"semua laki-laki sama ya, aku gak mau jadi seperti gilska membayangi masa depan kamu Delon!" jawaban Eldira justru membuat Delon terdiam.


***

__ADS_1


Selepas makan malam Rasya tak ingin mengantarkan gilska pulang.


"jalan kerumah bukan lewat sini kan sya?" tanya gilska agak bingung.


"kamu ke apartemen aku ya, kita bercerita sepanjang malam sampai pagi, aku janji setelah ini kita akan jalani hidup masing-masing!" Rasya memberikan penawaran.


"kamu janji sesuai sama komitmen menikah sama Eldira y, jangan Dateng lagi kerumah aku atau cari aku ya kecuali Tuhan mrnakdirkan kita ketemu lagi!" tanya gilska serius.


"janji, kamu mau kan menghabiskan waktu malam ini sama aku, aku ga akan tidur sampai pagi, aku akan menikmati malam terakhir sama kamu gilska" kali ini gilska menuruti apa yang dikatakan rasya.


Mereka menghabiskan sepanjang malam dengan bersenda gurau dan bercerita tertawa bersama bahkan bermesraan seakan hari esok masih untuknya, gilska juga sempat membersihkan apartemen rasya untuk terakhir kalinya, dan berusaha mengiklaskan orang yang sangat dia cintai untuk pergi. Gilska sebenarnya wanita yang baik hanya saja takdir membuatnya kehilangan orang yang dia cintai tanpa keinginannya.


***


Selepas subuh gilska sempat ketiduran dan Rasya hanya bisa memandang wanita yang dicintainya untuk terakhir kalinya sampai pagi menyapa dan matahari menunjukan sinarnya.


"sya kamu udah bangun" gilska menyipitkan matanya.


"good morning gilska" rasya mencium kening gilska dengan lembut.


"aku akan bersiap dan kamu anter aku pulang ya?" gilska beranjak ke kamar mandi, Rasya mengangguk.


Rasya yang sudah siap tinggal menunggu gilska keluar dari kamar mandi. Beberapa menit berselang gilska sudah siap.


"Terimakasih untuk malam ini gilska, seperti janjiku setelah ini aku tak akan menemuimu lagi kecuali takdir berpihak pada kita!" Rasya memeluk gilska dan gilskapun memeluknya erat.


Rasya menepati janjinya mengantarkan gilska pulang kerumah dan segera berangkat ke kantornya.


***


Eldira termenung dan tidak bersemangat untuk melanjutkan pekerjaannya.


"nona untuk meeting hari ini apakah ditunda?" tanya Melisa membuat Eldira mengangguk.


"daripada aku tidak konsen kamu tunda saja Melisa!" dan Eldira melanjutkan lamunannya.


Degan cepat seorang pria masuk ke ruangan Eldira tanpa mengetuk pintu membuat lamunan Eldira buyar.


"bang Rasya!! sepagi ini datang tanpa pemberitahuan, chat aku sejak kemarin malam tidak ada yang dibalas sangat terbiasa ya dengan menghilang tanpa kabar!" Eldira menaikan satu oktaf suaranya.


"aku minta maaf, nanti sore kita jadeal ulang ya untuk food tasting, aku udah hubungi catering yang kamu pilih, kita berdua aja tanpa mama dan sisi?" Rasya duduk disofa dan memutuskan sesuatu yang membuat Eldira bingung.


"untuk apa? lamaran masih lama kan atau bisa jadi batal?" Eldira masih menunjukan wajah tegangnya.


"Ra lamaran akan tetap kita laksanakan, aku dan gilska sudah mengakhiri semuanya, kasih aku satu kesempatan, aku janji aku tidak akan mengecewakan kamu lagi, aku juga janji tidak akan menemuinya lagi, aku mohon Ra?" permintaan Rasya kali ini membuat Eldira lega, karena yang difikirannya hanya menginginkan pernikahan berjalan sesuai rencana, bahkan Eldira mengesampingkan perasaanya.


"baik, aku akan kasih kesempatan, sampai ketemu nanti sore!" dengan tegas Eldira menjawab Rasya.


"baik Eldira sayang, bye!" Rasya meninggalkan ruangannya dengan cepat.

__ADS_1


TUNGGU BAB SELANJUTNYA YA😉😉😉


SEMOGA RASYA MENEPATI JANJINYA.....


__ADS_2