Menantang Cinta

Menantang Cinta
Edisi patah hati


__ADS_3

Jika Rasya masih meratapi nasibnya berbeda dengan Eldira yang tersenyum riang Karena yakin hubungan Rasya dan gilska hanyalah masalalu semata.


"tumben makan siang dirumah Ra?" tanya mama mendekati Eldira yang asik melahap makanan yang tersaji dimeja makan.


"iya ni ma, sebenernya Dira pengen mulai bisa masak gitu, terus ni ma Dira mau inget2 masakan rumahan apa aja yang biasa dimasak pas makan siang ,supaya nanti kalau Dira udah nikah sama bang Rasya, Dira bisa siapin bekal untuk dia" Eldira masih tersenyum lebar membayangkan kebahagiaannya.


"oh ya bener kamu, latihan masak, sampai mana persiapan pernikahan kalian?" mama duduk disamping Eldira.


"udah hampir selesai, undangan kemarin juga udah selesai designya tinggal naik cetak ma, doain lancar ya, Dira ga nyangka akirnya impian Dira bisa segera terwujud ma"


"ya udah mama tinggal dulu ya, kamu habis ini balik ke kantor atau kemana?" mama beranjak pergi.


"no, Dira ada janji ketemu sama sisi ma, hati2 ya ma?"


"oke sayang, bye!" mama berjalan keluar.


Disaat Eldira ingin menyelesaikan makan siangnya sisi datang dengan raut muka sedikit cemberut.


"tega kamu Ra, kemarin seneng2 aku gak kamu ajak!! temen macam apa kamu? katanya sahabat ?" sisi menarik kursi dengan keras.


"eits!!! orang yang ngajak kak Adam si, bukan aku yakali masa mau ajak rombongan ga enak dong akunya" Eldira melakukan pembelaan.


"terus gimana kemarin, cerita dong!" sisi mengambil apel dan langsung memakannya.


"ada gilska si?" jawab eldira lirih.


"serius kamu!! kok bisa? terus kamu sama Rasya gimana?? Rasya masih suka ya sama mantannya, ya ampun Ra terus kamu kemarin gimana, dasar gatau diri ya mereka masalalu itu ya masalalu, aku gak terima Lo kalau mereka bikin kamu terluka Ra??? kamu jangan diem aja donk!!" sisi berkacak pinggang.


"hust!!! sisi, aman kok mereka udah close!!! berakhir, kamu ga perlu marah, malah gilska mau menikah Minggu depan itu artinya bang Rasya udah ga ada rasa sama gilska, lagian kamu tau kan apa aja yang udah bang Rasya kasih buat aku, cafe itu gak murah Lo si, kalau aku ga spesial ga mungkin kan bang Rasya kasih semua itu" Eldira menepis kekawatiran sahabatnya.


"mau nikah, cepet amat, kamu aja yang terbilang cepet dilamarnya ga buru-buru amat tu nikahnya, kenapa dia Minggu depan Tiba2, Eldira jangan polos banget dong!! siapa tau itu cuman trik supaya kamu itu ga curiga, Rasya kemana hari ini coba kamu cek ke kantornya ada ga??? atau kamu cek kerumahnya??? pasti ni mereka lagi berduaan menertawakan kamu!!" sisi masih saja terlihat sebal.


"Ih sisi apaan sih? aku ga mau ya bertengkar sama bang Rasya terus didiemin sama dia sepanjang hari, ogah banget orang sekarang hubungan aku lagi baik2 saja, udah kamu ga usah negatif pikirannya" Eldira tetap percaya dengan apa yang diyakininya.


"ya udah terserah kamu deh! kemarin kan udah ninggalin aku ni sekarang harus traktir aku ya, lihat ni baju aku udah lusuh, kamu beliin yang baru ya biar anak didik aku suka lihat gurunya pakai baju bagusan!" sisi mengerlingkan matanya seakan lupa dengan kekesalannya terhadap Rasya.


"yaudah apasih yang ga buat kamu, ayo langsung aja kita cabut?" eldira bersiap.


"non maaf ini ada kiriman kado buat non?" Mak Ijah membawa sebuah kotak berwarna hitam.


"dari siapa Mak?" tanya Eldira kaget.


"aduh Mak gatau tadi ada didepan pagar terus tulisannya buat non, atau non coba aja cek di cctv rumah non?" Mak Ijah menyodorkan kotak berwarna hitam itu.

__ADS_1


"apa Ra??" sisi mendekat


"aku sering dapet teror si cuman gatau nie dari siapa?" Eldira sedikit takut.


"yaudah buka aja, atau aku aja yang buka, sini!!" sisi merebut kotak dari tangan Eldira.


"sisi kita buka diteras depan aja ya?"


"ya ayoo!!" mereka berjalan menuju teras.


sesampainya diteras Eldira dan sisi beradu pandang dan saling mengangguk pertanda siap membuka.


"udah Ra tenang aja!" sisi mulai membuka isi kotak itu,


Tidak ada sesuatu yang menakutkan layaknya teror, hanya ada sepucuk surat dan potongan photo saat Eldira mengenakan seragam abu-abu.


"apa ini si?" karena tak menakutkan Eldira mengambil isi kotak yang sudah terbuka.


"ada photo kamu Ra?" sisi menyerahkan photo usang ke Eldira.


"ini photo SMA aku si, bentar aku baca ya suratnya?" Eldira mulai membuka isi suratnya.


"aku pastikan kamu tidak akan bahagia, seperti yang kamu lakukan sama aku, penghianat pasti akan dihianati!!" dengan keras Eldira membaca potongan surat yang belum selesai.


"aku juga bingung si, nona d Ini siapa??" Eldira menarik nafas panjang.


"nanti pulang belanja kamu cek deh cctv, terus kak Adam kamu suruh lindungi kamu 1x24 jam oke!!" jawab sisi lantang


"masih ya, inget sama belanjaan, temennya diteror empatinya mana?? belanja aja diinget!!" Eldira sedikit melotot


"Dira sayang bukan gitu, udah yuk keburu sore nanti ya?" ajak sisi lagi kali ini Eldira mengangguk.


Mereka sepakat melanjutkan rencananya belanja, eldira dan sisi berjalan menuju mobil yang terparkir di pelataran, lagi2 Eldira terkejut ada tulisan didepan kaca mobilnya sepertinya ditulis dengan lipstik.


"aku senang melihatmu sengsara!!" sisi membaca dengan keras tulisan itu


"si sumpah si, aku ga nyaman kaya gini belanjanya lain kali ya, aku janji aku pasti traktir kamu, tapi aku harus cek cctv!" eldira mengurungkan niatnya.


"yaudah terserah kamu aja deh, aku balik aja ya kamu cek sendiri ya?" sisi terlihat malas.


"jangan gitu dong kita cek sama2 ayook!!" Eldira menarik tangan sisi.


"kamu sih udah janji juga" sisi cemberut.

__ADS_1


"yatapi kamu lihat dong si, aku diteror apalagi kata2 nya kaya gini terus kalau nanti dijalan kita kenapa2 gimana?? kita tunggu kak Adam pulang buat kawal kita, nanti aku tetep traktir kamu, tapi sekarang kita masuk dulu kita cek cctv, oke!!" tawaran Eldira kali ini dijawab anggukan oleh sisi.


Keduanya berjalan ke post satpam untuk mengecek cctv bagian depan.


"pak bisa tolong cek cctv yang tadi pagi pak, Dira mau lihat?" tanya Dira sesampainya dipost.


"aduh maaf non, udah dua hari cctv mati, saya udah lapor ke nyonya terus sudah panggil tehnisi tapi masih waiting list jadi belum diperbaiki" jawab satpam.


Eldira sedikit kecewa, kenapa justru saat genting malah cctv mati mana belum diperbaiki lagi.


"sabar ya Ra, kita masuk aja bener kamu kita tunggu kak Adam aja, kalaupun ga jadi besok2 juga gak papa kok, aku tetep disini temenin kamu sampai kamu tenang" kali ini sisi sudah tak kesal, karena melihat raut wajah Dira yang terlihat sedih.


"aku kabari bang Rasya dulu ya si" jawab Eldira memencet nomer ponsel kekasihnya.


Eldira hanya mengernyitkan dahi dan menggeleng kearah sisi sambil memegang ponsel yang menempel di telinganya. Tak selang lama Eldira mematikan ponselnya.


"bener kamu kita masuk aja, bang Rasya diluar jangkauan!" Eldira dan sisi berjalan kembali menuju kedalam rumah.


***


Ditempat lain rasya kembali ke apartemen dengan hati yang kacau...


Duduk lesu dan termenung menyalahkan diri sendiri atas semua kejadian yang dialaminya.


"kenapa???? bodoh!!! tunangan dengan orang yang tidak kita cintai itu bodoh Rasya arrggghhhh!!!" Rasya mengepalkan tangannya dan meneteskan air matanya.


Rasya tak menyangka semua jadi seperti ini, gilska mengandung, tapi bukan dia yang akan dijadikan suami bukan dia yang akan dipanggil ayah. Komitmen yang selalu diagungkannya membuatnya terluka, mungkin jika itu sebuah pernikahan komitmen memang harus dijunjung tinggi,


Rasya menyesal telat mengambil keputusan, kenapa jika sudah tak searah dan saat gilksa memintanya meninggalkan Eldira saat mereka belum bertunangan belum melibatkan keluarga, justru Rasya menolaknya. Akan lebih baik mengakhiri dari pada harus menghianati Dira seperti ini.


Tidak hanya gilska tapi Rasya juga akan melukai Eldira dan seluruh keluarga besar mereka bahkan keluarganya. Haruskah gilska tau keadaan yang sebenarnya.


"kamu harus tau Dira?? aku tak sanggup jika harus menikah dengan melukaimu??? aku yang salah bukan kamu??"


"tapi tak mungkin aku memberitahumu sekarang saat kondisiku sedang kacau!?!"


Rasya berdiri dan kembali menjatuhkan diri disofa... dan memegang kepalanya dengan kedua tangannya. Rasya merasa dirinya tak pantas untuk wanita sebaik Eldira. membayangkan gilska merajut hari dengan lelaki lain Rasya juga tidak sanggup. Hatinya telah patah, entah apa yang akan dilakukan nya setelah ini, mungkin seperti yang sebelumnya membutuhkan waktu sendiri dan tak menghubungi Eldira entah sampai kapan. ponselnya sudah dimatikan sejak bertemu dengan gilska.


"maaf Eldira maaf gilska maafkan aku!!, aku membuat kalian terluka!! aku membuat kalian patah,, aku membuat kalian tersakiti, kamu benar2 ingin menikah dengan Reza atau hanya ingin membalasku gilska" teriak Rasya.


****


Gilska sampai dirumah mbak Santi, perasaannya sangat lega menurutnya Rasya berhak tau, tapi untuk menikah dengan Reza gilska berharap akan ada keajaiban yang membuat rumah tangganya kelak tidak ada kata perceraian. Gilska berharap kehidupan barunya akan membuatnya bahagia, dilubuk hati yang terdalam gilska ingin Reza jatuh cinta padanya dan melupakan Rena, lagipula Rena sudah punya suami meskipun lebih tua tapi suaminya sangat baik dan bertanggung jawab, jika Rasya pahat hati maka sebaliknya dengan gilska. Gilska sudah mulai jatuh cinta pada Reza.

__ADS_1


__ADS_2