
beberapa hari kemudian
"sayang buruan siap-siap" mama mengingatkan Eldira yang masih saja sibuk menyiapkan rangkaian bunga agar ruang makan terlihat lebih indah
"iya mama ini Dira udah mau siap-siap dandan, sisi mua nya udah Dateng kan?" tanya Eldira
"sudah kok, langsung aja Ra, aku mau nyiapin yang depan rumah?" ujar sisi tersenyum
"si, ini terlalu berlebihan cuman acara makan malam heboh banget!" kak Adam terlihat paling santai diantara semuanya.
"kak, pernah jatuh cinta ga?" tanya sisi mengedipkan mata
"aku, bisa ganti ganti cewek lebih indah si, kalau jatuh cinta ribet, kaya ginini kaya Dira lebay!" kak Adam sekenanya
"itulah makanya kak Adam ga ngerti, ribet tapi bikin hati berbunga-bunga, udah kak Adam juga cepetan mandi dana udah mau magrib ini kak?" sisi mendorong kak Adam
"si, makasih banyak ya kamu bantuin Dira nyiapin ini semua?" mamanya Eldira berterimakasih sama sisi.
sisi mengangguk senang
Hari dimana menjadi penantian Eldira, sesuai janji yang Rasya utarakan sejak awal hubungan mereka bahwa Rasya ingin serius mencari pasangan, bukan untuk main-main meskipun Eldira sendiri tidak yakin apakah ini keputusan tepat untuknya, setidaknya dia ikuti kata hatinya menikah dengan seseorang yang dia cintai, toh Rasya juga memenuhi janjinya mengadakan makan malam keluarga skalian membicarakan rencana lamaran dan pernikahan bagi Eldira sudah sangat cukup, daripada harus kehilangan seorang Rasya, Eldira tak mau menuntut secara berlebih, hubungannya yang kandas dengan Delon juga karena tuntutannya berlebih, padahal dibalik semua Delon sudah berusaha sekuat tenaga menuwujudkan mimpinya, Eldira tidak mau apa yang diusahakan Rasya kini sia-sia seperti usaha Delon, Eldira kini ingin lebih menghargai perjuangan dan usaha pasangannya untuk membuatnya bahagia dibalik itu semua Eldira tidak mau berpikir terlalu jauh.
***
Jam menunjukan 19.30wib sesuai dengan undangan Eldira sudah sangat cantik dengan gaun yang dikenakan, mama dan papa Eldira juga sudah menunggu kedatangan Tante Nonik sekeluarga, hidangan yang tersaji juga beraneka ragam karena Eldira tidak mau mengecewakan calon mertuanya, kak Adam juga tampan dengan setelan jas yang disiapkan Eldira.
"belum Dateng ya Mak?" tanya Dira ke Mak Ijah yang masih Wira Wiri.
"belum non, sabar aja mungkin lagi dijalan" jawab Mak Ijah dengan sabar
"ini keputusan kamu Ra? papa harap kamu sudah yakin ya?" tanya papa dijawab senyuman oleh putrinya.
sudah hampir pukul 20.00 malam keluarga Rasya juga tak kunjung datang, kegelisahan sudah menyelimuti keluarga ini terlebih Eldira, mama dan papanya masih tersenyum menunggu keluarga calon besan tapi Eldira riasannya terkena sedikit keringat dingin yang mengucur dikeningnya.
"coba Dira telpon bang Rasya sebentar pa?" ucap Eldira sedikit panik.
"iya Ra kamu telpon sampe mana?" jawab mama Eldira
__ADS_1
"ma telpon bang Rasya ga aktif!" Eldira masih berusaha memencet nomor calon suaminya.
"atau kamu coba aja telpon Tante Nonik?" sisi ikut berkomentar
"iya, sebentar si aku coba ya?" Eldira segera menekan tombol ponsel calon mertuanya.
"hallo Tante, dimana? oh ya baik Tante !" jawab Eldira menutup telepon membuat semua mata mengarah padanya
"gimana Ra?" tanya mama lembut Eldira menjatuhkan tubuhnya dikursi sedikit panik
"bang Rasya belum pulang ma, tapi Tante Nonik dan papanya Rasya udah jalan menuju sini" jawab Eldira
"ya udah kita tunggu ya ga usah panik!" seakan mama paham apa yang dirasakan putrinya.
Jam menunjukan 20.30 dan Tante Nonik datang bersama suaminya setidaknya ketakutan Eldira sedikit membuatnya lega, meskipun Rasya tak nampak bersama mereka.
"elin apa kabar?" Tante Nonik mencium pipi mama seakan melepas rindu,
Dua keluarga saling berkenalan, dan Eldira mencium tangan kedua calon mertuanya.
"ayo langsung saja kita keruang makan?" ajak papa Eldira dan semua setuju
"kamu cantik banget Ra, Calon menantu Tante?" Tante Nonik terlihat bahagia
Papa Eldira terlihat akrab dengan papa Rasya membicarakan bisnis yang ternyata keduanya sangat cocok.
"Selamat malam, maaf semuanya saya sedikit terlambat!" ucap Rasya masuk dengan setelan jas dan membawa buket bunga yang sangat cantik, Rasya terlihat tampan dan Eldira menatapnya dengan kaget
"sedikit lama mencari rangkaian yang cocok untuk calon istri, Eldira maukah kamu menjadi istriku, dihadapan semua orang aku memintamu??jika kamu setuju makan malam ini sekalian membahas acara lamaran kita?" ucap Rasya memegang tangan Eldira membuat Eldira tak kuasa menangis.
Semua menunggu jawaban Eldira, dan suasananya menjadi hening terpaku kepada kedua insan ini.
Masih berlinang air mata Eldira mengangguk dan rasya memeluknya dengan erat, tepuk tangan dan tawa bahagia memenuhi ruangan saat ini, mama Eldira dan Tante Nonik juga saling memandang dan tersenyum.
Eldira bergelayut manja dilengan Rasya seakan tak ingin melepaskan tangannya
"Ra biarkan Rasya menikmati makan malamnya dulu Ra?" mama mengingatkan Eldira
__ADS_1
"udah biarin aja nanya juga anak muda?" Tante Nonik seakan membela Eldira.
"Eldira, sebentar lagi kamu mau jadi menantu om, sering-seringlah Dateng kerumah, agar om juga bisa kenal lebih dekat sama kamu!" papanya Rasya membuat Eldira mengangguk
"Pak suhud mohon maaf sekali, saya tinggal di Indonesia tidak bisa lama, tapi setidaknya tahun ini saya bisa menetap disini, dan berkumpul dengan keluarga, karena semua bisnis masih harus saya yang menangani, jadi apa bisa pernikahan mereka diselenggarakan tahun ini!" tanya papa Rasya membuat papa eldira memandang Eldira.
"Untuk saya kapanpun saya bersedia pak, semua kita serahkan saja pada anak-anak bagaimana Ra?" papa Eldira bertanya pada Eldira.
"Eldira bersedia kok pa" jawabnya sambil melempar senyum pada raysa.
"Baik karena papa Rasa kalian sudah cukup dewasa, dan pasti sangat bisa dipercaya mempersiapkan semuanya, kita sebagai orangtua tau beres aja ya!" papanya Rasya menambahkan.
"Untuk acara lamaran tidak udah terlalu lama, dua Minggu lagi juga sudah cukup kami bisa mempersiapkan dengan cepat, minta ijinnya ya om?" tanya Rasya ke papa Eldira.
"iya nak, tolong jangan sampai kecewakan anak om ya, semoga apa yang kalian rencanakan berjalan lancar sesuai dengan keinginan!" jawab papa Eldira tersenyum, putri nya akan segera menikah.
***
Acara makan malamnya berjalan lancar dan sesuai rencana, bahkan diluar dugaan Eldira. Semua tamu sudah pulang papa dan mama Eldira juga sudah berada dikamar sisi dan kak Adam yang pergi entah kemana, Tapi Rasya masih menemani Eldira di taman belakan sambil menatap kolam renang.
"bang, jangan sampe ngilang lagi ya?" tanya Eldira masih bergelayut tak mau melepaskan Rasya
"memangnya mau kemana?" Rasya tersenyum seakan paham kegelisahan calon istrinya
"kamu sekarang udah jadi calon istri, aku nepatin janji aku kan!" Rasya mencium kening Eldira yang ada disampingnya
"ya kan masih calon, belum juga istri, tapi Abang tenang aja aku bukan tipe yang cemburuan atau posesif!" Entah rayuan atau apa yang keluar dari mulut Eldira
"acara lamaran kami mau undang mantan? siapa Ra mantan kamu?" bang Rasya menggoda Eldira
"Delon, dia pria yang baik berusaha bahagiain Dira, tapi Dira cintanya sama Abang!"
"gombal kamu!!! gak usah ah ga usah undang mantan?" Rasya menyentil hidung Eldira
"kenapa? takut!!! takut ga bisa move on!" Eldira melepaskan tangan rasnya dari lengannya.
"udah ah kamu pasti bahas itu, Abang pulang ya udah malem lagian kamu juga udah capek kan, makasih ya Ra untuk hari ini, makan malam dan semuanya, Abang bahagia banget malam ini, dan beruntung bisa dapetin kamu!" bang Rasya memeluk erat Eldira dan kembali melepaskannya
__ADS_1
"bye!" ucapnya berpamitan
"kamu ga usah anter kedepan, udah malem Abang bisa sendiri!" Eldira mengangguk dan melambaikan tangan, hatinya sangat bahagia malam ini