
Seminggu berlalu, pengajuan pindah Adam keluar negri disetujui perusahaannya.
"dam, kamu ninggalin mama lagi. Dira sudah menikah dan kamu balik keluar negri, mama kesepian" rayuan mama tak menghentikan niat adam.
"minggu depan adam akan berangkat, mama masih punya waktu seminggu kan? Aku antar kemanapun mama mau" adam berusaha menenangkan hati mama.
"mama tau perasaanmu sesakit apa, mama yakin suatu saat kamu akan mendapatkan pendamping yang layak"
"entahlah ma, mungkin lebih baik mencari pasangan diluar sana" jawab adam sekenanya.
"adam, kamu pindah ke indonesia butuh persetujuan perusahaan sampai 2 tahun. Sekarang dengan mudahnya mau balik" omel mama kecewa dengan keputusan adam.
"mama ikut aja" adam tertawa menghibur mamanya.
"becanda terus" jawab mama kesal.
"adam nyicil barang2 yang mau ada bawa, mama istirahat ya" ucap adam berlalu dan masuk ke dalam kamar.
"iya" jawab mama kemudian.
Mama menatap punggung adam, matanya sendu seakan merasakan sakit hati adam. Semenjak makan malam itu, mereka memutuskan hubungan begitu saja. Adam lebih banyak diam dari biasanya.
***
Gilska menikmati hari2nya mengasuh si kecil nando.
"tambah gemes kamu sayang" reza gemas dengan baby mungil mereka.
keduanya tersenyum bebarengan, bermain bersama. Seakan kebahahiaan sedang menyelimuti.
"aku siapkan makan siang dulu ya za, kamu jagain nando" ucap gilska lembut.
"siap" jawab reza cepat.
Gilska kembali tersenyum, dan meninggalkan mereka berdua di dalam kamar. Gilska segera menyiapkan makan siang.
Selama menjadi istri reza, gilska merasa dicintai dan dibahagiakan. Tak pernah menyangka takdir mempertemukannya dengan suami yang bertanggung jawab. Meskipun awal pernikahan mereka hanya sebuah perjanjian, tapi pernikahan mereka kini, pernikahan seutuhnya.
Selesai menyiapkan makan siang, gilska kembali berjalan ke kamar.
"sayang, ayo makan. Sini nando sama aku dulu"
"makasih ya" reza mengangkat nando dan memberikan pada gilska dengan penuh kelembutan.
"ayo kita temani papa makan ya sayang" ucap gilska sambil menggendong nando.
mereka berjalan ke arah meja makan.
"wow, banyak banget kamu masaknya! Perutku jadi tambah lapar" dengan antusias reza mengambil piring dan mulai makan.
"kamu sudah kirim hadiah buat gisel?" tambah reza.
"sudah" jawab gilska
"kenapa akhirnya menikah dengan argha, mendadak lagi! Memangnya apa adam sudah tau perselingkuhan mereka?"
__ADS_1
"entahlah, sudah beberapa minggu eldira juga tak pernah kesini, kalau main lagi nanti aku bisa tanyakan".
"sebaiknya jaga jarak dengan eldira, bagaimanapun juga rasya ayah nando. Kalau sampai eldira tau, dia akan menganggap kita penghianat"
"jujur, aku senang memiliki teman baru, eldira wanita yang sangat baik. Aku menyesal pernah menjadi cerita buruk untuk hubungannya"
"yang terpenting kau bersamaku sekarang" reza tersenyum menghibur gilska yang merasa bersalah.
"apa tak sebaiknya kita ceritakan tengang nando"
"apa kau siap kehilangan teman, aku kasihan pada eldira, memiliki suami yang tak jujur akan masalalunya."
"aku juga berjanji pada rasya untuk merahasiakan semuanya"
"tidak perlu takut, dia tak pernah sekalipun menanyakan kabar anaknya? Benar2 keterlaluan, sudah tak mengakui dan juga tak peduli"
"biar saja za, toh aku tak ingin ada hubungan apapun lagi dengannya"
"tak akan kubiarkan nando tau siapa ayah biologisnya"
"ya sudah, kamu makan saja dulu" gilska mengingatkan reza.
Reza melanjutkan makan siangnya dengan lahap.
***
Sementara eldira sudah bisa menikmati waktu senggangnya. Ini hari pertamanya tidak bekerja setelah mengajukan resign minggu lalu.
"bu, sudah wati siapkan makan siangnya"
Bel berbunyi, eldira beranjak.
"biar aku saja wati" ucapnya menghentikan wati yang akan membukakan pintu.
Eldira berjalan membuka pintu dan senyumnya merekah.
"buket bunga spesial buat istriku" ucap rasya menatap istrinya.
"terimakasih sayang" dira segera mengambil buket dan memeluk suaminya itu.
"gimana hari pertama dirumah, aku takut kamu bosen, makanya aku temenin kamu makan siang" semenjak eldira hamil perhatian rasya menjadi berlebih.
Ingin membuat istrinya nyaman menjalani kehamilan, jadi suami siaga dan selalu memanjakan eldira. Mungkin juga sebagai tebusan rasa bersalahnya karena menghianati eldira dimasa lalu.
"aku menikmatinya, daritadi aku baca majalah, jika bosan aku bisa nonton drama korea" eldira tertawa.
"ayo, kita makan" rasya mengelus lembut rambut istrinya.
"aku udah masak enak buat abang, ada nasi gudeg khas yogya" ucap eldira sumringah.
"memangnya bisa masak gudeg"
"bisa, bahanya suda dira siapkan sejak kemarin, pagi2 tadi sudah mulai memasak, kan ada wati yang bantuin dira"
Sesampainya dimeja makan rasya tersenyum, ternyata dira sudah mulai pintar masak.
__ADS_1
"aku jadi tak sabar, aku ganti baju sebentar ya?" tanya rasya.
"kenapa? Abang ga balik kantor?"
"ga, mau temenin kamu khusus hari pertama kamu dirumah, urusan kantor gampang"
"ya udah, dira tunggu disini ya" jawab eldira.
Rasya meangguk dan naik keatas, jika biasanya menyuruh eldira menyiapkan pakaiannya, kini rasya memberikan ruang untuk istrinya.
Tak selang beberapa menit rasya kembali ke meja makan.
"aku sudah siap makan" ucapnya tertawa.
Eldira mengambilkan nasi, dan beberapa lauk yang ditunjuk rasya. Usai mengambilkan rasya eldira ikut mengambil makan siang.
"ra, udah denger gosip?" tanya rasya.
Eldira menggeleng sambil menyendok makanannya.
"aku juga tau dinotif"jawaban rasya membuat eldira mengernyitkan dahinya.
"memangnya gosip apa bang?"
"sepertinya gisel dan argha kemarin melangsungkan pernikahannya"
"hah! Cepet amat, baru seminggu putus dari kak adam"
"ga dirayain kok ra, cuman ya beritanya kemana2, biasa media"
"media kaget mungkin, mempelai prianya beda" jawab eldira kesal.
"kesannya memang tergesa2"
"atau memang jangan2 gisel hamil, makanya mereka mengaku ada hubungan?" eldira mengira2.
"entahlah" rasya mulai tak menanggapi
"kalau dia ga hamil ngapain juga menikah cepet, tapi untunglah masih waras, seandainya tetap menikah dengan kak adam dan mengandung anak argha!! Bisa aku bejek2, perempuan tak tau diri"
"sayang, ingat!! Kamu hamil, ga baik ah ngomongin orang sampai begitu" rasya mengingatkan dira.
"ya habisnya, kesel banget"
"mungkin memang bukan jodohnya, adam pasti dapat pendamping yang lebih baik"
"harus, kak adam harus dapat orang yang sepadan, setia, aku benci penghianatan"
"ya sudah kita makan ya" rasya mulai tak nyaman mendengar kemarahan eldira, apa yang akan terjadi jika dira tau anak gilska adalah darah dagingnya.
Bagaimana nasib rasya, apa mungkin eldira memaafkannya, lalu bagaimana jika eldira meninggalkannya, pasti rasya tak akan sanggup.
"bang, kok jadi bengong. Ayo makan!" eldira melihat suaminya yang tiba2 melamun.
"iya ra" ucapan eldira membuyarkan lamunan rasya.
__ADS_1
Lebih tepatnya membuyarkan ketakutan rasya, dipandanginya istri dihadapannya, mungkin rasya harus mencari cara untuk mencari jalan keluar. Cepat atau lambat semua pasti terbongkar, rasya pun tak mampu jika harus menyembunyikan kebenaran seumur hidurpnya. Apalagi saat ini rasya merasa ingin mengenal nando lebih dekat.