Menantang Cinta

Menantang Cinta
beradu pandang


__ADS_3

Gisel tertawa sumringah ketika menaiki kapal Yach dan segera duduk menarik tangan Adam. yang lain mengikuti dari belakang.


Mereka segera mengambil posisi duduk menghadap belakang agar ketika kapal berlaju bisa menatap deburan ombak. Eldira berusaha tersenyum rambutnya tertiup angin membuatnya terlihat ayu..


"Gisel makasih ya, calon istri aku butuh nie kaya gini supaya ga stress mikirin persiapan pernikahan?" Reza menatap Gisel dengan senyum senangnya lalu melirik gilska.


"sama2 oh ya jangan sungkan-sungkan kalau perlu bantuan, rencananya kapan kalian akan menikah?" jawab Gisel sambil menyodorkan koktail buah untuk semuanya.


"doakan yaa rencananya Minggu depan!" Reza menjawab pertanyaan Gisel dan meneguk koktail.


"lho cepet banget, tapi namanya jodoh ya kalau udah ketemu mau nunggu apalagi, gak sabar buat bantuin kamu gilska ya ampun!" Gisel tertawa menatap gilska yang hanya bisa tersenyum.


Sementara Eldira sedikit kaget kalau ternyata secepat itu gilska akan menikah Eldira juga tersenyum menyimak obrolan Gisel dan gilska setidaknya hubungannya dengan Rasya aman, Rasya membuang wajahnya seakan tak nyaman dengan apa yang dia dengar. up


"seru banget ngobrolnya, Reza sama gilska ketemu dimana? kalian cocok banget!" tambah Eldira menatap gilska, pertanyaan itu bukan tanpa alasan, Eldira juga ingin tau tentang kehidupan gilska.


"gilska itu dulu asisten pribadiku di kantor, dia memutuskan pindah kesurabaya dan meninggalkan dunia modeling, karena satu dan lain hal kita sering bertemu diluar kantor, aku yang sering kerumahnya dan kenal banget sama om nya, karena sama2 nyaman ya udah nunggu apa lagi?" Reza yang menjawab dan lagi2 merangkul gilska.


"beruntung kamu bro!! cantik banget cewek kamu!!" kak Adam membuat Gisel kaget dengan ucapannya.


"Adam!!!" Gisel mencubit lengan Adam.


Sementara yang lain tertawa hanya menganggapnya sebuah lelucon.


Rasya berdiri berjalan sedikit kebelakang menatap deru ombak karena kapal sudah mulai berjalan, meskipun udara sangat sejuk dan angin berhembus dengan kencang tapi hati Rasya tetap panas. Apalagi pengakuan Reza Minggu depan mereka akan menikah, sulit menyembunyikan rasa sakit dihatinya. Eldira yang melihat Rasya ikut berdiri menghampiri tunangannya.


"bang kenapa? Abang gak lagi cemburu kan?" tanya Eldira hanya basa basi, karena menurut Eldira Rasya sudah benar- benar melupakan gilska.


"kamu kali yang cemburu! sebenarnya enak kalau tanpa ada mereka jadi kita berdua aja pasti lebih seru?" Rasya membisikan kalimat yang membuat Eldira tertawa.

__ADS_1


"itu maunya kamu!!" Dira tertawa lepas.


"ayoo sini Rasya , Dira!!" kak Adam mengeraskan suaranya.


"iya kak!" Dira kembali berjalan ke sofa tempat mereka bersenda gurau bersama.


Mereka melanjutkan obrolan tanpa Rasya yang masih memaku berdiri sedikit jauh dari tempat duduk, ada sekitar 15 menit Rasya sudah tak bergabung.


gilksa tak banyak bicara, hanya tersenyum dan mengiyakan apa yang dikatakan Reza, Rasya merasa ada yang gilksa sembunyikan, dulu kalau lagi bahagia gilksa terlihat sangat energik aktif tidak seperti hari ini lebih kalem, atau mungkin gilksa memang sudah berubah menjadi lebih dewasa dalam bersikap, entahlah yang jelas Rasya tak nyaman saat ini.


Rasya menatap lekat gilska, gilska yang tak sengaja ingin menatap ombak, matanya terhenti menatap Rasya pandangan mereka saling beradu seakan banyak yang ingin mereka ungkapkan.


melihat tatapan sayu Rasya seakan hati gilska luluh.


"tak mungkin sepenuhnya aku bisa melupakan kamu sya, dan kamu seharusnya berhak tau tentang kehamilanku, bagaimanapun juga kamu ayah dari bayiku Rasya" ucap gilksa hanya dalam hati, hati terdalamnya.


"wah Brati akan ada dua kebahagiaan yaa, setelah itu giliran kamu Gisel?" jawab Reza terbahak.


"aku!! aku akan menikmati hidupku terlebih dahulu, masih suka kesana kemari lagipula belum ada yang mau ngajakin nikah?" jawaban Gisel seolah kode untuk Adam.


"ayoo kak Adam udah dikasih kode sama Gisel masa ga paham juga, kalian udah jadian belum sih?" tanya Dira yang masih penasaran.


"cocok kalian Adam dan Gisel udah skalian aja diresmikan biar ada tiga kebahagiaan!!" ucapan Reza diiyakan semuanya kecuali Adam.


Reza sangat menikmati moment kebersamaan dengan teman gilska dan langsung akrab seperti sudah lama saling kenal.


"Dira boleh aku bicara sebentar aja sama rasya?" tanya gilksa membuat Eldira sedkit kaget.


"iya tentu aja boleh!" dengan cepat Eldira menjawab, tentu saja jawaban dari mulutnya tak sesuai dengan hatinya yang tetap bergemuruh.

__ADS_1


"makasih Dira" gilksa berdiri dan berjalan menuju Rasya.


Rasya menatap ombak yang dihasilkan kapal dan melihat keindahan alam tak menyadari gilksa sudah berdiri dibelakangnya.


"apa kabar sya?" tanya gilksa membuat Rasya tersentak.


"kamu!! ada Dira dan calon suami kamu, kenapa kesini?" Rasya terlihat panik dan langsung menatap Eldira.


Eldira mengangguk dan tersenyum seakan mengisyaratkan tidak masalah. Melihat ekspresi Rasya yang terlihat tak nyaman berada didekat gilksa membuat Dira menepis kecemburuannya.


"aku udah ijin kok sama Dira, boleh kamu jawab pertanyaannya sya? apa kabar kamu?" tanya gilska lembut.


"menurut kamu! melihat kamu mau menikah kamu tanya bagaimana kabarku?" Rasya terlihat sinis dan kembali melemparkan pandangannya ke ombak.


"aku lihat kamu baik2 aja sama Dira!" jawab Gisel membuat Rasya menatapnya tajam.


"aku masih cinta sama kamu gilksa, kenapa harus ketemu sama kamu lagi?? jika boleh aku memilih lebih baik kamu ga pernah balik ke Indonesia gilska?? kamu buat kenangan baru dan kamu meninggalkan aku!!!" suara Rasya sedikit parau dan matanya memerah.


"sedalam apa cinta kamu sama aku sya, sekarang aku tanya kalau aku tinggalkan Reza bisa kamu meninggalkan Eldira??? kamu kan yang memilih Eldira bukan aku??" gilksa masih bernada lembut.


"gilksa, sejak kamu pergi aku baru sadar seberapa penting kamu buat aku, aku gak akan pernah bisa tanpa kamu, kalau kamu mau aku bisa ngomong baik2 sama Dira sama seluruh keluarganya, bahkan sekarang aku sudah tak perduli dengan komitmen yang selalu aku agungkan, yang aku pedulikan sekarang perasaanku! aku gak mau kehilangan kamu gilksa" rasya menitikan air matanya seakan putus asa.


"cinta kita akan melukai banyak orang sya!"


"oke,, setidaknya ijinkan aku ketemu lagi sama kamu sebelum kamu menikah, aku tunggu kamu besok di apartemen aku gilska aku mohon, jam 12 siang aku akan tunggu kamu gilska!! plisss!!" Kali ini permintaan Rasya tak dijawab gilska, gilska kembali menghampiri semuanya dan bersenda gurau.


Rasya pun mengikuti langkah gilska dari belakang dan kembali duduk merangkul Eldira seolah tak ada percakapan serius antaranya dan gilksa..


Rezapun sama sekali tak menaruh rasa curiga. Mereka kemudian menikmati sisa waktu bersama, dan Rasya mulai bisa menutupi perasaannya dan ikut tertawa bersama melihat kekonyolan adam.

__ADS_1


__ADS_2