
Hari berganti, pagi sekali rasya meminta wati menyiapkan pakaian yang akan dibawanya keluar jawa. Semua sudah tertata rapi dikoper, eldira masih tertidur.
"wati, jangan kau bangunkan ibu! Kasihan dia kelelahan kemarin seharian, kalau ibu tanya, Berikan surat ini padanya" rasya memberikan sepucuk surat kecil pada wati.
"baik, pak" jawab wati menurut.
"aku pergi dulu, jaga ibu ya?"
"pasti saya akan jaga"
Rasya melangkahkan kakinya sambil mendorong koper berisi pakaianya, berjalan menuju parkiran dan segera memasukan kopernya.
Usai bersiap rasya langsung melajukan mobilnya menuju bandara. Penerbangan paling pagi dengan tiket yang sudah disiapkan agata.
"hanya kali ini, kau bisa mengaturku! Dengar agata, tak akan ku ijinkan kau merusak pernikahanku" rasya memukul2 stir mobilnya.
Teramat kesal dengan situasi yang menghimpitnya.
***
Eldira menuruni anak tangga, kepalanya celingak celinguk mencari keberadaan suaminya. Dilihatnya wati sedang mengelap meja dan menganggkat beberapa hiasan agar mejanya tampak selalu bersih.
Melihat eldira sudah bangun, wati memutar kepalanya memandang eldira.
"kamu lihat bapak?" tanya eldira saat sampai didepan wati.
"bapak sudah berangkat bu, sebentar" wati segera merogoh celana dan memberikan sepucuk surat untuk nyonyanya.
"ini, bapak meninggalkan surat untuk ibu" wati menyerahkan surat dari rasya.
"oke, lanjutkan saja pekerjaanmu"
"baik bu" wati melanjutkan pekerjaannya
Eldira berjalan menuju sofa, berniat segera membaca apa isi surat yang ditulis suaminya.
"tak biasanya bang rasya kasih surat, kenapa ya?" dira mencari jawaban dalam hatinya.
Sampai sofa eldira menyamankan badannya untuk duduk. Dibukanya perlahan surat dari rasya.
sayang...
maaf aku tidak membangunkanmu. Kulihat tidurmu sangat nyenyak.
Aku harus keluar kota bersama agata, sangat mendesak jadi tak sempat mengajakmu, aku memberikan surat, takutnya kamu tidak bisa menghubungi saat aku melakukan penerbangan, kalau sudah sampai tujuan aku janji akan segera menghubungimu..
jangan lupa makan, jaga diri ya eldira
love u rasya...
Eldira melipat kembali surat dari rasya dengan wajah kecewa.
"wati, kau tak usah masak hari ini, aku mau mandi dan bersiap kerumah mama, kemungkinan aku akaj tidur disana" eldira beranjak.
"baik bu" jawab wati santun.
"aku mau ke kamar" kali ini eldira kembali menaiki anak tangga menuju kamarnya.
***
Dengan terpaksa rasya duduk disamping agata, sesuai nomor kursi yang tertera.
"rasya, sangat menyenangkan aku akan menghabiskan beberapa hariku denganmu, tenang! Aku tak akan menceritakan tentang anak pertamamu" ucapan agata membuat rasya naik darah.
"aku tak menduga kau wanita licik" jawab rasya dingin.
"tunggu, rasya yang aku kenal selalu bersikap ramah dan manis pada wanita, tapi kenapa hari ini kau begitu dingin" agata tersenyum.
"apa maumu?" tanya rasya.
__ADS_1
"mauku, ini mauku menghabiskan waktu bersamamu"
"kau akan menyesal berurusan denganku agata"
"aku tak peduli rasya, aku hanya menginginkanmu tidak lebih, aku tak akan membuatmu bercerai, aku hanya ingin menghabiskan waktu bersamamu, sangat mudah kan?" agata menatap lelaki disampingnya.
"begitu murahkah dirimu? Harus mengancam seorang pria untuk menemanimu, agata aku pikir kau berharga, sayang sekali" jawaban rasya mampu membuat agata terdiam.
"sial, rasya merendahkanku, lihat saja akan kubuat kau bertekuk lutut" batin agata kesal.
Tidak ada obrolan lagi setelah kata2 terakir rasya. Rasya tersenyum melihat agata tak lagi menganggunya.
Sampai dibandara tujuan, agata dan rasya sudah disambut mobil perusahaan dan mengantarkan mereka ke hotel, tempat menginapnya selama dikota ini.
Tak memerlukan waktu lama untuk tiba dihotel. Koper mereka langsung dibawakan pelayan. Rasya dan agata menuju resepsionis untuk mengambil kunci kamar.
Agata menerima terlebih dahulu kunci, rasya menunggu sedikit lama tak juga diberi kunci.
"masih lama?" tanya rasya pada resepsionis.
Sedang agata hanya berdiri memaku disamping rasya tanpa suara.
"maaf, hanya ada reservasi satu kamar atas nama nona agata, apakah tuan sudah melakukan reservasi?" tanya resepsionis membuat rasya marah.
"ya sudah, siapkan satu kamar lagi untuku atas nama rasya" rasya malas berdebat.
"maaf tuan, untuk saat ini seluruh kamar sudah penuh"
"apa?" rasya sedikit tak terima.
"sekali lagi maaf" jawabnya ramah.
Sedangkan hotel itu satu2nya tempat yang dekat dengan kantor mereka.
"jangan kawatir kau bisa tidur dikamarku" kali ini agata mengeluarkan suara.
"rasya, satu jam lagi kita ke kantor, ayolah jangan keras kepala setidaknya tinggalkan dulu barangmu baru nanti kau bisa cari penginapan" agata masih bersikeras menawarkan kamarnya.
"kenapa? Kau tak pesankan kamar untuku? Ini maumu, apa! Kau mau tidur denganku? Atau kau mau menjadi ibu dari anak ketigaku, aku masih bisa memilih rahim siapa untuk anaku, yang pasti bukan rahimu!" ucap rasya murka.
"oke terserahmu, aku akan segera bersiap, bye rasya" agata mengkomando pelayan untuk meneruskan membawa seluruh barang bawaannya.
Dan menuju kamarnya meninggalkan rasya.
Rasya keluar hotel, dan mencari taxi untuk mencari tempat penginapan.
"wanita kurang ajar" ucapnya dalam hati.
Rasya terpaksa mencari taxi offline berjalan keluar hotel, baru saja melangkahkan kakinya 2 menit keluar dari hotel, tiba2 ada pencuri yang merampas ponselnya. Dengan sangat cepat rasya berlari mengejar, sayangnya komplotan perampok sudah ada yang siaga menggunakan motor. Sang pencuri ponsel sudah berlalu dengan cepat menaiki motor komplotanya.
"ah.. Sial!!" umpat rasya sambil melonggarkan dasinya.
Rasya tak ingin membuang waktu segera masuk salah satu taxi offline.
"Antar aku ke penginapan paling dekat!" perintah rasya.
"tapi jaraknya setengah jam bos" jawabnya
"jalan saja, antar aku kesana"
"siap" jawab driver.
Perjalanan mereka benar setengah jam, sampai dipenginapan rasya menyuruh driver menunggunya terlebih dahulu dan benar saja penginapan itu penuh.
Setelahnya mereka masih mencari hingga tiga penginapan dan semua penuh.
"aku tak akan sudi sekamar denganmu agata" ucap rasya dalam hati. Rasya sangat tak menyukai sebuah ancaman.
***
__ADS_1
Dikamar hotel agata terbahak sampil menelpon seseorang.
"kerja bagus, pakai saja ponselnya buang nomornya, agar istrinya tak bisa menghubungi" agata nambak senang.
"oh ya satu lagi, kau sudah pastikan seluruh penginapan tak bisa menerimanya" kini agata mematikan ponselnya dan tersenyum puas.
"menyerah saja rasya, kau mau tidur dimana? Seandainya saja kau mudah untuk kudapatkan, aku tak akan membuatmu sengsara harus kesana kemari mencari penginapan ahhahaha" agata meneruskan tawanya.
****
Rasya masih kesal karena tak mendapatkan hotel tapi masih memutar otak dimana dia bisa tidur malam nanti.
"antar aku ke alamat ini" rasya menyodorkan alamat kantornya ke driver.
Dan taxi online dengan cepat melaju ke alamat yang diinginkan rasya.
Sampai dikantor rasya segera masuk dan menuju ruangannya. Bajunya sedikit basah karena keringat.
"pak galih, bisa keruangan saya" rasya menyuruh salah satu karyawan kepercayaannya dikota tersebut.
"baik pak" ucap galih mengikuti langkah rasya.
"bapak disini tinggal dimana?" tanya rasya.
"saya tinggal di mes pak"
Rasya baru ingat kantornya menyediakan mess untuk karyawan tapi seingat rasya messnya sedikit kotor kurang terawat.
Tak mungkin jika rasya harus tinggal di mess.
"apa masih ada kamar kosong?"
"penuh pak"
Rasya kembali berpikir apalagi mess itu hanya berukuran 3X4 jadi satu dengan lemari pakaian dan perlengkapan karyawan lainnya.
Rasya mengingat beberapa hotel yang disinggahinya yang katanya penuh, padahal parkirannya lenggang. Jangan2 memang disabotase agata.
"pak galih, tolong pesankan saya kamar hotel dengan ktp mu, bisa?"
"untuk apa pak?" pak galih sedikit kaget.
"saya pikir2 tak mungkin kan jika harus tidur di mess?"
"jelas ga mungkin, Masa Pak rasya tidur di mess" pak galih tersenyum.
"sayatadi kecopetan pak, ktp ponsel semua hilang, untuk menginap membutuhkan ktp, Pak galih tau kan apa yang harus pak galih lakukan?"
"membookingkan kamar untuk bapak, bisa pak" jawab galih.
"iya pak , kalau sudah pak galih bisa bawa kartu kunci kesaya. Tenang Pak akan saya ganti 2juta untuk peminjaman ktp bapak" ucapan rasya membuat galih tersenyum.
"baik pak siap" galih segera meninggalkan rasya mencarikan hotel untuk rasya menginap.
Sejam berlalu galih kembali dengan wajah tersenyum.
"bagaimana, sudah?" tanya rasya.
"ini Pak kartunya" jawab galih.
"oke, terimakasih, kamu bisa cek e banking, sudah aku transfer tipsnya Pak galih" rasya juga tersenyum.
"terimakasih pak"
"sama2"
Persoalan penginapan sudah beres, nyatanya agata mensabotase semuanya. Penginapan yang sempat didatangi rasya dan katanya penuh, nyatanya galih bisa menginap disana.
"apa kau pikir kau cerdik agata, lihat saja aku tak suka diancam"
__ADS_1