
Rasya makan masakan eldira yang telah dihangatkan dengan lahap.
"masih marah?" tanya dira menemani suaminya makan.
"ra, besok pagi siapkan bekal makan siang, aku bawa sekalian berangkat ke kantor! Aku ingin kamu tidak melupakan tugas kamu, toh aku tidak menyuruhmu menyuci baju atau mengepel rumah kan?" rasya masih terlihat kesal.
"iya, besok aku akan bangun sebelum subuh" jawab eldira lirih.
"hanya mengurusiku aku rasa tidak begitu sulit, ini sudah aku bicarakan sebelum kita menikah dan kamu menyanggupinya" rasya menyelesaikan makannya dan minum.
"dira bereskan bang" ucap eldira sambil mengambil piring suaminya.
"aku ada pertemuan sebentar dengan agata dan papanya, aku akan kerumahnya, tadi dia mengirim pesan" ucapan rasya membuat eldira langsung menatap suaminya kaget.
"bang, dira ikut ya kan deket sama rumah mama?" tanya dira tak ingin agata mendekati rasya.
"kamu istrahat aja, besok harus bangun pagi kan belum lagi belanja, terus masak, aku gak mau kamu kecapekan, adaptasi saja dulu sama tugas kamu" jawab rasya menolak.
"dira janji siapin menu sarapan dan bekal, dira ikut ya?" rayu eldira lagi.
"gak, cuma sebentar aja! Atau kamu gak percaya sama aku ra, aku gak ada hubungan apa2 sama agata buang jauh2 ya pikiran kamu" ucap rasya dan meninggalkan eldira naik ke lantai 2.
Eldira meneruskan membereskan piring rasya dan membersihkan meja. Selesai eldira beres2 rasya sudah bersiap dan berganti pakaian.
"ra, aku jalan dulu ya!" pamit rasya sambil mencium kening eldira.
Sangat kesal batin eldira suungguh tak nyaman dengan kondisi ini. Tak selamanya menikah itu indah, gerutunya.
Ponselnya berdering ada nama sisi dilayar, eldira segera mengangkatnya kebetulan ingin berkekuh kesah.
"hallo si" sapa eldira setelah mengangkat ponsel.
"gimana kabar kamu ra? Baik kan?" tanya sisi diseberang.
"sangat buruk! Tadi siang bang rasya sudah membuatku kesal jangankan minta maaf dia sama sekali tak merasa bersalah, ditambah lagi malam ini dia kerumah agata" ucap dira berapi2
"membuat kamu kesal gimana ra?" tanya sisi pura2 tak tau.
"aku bawakan bekal, aku ke kantornya tapi kamu tau agata sudah membawakan makan siang, alasannya bang rasya tidak enak badan" jawab eldira.
"coba saja kamu cek cctv kantor ra, atau aku bisa kok mencarikan untuk kamu" eldira mencerna apa yang dikatakan sisi.
Padahal sisi hanya disuruh agata memanas2i keadaan. Bahkan cctv sudah ditangan sisi. Dalam hati sisi sangat ingin meronta menerima perintah jahat agata untuk sahabatnya. Tapi apa mau dikata agata mengancamnya.
"boleh kalau kamu bisa" ucap eldira sedikit tak yakin, bagaimana mungkin sisi bisa mengakses cctv kantor suaminya.
"oke kamu tunggu ya, aku punya teman disana ra" jawab sisi
"baik si" eldira mematikan teleponnya.
***
__ADS_1
Rasya sudah sampai dirumah agata, tapi agata berdusta papanya sudah keluar negri beberapa hari yang lalu, tapi mengatakan pada rasya papanya menunda kepergian.
"sya sudah datang ya" sambut agata tersenyum bahagia.
"kamu minum dulu saja sya, nanti aku panggilkan papa" agata tak membuat rasya curiga sama sekali.
"terimakasih" rasya meneguk capucino hangat didepannya.
Tiba2 kantuk yang teramat dirasakannya.
"sya maaf ponselku tadi bermasalah boleh aku pinjam ponsel kamu sebentar" ucap agata sebelum rasya benar2 terlelap
"silakan agata" ucap rasya memberikan ponsel
Sesaat setelah memberikan ponsel rasya tertidur. Tak sadarkan diri.
"aku hanya membuat kamu tidur sebentar saja sayang, tetaplah disofa sampai kau bangun kembali" ucap agata tersenyum sinis.
Agata sengaja menelpon eldira.
"hallo bang" ucap eldira mengangkat telpon.
"sayang aku janji tidak akan mengatakan apapun pada istrimu, kita akan menyembunyikan hubungan ini, aku percaya aku satu2 nya orang yang kamu cintai, buktinya sekarang kamu disini" ucap agata sedikit menjauh dari ponsel langsung sesegera mungkin mematikannya.
Agar seolah telepon terpencet nomer eldira, dan seolah rasya tak tau bahwa eldira mendengarkan pembicaraan mereka.
Agata tertawa sangat bahagia melakukan aksinya. Dengan begitu agata yakin eldira akan cemburu dan tidak percaya suaminya, dan itu akan menciptakan pertengkaran seperti yang agata mau.
***
Eldira sangat yakin itu suara agata, Eldira yang ingin tidur dan merebHkan badannya kembali terbangun.
"Apa mungkin bang rasya menghianati pernikahan ini, bahkan baru satu minggu aku menikah, tidak ini tidak mungkin" batin eldira.
Tapi setau eldira rasya termasuk orang yang jujur, jika memcintai wanita lain dia akan menerangkan walau secara bias. Seperti saat rasya mencintai gilska. Ada perjuangan bahkan pertemuan yang tidak disembunyikan.
Tapi dengan agata, suaminya sangat terlihat tidak memiliki perasaan. Atau jangan2 bang rasya memang pembohong batin eldira kelu.
Air matanya sudah membasahi pipi hatinya sangat hancur. Eldira mencoba mengirimkan pesan pada suaminya.
"bang, nanti pulang jam berapa?" tanya eldira.
" sebentar sayang, kalau sudah selesai aku akan segera pulang" jawaban ponsel rasya membuat dadanya kembali sesak.
Pasti tadi tak sengaja bang rasya menelponnya. Ingin rasanya eldira menemui mereka tapi ditahannya. Eldira tidak mau bertengkar apalagi menjatuhkan harga dirinya.
***
"haahahhaha, dengan balasan ini pasti eldira mengira rasya yang membalasnya" agata terawa bahagia.
Agata segera memencet nomor ponsel temannya diseberang
__ADS_1
"johan, kamu hapus seluruh pangilan masuk dan chat dari no ponsel yang aku kirim, baik" ucap agata mematikan teleponnya.
Teman agata bisa menghapus segala chat dan telepon masuk, hanya dengan nomor ponsel yang dikirimkan. Agata bisa membayar siapapun agar melancarkan rencananya.
2jam berlalu dan agata hanya duduk menunggu rasya terbangun, kali ini agata menginginkan rasya cepat sadar, dan kembali kerumah Tak sabar ingin melihat rasya dan eldira bertengkar.
"agata, ehh.. Maaf kenapa aku ketiduran" ucap rasya kebingungan.
"mungkin kamu masih tidak enak badan sya, kita tunda saja pertemuan ini, aku bisa antarkan kamu pulang sya" ucap agata pura2 peduli.
"oh tidak gak perlu, aku rasa aku bisa pulang sendiri, sampaikan maaf aku ke papa kamu agata" ucap rasya tak enak hati.
"iya tadi papa menemui kamu tapi sekarang papa sudah tidur sya, aku tak perlu membangunkannya kan?" tanya agata dengan sangat manis.
"gak usah, terimakasih sudah pengertian aku pergi ya"
"rasya ponsel kamu masih dimeja, tadi aku sempat meminjamnya" ucap agata mengingatkan..
"oke" jawab rasya mengambil ponsel dan kembali pulang.
***
Mata eldira sembab hampir sua dua jam menangis tak jelas. Sisi mengirimkan cctv kantor yang tadi dijanjikannya. Terlihat agata membuka kancing kemeja paling atas suaminya dan menyuapi rasya yang sedikit bersender disofa.
Tak begitu aneh adegan itu jika memang suaminya sakit, tapi ini belum juga sembuh sudah menemui wanita itu lagi.
Setengah jam kembali berlalu eldira mendengar klakson mobil tanda suaminya sudah sampai rumah. Eldira mengusap air matanya entah apa yang ingin dia tanyakan pada rasya.
***
"ra, belum tidur kamu" ucap rasya masuk ke dalam rumah
"belum" jawab eldira dingin.
"siapkan baju tidurku ya?" tanya rasya lalu masuk ke kamar mandi.
Eldira rasanya ingin kerumah mamanya dan tidur seharian tanpa melihat suaminya itu. Tapi mana mungkin. Baru satu minggu ra kamu harus kuat, batinnya menyemangati diri sendiri.
"ini bang" ucap dira setelah rasya keluar kamar mandi.
"kamu nangis ya, kok suara kamu parau?" tanya rasya menyadari
"cuman pilek aja kok, tadi dira jalan2 depan rumah kena angin dingin"ucap dira menyembunyikan perasaannya.
"bang, tadi gimana pertemuannya jadi ketemu sama papanya agata?" tanya dira yakin rasya pasti akan menjawab.
"ra, aku ngantuk banget balik rumah aja tadi aku kuat2in" rasya menarik selimut lalu memejamkan matanya
"oke" jawab eldira kecewa.
Eldira keluar kamar meninggalkan rasya yang tertidur pulas dan tak menyadari bahwa eldira keluar
__ADS_1
Eldira memutuskan untuk tidur di kamar tamu sambil menata hatinya, yang entah tak karuan. Besok pagi2 sekali jika rasya mencarinya toh bisa berkelit sudah bagun untuk memasak.