Menantang Cinta

Menantang Cinta
gilska di jakarta


__ADS_3

Suara ketukan pintu membuat gilska berjalan membukanya.


"kencan yuk? kamu hafal kan tempat nongkrong asik?" tanya Reza yang sudah mengenakan pakaian yang rapi.


"kamu lupa ya, aku kesini membatalkan kontrak kerjasama bukan buat liburan, makan seadanya aja lagian mbak Santi udah siapin masakan kan?" gilska enggan menerima ajakan Reza.


"aku tau, tapi ga ada salahnya kan, justru ajakan aku agar kamu itu relax, ganti baju ayok temeni aku keluar makan malam, aku juga udah ijin kok ke mbak Santi" Reza masih berusaha merayu gilska.


"suka banget ya maksa orang!" gilska sedikit cemberut.


"udah ayoo aku tunggu didepan ya, jangan lupa dandan yang cantik" Reza memilih membalikan badannya menunggu gilska dan berjalan ke depan.


ada beberapa kursi diteras dan ada mbak Santi asik bermain ponsel, Reza duduk tepat didekat kursi mbak Santi.


"akan aku bujuk gilska mba supaya mau menerima tawaran kerja disalah satu stasiun tv itu" Reza mengagetkan Mbak Santi.


"aku harap dia berubah pikiran dan menerima bujukan kamu" mbak Santi melemparkan senyumnya.


"akan aku urus surat pindah kerjaku secepat mungkin" Reza menambahkan ucapannya.


"sejak kapan kalian dekat?? cepet banget gilska bisa move on dari mantannya atau kamu hanya pelarian??" ucapan mbak Santi sama sekali tak membuat Reza marah justru Reza tersenyum kecil mendengarnya.


"aku tak perduli dengan masalalunya yang aku tau akulah masa depannya?" bagi reza siapapun tak perlu tau bagaimana hubungannya dengan gilska termasuk mbak Santi.


Biar saja mbak Santi menyangka hubungan mereka memang karena ketertarikan satu sama lain.


"aku doakan kalian langgeng, kamu bahagian gilska jangan tinggalkan dia, aku lihat masa depan kamu cerah, dan kamu gak punya wanita lain kan?" mbak Santi menatap tajam Reza.


"cuman ada gilska" Reza meyakinkan mbak Santi.


langkah kaki gilska membuat dua orang yang saling berbicara bersamaan menatap pemilik suara langkah.


"udah siap, cantik banget kamu!" ucap Reza reflek berdiri mendekati gilska.


"hmm yang mau kencan!! iya deh dunia milik berdua?" mbak Santi meledek keduanya.

__ADS_1


"aku ajak gilska dulu ya mba?" Reza berpamitan dan menggenggam tangan gilska lalu menariknya sembari berjalan.


gilska mengikuti langkahnya dari belakang tanpa menolak.


**


Cafe yang dipilih gilska adalah cafe yang sama sekali tak pernah ia datangi sebelumnya, bahkan masih terbilang cukup baru, gilska memilihnya karena tak ingin membuka kenangan lama, dan mengingatnya kembali.


"ini bukan cafe yang sering kamu datangi kan?" tanya Reza mendorong kan kursi untuk gilska.


"bukan, aku ingin membuat kenangan baru bersamamu ditempat yang baru pula" jawab gilska tegas.


"terimakasih untuk itu, tentang hubungan kita jangan sampai ada yang tau kalau aku hanya membantumu!" kali ini Reza yang mendorong kursi untuknya sendiri.


"kenapa?? cepat atau lambat semua tau kan?" gilska menegrnyit.


"bagaimana kalau nanti aku tertarik sama kamu? siapa tau kita memang berjodoh? siapa tau ini memang takdir Tuhan agar kita bersama" Reza mengenggam tangan gilska, kali ini gilska menariknya.


"setauku cintamu besar Kan untuk Rena?" tanya gilska membuat Reza tersenyum.


Reza memilihkan makanan untuk gilska, karena gilska sedikit tak bersemangat, badannya terasa letih jika boleh memilih gilska ingin beristirahat saja, tapi disisi lain tak enak menolak ajakan Reza yang sudah banyak membantunya.


Tak selang beberapa lama makanan datang, Reza terlihat begitu lahap, berbeda dengan gilska.


" kenapa masih ga nafsu makan? makan kasihan baby kita?" Reza mengingatkan gilska


"sttt jangan ngomong gitu? kita belum menikah bagaimana kalau ada yang denger ada baby diperutku?" gilska menepuk tangan Reza sedikit kesal.


"maaf sayang, kamu harus terbiasa ya dengan perhatianku satu lagi harus mesra nanti kalau diliput kamunya biar gak canggung" Reza tersenyum.


"pengen banget ya masuk tv, punya cita-cita jadi artis atau bagaimana?" tanya gilska meninggikan suaranya.


"jangan teriak, iya memang siapa yang gak mau masuk tv dikenal banyak orang, aku maulah!! " Reza melanjutkan makannya.


Dengan kesal gilska menusukan garpu ke makanannya. Seorang wanita yang sangat ia kenal menghampirinya.

__ADS_1


"gilska ya ampun, kapan kamu balik ke jakarta?" tanya Gisel membuat gilska sangat kaget.


"halo apa kabar?" tanya gilska balik dan berdiri lalu mereka saling berpelukan.


Reza menghentikan aktivitas makannya dengan seketika dan berdiri melihat teman gilska.


"hai kenalkan aku calon suami gilska?" Reza mengulurkan tangannya.


"hai aku gisella teman modelling" jawab Gisel menerima jabatan tangan Reza.


"kapan2 kita double date yuk mumpung kamu dijakarta, ini cafe punya adiknya cowok aku baru buka beberapa hari kebetulan ketemu disini!" jawab Gisel bersemangat.


"aku gak lama Gisel mau urusin pembatalan kontrak kerja sama salah satu stasiun tv untuk liputan harian gtu?" jawab Gilska.


"please gilska?" Gisel menggoyang sedikit tubuh gilska


"kamu sama siapa disini?" tanya gilska penasaran.


"sama cowok dong, lain kali aku kenalin ke kamu ya dia udah nunggu diparkiran soalnya, tadi aku selesai makan mau masuk mobil kebelet, jadi ke toilet bentar, pokoknya aku tunggu ya kabar dari kamu?" gisel melesatkan pipinya kembali ke pipi gilska tanda berpamitan.


"iya" jawab gilska tersenyum.


Gisel beranjak dan melambaikan tangan.


"tuh temen kamu ngajak couple date,.masa ga mau sih?" Reza menggoda gilska.


"ih kamu apaan sih? denger ya aku ke sini bukan untuk liburan, lagipula sekarang prioritasku mau menyelesaikan masalah"


"aku kan udah bantuin selesaiin masalah, kamu jangan terlalu banyak mikir, dibikin happy aja, skalian segera siapkan keperluan buat nikahan kita lebih cepat lebih baik kan?" Reza lagi-lagi berusaha menghibur gilska yang keras kepala.


"nanti aku pikirkan lagi ya, siapa tau aku berubah pikiran menerima ajakan kamu buat terima tawaran Gisel, terus happy2 biar kamu puas! " gilska tersenyum kecut.


Reza yang melihat kelakuan gilska sedikit terkekek.


Sesuai sama apa yang dikatakan Gisel, cafe adik cowoknya bisa dipastikan tempat gilska makan adalah cafe milik Eldira hadiah dari Rasya. Suatu kebetulan atau memang jalannya, padahal gilska mulai menyukai cafe yang digadang jadi kenangan barunya bersam Reza, meskipun bukan pasangan sebenarnya tapi gilska sudah merasa nyaman dengan kehadiran Reza didekatnya. Tingkah Reza akhir-akhir ini beda dengan saat awal mereka berjumpa, bahkan sesekali membuat gilska tertawa dan bersyukur karena Reza sangat perhatian meskipun hatinya bukan untuk gilska. Jika boleh memilih gilska lebih suka dihati Reza tak ada siapapun agar pertemanannya bisa bertahan lebih lama.

__ADS_1


__ADS_2