
Pagi menjelang eldira sudah sampai di bandara tujuan dan terlihat rasya sudah menunggunya. Senyum eldira mengembang mendekati rasya dan memeluk suaminya.
"makasih ya sayang udah nyusul" jawab rasya.
"iya" jawab dira melepaskan pelukan rasya.
"mata kamu bengkak, kenapa?" rasya cemas saat mengamati wajah eldira.
"nanti aja aku ceritakan" jawab eldira enggan bercerita, bukannya tak ingin. Tapi nanti saja saat dipeginapan.
"oke ayo, langsung ke hotel dulu ya, kita sarapan disana masih jam 07.00 pagi" jawab rasya sambil mendorong koper eldira.
Dira mengangguk dan menggelendot dilengan rasya sambil berjalan. Mereka segera masuk ke mobil yang disiapkan rasya dan menuju hotel tempat rasya menginap.
"bang, kemarin aku main sama nando" dengan semangat eldira bercerita saat diperjalanan.
"kamu udah mau punya baby masih suka main kesana" jawab rasya datar.
"makin lucu tau, ganteng banget kaya kamu" eldira tertawa sementara rasya hanya terdiam.
"oh ya bang, gilksa bilang ada hal yang harus aku tau dari masa lalu kalian? Memangnya ada ya yang belum abang ceritakaan ke aku" tanya dira serius.
"aku minta maaf ya ra, tapi aku minta kamu kesini salah satunya karena itu" jawab rasya.
"memangnya kamu masih ada hubungan sama gilksa?" eldira melotot kaget mendengar jawaban rasya.
"bukan, demi Tuhan aku gak pernah hianati pernikahan kita ra, selama menikah sama kamu, gak pernah jalan sama siapapun apalagi gilska" rasya mulai panik melihat ekspresi dira.
Rasya sedikit ragu, apakah ini waktu yang tepat untuk bercerita. Tapi ini jalan satu2nya rasya terbebas dari ancaman agata. Sedari kemarin rasya memang berniat mengelabui agata dengan berpura2 bersikap manis, agar agata tak curiga saat rasya meminta waktu sendiri.
"aku percaya ko, aku bilang sama gilska kalau itu bisa bikin kita bertengkar, lebih baik kita lupakan saja, toh sudah bagian dari masalalu kan" jawab dira.
Sesampainya dihotel rasya dan eldira memasukan koper ke dalam kamar dan melanjutkan sarapan bersama. Masih bercanda disela2 sarapan ganti rasya yang bertanya.
"kenapa matanya sembab, kamu nangis semalaman?" tanya rasya penasaran.
Eldira mengangguk sambil memasukan nasi kemulutnya. jantung rasya terpacu, takut apa yang dikatakan gilksa membuat eldira berpikir dan menangis semalam.
Jika iya lalu bagaimana rasya jujur tentang nando. Rumah tangganya benar2 harus dipertaruhkan dengan pengakuannya.
Tapi Rasya lebih baik memberitau eldira daripada berada dalam ancaman agata, rasya ingin menjadi suami setia, tak ingin menghianati eldira yang sudah sangat percaya padanya. Apalagi cinta rasya kini utuh untuk istrinya.
"nangis kenapa? Apa ada hubungan sama yang dikatakan gilska sama kamu?" rasya mencari tau.
"gilska ga cerita apa2 ke aku, aku nangis karena kak adam mendadak meninggalkan indonesia" jawab dira menghentikan aktivitas makannya.
__ADS_1
"apa?" rasya kaget.
"kemarin selepas dira pulang dari rumah gilska dira kerumah mama, abang tau! Kak adam sudah bersiap ke bandara, untung dira belum terlambat, kak adam ga ada niat pamit sama dira" air mata dira kembali menetes kala bercerita.
"sabar ya ra, abang ngerti sulit pasti, apalagi adam baru aja balik ke indo dan sekarang kudu ke luar lagi, tapi kamu harus hargai keputusannya, hatinya sedang terluka ra, mungkin dengan balik kesana, bisa lebih cepat menyembuhkan kekecewaan" jawab rasya.
"dira ngerti" obrolan mereka terhenti.
Selesai sarapan mereka kembali ke kamar hotel, masih ada waktu sampai siang sebelum jam 12 untuk rasya bercerita tentang nando, sebelum agata kembali ngrecokin hidupnya.
Rasya menyiapkan diri, Keringat dingin mulai mengucur didahi rasya padahal ac menyala.
"bang, sakit?" tanya dira melihat wajah rasya tegang.
"ada yang ingin aku sampaikan sama kamu ra" rasya menyuruh eldira duduk disampingnya.
"abang ga ngantor?" tanya dira sambil duduk disamping rasya.
"nanti siang" jawab rasya.
"apa yang akan abang ceritakan ada hubungannya sama gilska?" eldira menebak.
"iya, dan aku rasa kamu harus tau, aku minta maaf sebelumnya ra, alasan kenapa aku tak mengatakan karena aku takut kehilangan kamu ra? Aku cinta sama kamu" ucap rasya.
"jangan bilang abang selingkuh sama gilska setelah kita menikah, bahkan sampai sekarang? Bang?" eldira takut jika dihianati.
"kamu selingkuh saat kita pacaran? kita ketemu kan saat abang makan direstoran sama gilska, terus abang memilih balik sama gilska" eldira menatap serius suamiya,sambil melepaskan tangan rasya dari wajahnya, kini benaknya mulai banyak pertanyaan.
"bang, kalo sekiranya pengakuan abang akan membuat rumah tangga kita tak baik2 saja lebih baik dira gatau" ucap dira tak yakin.
"sekarang abang sudah tak bisa menyembunyikan semua dari kamu, kamu tau agata ra?" tanya rasya.
"abang selingkuh sama agata terus gilksa tau?" tebakan dira dijawab gelengan kepala oleh rasya.
"agata mengancam abang dengan masalalu, entahlah! Agata yang sekarang terang2an mendekati abang menawarkan jadi istri kedua dan tawaran gila lainnya, jujur abang risih ra, kamu tau kemarin saat sampai dikota ini,agata mensabotase semua hotel agar abang tidak bisa menginap dimanapun selain kamarnya"
"terus, kenapa abang sekarang di hotel yang berbeda dari dia?"
"aku pake nama karyawan untuk pesan kamar hotel, dan berpura2 hari ini akan menemaninya, oleh karena itu syaratnya pagi sampai siang aku tak ingin bertemu dengannya" jawab rasya.
"masalalu apa?" eldira memandang rasya dengan lekat.
Ada ketakutan disisi hatinya, rasya suami yang terbaik bagi eldira setelah mereka menikah. Meskipun terkadang berlebihan ingin eldira yang mengurusnya dari makan, pakaian dll tapi sebanding dengan perhatian rasya. dira takut semua akan berubah, masalalu apa itu batin eldira.
"itu yang ingin aku sampaikan, aku tak ingin agata seenaknya mengancam hanya untuk mendekatiku, kamu perlu tau dari aku, bukan agata" jawab rasya.
__ADS_1
"dasar wanita licik, banyak lelaki diluar sana, kenapa abang" dira mulai kesal dengan agata. Sampai sini eldira masih sangat percaya dengan rasya.
"ra, aku minta maaf masalaluku mungkin tidak baik, hubunganku dan gilska terlalu jauh" ucap rasya.
"apa agata mengancamu dengan video, apa abang punya video dengan gilska?" tanya dira dengan mulut bergetar.
Takut bagaimana reputasi keluarganya, bagaimana jika iya maka akan tersebar karena ulah agata, karena tak mendapatkan rasya, pikiran eldira mulai kalut.
"bukan ra" jawaban rasya setidaknya membuat eldira lega, seburuk apapun jika tak ada dokumentasi masih bisa dikeep hanya untuk keluarga.
"lalu masa lalu seperti apa? Abang selingkuh kan sebelum kita menikah?" lagi2 dira berusaha mencari tau.
"maafkan aku ra" permintaan maaf rasya menjawab pertanyaan eldira.
"darimana agata tau?" tanya eldira.
"entahlah, ra bukan hanya itu" rasya mulai berhati2 jantungnya kembali berdetak kencang, bagaimana jika wanita dihadapannya meninggalkannya jika tau.
"oke, dira akan dengarkan"
"hubunganku dan gilska telah benar2 berakhir saat dia pindah kesurabaya, nomer gilska juga sudah ganti, selain itu aku juga sudah blok nomor lamanya, ini jujur dan kamu bisa pastikan, tapi ra ada pertemuan kembali sebelum gilska menikah dan itu tanpa kamu tau, kami mengobrol di sebuah cafe, jangan salah paham ini obrolan biasa ra, bukan perselingkuhan" rasya mencoba menjelaskan.
"lanjut" ucap dira dengan wajah datar dan mulai menegang.
"disitu gilska memberikan undangan pernikahannya" entah kenapa kembali ada rasa cemburu menyelimuti hati eldira mendengar rasya menceritakan senuanya.
Apakah gilska masih sepenting itu untuk suamiya, batin dira.
"abang menerima pernikahan gilska kala itu, saat itu kita sudah bertunangan kan bang?" tanya dira.
Padahal saat menerima undangan rasya belum yakin dengan hatinya, bahkan sempat meminta gilksa membatalkan pernikahannya, dan memulai dari awal, tapi bagian cerita itu tak ingin disampaikan rasya, rasya tak ingin menyakiti hati dira. Terlebih saat ini hanya dira yang ada dihati rasya, toh semua itu tak penting juga untuk diakui.
"iya, tapi ada yang gilska sampaikan yang membuat abang kaget, intinya dira, nando adalah anak abang" jawaban rasya seakan petir tanpa jarak ditelinga eldira.
Tubuhnya seakan melemas, tak ingin menjawab apapun. Nando baby tampan yang ia sayangi, bahkan selalu dikunjunginya, ternyata anak suaminya. Dan sejauh itu hubungan rasya dengan gilksa. Dan sejauh itu perselingkuhan mereka. Dada dira sesak. Jika dira tau, mana sanggup berkunjung kerumah gilska. Mulutnya tercekat, disaat dira kebingungan progam hamil, disitu rasya tau kalau dia akan memiliki anak dari perempuan lain.
Eldira berdiri mencangklong tas dan menarik koper.
"ra, plis jangan tingalin aku ra?" rasya berusaha mencegah.
"aku akan tidur dikamar samping, beri aku waktu" jawab dira berlalu.
"ra plis, kita bicarakan baik2 aku tak ingin agata menghancurkan rumah tangga kita, aku tak pernah menghianati perselingkuhan kita ra!" rasya menarik lembut pergelangan tangan eldira.
"beri waktu waktu bang" eldira berlalu bahkan bisa menahan air mata.
__ADS_1
Rasya tak ada pilihan lain selain memberi waktu untuk eldira.
Rasya lega mengatakan pada dira, meskipun takut jika dira akan meninggalkannya, kinj rasya harus mencari cara agae dira memaafkannya, setidaknya agata sudah tak bisa mengendalikannya.