
Hari berganti Eldira merasa tak enak badan, beberapa hari terakir disibukan dengan berbagai macam pekerjaan kantornya.
"kamu kelelahan?" tanya rasya melihat eldira tampak lesu.
"mungkin, aku ijin saja hari ini, untuk sarapan tadi sudah aku siapkan bang" jawab eldira sembari menyiapkan dasi untuk rasya.
"kamu istirahat aja ra, pengecualian kalau sedang tak enak badan, aku bisa urusi keperluanku sendiri" jawab rasya menuntun eldira kembali ke atas kasur.
"sepertinya aku harus ke dokter bang" jawab eldira memegang kepalanya yang sedikit pusing.
"yaudah kamu sarapan sama aku ya, biar punya tenaga setelahnya aku anter kamu ke dokter"
"bagaimana dengan pekerjaanmu?" tanya eldira tak ingin merepotkan suaminya.
"kesehatan kamu lebih penting" rasya membelai lembut kepala eldira.
***
Eldira membaringkan diri saat diperiksa, paling tak kuat menahan sakit sejak kecil.
"bagaimana dok?" tanya eldira tak sabaran.
"kita kemeja ya, silakan" ucap dokter ramah.
Eldira dan rasya akhirnya duduk kursi meja dokter.
"nyonya, apa nyonya telat haid?" tanya dokter.
"sepertinya ya dok" jawab eldira
"saya rujukan ke dr.obgyn, agar lebih jelasnya , selamat anda hamil" jawab dokter membuat eldira reflek memelum rasya.
Ada tangis kebahagiaan disana, dada rasya berdetak lebih kencang, ini artinya dia akan memiliki 2 anak.
"terimakasih dok" jawab eldira menyeka airmatanya.
Sesuai dengan anjuran dokter, eldira langsung beralih ke dr. Kandungan. Dan ternyata eldira benar2 hamil.
"aku harus kabari mama, pasti mama senang dengae berita ini bang" eldira antusias.
"iya,tapi kamu jaga benar ya kandungan kamu, ada anak kita disana" rasya kembali merangkul istrinya dan mencium kening eldira.
"bang, untuk satu malam kita tidur dirumah mama ya?" pinta eldira
"apapun yang kamu mau ra, tak perlu bertanya" jawaban rasya membuat eldira tersenyum.
"apa tidak sebaiknya kamu cuti kerja" perkataan rasya ada benarnya.
Kalau cuti lama jelas tak mungkin kalau resign mungkin jalan terbaik. Eldira bisa lebih fokus mengurusi suaminya dan menjaga buah hati yang lama diharapkannya. lagipula rasya selalu berlebih memenuhi kebutuhannya. Semoga saja keputusan Eldira yang terbaik.
"aku resign aja bang" ucapan eldira tak disangka oleh rasya.
"beneran sayang, syukurlah" jawab rasya bahagia.
__ADS_1
Sejak menikah rasya lebih suka istrinya dirumah daripada disibukan pekerjaan.
"iya demi anak kita dan demi kamu" mendengar jawaban eldira rasya kembali memeluk istrinya.
Rasya berharap kenahagiaannya bersama dira bisa dilalui hingga menua.
***
"mama eldira hamil ma" ucap eldira ketika mendapati mamanya dimeja makan.
Kedatangan eldira mengagetkan mamanya, apalagi berita yang dibawanya.
"ra, beneran" mama beranjak dan memeluk putrinya.
Mama terlihat sangat bahagia, akan segera memiliki cucu.
"papa mana?" tanya dira
"udah berangkat sayang, nanti kita adakan makan malam, kamu kesini ya?" tanya mama.
"dira malam ini tidur disini ma, terserah mama" jawab eldira.
"ada apa ini, kenapa berpelukan?" tanya adam melihat pemandangan berbeda.
"aku hamil kak, kamu akan jadi om" jawab eldira, membuat adam sempat terperanga.
"hah...Selamat bro! Selamat dira" ucap adam memeluk rasya dan mengelus rambut adiknya.
"nanti makan malam, kamu ajak gisel kesini, sama argha ya?" mama menyuruh adam mengabari yang lainnya.
"argha apa sudah berangkat kok mama ga lihat ya?" tanya mama lagi ke adam.
"argha kemarin sudah pamit ma, kataya sesegera mungkin balik ke kampung halaman" jawaban adam membuat mama eldira kaget.
"kok bisa, ga pamit sama mama, kamu suruh dia nanti malam kesini? Kenapa balik kampung?" mama sedikit marah.
"urusan cinta ma, tanya aja sendiri" jawab adam membuat yang lainnya penasaran.
"ya sudah, ayo ra kita sarapan?" ajak mama menarikan kursi untuk putrinya.
"udah ma, dira udah sarapan sama bang rasya" tolak eldira.
"oke, aku berangkat kerja dulu, tolong jaga eldira ya ma, rasya pamit" ucap rasya.
"pasti mama jaga dira, iya rasya pergilah" mama mrnyuruh rasya segera berangkat.
Rasya berlalu dan dimeja makan kini hanya ada mama, adam dan eldira.
"bagaimana, kok aku belum dapat seragam pernikahan ya?" goda eldira menatap kakaknya.
"gampang, kamu langsung ukur aja di designer pilihan gisel" jawab adam tertawa.
Tampak sumringah dengan rencana pernikannya. Lanjut keluarga ini melepaskan kerinduan dengan canda tawa dan berbagi kabar.
__ADS_1
***
Ditempat lain gisel berada di salah satu taman untuk melakukan pemotretan majalah.
Dari kejauhan ada sepasang mata yang mengawasinya. Selesai melakukan pemotretan gisel duduk sambil menunggu sesi selanjutnya.
Matanya mendapati keberadaan argha tak jauh darinya. Melihat argha spontan gisel berlari ke arah orang yang mengikat hatinya.
"gha, kenapa disini? Bukan kebetulan kan?" tanya gisel.
"aku mau pamit, maaf apa yang kulakukan tempo hari, membuat makan malamu berantakan" ucap argha membuat gisel menangis.
"argha, kamu mau kemana? Maaf untuk tamparanku padamu, aku tak berniat menyakitimu, hanya saja.." jawaban gisel terputus tangisnya.
"hanya saja kau tak ingin kehilangan adam, akhirnya kau bisa mencintai adam" argha pesimis.
"ini juga berat untuku, aku terlalu jauh bermain api hingga terbakar" jawab gisel yang sebenarnya tak menginginkan kepergian argha.
"kita hadapi bersama, jika sebelumnya kau banyak berkorban untuku, sekarang aku yang akan berkorban untukmu, akan kuusahakan seluruh kebutuhanmu akan kubahagiakan kau dengan cintaku, gisel? Pilihlah aku" ucap argha mengiba.
Arga sudah berjanji pada dirinya ini adalah terakir kali argha memohon, jika gisel takmau lagi bersamanya. Argha akan berusaha menerimanya, tapi ucapan adam menbuatnya ingin memperjuangkan cintanya. Adam yang membuka mata argha, karena untuk membiarkan gisel bersama adam itu jauh tidak adil.
"apa yang akan kaulakukan jika aku memilihmu?" tanya gisel penuh keputusasaan.
"akan aku akui semuanya, aku yang menggodamu, aku yang akan menjelaskan tanpa kau harus berkata apapun pada adam, gisel!! Percayalah aku akan memperjuangkan cinta ini" argha meraih tangan gisel dan mencoba berlutut.
Jika apa yang dikatakan argha adalah kebenaran, gisel atak akan mungkin menolak, karena cintanya pada argha sama besarnya, ketakutannya adalah jika semua ucapan argha hanyalah kebohongan, bagaimana jika hanya ingin membuat hubungannya dengan adam hancur.
"aku tak sedang mempermainkanmu, kau tau dulu siapa orang yang aku cintai kan? Eldira!!! Kau tau cintaku untuknya kini tak lagi tersisa gisel, hanya ada kamu saat ini disini" argha menggengam erat tangan gisel dan meletakan ke dadanya.
"aku... Aku percaya padamu, kita hadapi bersama" ucap gisel terbata.
Seakan tak percaya mendengar jawaban gisel. Argha segera berdiri dan memeluk wanita yang dicintainya itu.
Selama beberapa menit keduanya berpelukan erat, berusaha saling menguatkan untuk menghadapi adam.
Ponsel gisel berdering membuat pelukan keduanya terlepas.
"hallo" jawab gisel, setelah melihat nama adam dilayar ponselnya.
"kenapa suaramu parau sayang, kamu menangis?" tanya adam diseberang.
"ya, aku menangis, aku habis casting dan skripnya sangat menyedihkan jadi aku harus berakting" jawab gisel agar tak membuat adam curiga.
"semangat semoga castingnya lolos, mama mengajak kita makan malam, ada berita bahagia" ucap adam memberitahu.
"aku pasti akan datang, adam kebetulan lokasi castingku dekat dengan kantor argha, tadi aku bertemu dengannya" jawab gisel.
"jika kamu bertemu dia lagi katakan padanya mama juga mengajaknya, ponselnya mati sejak tadi" jawab adam.
"baiklah" gisel mengiyakan permintaan adam.
"oke, sampai nanti" adam menutup ponselnya.
__ADS_1
Gisel dan argha kembali berpelukan.