Menantang Cinta

Menantang Cinta
Tangisan


__ADS_3

Eldira menenangkan diri di taman sedangkan koper dan seluruh pakaiannya sudah ada dalam mobil, eldira bisa bingung apakah harus ke rumah mama, atau mencari tempat baru.


"jika aku kerumah mama, kasian mama pasti akan kaget, dan eldira belum siap dengan segala pertanyaannya" gumam eldira.


ponsel dira bergetar.


"ra, pulanglah. Jangan khawatir aku akan pergi, aku hanya ingin melihatmu bahagia, meski tak bersama lagi, jika kamu menerima pesan ini brati aku sudah meninggalkan rumah" pesan chat dari rasya.


Eldira berniat membalas tapi centang satu.


"hallo wati, bapak kemana?" tanya eldira menelpon asisten rumah tangganya.


"Bapak pergi bu, wajahnya sedih sekali, Bapak bilang menyesal karena tidak bisa membahagiakan ibu" ucap wati.


Tumben bang rasya bicara seperti itu pada asisten, batin eldira.


"hallo bu, Bapak pergi sejam yang lalu sesaat setelah ibu keluar rumah, ibu kembali ya bu, wati bagaimana?" tanya wati membuyarkan lamunan eldira.


"ya, wati aku akan pulang" jawab eldira lalu menutup ponsel.


Eldira masih tak mengerti kenapa rasya harus bersedih, bukankah ini kemauannya pergi dari rumah.


Eldira bergegas kembali kerumah, yang sudah pasti kali ini benar benar tanpa adanya rasya dirumah itu.


***


Sore menjelang eldira turun ke lantai bawah, melihat sofa diruang keluarga. dulu dira dan rasya suka makan cemilan sambil bercerita jika hari libur, sekarang sofa itu kosong. Rumah juga sepi.


Belum juga bercerai, tapi ada rasa kesepian dalam hati eldira.


"bisa saja saat ini bang rasya lagi bahagia dengan wanita barunya kenapa aku harus bersedih" batin eldira.


"bu, mau makan malam apa?" tanya wati.


"nasi goreng saja wati" jawab eldira sambil duduk di sofa.


"baik bu" jawab wati lalu beranjak meninggalkan majikannya dan menuju dapur.


Eldira menatap jam dinding, jam 5 sore. Pesan yang dikirimnya ke rasya centang satu.


"sepertinya bang rasya, tidak mengaktifkan ponselnya, sama persis ketika masih pacaran terus lagi marahan, apa ini artinya bang rasya benar2 bersama wanita lain," eldira menangis.


Entah apa yang diinginkannya, belum genap sehari rasya pergi dari rumah hatinya sudah tersiksa.


"aku harus kuat untuk anaku, aku harus terbiasa tanpa bang rasya" ucap dira mengambil tisue mengeringkan pipinya.


Ada kota merah diatas meja dekat sofa. Eldira membukanya.


"untukmu ra, aku pernah berjanji memberikan kalung liontin, maaf baru bisa memberikannya sekarang tertanda rasya" eldira tersenyum membaca pesan.


Dilihatnya kalung liontin indah itu, seandainya saja bang rasya tak mendiamkan eldira sepulang dira dari surabaya, pasti hubungannya tak akan separah ini.

__ADS_1


Sebagai wanita eldira hanya ingin diperjuangkan bukan didiamkan. Seolah rasya benar2 ingin melepaskannya. Melihat sikap rasya yang demikian yang membuat eldira tak kuat. Eldira merasa tak dihargai.


bel rumah berbunyi, dira beranjak dan berjalan keluar rumah. Dibukakannya pelan pelan, terlihat mama mertuanya.


"dira" mama menangis memeluk eldira.


Eldira kebingungan, pasti rasya yang menyuruh mama datang untuk membujuk eldira membatalkan gugatan itu. Eldira tidak tega melihat mama mertuanya menangis dan lemas.


"mama masuk dulu ma" dira sedikit membopong masuk mertuanya.


Mendudukan disofa ruang tamu, mama masih terisak tak mengeluarkan suara. Mungkin mama bingung memulai darimana.


"mama minum dulu dira ambilkan sebentar" sebelum dira beranjak mama menarik tangan eldira.


"kenapa ma?" dira menatap mama.


"ra.." suara mama bergetar.


Eldira kembali duduk dan mengelus lembut pundak mertuanya.


"ikut mama kerumah ya" ucap mama kemudian.


"maaf ma, dira" belum juga selesai berbicara, mamanya rasya memotong ucapan eldira.


"untuk terakir juga ndakpapa ra, ikut mama ya?" ucap mama lagi, matanya sembab.


Dira tak tega juga melihat mertuanya, meski hubungannya dira dan rasya berakhir bukan berarti hubungannya dengan mama mertuanya berakhir, bagaimanapun juga anak dira adalah cucunya.


"tunggu sebentar dira ambil tas ma" dira masuk kedalam mengambil tas dan meninggalkan mama mertuanya.


"wati, aku harus pergi" eldira menghampiri wati sebelum pergi.


"baik bu" jawab wati.


**


Eldira menyetir mobil, karena mamanya datang tanpa kendaraan. Entah tadi naik apa, eldira sama sekali tak berani bertanya. Hanya saja eldira kebingungan sebenarnya apa yang diceritakan bang rasya hingga membuat mama syok dan down. Apa hati mama jauh lebih terluka daripadanya karena perpisahan ini.


Tak selang lama eldira sampai juga dirumah mertuanya. Sudah banyak orang disana, eldira semakin bingung, semua berpakaian hitam, atau jangan2 tidak eldira menepis pikirannya.


Setelah memarkirkan mobil eldira menggandeng mama nonik. Semua menatap eldira.


"ma, ada apa ini?" tanya eldira berbisik.


setelah sampai didalam rumah, mama menatap eldira.


"kamu yang sabar ya ra, mobil rasya menabrak pom bensin ra, kebakar" ucap salah satu saudara mewakili mama.


Tubuh eldira melemas, jika harus berpisah tidak begini, dada eldira sesak dan tak sadarkan diri.


Selama eldira tak sadarkan diri ambulan datang bersama jenasah.

__ADS_1


Kekuarga sepakat memakamkan rasya segera sebelum hari benar benar gelap meski tanpa eldira, lagipula eldira hamil, tak baik jika harus ke makam.


***


Jam menunjukan pukul 20.00 malam, eldira terbangun.


"ra.. Kamu siuman" mama eldira ada disampingnya.


"mama, ma eldira mimpi buruk ma" jawab eldira sambil menangis.


"dira mimpi bang rasya kecelakaan ma" ucap eldira lagi memeluk mamanya.


"tadi mama nonik kerumah ma, terus membawa dira, Alhamdulillah hanya mimpi ma" dira semakin erat memeluk mamanya.


selang beberapa detik dira melepaskan pelukan mamanya dan tersenyum lega, tapi ketika lihat sekelilingnya dira kembali bingung.


"ini dimana ma?" tanya dira.


"rumah mama nonik ra" jawab mama menangis.


"ma ini tidak benar kan ma, bang rasya mana ma?" tanya dira kembali menangis.


"sudah dimakamkan ra" jawab mama


Eldira menangis sejadi jadinya, mamanya juga ikut terisak.


Setelah agak tenang eldira keluar menemui beberapa tamu yang mengucapkan bela sungkawa.


Eldira menatap agatha dengan sinisnya.


"ra, aku turut berduka cita, maaf untuk selama ini ra, rasya suami yang sangat setia, tolong maafkan aku ra" ucap agatha lagi.


"untung aku sudah sempat minta maaf pada rasya dan rasya sudah memaafkanku, bahkan mendoakan pernikahanku, sekarang aku yang mohon maaf padamu ra" ucap agatha lagi.


Mendengar ucapan agatha jujur eldira kaget, rasya sudah pergi pasti yang dikatakan agatha juga jujur.


"bang rasya setia katamu?" tanya eldira seolah ragu.


"kamu sangat beruntung ra, percayalah dia suami idaman, aku tertarik karena kesetiaanya padamu, dan sampai akhir hayatnya dia masih setia padamu" ucap agatha lagi.


Eldira tak menatap agatha lagi tapi menunduk dan kembali menangis.


Selain agatha ada gilska dan juga suaminya, eldira tak melihat nando, padahal kan yang pergi papanya nando.


"sabar ya ra" peluk gilska kali ini eldira tak menolak, lagipula sebenarnya eldira tak ada masalah dengan gilksa.


"aku sudah bilang pada rasya ra, jangan menyerah tapi dia menyerah" ucap suami gilska membuat eldira menatapnya.


"apa maksudmu?" tanya dira tak bertenaga.


"rasya ingin melepaskanmu karena melhatmu lebih bahagia bersama delon, rasya bilang apapun akan dilakukan asal bisa melihat orang yang dicintainya bahagia, dia menyesal selalu membuatmu terluka ra, tapi percayalah hanya kau yg dia cintai, doakan dia ra" ucap reza kembali membuat eldira terisak.

__ADS_1


Mengingat kenangan indah bersama rasya hati eldira teriris, semua hanya kesalahpahaman tapi semua penyesalan tak berguna lagi, abang sudah pergi batin eldira.


__ADS_2