Menantang Cinta

Menantang Cinta
suasana malam


__ADS_3

***


Sore menjelang Eldira sudah dijemput Rasya dan kini sedang berada didalam mobil calon suaminya.


"daritadi kamu hanya terdiam, ada masalah Dira?" Ucap Rasya merasa ada yang berbeda dengan Eldira.


"gak kok bang, mungkin cuma kelelahan aja!" Eldira membohongi Rasya yang jelas2 masih memikirkan apa yang dikatakan Delon siang tadi.


"aku udah bilang kan jangan kelelahan, jadwal hari ini diganti besok aja ya, aku anter kamu pulang kamu istirahat aja untuk hari ini!" Rasya sudah mulai peduli dengan Eldira.


"tapi Abang gak papa?" tanya Eldira lesu.


"lihat kamu,pucat begitu aku anter pulang ya, jangan membantah!" Eldira hanya mengangguk tanpa suara.


Tak seperti tujuan awal menyicil persiapan yang kurang dengan Rasya dan memanfaatkan waktu yang tersisa, justru Eldira kali ini tak bersemangat seperti kemarin, Eldira bahagia apa yang dia mau akan segera dia wujudkan tapi untuk menyakiti hati orang lain, tak terbesit dalam benaknya, Delon baru tadi mengutarakan semua yang dia rasakan, Eldira pikir Delon sudah memulai cinta baru dan melupakannya.


"udah sampai Ra, kok melamun!" Rasya membuyarkan lamunan Eldira.


" makasih ya bang, Dira masuk dulu ya?" Rasya tersenyum melihat tingkah eldira yang tak biasa.


Eldira turun dari mobil Rasya bahkan tak melambaikan tangan seperti biasa, langsung menuju pintu untuk segera masuk kerumah.


"Ra... kok udah balik, katanya mau ke butik sama Rasya? gak jadi ya?" tanya mama Eldira kaget melihat putrinya sudah pulang.


"iya ma, Dira sedikit kelelahan, tapi bukan sakit kok, Dira pengen istrahat aja!" Eldira tersenyum tipis membuat mamanya kawatir.


"ya udah kamu istrahat, mama gak akan ganggu, tapi mama ada meeting ini mau pergi dulu, makan malam nanti biar disiapkan sama Mak Ijah ya Ra?" mama Eldira yang sudah berpakaian rapi sekalian pamit sama Eldira.


"oke, mama hati-hati ya" Eldira menuju kamarnya.


****


Ditempat lain gilska telah bersiap untuk jalan2 diliriknya arloji ditangannya pukul setengah tujuh malam, pasti Reza sudah ada dijalan pikirnya. Iseng dipencetnya tombol nomor ponsel Reza, ada nada tunggu yang kemudian berganti dengan suara yang mengagetkan gilska.


"aku udah mau sampe, nanti aku tunggu diluar ya?" teriak Reza.


"gak, aku ga akan keluar, kamu harus masuk kerumah dan pamit sama Tante aku!" dengan terkikik menahan tawa gilska berusaha mengerjai Reza.


"gak mau!! apa sih mau kamu?" Reza masih dengan nada tinggi sepertinya kesal dengan ulah gilska.


"Tante aku baik, udah ga usah kawatir lagipula gak masalah kan kamu pamit dulu, atau kebanyakan backstreet jadi lupa ya, aturan bawa anak orang!"


"awas kamu ya!!!" Reza menutup sambungan ponselnya.


Gilska kembali merapikan rambutnya, terlihat sangat cantik. Entah apa yang ada dipikirannya ingin menjauhkan Reza dari Rena.


"kecuali Rena bercerai!!! selama Rena masih menjadi istri pak Anton tak akan aku biarkan kamu bersama Rena!" gilska tersenyum menatap kaca.


Dibawanya tas mungil berselempang ditubuhnya gilska keluar kamar. Aroma wangi dari tubuhnya membuat Tante meta yang duduk di sofa depan kamarnya memfokuskan pandangannya pada gilska.


"lho!! mau kemana? katanya kalau mau jalan2 mau ajak Tante?" Tante meta menutup majalah yang dia baca.


"maaf Tan, gilska udah ada temen buat jalan, Tante gak papa kan?" gilska ikut duduk sebelum jemputannya datang.

__ADS_1


"siapa!? cewek atau cowok? Tante kepo ini?" tanya Tante meta melirik.


"cowok, udah ga usah tanya lagi kita tunggu sama sama aja ya tan!" gilska tersenyum melihat tingkah Tante meta yang sedang penasaran.


Tak lama bel berbunyi asisten rumah tangga Tante meta membukakan pintu. Tante meta dan gilska hanya saling pandang belum beranjak keluar.


"itu pasti ya?" Tante meta mulai tersenyum.


"nyonya ada tamu buat non gilska" ucap art mendekat ke arah mereka.


"ayo ayo!! Tante pengen tau siapa?" Tante meta menarik tangan gilska, ingin segera keruang tamu.


Dengan cepat Tante meta mengetahui siapa orang yang membuatnya penasaran, sedikit kaget tapi akirnya tersenyum.


"ya ampun Reza!!! jadi reza yang mau anterin kamu jalan2?" Tante meta mengembangkan senyumnya seakan setuju dengan tindakan gilska.


"maaf nyonya, boleh saya ajak gilska sebentar?" tanya Reza santun berbeda dengan perlakuannya jika hanya dengan gilska saja.


"oh tentu boleh Reza, lama juga gak apa!" Tante meta mencawil lengan gilska.


"gilska berangkat ya tan!" kali ini gilska mencium tangan Tante meta berpamitan.


Tak seperti gilska yang tertawa riang, raut wajah Reza terlihat kesal saat keluar rumah Tante meta.


"puas kamu!! mau kamu apa sih! denger ya aku cuman minta bantuan kamu sekali, kenapa kamu nyuruh aku jemput pakai pamit segala, tu lihat Tante kamu!! nanti dikira aku suka sama kamu?"


"bisa gak sih, sekali aja ga usah marah-marah, toh kita mau jalan-jalam mau seneng-seneng kenapa harus marah?" gilska tak peduli dengan kekesalan Reza.


"oh aku tau kamu mulai tertarik sama aku?" Reza tiba-tiba merangkul gilska, dengan cepat gilska melepaskan tangan Reza yang melingkar dibahunya.


Kali ini Reza menuruti kata gilska untuk membukakan pintu mobil.


Sesaat mereka masuk ke dalam mobil, sebelum menghidupkan mobilnya Reza melihat gilska yang terdiam disampingnya.


"mau jalan kemana kamu?"


"tempat tongkrongan anak muda aja, tapi jangan yang mengundang banyak Mata!" jawab gilska sekenanya.


"masih takut ya, diminta photo sama penggemar! siapa sangka aku dimobil bersama supermodel yang terkenal!" kini Reza sedikit tersenyum.


"aneh banget si kamu, bukannya daritadi marah-marah kenapa sekarang senyum, tapi lucu juga ya kalau kamu jadi pacar pura-pura aku, kita undang wartawan hahahha!" gilska membayangkan hal konyol.


"Gilla kamu! segitunya ya suka sama aku" Reza terlihat tak suka dengan gurauan gilska.


"takut ya sama Rena, Reza kenapa kamu melanjutkan hubungan sama orang bersuami, apa yang kamu harapkan!! pak Anton meninggal atau apa tataplah masa depan, lagipula aku lihat sebenarnya kamu lumayan tampan?" tanya gilska serius.


"gaklah kriminal namanya menginginkan seseorang mati, aku yakin kalau ada waktu yang tepat pasti dia akan meninggalkan suaminya, susah ngomong sama orang yang tak mengenal cinta macam kamu!" Reza bersungut menanggapi kata-kata gilska.


"aku pernah diposisi kamu Reza, mencintai orang yang tak semestinya, tapi aku waras aku melanjutkan hidupku beda sama kamu, tetap saja menjadi benalu dirumah tangga orang!" gilska sengaja melontarkan kata sengit agar Reza tak seperti dirinya.


"cukup gilska!! kamu memang sudah menolong tapi jangan urusi urusan pribadiku, terlalu jauh kamu ikut campur!!" Reza menghentikan laju mobilnya.


"oke baiklah teman, kita bahas saja kehidupan kita tanpa pasangan kita!" kali ini gilska mengalihkan pembicaraan karena melihat sepertinya Reza beramarah.

__ADS_1


"akan aku antar kamu ke cafe sahabatku, tidak banyak orang yang berkunjung, kalaupun ada pasti tak mengenalmu bukan cafe mewah tapi tempat tongkrongan biasa" Reza melanjutkan laju mobilnya dan nada bicaranya mulai datar tak seperti sebelumnya.


Sesampainya di cafe yang dikatakan Reza, ternyata cukup ramai ada segerombolan lelaki menatap gilska yang baru saja turun dari mobil.


"hai Reza, udah lama gak kesini!! sejak jadi bos kamu lupa sama kita?" teriak salah satu dari mereka.


Reza hanya melambaikan tangan tak berniat untuk mendekat.


"bawa siapa kamu, cantikk!! aku tau kamu cinta mati sama Rena kan, jadi pasti gadis ini teman sesaat kamu ya! boleh aku meminjamnya sebentar reza" ucapnya mendekat membuat Reza langsung berada didepan gilska berniat melindungi.


"kita kawan kan Reza, kamu bisa mencari yang lain, aku tertarik sama dia!" lelaki itu berusaha memegang bahu gilska membuat mata gilska melotot tak terima.


"tolong!! jangan ganggu kami, dia wanita baik-baik dia temanku" Reza masih berusaha menjawab dengan kata yang tak bernada tinggi sama sekali.


"kita hajar saja Reza!! belagu amat sekarang!" ucap teman mereka yang lain.


Mendengar perkataan mereka gilska mulai panik, bagaimana kalau Reza dikeroyok dengan lima lelaki, gilska menarik baju Reza mengisyaratkan untuk pergi.


salah satunya langsung menyerang Reza tak terima diserang Reza menghadiahi tonjokan, gilska semakin panik dan berteriak.


"tolong!!! tolong!!! " beruntung beberapa orang mendengar teriakannya dan berlari menghampiri mereka.


sebelum banyak orang mendekat teman segerombolan Reza itu segera memutuskan berlari menuju mobil, dan melesat dengan cepat.


"kamu gak papa!" ucap gilska memegang pipi Reza yang memerah.


"ayo kita kedalam!" Reza menarik tangan gilska tetap masuk ke dalam cafe.


Orang-orang yang mendatangi mereka berhambur pergi karena sudah tak melihat perkelahian. Reza duduk disalah satu meja dilantai dua yang tak begitu ramai.


"masih sakit, aku pesankan air hangat ya untuk mengompres pipi kamu?"


"udah ga usah, kamu pesen minum aja" tolak Reza.


"makasih ya za, udah lindungi aku!" kali ini gilska bernada lembut dan Reza menatapnya sesaat.


"ya kalau bukan karena ponakan pak sandi aku gak akan tolong kamu!" Reza masih terlihat menjengkelkan.


"apapun itu aku tetap terima kasih, yaudah aku pesenin minum dulu ya, tunggu disini!" gilska beranjak meninggalkan Reza yang menatapnya dari belakang.


Perhatian juga gadis itu pikir Reza, sudah lama Rena tak bisa seperhatian itu karena kalaupun bertemu lebih sering dikeramaian dan mengharuskan mereka menjaga jarak. Andai Rena belum menikah pasti Reza sudah menjadikannya istri dan hidup bahagia pikirnya.


Tak lama gilska kembali Reza tak memungkiri kecantikan gilska.


"kenapa menatapku begitu, masih sakit ya sekali lagi maaf ya?" gilska duduk didepan Reza dengan wajah sedikit kawatir.


"kamu kawatir ya sama aku?" tanya Reza pelan.


"iya, gak boleh?kita berteman kan?"gilska mengernyitkan keningnya.


"iya kita berteman, kamu jangan bikin aku marah ya? jangan hina Rena, atau mencampuri hubunganku sama Rena, aku juga udah capek marah sama kamu?" Reza mengibarkan bendera damai.


"sepakat!!" gilska menawarkan tangannya untuk berjabat dan Reza menyambutnya dengan senyuman.

__ADS_1


AYO KALIAN SUKA GILSKA BALIK SAMA RASYA ATAU PUNYA CINTA BARU??? SUKA ELDIRA SAMA DELON APA LANJUT SAMA RASYA☺️☺️ YUK TINGGALKAN JEJAK DAN DUKUNGAN YAA...


__ADS_2