Menantang Cinta

Menantang Cinta
hati yang terluka


__ADS_3

masih dalam keadaan gundah gulana Eldira bersiap pulang kerja jam sudah menunjukan pukul 4 sore, meskipun hari yang dilaluinya tidak seperti biasa terasa sangat lama, selesai merapikan beberapa file Eldira mencangklong tas disisi kanannya, langkahnya terhenti ketika bunyi ponselnya berdering.


"hallo Ra, aku tunggu kamu di cafe yang biasa ya?" ucap pemuda diseberang membuat dada Eldira berdetak, belum sempat dijawab Eldira ponsel dimatikan sepihak.


"Rasya" gumamnya lirih, ada ketakutan dalam hati Eldira ucapan Rasya tak seperti seseorang yang rindu karena beberapa hari tak berjumpa, atau jangan-jangan Rasya akan sudahlah pikiran buruk ditepis Eldira.


***


Eldira telah sampai di cafe tempat Rasya ingin bertemu, dari kejauhan terlihat pemuda tampan yang ada dihatinya kini, langkah Eldira semakin mendekat dan jantungnya sangat cepat berdetak.


"apa kabar bang?" tanya Eldira menghampiri Rasya yang terlihat datang lebih dulu.


"hai Ra baik, kamu??" tanya Rasya menatap Eldira.


"tidak baik" ucap Eldira duduk tanpa dipersilahkan.


"kamu mau pesan apa?" tanya Rasya lagi.


"coklat panas aja, hatiku lagi panas ini!" jawab Eldira tak bersemangat.


Rasya langsung memanggil pelayan untuk menyiapkan pesanan Eldira, tingkahnya sedikit canggung beda dengan biasanya.


"kemana aja bang? ponselnya online tapi kok ga bales pesan dari Dira?" tanya Dira tak sabar mencari jawaban yang selama ini membuatnya uring-uringan.


"maaf, aku menenangkan diri!" jawab Rasya tak berani menatap Eldira.


"menenangkan diri untuk apa? apa kita ada masalah ? kenapa selalu pergi jika ada masalah? tak bisakan dibicarakan ?" Eldira tak kuasa membendung air matanya, dibalik ucapannya ada ketakutan untuk kehilangan.


"maaf Ra, aku akui aku salah, aku membuat kamu sedih aku menyesal, tapi semua diluar kendaliku" jawaban Rasya mengisyaratkan tanya untuk Eldira


"apa yang tak bisa kamu kendalikan bang, perasaan kamu? atau selama beberapa hari kamu bersama seseorang, menikmati hari dengan meninggalkan aku tanpa kabar?" Eldira berusaha menghentikan tangisnya.

__ADS_1


"tidak sama sekali aku tidak bersama siapapun, tapi Ra apa kamu masih bisa bersabar? aku sudah berusaha tapi entahlah, masih ada bayangan masa lalu yang tidak bisa aku hentikan!" gleg...


kali ini ucapan Rasya membuat air mata Eldira kembali mengucur deras, meninggalkan seorang Delon demi seorang yang sampai saat ini belum bisa mencintainya, hanya karena Eldira sangat mencintainya, Eldira merasa semua yang dia korbankan tak sebanding, bahkan kini Delon akan merajut masa depannya dengan seseorang, dan Eldira terlanjur merajut cinta baru yang sama sekali tidak kuat, Eldira hanya terdiam.


"aku masih ingin melanjutkan sama kamu, tapi aku butuh waktu dan aku mohon pengertian dari kamu?"


ucapan Rasya masih tak dijawab Eldira mulutnya membisu kini.


"jangan menangis Eldira, aku sayang sama kamu, bahkan aku tidak ragu kamu adalah calon istri yang baik pilihanku, bukan yang lain, pikiranku ingin kamu Ra, jika aku boleh memilih aku ingin mencintai kamu, aku hanya ingin jujur, aku mohon bantu aku Ra?" Rasya berusaha mengenggam tangan Eldira, tidak ada perlawanan dari Eldira.


"menunggu?? sampai kapan? atau sampai situasinya seperti apa? sampai kamu mencintaiku atau sampai kamu memutuskan bahwa semua ini percuma?" Eldira berusaha berucap walau terbata.


"tidak ada yang percuma, aku ingin memegang teguh komitmen yang sudah aku buat, segala yang sudah aku putuskan aku tak pernah ingin merubahnya Dira,bahkan untuk menikahi kamu itu keputusan terbesar yang tak ingin aku rubah, hanya aku minta toleransi dari kamu atas hatiku?" seakan paham apa yang Rasya katakan Eldira menyapu seluruh air matanya dengan tissue.


"jika aku bisa menerima kamu, apa ini hidup yang kamu mau? menikah tanpa ada cinta dan seumur hidup kamu hanya berharap akan ada cinta tumbuh dari hatimu, lalu bagaimana jika tetap tidak ada cinta itu hingga usia pernikahan senja, apakah hidupmu tak sia-sia?" ucap Eldira.


Pelayan mengantarkan pesanan Eldira, segera diminumnya coklat hangat setidaknya untuk membuat dirinya lebih tenang.


"banyak yang sudah aku tinggalkan untuk kamu? orang yang mencintai aku? semua aku selesaikan sepihak untuk kamu? dan setelah kita berjalan bersama dengan semaunya kamu meninggalkan aku tanpa kabar, tak menutup keinginan semua terulang kan? apa jaminannya kamu tak meninggalkan aku?" Eldira putus asa, jika Rasya harus pergi dari kehidupannya dia tidak akan rela meski tak dipungkiri hatinya teramat perih.


"lalu apa mau kamu Ra? atau kamu mau menengok kebelakang, dan bersama orang yang mencintai kamu daripada aku, sebelum kita berjalan jauh atau kamu mau menghentikan langkah kita?" tanya Rasya membuat Eldira serasa disambar petir, "tidakk!" jerit hati Eldira.


"itu mau kamu bukan mau aku, velleria gilska!!! dengan senang hati kamu akan kembali padanya kan?" tanya Eldira.


"semua terserah sama kamu?? aku masih mau melanjutkan hubungan ini!" Rasya meminum cofee didepannya.


"kita jalani seperti sedia kala, boleh gak Abang jangan mengulangi lagi meninggalkan aku tanpa kabar?" jawab Eldira menjatuhkan harga dirinya.


"aku akan berusaha ya Ra, makasih ya?" jawab Rasya dengan sedikit senyum membuat Eldira tak punya pilihan lain.


"kamu mau aku anter pulang?" tanya Rasya lagi.

__ADS_1


"gak perlu aku kan bawa mobil, aku pulang ya, aku sudah ada janji sama mama!" Eldira kembali mencangklongkan tas di sisi kanan, dan beranjak.


"salam buat mama kamu ya Ra?" Rasya juga berdiri.


"oke bang, bye!" ucap Eldira berlalu meninggalkan Rasya yang kembali duduk.


Inikah cinta yang Eldira mau!! kenyataan yang pahit bahkan diawal perjalanan yang harusnya indah, hati rasya bukan untuknya sanggupkah Eldira bertahan, 6 tahun bersama Delon kebahagiaan Eldira adalah prioritas utama, bahkan delon sempat bersitegang dengan kakaknya karena kesalahpahaman untuk membela dan melindungi Eldira, tapi semua sudah berlalu Delon sudah menemukan jalannya sendiri, Eldira seakan ingin berlari sejauh mungkin dan berteriak sekencang-kencangnya.


***


"ngapain si ga segera dimakan?" tanya kak adam saat makan malam dirumah.


"gak nafsu kak!" jawab Eldira malas.


"ya karena apa? itu badan lama-lama tambah kurus jelek tau!!" terlihat kekesalan diwajah kak Adam.


"udah biarin aja dam, emang Eldira sukanya gitu mainin makanan!" jawab mama sedikit kesal dengan tingkah Eldira.


"gak lihat apa anak lagi kusut gini ma, berarti Dira butuh perhatian!" jawab Eldira menatap manja mama.


"mau disuapi sama mama?" tanya mama melembut.


"boleh!! eh tapi ga usah ma, ga nafsu!" jawabnya lagi.


"mau kamu apa si Ra? oh atau gara-gara pemuda yang baru kamu pacari itu bikin ulah, apa aku bilang balik aja sama Delon iya kan ma?" kak Adam Mecari teman seperkongkolan.


"hust!! udah terserah dira aja kalau mama!" mama tidak mau memperkeruh keadaan apalagi melihat Eldira yang sedikit kusut.


"aku sama dia masih berhubungan baik kak, doakan yang baik jangan malah doakan yang tidak-tidak gimana sih kakak?" Eldira melotot seakan menutupi kesedihannya.


"terserah kamu ajalah Ra!" jawab kak Adam pasrah

__ADS_1


Suasana malam yang seharusnya dinantikan Eldira ada kak adam dan mama yang menemani makan malamnya, seandainya bang Rasya mencintainya, seru mungkin jika bang Rasya juga ikut makan malam, Eldira harus tersenyum getirr menjalani hidupnya kini, tapi batinnya meyakinkan pasti Rasya akan mencintainya suatu saat nanti bahkan lebih besar dari cinta Delon padanya.... "ah Eldira berhayalah setinggi mungkin gumamnya dalam hati"


__ADS_2