Menantang Cinta

Menantang Cinta
aku kamu dan dia


__ADS_3

Pagi menjelang mobil Rasya sudah terparkir dipelataran rumah Eldira. Dengan senang hati menunggu kekasih hatinya meski setengah jam telah berlalu, tak seperti biasa Eldira membuat Rasya menunggu lama. Beberapa menit kemudian Rasya melihat Eldira keluar rumah berbincang dengan yang katanya saudara jauh. Membuat Rasya membuka pintu dan turun dari mobil, perasaan cemburu Rasya kembali menyelimuti. Eldira yang melihat Rasya mendekat hanya tersenyum manis.


"bang kenalin ini kak Argha!" ucap Eldira seraya memperkenalkan Argha.


Wajah Rasya terlihat tak bersahabat sama halnya dengan Argha yang tak menggubris kata2 Eldira.


"oke Ra, nanti sore kita bahas lagi ya aku harus segera pergi!" Argha berjalan tanpa menatap Eldira maupun Rasya.


"saudara macam apa itu Ra?" ucap Rasya kesal sesaat setelah Argha pergi.


"udah ga usah terlalu dimasukan ke hati orangnya memang gitu, Dira juga awalnya kesel banget tapi ternyata baik kalo kita udah kenal" Jawab Eldira menenangkan Rasya.


"baik!! baik darimana? ada orang disini dia ngeloyor pergi ga ada aturan, kamu bilang baik, aku gak mau ya kamu Deket2 sama orang kaya dia, satu lagi nanti sore??? dia bilang nanti sore dibahas lagi, bahas apa??" Rasya menyelidik.


"bukan sesuatu yang penting, cuman mama minta tolong bantuin kak Argha beberes aja kok" jawab Dira beralasan.


"gak!!! ga usah kamu bantuin dia, kamu masuk sekarang aku anter kamu ke kantor, pulang kantor aku jemput! Eldira denger ya kalau ada masalah atau apapun kamu harus kasih tau aku ya, calon suami kamu inget itu?!!" terlihat kesal Rasya lupa membukakan pintu mobil untuk Eldira.


Eldira hanya menarik nafas panjang dan masuk kedalam mobil sesuai permintaan Rasya.


Rasya mulai melajukan mobilnya, Eldira masih tersenyum melihat Rasya yang sejak pagi terlihat kesal.


"Abang kenapa? maaf ya kalau tadi ngguin Dira lama banget, soalnya habis diskusi rumah baru untuk kak Argha soalnya ga jadi pindah ke apartemen, yaudah Dira profesional aja" ucap Dira lirih.


"suruh cari rumah di properti lain aja!"


"ya kak bisa dong bang, kan saudara Dira lagian mama yang nyuruh, kalau Dira bisa kenapa harus yang lain, lagipula bayarnya kan juga profesional, Dira kan juga dapet bonus dari kantor, Abang kenapa sih?"


"oke lain kali kapanpun kalian bahas masalah rumah aku harus ikut" permintaan Rasya membuat Eldira mengamati calon suaminya.


"serius!! Abang cemburu ya sama kak Argha!!" Eldira melemparkan senyum dan sedikit mengoyak lengan Rasya.


"ya intinya aku ga suka kamu Deket sama cowok lain apalagi ngaku saudara, kalau nanti kamu kepincut gimana?"


"gak bakalan kepincut, Dira kan setia udah Abang tenang aja hati Dira kan cuman buat abang!" kali ini senyum Eldira semakin mengembang.


Melihat Rasya cemburu, Eldira merasa bahagia jadi begini kalau bang Rasya jatuh cinta, bahkan kapanpun dia bilang mau menemani Eldira padahal sebelumnya sering ngilang2 gak jelas, berarti dulu memang belum ada cinta, tapi apapun itu Eldira menikmati kebahagiaannya.


"oh ya Ra di dasboard ada undangan kamu buka, Dateng boleh kalau ga juga gak masalah" Eldira hanya mengangguk lalu mengambil undangan yang dikatakan Rasya.


"ohh... jangan2 yang bikin kamu bete daritadi ini!!" Eldira melempar undangan yang telah dibacanya.


"kok gitu, marah!!! atau cemburu, Brati kamu cinta kan sama aku kalau kamu cemburu??" kali ini rasya yang tersenyum.


Eldira masih terdiam senyumnya yang tadi merekah berubah menjadi amarah, entah amarah untuk apa seharusnya baguskan gilska akan menikah, setidaknya hubungannya dengan Rasya sudah aman tidak lagi ada gangguan.


"terus gimana? mau Dateng ga?" tanya Rasya lagi.

__ADS_1


"kenapa undangan ada sama kamu? kak Adam bisa kan dititipin sama Gisel, kenapa harus kamu!!" tanya Eldira sinis.


"kemarin aku gak sengaja ketemu gilska" ucap Rasya santai.


"aku gak percaya, mana ada gak sengaja ketemu terus kamu pikir gilska kemana2 bawa undangan gitu!"


"udah dong cemburunya, ga enak kan Rasanya makanya kamu ga usah Deket2 ya sama Argha, hati aku juga ga enak kaya yang kamu rasain" Rasya menghentikan mobilnya dipinggir jalan dan memandang eldira.


Eldira masih kesal dan melipat kedua tangannya didepan.


"Ra, please kita udah punya kehidupan gilska juga udah mau menikah, apa yang kamu cemaskan? masih gak percaya sama aku, kalau memang kamu gamau Dateng aku hargai keputusan kamu"


"aku akan Dateng kok, lusa kan acaranya cuman kenapa harus kamu yang dikasih undangan, aku gakmau ada sesuatu tersisa antara kalian, jaga hati aku dong bang!" Eldira sedikit menaikan nada suaranya.


"Dira percaya sama aku, cinta aku sekarang milik kamu, hati kamu akan aku jaga aku janji, aku yakin aku akan membahagiakan kamu, aku udah gak ada perasaan apapun sama gilska kamu ga perlu khawatir" Rasya mengenggam tangan Eldira.


"janji ya ga ada lagi masalalu yang akan menghantui hubungan kita" kali ini Eldira luluh dengan apa yang dikatakan Rasya


"janji" Rasya kembali melajukan mobilnya


Eldira merasa lega degan apa yang dikatakan Rasya, melihat hubungannya dengan Rasya saat ini berbeda jauh dengan awal hubungan mereka, jangankan berjanji mengakui cinta saja dulu tak pernah diucapkan Rasya. Jika kini Rasya sering mengungkapkan cinta menurut Eldira hati Rasya memang saat ini hanya untuknya.


Sesampainya dikantor Eldira, Eldira berpamitan dan masuk kedalam. Dan Rasya kembali melajukan mobil menuju kantornya sendiri.


****


"anter aku ke lokasi rumah yang tadi kamu tawarkan?" ucap Argha membanting majalah ke meja.


"kak itu bukan bagian aku dong? aku telpon bagian pemasaran sebentar ya?" Eldira duduk di meja kerjanya dan akan memencet tombol telepon.


"Dira tunggu!! kalau yang anter pemasaran aku gak jadi beli aja?" Argha kembali duduk disofa dan Eldira memandanginya dengan mengernyitkan alis.


"oke!! kalau memang tidak jadi berati ga ada yang perlu kita bahas kan kak, kakak bisa meninggalkan kantorku!" jawab eldira tegas.


"jadi beneran nie gamau anter aku lihat rumah, ini kamu baca!! " Argha mengeluarkan amplop dan menaruhnya ke meja Dira.


"apa ini!" ucap Dira meraih amplop dan membukanya.


Argha masih menunggu Eldira membaca surat yang tadi diberikannya, dengan muka memucat.


"kak kita ada panggilan polisi kak, aku harus cari pengacara kan?"


"besok lusa tu panggilannya biasanya sih bisa sampai 5 jam" ucap Argha membuat Eldira sedikit panik.


"oke aku anter kak Argha lihat rumah sekarang, sebentar Dira telpon atasan!" Eldira menelpon seseorang dan Argha dengan senyum kemenangan tak peduli dengan kepanikan Dira.


"ayo kita pergi sekarang?" Dira berdiri dan Argha mengikuti langkahnya.

__ADS_1


***


Sesampainya diparkiran Dira menawarkan untuk mengantarkan Argha dengan mobil kantor tapi Argha menolak.


"kita naik motor aja!" ucap Argha


"ya udah kakak naik motor, ikutin Dira dari belakang? Dira pakai mobil kantor ya?"


"repot amat udah kamu sekalian naik motor!" Argha meminta Eldira naik motor.


"maaf kak kali ini gak, kalau kakak mau kita sama2 pakai mobil kantor kalau aku naik motor jam kerja juga maaf kak, Dira pakai rok ini lagipula nanti kalau siang panas kulit Dira kasihan kan kak?"


"oke ga usah pakai supir kantor, aku naik mobil kantor kamu, masuk!" kali ini Argha menuruti apa kata eldira.


Dira masuk kedalam mobil tapi duduk dibagian belakang, dengan kesal argha membuka pintu belakang.


"turun kamu, pindah kedepan!!! aku bukan supir Dira" ucap Argha membuat Dira tersenyum.


"oke!! daripada berdebat dan jadi makin lama anterin kamu, aku duduk didepan". Edlira pindah duduk kedepan.


Argha menyetir dengan sangat pelan membuat Eldira menatap tajam saudara jauhnya.


"kak!!! bisa ga gausah sepelan ini, atau jangan2 kamu baru belajar naik mobil?" Dira menerka.


"Dira besok lusa aku Anter kamu ya? panggilan untuk kamu dan aku itu beda hari, besok setelah aku penuhi panggilan polisi sebagai saksi, lusa aku temeni kamu!" Argha mengalihkan pembicaraan.


"aku ada acara Lusa tapi gimana ya?"


"jam berapa acara kamu?" tanya Argha.


"jam delapan malam, acara pernikahan temen aku" jawab Eldira bingung.


"aku harus cerita sama mama dan bang Rasya tentang semua ini, aku gak mungkin menyembunyikan dari mereka toh kita gatau apapun kan tentang pembunuhan itu, kepanikanku Kemarin itu tak beralasan"


"gaperlu!! selesai jadi saksi kita juga ga ada urusan sama kepolisian jadi ga perlu kamu buat orang terdekatmu mama atau cowok kamu itu khawatir sama kamu"


"takutnya nanti salah paham" jawab edlira lagi.


"Ra mampir sebentar ke kantor aku ya, aku harus ambil file penting skalian nanti habis lihat rumah aku anter ke klien"


"kalau aku bilang gak pasti kamu tetep bakalan ngotot kan, ya udah terserah kamu aja!"


Edlira merogoh ponselnya yang berbunyi.


"ya bang?" ucap Eldira


"aku sharlock ya bang, nanti Abang langsung kesana aja!" ucapnya lagi sambil menutup telepon.

__ADS_1


Argha sama sekali tak bertanya atau penasaran dengan siapa Eldira menelpon.


__ADS_2