
Di cafe bergaya tempo dulu sisi sudah janjian dengan teman lamanya.
"hallo si?" sapa perempuan cantik
"agata seneng ketemu sama kamu, dari sd sampai sekarang makin cantik" sisi memeluk teman lamanya itu.
"oke sisi, gimana kabar kamu?" tanya agata basa basi
"baik agata" jawab sisi tersenyum.
"langsung aja ya, ini ada beberapa bukti pemerkosaan yang dilakukan sama kakak kamu si, dan mudah saja menjebloskan ke penjara hanya dengan satu aduan" agata melempar ke meja photo dan cctv
"bang hendi mana mungkin melakukan ini, agata darimana kamu dapatkan semua ini"
"sisi yang tidak mungkin bisa menjadi mungkin" agata tersenyum dengan sinis
"jangan laporkan bang hendi" ucap sisi
"baik, itu gampang kamu harus bantu aku seperti kamu membantu dira?"
"bantuan seperti apa?" sisi tak paham dengan maksud agata
"dekatkan aku dengan rasya, gampang kan satu lagi aku akan bayar kamu mahal untuk itu, rumah baru untuk kamu"
"itu gak mungkin, dira sahabat aku dan mereka sudah menikah agata?" tolak sisi
"oke, sepertinya aku tidak punya kesepakatan denganmu!"
"tunggu! Kamu mau laporkan bang hendi, jika dia tidak bersalah, dia tak akan ditahan agata"
" ya silahkan saja, kamu sewa pengacara mahal untuk menolong kakak kamu"
Meskipun lama tak bertemu dari kecil agata selalu ingin mendapatkan apa yang dia mau, sifat buruknya tak berubah bahkan saat dia sudah dewasa.
"bantuan lain apa yang bisa aku berikan, tapi jangan suruh aku berhianat" sisi mencoba memohon
"tidak ada, tuduhan terhadap kakak kamu itu korbanya ada dalam genggamanku, sebenarnya bukan pemerkosaan dan bukan korban, aku bisa memutar balikan fakta sesuai kesepakatan kita ,delia beberapa bulan ini aku suruh mendekati kakakmu"
"kamu merencanakan semuanya, gila kamu agata?"
"cuma kamu yang bisa membantuku sisi, ayolah! "
"baik aku akan terima tawaran kamu" jawab sisi yakin
Setidaknya dengan mengiyakan justru sisi lebih bisa menjaga eldira.
"oke baik, perintahku sangat mudah dan percayalah aku tidak akan menyakiti sahabat kamu" ucap agata penuh kemenangan
Bagaimana tak menyakiti jika ingin merebut suaminya, batin sisi penuh kemarahan.
"penerbangan mereka sekitar 5jam dan aku akan menemui rasya tepat pukul 8 malam, tugas pertama kamu sangatlah mudah, buat dira datang ke kantor dijam yang sama"
"apa yang akan kamu lakukan agata?" tanya sisi penasaran
"kamu tak perlu tau, aku tak akan menyakiti teman kamu, tenanglah, jika tugas kamu berhasil akan ada tugas selanjutnya jika tidak!!! Siap2 melihat kakak kamu jadi tahanan, satu hal lagi sisi kakak kamu itu sudah sangat cinta pada adelia" agata meninggalkan sisi yang terdiam tercekat.
Sisi tak bisa membayangkan dia menghianati dira, bagaimanapun sisi ingin menemukan cara agar eldira tetap waspada.
***
Dibali gilska menikmati sore harinya dipinggir pantai sesekali meneguk kelapa muda.
"haii aku gabung sama kalian ya, ini cowok aku, baru aja sampai, kenalkan?" gisel menghampiri gilska dan reza
"hai gilksa" ucap gilska mengulurkan tangan
"argha" jawab lelaki disamping gisel.
"aku melihatmu dipesta pernikahan eldira, kalian kenal disana?" tanya reza
"ya dia saudara jauh eldira" dengan enteng gisel menjawabnya.
"argha ayoo, kita paraseling!" tantang reza
__ADS_1
"boleh" jawab argha antusias
"kita biakan saja mereka mengobrol" reza mengajak teman barunya itu menikmati wahana yang menyedot andrenalin.
"mas reza hati2 ya" pinta gilska
"kenapa kita ga ikut skalian" ajak gisel
"jangan! kamu temeni gilska ya, dia sedang hamil" jawab reza
"wowww selamat ya" gisel tertawa riang.
Reza dan argha meninggalkan keduanya.
"gisel sejak kapan kamu suka bermain api?" tanya gilska kecewa.
"bukan bermain api, susah mendapatkan hati argha tantangan, dan kamu lihat aku bisa" dengan bangganya gisel bercerita
"bener bener gila! Adam gimana sama dia?"
"nanti kalau liburan aku selesai, aku akan kasih waktu adam kok, aku ajak liburan dia jadi adil kan?" gisel tertawa
"kamu pilih siapa gisel?" ucap gilska tak mengerti niat sahabatnya itu.
"aku, entahlah tapi untuk saat ini aku lebih memilih menikmati kebersamaan sama argha, kamu tau meyakinkan adam yang tak percaya cinta itu juga tak mudah, dan aku bisa!!"
"argha tau kan kamu kekasih adam, argha cuman mau bersenang2 sama kamu gisel, ga serius cinta sama kamu?" gilska mengingatkan gisel.
"iya argha memang ingin bersenang2, aku tak akan melepaskan adam, mungkin aku akan menikah dengan adam"
"ini ga adil gisel, tapi itu hidupmu" gilska malas berdebat.
"ya, semua orang punya aib gilska, kamu juga punya, aku tau kamu sudah menikah bahagia akan memiliki baby, tapi kamu juga punya masalalu, aku tau kamu mantannya rasya kan? Aku bahkan tau selama berpacaran diluar negri kalian pernah tinggal bersama" ucapan gisel membuat gilska kecewa
"terus kenapa? Jadi kamu ajak aku double date di Anyer karena tau aku mantan rasya?"
"gak, aku gak sejahat itu, adam yang ajak dira, bukan aku! aku hanya mengajak kamu, ayolah kita sahabat tak mungkin aku menghancurkanmu, aku yakin kamu juga melalukan hal yang sama kan?" gisel menyeruput kelapa muda miliknya.
Tak ada yang bisa dilakukan gilska selain tersenyum melihat tingkah Gisel.
***
Sesampainya dirumah eldira mandi dan mengganti pakaiannya sementara rasya sudah ganti baju mengenakan jas.
"sudah hampir jam 7 aku mau menemui agata tempatnya nanti aku sharloc ya aku mau mampir ke kantor sebentar" rasya berpamitan
"iya bang, hati2 ya dira percaya sama kamu"
dira mencium tangan rasya.
Selepas rasya pergi dira merebahkan badannya dikasur sambil melihat beberapa medsos. Banyak like dalam postingan terakir membuat senyum eldira mengembang.
Ada massage masuk dalam ponselnya
"ada sesuatu yang perlu kamu tau!! Ke kantor suami kamu jam8 malam" nomor tak dikenal
Jangan2 bang rasya mengirimkan kejutan untuk dira, batin dira.
eldira bergegas menganti pakaiannya dan memutuskan segera ke kantor rasya, sesuai dengan arahan pesan singkat.
"sisi kenapa disini?" ucap dira sesaat akan masuk ke dalam mobil.
"aku denger kamu balik, jadi aku kesini ra" jawab sisi yang juga penasaran dengan rencana agata
"kamu ikut aku, kayaknya suami aku mau kasih surpise agar aku tak marah, sebenarnya aku juga sudah tidak marah" ucap dira sambil menyuruh sisi masuk kedalam mobil.
"iya ra aku ikut kamu" jawab sisi
Dengan cepat dira melesatkan mobilnya ke kantor rasya. Eldira sampai kesana jam 19.50 masih ada waktu 10 menit keruangan rasya.
Dengan cepat memencet tombol lift dan naik keruangan rasya. Dengan jalan cepat eldira melihat sekeliling sepi.
"udah pada pulang ra, cuman beberapa orang lagi lembur" kata sisi mengikuti langkah eldira
__ADS_1
Sampai diruangan rasya eldira segera membuka pintunya.
Sepi tidak ada orang, eldira sedikit bingung.
matanya tertuju pada buket bunga yang berada dimeja kerja rasya. buket besar berbentuk hati.
"ini buat aku, kenapa ga dikirim kerumah ya si?" ucap dira gembira.
Eldira segera mendekati buket, ada kartu ucapan segera dibuka eldira
"selamat datang agatha i love u from rasya"
"Apa ini???" eldira membanting kartu ucapan
"ra sabar ra" sisi merangkul eldira yang sedkit limbung
"aku sudah menikah dengannya si, baru 3 hari apa ini si"
"dira, sabar rasya pergi dari rumah jam berapa?" tanya sisi
"aku harus bagaimana sisi?" dira panik
"aku akan bantu kamu ra? Dari mana buket itu dipesan kita cari tau, aku yakin ini jebakan" sisi berusaha membuat Eldira tak termakan jebakan Agatha
"bukan ini bukan jebakan?!" Eldira sangat marah
"kalau ini bukan jebakan siapa yang kasih kamu pesan? untuk apa mengirim pesan agar kamu tau?" tanya sisi, padahal sisilah yang mengirim pesan singkat itu untuk sahabatnya karena ancaman Agata
"kita pulang si" Eldira berjalan keluar ruangan menuju lift
"Ra, kamu baik2 aja kan?" tanya sisi kawatir
"kamu bener, aku harus menanyakan ini ke bang Rasya, sebentar ada chat masuk si" Eldira menghentikan langkahnya
dilihatnya layar ponsel Rasya mengirim lokasi pertemuannya dengan investor baru, itu janji Rasya sejak menikah ingin selalu Eldira tau dimana posisinya.
"kita ke restoran ini, mereka ada disana, oh ya si kamu bawa aja buket bunga dan kata2 tadi" ucap Eldira tak bertenaga
"oke Ra, kamu tunggu sebentar ya" sisi kembali keruangan Rasya mengambil buket bunga.
Dengan cepat sisi kembali membawa buket ke hadapan Eldira, dan mereka langsung menuju tempat dimana Rasya berada.
***
Sementara di restoran Rasya bertemu dengan papanya Agata dan Agata, surprise ternyata mama dan papa Rasya ada disana.
"sebelumnya selamat untuk pernikahan kamu sya, seneng banget dengernya, sayang aku belum balik ke indonesia pas kamu menikah" ucapan Agata dijawab anggukan oleh rasya.
"Agata makin cantik ya?" ucap tante nonik
"terimakasih tante, rencananya Agata mau menmpati rumah lama kita disamping rumah Tante selama berada di Jakarta"
"wah bagus, Tante jadi ada temannya"
Selesai basa basi papa Agata dan papa Rasya meneruskan ke obrolan yang lebih serius tentang kerjasama mereka. Perusahaan Rasya di ibukota sudah teramat kuat tak membutuhkan lagi investor, tapi Agata dan keluarganya tertarik dengan perusahaan mereka yang diluar Jawa.
"untuk sementara kamu kesana kemari bisa kan sya?" tanya papa.
"bisa pa" jawab Rasya merasa sanggup.
"aku akan bantu, tenang aja," tawar Agata.
Setelah menyelesaikan perjanjian dan beramah tamah mereka mulai menikmati hidangan. Disaat itu Eldira dan sisi sampai.
"malam semuanya" sapa Eldira dan menyalami semuanya
"ini kenalkan istri saya" Rasya memperkenalkan istrinya
"ini buket untuk menyambut kedatangan Agata" Eldira memberikan buket ke Agata.
Dadanya berdetak, bagaimana jika Rasya memang menulis kata i love u, batin Eldira.
"terimakasih, selamat ya untuk pernikahan kalian" Agata berterima kasih.
__ADS_1
Pandangan Agata melihat sisi dengan sangat sinis, seakan ancaman Awas jika sampai membela Eldira.