
Sesuai kesepakatan Rasya mengantarkan gilska, tidak seperti biasa Rasya tidak lagi membukakan pintu mobil mantan kekasihnya, gilska yang awalnya menunggu kini membuka sendiri pintu mobil.
"kamu nanti mau kan menemui mama?" tanya gilska manja.
"gak, aku cuma anterin kamu pulang jangan minta yang macam-macam apalagi ketemu sama mama kamu!" Rasya tidak mau menoleh sedikitpun.
"dewasalah Rasya, oke kita udah gak pacaran lagi tapi menjaga silaturahmi boleh kan?" gilska mengerlingkan matanya, tetap saja Rasya tak bergeming.
Sepanjang jalan gilska mencoba mengingat kenangan saat mereka berpacaran, sebenarnya hati Rasya mulai tersentuh, parfum tubuh gilska dan seluruh ceritanya membuat Rasya sedikit luluh.
"kenapa kamu harus kecelakaan, kenapa kamu harus dijodohkan, gilska semuanya sudah berbeda kamu harus berusaha melupakan semua!" Rasya menjawab seluruh cerita gilska dengan nada dingin.
"bantu aku!! bantu aku untuk melupakan kamu, bantu aku untuk pergi jauh dari kamu, jika itu bisa akan aku lakukan, waktuku hanya sedikit untuk membuatmu kembali padaku!" gilska mulai menangis.
"sudah tidak bisa gilska, aku sudah punya masa depan, kejarlah masa depanmu tanpa aku!" ucap Rasya berusaha menenangkan mantan kekasihnya itu .
"jika aku menerima apa yang kamu katakan, bisakah sebulan ini kamu luangkan waktu untuku, waktu terakhir kita bersama setelah itu aku akan kembali keluar negri, maukah kamu?" tanya gilska memandangi Rasya.
"jangan menjebakku ya, aku tidak bisa jangankan sebulan seharipun tidak ada waktu lagi untuk kamu" ucap Rasya tegas padahal hatinya sangat teriris membayangkan dia tidak melihat gilska lagi.
"jangan salahkan aku jika aku ingin selalu menemuimu, karena kamu menolak kesepakatan yang aku buat!" setelah itu gilska hanya bernyanyi mengikuti alunan lagu yang terdengar diseluruh mobil.
Sesampainya di rumah gilska,.Rasya hanya berhenti sebentar, tanpa turun mengantarkan gilska kerumah, dia tidak bergeming tetap pada pendiriannya memegang teguh komitmen yang dia buat dengan Eldira. Gilska tersenyum manis sebelum meninggalkan mobil, entah apa yang akan dilakukan gadis itu setelah ini, Rasya tidak mau ambil pusing.
***
Pagi ini hari Eldira lebih cerah dari kemarin, makan malam dengan Tante Nonik dan rasya membuat moodnya membaik.
"cantik banget non?" tanya Mak Ijah tersenyum.
"harus donk! aku mau berangkat ke kantor lebih pagi" ucap Eldira sambil memasukan sandwich ke mulutnya
"nona ada yang nungguin Lo didepan, katanya mau anter non Dira ke kantor!" Mak Ijah membuat Eldira merapikan sisa sandwich dimulutnya.
"siapa?" tanya Eldira.
"katanya calon suami Nona, memangnya siapa calon suami Nona bukannya pacar nona cuma tuan Delon ya?" tanya Mak Ijah polos.
"hust!!!" Eldira menempelkan jari telunjuknya dihidung, membuat Mak ijah langsung terdiam.
Eldira beranjak dari meja makan menuju ruang tamu.
diliihatnya lelaki tampan yang sedang mengobrol dengan sang mama, "calon suami aku" batin Eldira.
" hai sayang ini Rasya mau anter kamu ke kantor!" terang mama ke Eldira.
" iya ma, yaudah Dira berangkat ya ma" ucap Dira sambil Salim ke tangan mama, diikuti Rasya yang berpamitan sama mama Eldira.
****
"anterin aku cari sarapan ya Ra?" tanya Rasya didalam mobil.
"tumben amat, kenapa tadi gak sarapan bareng aku aja dirumah?" tanya Dira.
"nggak ah, pengen yang lebih berat nasi uduk contohnya, sesekali boleh kan sarapan yang bikin kita kenyang" ucap Rasya dibalas senyum dengan Eldira.
"kenapa kamu senyum, aneh ya?" Rasya ikut tersenyum.
"memangnya dulu diluar negri sarapan pakai nasi uduk? tapi it's ok, aku akan temenin kamu, bahkan kamu ajak aku seharian aku juga akan temani kamu!" Eldira membuat Rasya seketika menatapnya meskipun sedang menyetir mobil.
__ADS_1
"kamu kan kerja Ra, aku juga kenapa mau nemenin aku seharian?" tanya Rasya penasaran.
"habisnya kemarin Minggu akunya dianggurin" Eldira manyun.
"ra, apa makanan kesukaan kamu?" tanya Rasya penasaran.
"aku!! hmm aku suka sesuatu yang serba manis" jawab Eldira sok imut.
"nasi uduk dikasih kecap bisa manis ga?" Rasya terbahak.
"gak gitu konsepnya bang!" Eldira mencubit lengan Rasya dengan manja.
"ya udah teh manis bisalah masuk kategori itu, aku makan nasi uduk kamu minum teh manis, udah sarapan kan tadi, ya kan masuk kan?" canda rasya membuat Eldira mengembangkan senyumnya.
"ya bisa bisa, hahahah" Eldira ikut tertawa.
***
Sesampainya disebuah resto yang ada menu nasi uduk mereka memesan nasi uduk dan tentunya teh manis yang tadi sudah direncanakan Rasya untuk Eldira.
"mau donk disuapin calon suami?" canda Eldira genit.
Dengan cekatan Rasya mengarahkan sendok kemulut Eldira.
"ehm enak bang, tapi kalau kebanyakan perutku bisa gendut nanti, sepertinya timbanganku naik deh!" Eldira memakan nasi uduk sambil ngoceh.
"berat badan kamu mau naik banyak aku juga gak peduli kok Ra!" ucap Rasya melahap nasi uduk didepannya.
"ga peduli gimana ni maksudnya?! Eldira melotot tajam.
"ya maksudnya gak masalah, asal kamu masih sama aku kan?" tanya Rasya balik.
"apa yang bisa bikin kamu cinta sama aku?" pertanyaan Eldira membuat Rasya berhenti mengunyah.
"entahlah aku merasa kamu berusaha meluangkan waktu, berusaha bersamaku, entahlah atau mungkin perasaanku!" tiba-tiba nada bicara Eldira menjadi serius.
"selalu bersama kamu mungkin aku bisa mencintaimu, kenapa kamu menerima lamaran orang yang belum mencintai kamu?" kali ini Rasya memberikan pertanyaan yang membuat Eldira tersedak saat akan meminum teh manis didepannya.
"karena aku mencintai kamu, dan kamu berjanji akan serius sama hubungan ini!" Eldira menjawab dengan enteng pertanyaan Rasya.
Rasya melanjutkan makannya seolah ingin beralih bahasan, Rasya hanya ingin mengisi hari-harinya dengan Eldira agar dia bisa mencintai gadis yang akan dinikahinya.
"bang ini untuk kamu!" Eldira memberikan kotak kecil berpita untuk Rasya membuat Rasya sedikit terbelalak.
"apa?? aku buka ya?" tanya Rasya lembut dibalas dengan anggukan Eldira.
Rasya membuka dengan pelan kado kecil yang dihadiahkan untuknya.
"wah dasi, makasih ya Ra!" ucap rasya menggenggam lembut tangan Eldira.
Dipandanginya Eldira, entah apa yang membuat Rasya tertarik saat pertama melihat Eldira, dan jalan untuk menjalin hubungan pun serasa dilancarkan Tuhan, mungkin kehadiran gilska adalah kerikil niat baiknya untuk menikah dengan Eldira, senyum Eldira tersungging terlihat sangat senang Rasya menyukai pemberiannya.
"oh ya besok aku janjian sama Tante Nonik, mau kerumah yang Abang ceritakan, rumah kita!" mata Eldira berbinar bahagia.
"iya kamu atur aja ya sama mama, aku gak bisa temani kalian, seperti yang aku katakan aku yakin apapun pilihan kamu tidak perlu diragukan!" jawab Rasya membuat Eldira semakin tersenyum.
Pagi itu pagi yang indah untuk Eldira, sepulang kerja Eldira minta dijemput sama Rasya, dan calon suaminya itu dengan senang hati memenuhi permintaannya.
***
__ADS_1
"hallo Ra, nanti sore kita jalan ya? aku mau cari kado buat bang Hendi?" tanya sisi diseberang.
"aduh si sorry nanti sore ada janji sama bang Rasya, kamu tau kan akutu gak pengen melewatkan hari tanpa dia, takut aja nanti diambil orang!" Eldira menahan tawa.
"dasar bucin!!! ayolah Ra, tega kamu biarin aku sendirian cari kado buat bang Hendi"
"yaudah gini aja aku yang akan Carikan kado, nanti bang Rasya aku ajak, kamu terima beres!" penawaran Eldira disambut baik sahabatnya.
"oke deal!" ucap sisi sebelum menutup sambungan telepone.
"Bu Eldira, meeting kita hari ini skalian makan siang di diamose" staff masuk keruangan Eldira.
"oke akan akan segera berangkat sekarang, jaraknya sedikit jauh Jan dari kantor kita?" tanya Eldira.
"ya Bu, baik akan kusiapkan sebentar berkasnya"
"tapi kamu ikut aku ya Melisa!" perintah Eldira.
" dengan senang hati Bu" jawab Melisa sebelum keluar ruangan.
***
Cafe diamose dimana Delon selalu merayakan tiap anniversary hubungannya dengan Eldira. kebetulan kursi yang dibooking juga kursi dimana Eldira dan Delon tiap datang ketempat ini, dimana berdekatan dengan kaca untuk bisa melihat cahaya lampu dari atas, dilantai 2. Asik melamun tentang masa lalu rekan bisnis Eldira datang.
"silakan pak bremi" sapa Eldira mempersilakan duduk.
"iya terimakasih" jawab pak bremi.
"aku sudah pesankan minum sesuai pesanan bapak, semoga bapak suka?" tanya Eldira
"Terimakasih" jawabnya .
"baik pak langsung saja biar staff saya yang menjelaskan penawaran kami!" Eldir memulai meeting.
Setelahnya Melisa menjelaskan detail penawaran kepada pak bremi dan asistennya. Eldira sibuk merapikan file tiba-tiba ada semerbak parfum yang takbasing baginya "Delon" gumamnya lirih, Eldira menatap bangku disampingnya, benar saja Delon bersama Vania. Delon masih belum menyadari bahwa Eldira ada didekatnya. karena meeting belum selesai Eldira berusaha fokus. Sulit untuk fokus Eldira curi-curi pandang dang mengamati apakah Delon juga meeting sepertinya atau hanya makan siang bersama Vania, hatinya sedikit panas meskipun tak adil juga bagi Delon. Tiba-tiba pandangan Eldira tertangkap basah Delon, ingin rasanya memalingkan wajah tapi terlanjur Delon melambaikan tangan isyarat menyapa, Eldira membulatkan ibu jari dan telunjuknya sebagai insyarat ok! menjawab sapaan Delon.
Setelah meeting selesai Eldira tidak berniat melanjutkan makan siang, dia segera berpamitan kepada rekan bisnisnya dan berjalan kearah Delon, tidak hanya menghampiri Eldira duduk disalah satu bangku Delon.
"selamat siang!" sapa Eldira membuat Vania kaget.
"siang, sedang apa kamu disini?" tanya Vania dengan nada tak bersahabat.
"ada kerjaan tadi, kalau sekarang udah longgar banget, boleh kan aku makan bareng kalian?" tanya Eldira menggoda Delon.
"boleh Ra, kamu mau pesan apa?" tanya Delon.
"masa kamu lupa?? bisa kan pesankan makan siang kesukaan aku!" Eldira sedikit mengejek Vania dan melihat ekspresi teman wanita Delon yang risih dengan keberadaanya.
"Caramelized butter prawns, tanpa nasi kan?" jawab Delon yang terlihat berbanding berbeda dengan Vania, delon justru semangat.
"betul, oh ya ada keperluan apa kalian makan siang, aku tidak menganggu kan?" Eldira penasaran.
"menganggu sekali Eldira!" jawab Vania sinis.
"gak kok Ra kamu gak ganggu, aku cuman ada penawaran bisnis aja dari Vania!" jawab Delon membuat Eldira lega.
Dengan nikmat Eldira menyantap makan siangnya, sedangkan Vania kehilangan selera makannya, Delon tampak sumringah bertemu dengan mantan kekasihnya.
"oke aku tidak akan ganggu kalian lagi makan siangku sudah selesai, dan aku harus segera balik ke kantor!" Eldira berpamitan.
__ADS_1
"dengan senang hati Ra!" Vania sedikit sinis menatap Eldira.
Raut wajah sumringah Delon berganti sedikit kecewa, dengan senyum Eldira meninggalkan mereka berdua, masih ada ketidakrelaan dalam hatinya jika melihat Delon bersama wanita lain " seegois itukah aku??" tanya Eldira dalam hati.