
Hari pertama setelah resmi menjadi tunangan Rasya Eldira tampak sumringah dengan riasan natural.
"cieh yang lagi happy habis dilamar? masih off kantor kamu?" tanya kak Adam mencomot roti tawar didepan Eldira.
"masih kak, besok Senin baru masuk mau nikmati hari-hari yang bikin mood aku naik!" Eldira ikutan mengambil roti tawar didepanya.
Tak terlihat dimana mama berada, Kak Adam mendorong kursi dan duduk dihadapan Eldira.
"kak, giman sama Gisel? mau diseriusin atau cuman berteman dulu ni?" Eldira penasaran dengan gandengan baru kak Adam.
"mau tau atau mau tau banget! hmmm Gisel itu ga kalah cantik sama gilska, mereka itu memiliki kecantikan yang luar biasa, justru kakak ga nyangka bisa ajak dia kemarin" kak Adam memilih selai nanas untuk olesan rotinya pagi ini.
"lha emang sebelumnya kakak ga kenal sama Gisel? kok bisa mau mau aja diajak sama kakak?" Eldira semakin menatap serius menunggu jawaban kak Adam.
"nah sebenernya kemarin itu kita ada projek kerjasama, baru kemarin itu ketemunya, cuman kok ngobrolnya nyambung bukan iseng sih tapi ngarep banget dia mau pas kakak ajak ke lamaran kamu, eh ternyata mau, udah rejeki kakak Ra?" kak Adam mulai melahap roti tawarnya.
"cieh... Brati udah mulai terpikat nie sama cewek?" goda Eldira sambil tertawa melihat ekspresi kak Adam yang lagi senyum2.
"cuman suka Ra kamu ga usah berlebihan deh?"
"oke, cuman suka ya! terus sekarang masih mau ketemu ga sama Gisel?" Eldira mulai mengintrogasi kakaknya.
"pengen sih, tadi pagi udah kakak chat cuman katanya lagi sibuk, tapi nanti sore mau kok kakak ajak jalan lagi!"
"itu namanya kakak tertarik sama dia?"
"ya siapa yang gak tertarik orang cantik begitu?" entah apa yang ada dibenak kak Adam.
"tapi mau jadiin Gisel pasangan kakak ga?"
"masih belum mikir kesana Ra? kenapa si nanya Mulu? jangan2 kamu mau nanyain kabar gilska lewat Gisel ya?"
"enak aja! gak!! ya udah suka-suka kak Adam aja"
"ih marah ya?? kamu sendiri apa acaranya hari ini, cuman mau nungguin Rasya terus, ya kalau Dateng kalau ga?" kini kak Adam gantian menggoda Eldira.
"bang Rasya ada meeting mendadak pagi ini, jadi harus masuk kerja" Eldira menunjukan ekspresi sedihnya.
"kakak ga yakin sama calon suami kamu itu, mau gimana lagi kamunya bucin gitu?" kak Adam sedikit tak tertarik membahas Rasya.
"kakak kenapa sih? adiknya lagi bahagia malah ngrusak suasana aja, kakak lagi santai ga? kita keluar aja yuk?" ajal Eldira manja.
"nanti sore ada acara, jemput Gisel kalau pagi ini ga ada acara cuman aku pengen tidur aja sampe siang!!"
"beneran ga mau anterin aku, temen aku cantik2 lho kak, udah tertarik lihat cewek cantik lainnya?"
"emang mau kemana sih?"
"anterin aku yoga kak, tapi tenang aja dibawah ada cafenya kok cuman 1,5jam aja gak lama kakak bisa tunggu sambil santai dicafe gimana???"
"ogah banget 1,5 jam terus cuman bengong dicafe gitu" kak Adam tak tertarik mengantar Eldira.
Ditengah-tengah obrolan Eldira dan kak Adam tiba-tiba sisi nongol tanpa pemberitahuan.
"Ra... anterin aku ya?" ucapnya membuat kak Adam dan Eldira kaget melihat kedatangannya.
"ya ampun si? darimana kamu? anterin kemana?" tanya Eldira sambil merangkul sisi yang sudah mendekat.
"jadi gini, ada perpustakaan mini untuk anak didik aku, nah aku mau beli buku2 yang lebih bervariasi jadi ga monoton pelajaran aja, tapi buku cerita yang tetap ada pendidikannya jadi buat anak2 ga bosen, mau ya?" rengek sisi memelas.
"aduh si, males aku kalau kudu keluar cari buku gitu, kamu sendiri gakpapa kan?" tolak Eldira malas.
"yah, aku jadi harus sendiri ini?" tanya sisi meyakinkan Eldira dan dibalas dengan anggukan.
__ADS_1
"sorry ya si?"
"mau yoga katanya tadi si?" kak Adam
"tu kan, mau pergi juga skalian yuk aku temeni dulu deh yoga?" tawar sisi Eldira tetap menggelengkan kepalanya.
"kasian itu Ra, udah Dateng kesini ngajak kamunya gak mau?" kak ada sembari tertawa.
"kak Adam bantuin sisi apa ngeledek sih kok malah ketawa gitu, ya udah sisi berangkat aja sendiri, atau kak Adam mau anterin aku?" kini sisi ganti melirik kearah kak Adam.
"sory si, Eldira aja ga aku anterin apalagi kamu, aku mau tidur aja kalian selesaikan perdebatan antar sahabat bye!" ucap kak Adam berlalu, pandangan sisi kembali tertuju pada Eldira.
"ya udah aku balik ya Ra?" muka sisi ditekuk tanda kecewa.
"maaf ya si, bukannya ga mau cuman ga bisa lama2 kalau keluar takut nanti tiba2 bang Rasya kesini, soalnya tadi katanya mau makan siang barengan, i'm so sorry sisi sayang" Eldira mengedipkan mata sisi tersenyum kecut dan berlalu.
"sayang kamu gak jadi keluar sama sisi?" tanya mama mendekat dari Bali dapur.
"nggak ma, nanti kalau bang Rasya kesini gimana lagipula Dira kan off kantor, masak harus keluyuran si ma, mau menikmati hari ini mau happy2 aja sama calon suami" Eldira berdiri memeluk mamanya.
"lho barusan Nonik kabarin mama kalau Rasya harus keluar kota gantiin papanya meeting dadakan, apa iya ga nelpon kamu sayang?"
"ah mama ngeledek, ga mungkin bang Rasya bohongin Dira?" Eldira masih tersenyum tak percaya ucapan mamanya.
"ya udah kalau gak percaya kamu telpon aja Rasya, atau Tante Nonik, kamu mending temenin mama deh ke cafe Deket kantor kamu, mama dapet undangan pembukaan?" ajak mama yang melihat Eldira masih tersenyum ceria.
"oke bentar ya Eldira mau telpon bang Rasya dulu, kalau misalnya gak diangkat baru deh Dira temenin mama, tapi Dira yakin kok bang Rasya gak mungkin bohong sama Dira, tadi katanya mau barengan makan siang kok?" Eldira memencet nomor ponsel calon suaminya, senyum Eldira mendadak hilang tak juga tersambung bahkan ponselnya tidak aktif.
"gimana Ra?" mama menunggu jawaban Eldira.
"kok gak aktif ya ma, ga mungkin kan bang Rasya keluar kota nggak ngabarin Dira kemarin baru aja dia nglamar Eldira lho ma, bentar Dira coba telpon Tante Nonik ya?" kali ini jari manisnya memencet tombol ponsel mertuanya.
Tak seperti ponsel Rasya ponsel calon mertuanya aktif.
"Tante, Dira mau nanya bang Rasya dimana ya? Dira telpon daritadi tapi ga aktif Tan?" tanya Eldira mulai cemas.
"oh Rasya, udah berangkat kok!" jawab Tante Nonik membuat Eldira semakin bingung
"maaf Tante berangkat kemana ya?"
"berangkat keluar kota Dira, satu Minggu eh kamu tadi jadi diajak juga kan sama Rasya kok ga siap2 malah nelpon Tante?" detak jantung Eldira mulai bergemuruh.
Keluar kota tanpa memberitahu Eldira, jangan2 bang Rasya mencari gilska?? pikiran Eldira segera ditepisnya.
"ya udah Tante makasih ya Dira tunggu kabar dari bang Rasya aja?" Eldira menutup ponsel tubuhnya melemas terduduk di kursi makan.
"ya kan! kamu sih ga percaya sama mama, Rasya itu keluar kota, kamu kenapa lemes gitu, ada masalah?" tanya mama.
"Dira bingung ma, kenapa bang rasya ga kabarin Dira ma? aneh gak si ma?" tanya Eldira dengan nada lemah.
"mama yakin kalau Rasya sampe pasti ngabarin kamu, bisa aja kan hp nya lowbad makanya mati kamu jangan berpikiran negatif dong sayang, terus sekarang gimana? jadi anterin mama atau dirumah aja?" mama berusaha menghibur Eldira.
"oke ma, Dira ganti baju sama ambil tas ya siapa tau nanti ada cowok cakep kan disana, ngapain harus dirumah kaya orang ga guna, mama tunggu Dira sebentar!" ucap Eldira kesal menuju kamar.
"hust ga boleh ngomong gitu, kalau marah jangan ngomong aneh, ya udah mama juga mau ganti baju dulu" kini mama juga menuju kamarnya.
****
Eldira menemani mamanya memenuhi undangan pembukaan cafe, hatinya tetap tak tenang bahkan sudah hampir dua jam tak mendapatkan kabar apapun dari rasya. Sesampainya di cafe mamanya langsung menyapa beberapa kerabatnya, beberapa diantaranyavmengucapkan selamat kepada Eldira. Dengan senyuman Eldira mengucapkan terimakasih. meskipun mulutnya tersenyum hatinya tetap saja tidak tenang.
"Ra.. udah jangan mikirin Rasya dulu kita kedepan aja yuk?" mama menarik tangan Eldira.
"ma ga usah lama-lama ya?" Eldira membisikan pertanyaan.
__ADS_1
"udah, lagian dirumah juga ga ada kerjaan kan, eh coba kamu telpon kakak kamu, Adam pasti mau ni diajak kesini?" mama menghentikan langkahnya dan menyuruh Eldira.
"ah mama mana mau kak Adam kesini!!" Eldira Enggan menelpon kakaknya.
"kamu telpon kamu bilang mama dapet undangan pembukaan cafe suruh kakak kamu ajak Gisel, pasti mau Dateng? ayo Ra telpon kakak kamu?" permintaan mama tak bisa ditolak Eldira.
Masih dengan wajah lesunya Eldira menelpon kak Adam, berbeda dengan pemikirannya kak Adam justru tertarik dengan ajakan mama dan bersiape jemput gilska.
"gimana mau kan?" tanya mama yakin.
"iya ma setengah jam nyampe!" Eldira akirnya Dudu dimeja paling depan dengan mamanya.
"Eh itu papa udah Dateng, sini pa?" mama melambaikan tangannya mama yang menatap mama dari kejauhan mendekat.
"kok papa kesini ma?" tanya Eldira keheranan.
"ya iya dong kan acara mama, nanti mama pulangnya sama papa aja kamu sendiri gak papa kan Ra?" pertanyaan mama membuat Eldira semakin malas.
"mama tega Ih biarin Dira sendirian!"
Ponsel Eldira berdering ada nomor Rasya disana dengan cekatan Eldira mengangkat telpon untuk menghilangkan rasa penasarannya.
"hallo bang? tega banget sih keluar kota ga ngabarin Dira?" belum juga mendapat suara sahutan sambungan telepon Eldira justru terputus.
Dicobanya kembali menghubungi Rasya tetap saja tak bisa.
"kenapa Ra?" mama kembali bertanya.
"bang Rasya tapi pas Dira angkat gak bisa ma?"
"namanya juga dipuncak pasti ga ada signal, Brati Rasya udah nyampe mungkin mau ngabarin kamu dia baik2 aja biar kamu ga kawatir" jawaban mama tak menenangkan hati Eldira.
Tak membutuhkan waktu lama terlihat kak Adam datang bersama Gisel.
"cepet amat kak?" tanya Dira.
"mumpung ada alasan buat ajak Gisel, aku bilang mam yang ngajak jadi dia mau" kak Adam membisikan jawaban ditelinga Eldira karena suasana terlalu bising.
Gisel menyapa mama dan papa dengan ramah, dilihatnya gandengan kakaknya itu memang cantik. Eldira menengok sekeliling banyak orang yang sebenarnya dia kenal, tapi kakinya malas beranjak seandainya saja Rasya juga menemaninya pasti harinya seindah hari kemarin.
"Eldira!! jangan cemberut dong dilihatin banyak orang tu masa habis lamaran muka ditekuk gitu, dikira ga bahagia kamu?" mama menepuk pundak Eldira.
MC sudah mulai membuka acara, Eldira mulai tersenyum berharap acara segera selesai. Semua mata melihat ke arah MC
"langsung aja ke inti acara ada buket bunga yang sangat indah untuk pemilik cafe" semua mata tertuju pada MC lelaki yang terbilang lumayan tampan.
"mohon tepuk tangannya semua, kita panggil pemilik cafe ELDIRA SAFIRA PERMATA" semua bertepuk tangan gemuruh Rasya sekeluarga keluar dari balik panggung.
Meski sedikit bingung Eldira tau bahwa yang dimaksud adalah dirinya.
"ayooo Ra naik!" perintah mama dengan senyuman.
Eldira menitikan air matanya naik keatas panggung, Rasya yang sudah menyiapkan buket yang indah langsung menghadiahkan kepada Eldira, dengan bahagia Eldira memeluk calon suaminya itu.
"cafe ini buat aku bang?" tanya Eldira terisak.
Dengan anggukan Rasya memeluk kembali calon istrinya.
"Tante tadi bohong ya?" Eldira melirik Tante Nonik yang mengembangkan senyumnya.
"akting Tante bagus kan Ra?" tanya Tante Nonik dan kali ini senyuman Eldira dari hati.
Kejutan yang sangat indah, bahkan Eldira tak menyangka kalau kebahagiaannya masih berlanjut dihari ini, kak Adam mama papa bahkan Tante Nonik semuanya sudah merencanakan untuk memberi surprise yang bahkan diluar dugaan Eldira. Kini senyumnya kembali mengembang merasakan kebahagiaan yang luar biasa.
__ADS_1