
Eldira menutup telpon dari Rasya sedikit bingung dengan Argha.
"tadi bukannya kakak bilang mau mampir kantor ambil file?" tanya Dira yang melihat Argha tak jadi kekantornya.
"aku pikir nanti masih bisa, kita langsung lihat rumah aja!" jawab Argha membatalkan keinginannya.
Tak selang beberapa lama mereka sampai dirumah yang rencananya akan ditinggali Argha.
Eldira turun dari mobil dengan senyum manisnya karena bagaimanapun juga dia bisa menjual salah satu property yang ditawarkan perusahaan.
"kak Argha suka kan sama designya?" tanya Dira antusias
"buat aku design bukan masalah yang terpenting bisa pergi dari rumah kamu, dan ga kamu repotin!" jawab Argha tiba2 sangat sinis.
"apa!!! maaf ya kak, dira ini bantuin kakak Lo kenapa jawabnya ketus banget, ya udah kak Argha segera masuk aja kebetulan Dira juga udah siapin kunci rumahnya, lusa kakak udah bisa pindah kalau mau, setelah ini biar disiapkan" jawab Dira.
"eh kamu harusnya punya banyak waktu luang buat jelasin ini itu, gak seenaknya nyuruh pembeli lihat sendiri masuk sendiri"
Argha terlihat sangat kesal.
"kak Argha lagi ada masalah?? yang ngeyel suruh dira kesini siapa? kakak kan? Dira sebenernya ga ada waktu Lo! ini Dira sempetin gara2 ancaman amplop yang kakak kasih" jawab Dira mulai meninggi.
"oke sorry, ya udah kamu balik aja pakai mobil kantor kamu, thanks udah nunjukin rumahnya thanks buat semuanya!!! balik sana??" Argha terlihat mengusir Eldira.
Eldira belum sempat menjawab, memalingkan wajah melihat mobil Rasya melintas dan berhenti.
wajah Argha terlihat semakin kesal melihat calon suami Eldira. Rasya segera keluar dari mobil dan menghampiri Eldira.
"oh kamu disini, nunjukin salah satu cluster eh ini bukannya Deket sama rumah kita ya sayang" Rasya menghampiri dan mengecup kening Eldira.
"iya bang, eh kak Argha beneran gpp dira tinggal" tanya Eldira tak perduli.
__ADS_1
"ya gak masalah" Argha masuk kedalam rumah.
Eldira merangkul tangan Rasya.
"bang karena ini Deket sama rumah, kita mampir sekalian ada yang ingin Dira ceritakan sama Abang, kenapa akhir2 ini Dira sering ngebahas suatu hal sama kak Argha!" Eldira berniat menceritakan apa yang menimpanya beberapa hari yang lalu.
"oke, aku ikuti mobil kamu dari belakang kita kerumah ya" jawab Rasya penuh senyum.
Mereka memutuskan kerumah baru yang akan ditinggali selepas menikah nanti, karena jaraknya tak terlalu jauh dari rumah yang akan dibeli Argha mereka sampai hanya dalam hitungan menit.
Eldira masuk kedalam rumah diikuti Rasya, meskipun rumah belum mereka tinggali tapi rumah itu sudah sangat siap dihuni, karena dekor sudah benar2 selesai apalagi Eldira dan rasya juga sudah menyiapkan asisten rumah tangga.
"Mimin..." teriak Eldira ke ART yang menjaga rumah mereka.
"eh Bu Dira dan bapak, mau dibikinkan minum apa Bu?" ucap Mimin menyambut sang majikan.
"susu coklat min, dua ya nanti kamu anter aja ke taman belakang rumah ya, bapak sama ibu ada yang mau dibicarakan, jangan lama2 ya min?"
"baik Bu, Mimin segera anter nanti minumnya" jawab Mimin ceria.
"apa yang ingin kamu sampaikan?" tanya Rasya tegang, tiba2 saja kecemburuan kembali menyelimuti ketika mengingat kedekatan Eldira dengan lelaki bernama Argha.
Eldira segera menjawab pertanyaan dari Rasya tentang kejadian dimalam itu, secara detail dan Rasya dengan seksama mendengar tiap perkataan Eldira.
"terus kamu lusa Dateng sama Argha untuk panggilan polisi?" tanya Rasya.
"menurut Abang?" Dira balik bertanya.
"udah langsung Abang siapkan kuasa hukum aja, lagipula kamu kan ga ada hubungannya, dan tak terlibat apapun ga usah panik sayang, jawab sesuai kejadian sebenarnya niat kamu kan hanya menolong, mama ga usah dikasih tau gpp" jawab Rasya yakin.
"yaudah Dira ikut apa kata bang Rasya aja" kali ini Dira lega sudah menceritakan kejadian malam itu.
__ADS_1
"Bu ini susu coklatnya, mumpung masih anget segera diminum ya" ucap Mimin.
"makasih ya min" Eldira tersenyum.
***
Ditempat lain keluarga gilska dari Surabaya datang terlihat om sandi memeluk ponakan kesayangan lanjut Tante meta.
"ya ampun kamu mau nikah jauh amat ke Jakarta, beneran ini kamu mau balik lagi jadi seleb diliput gitu tiap hari, tapi ndakpapa biar Tante bisa lihat kamu tiap hari?"tanya Tante meta gemes.
"doain gilska ya Tan, maaf ya selama ini gilska ngrepotin Tante, terimakasih udah Dateng jauh2 dari Surabaya, gilska bakalan kangen banget jauh dari Tante" gilska seakan enggan melepaskan pelukan tantenya.
"ya pasti Tante doain kamu, tapi kok cepet2 banget sih nikahnya, oh ya keluarga Reza kapan Dateng za?" ucap Tante meta melepaskan pelukan gilska.
"besok Tante" jawab Reza tersenyum.
"Tante dan om istrahat dulu ya, gilska dan Reza udah booking kamar ternyaman buat Tante dan om, nanti malam kita jemput untuk makan malam ya?" gilska segera undur diri dari hotel yang disiapkannya untuk om dan tantenya.
"ya ya terimakasih ya nduk?" jawab om Sandy.
Mereka berpamitan, gilska dan Reza meninggalkan hotel. sepanjang perjalanan menuju mobil gilska masih melihat Reza tidak seceria sebelum putus.
"za, kita mau menikah? fokus dong?" ucap gilska mencoba mencairkan suasana.
iya aku tau, maaf ya!" jawab Reza mengenggam jemari gilska.
hangat menyelimuti hati gilska, dia benar2 sudah jatuh cinta pada calon suaminya, gilska mengelus perutnya berharap suatu saat Reza membalas cintanya dan berharap pernikahan yang akan dijalaninya bukan hanya pura2.
"gilska boleh gak aku minta sesuatu sama kamu?" ucap Reza sebelum masuk kedalam mobil.
"apa za?" jawab gilska.
__ADS_1
"tetaplah tersenyum ya meskipun aku sedang tidak baik2 saja!" jawab Reza.
gilska mengangguk dan mereka masuk kedalam mobil.