Menantang Cinta

Menantang Cinta
rasya mulai takut


__ADS_3

Rasya sampai dirumah mertuanya, dengan cepat segera masuk. Rumah terlihat sepi.


"mak!" sapa rasya melihat mak ijah.


"lho, non dira mana?" tanya mak ijah celingak celinguk.


"bukannya disini?" rasya balik bertanya.


"kemarin malam ada disini, terus pulang katanya mau nyusul tuan rasya ke luar jawa" jawab mak ijah.


Mama eldira keluar dari kamar setelah mendengar suara.


"eh kamu sya, dira mana? Pasti mau anter oleh2 ya?" tanya mama.


Rasya mencoba berfikir keras semua acting belaka karena eldira tak mau menemuinya atau memang mama mertuanya tidak tau eldira pergi meninggalkan rasya, tapi jika memang mama mertuanya tak tahu rasya tak ingin ambil resiko dengan salah ucapan.


"maka dari itu ma, dira yang bawa oleh2 katanya mau ke rumah mama, tapi kok ga pulang2 makanya aku susul" jawab rasya terbata.


"kalian aneh2 aja, masa bawain oleh2 sendiri2, yaudah kamu tunggu aja siapa tau masih mampir dijalan atau masih beli sesuatu" ucap mama seakan benar2 tidak tau.


"iya ma, aku tunggu, ma aku boleh ke kamar dira sebentar?" tanya rasya.


"iya sana" jawab mama eldira santai.


Rasya berjalan menuju kamar eldira, dibukanya pintu kamar, kamar terlihat kosong, tidak ada eldira disana. Rasya hanya mendengus.


"lalu kamu ada dimana ra? Aku harus memastikan mama kamu ga bersekongkol menyembunyikan kamu, tapi jika mama kamu tau bukankah harusnya marah?" tanya rasya dalam hati.


Dua jam berlalu rasya masih menunggu eldira diruang tamu.


"sya, kok dira ga sampai2 ya? Coba kamu telpon sya? Mama kawatir terjadi sesuatu, atau kamu susuri jalan kalo ga ketemu, kita ketemuan dikantor polisi ya? Kita laporan, dira lagi hamil mama gamau dia kenapa2" mama terlihat panik.


Rasya mendengar ucapan mamanya jadi yakin eldira memang tak kerumah mamanya, apalagi sampai disuruh lapor polisi segala.


Dadanya semakin bergemuruh lalu dimana eldira. Untuk tak membuat mamanya panik rasya menutupi kepergian eldira.


"udah mama ga usah kawatir, rasya baru aja mau pamit, dira ternyata balik kerumah katanya mual, ponselnya lowbad, habis chat rasya kok pake ponsel wati, oleh2mya besok aja ya ma" jawab rasya agar mertuanya tak curiga kalo mereka sedang berseteru.

__ADS_1


"ya ampun, jantung mama rasanya udah mau copot kepikiran macem2, syukurlah kalo dira dirumah, masalah oleh2 gampang, kamu pulang aja, besok mama main kesana" jawab mama.


"besok kita mau ke luar kota ma" jawab rasya agar mertuanya tak datang dulu kerumah, bisa tambah masalah kalo tau dira memang tak dirumah.


"lho habis dari luar kota kok mau keluar lagi, jangan bikin dira kecapean, dia lagi hamil muda" omel mama.


"gak kok ma, ga begitu jauh, dira janjian sama temen2nya kasian selama ini bosen ga ada kegiatan" rasya berusaha meyakinkan mertuanya.


"ya udah jaga dira baik2 ya" kali ini mama mengalah.


"rasya pamit ma" kali ini rasya mencium punggung tangan mertuanya.


Selesai pamit rasya segera balik kerumah, sepanjang perjalanan rasya mencoba menghubungi beberapa teman dira tapi tak ada hasil.


"apa aku harus kerumah gislka, lalu apa yang harus aku katakan, gak! Aku ga boleh minta bantuannya apalagi gilska sudah menikah" rasya mengurungkan niatnya.


***


Malam semakin larut eldira kembali ke apartemennya. Baru kali ini eldira merasa kesepian. Hatinya masih sakit, apalagi dira juga sangat menyayangi nando. Anak lucu itu adalah anak kandung suaminya. Sebenarnya apa yang dikatakan delon ada benarnya. Tapi dira gamau dengan mudah memaafkan rasya atas kesalahan yang fatal seperti ini. Sama saja dengan menyembunyikan jati diri. Lalu bagaimana jika mama rasya tau, kalo ternyata beliau sudah memiliki cucu. Anak yang ada dalam kandungan dira sudah memiliki kakak.


"aku masih perlu waktu sendiri, aku masih belum siap menatapmu yang penuh kebohongan" ucap dira mengingat rasya.


***


"kamu marah boleh ra, gak memaafkan aku juga boleh, asal aku tau saat ini kamu baik2 saja" rasya meneteskan airmatanya.


Sangat khawatir dengan keselamatan eldira, selama menikah eldira tak pernah pergi meninggalkannya tanpa kabar. Semua diluar dugaannya. Apa memang seharusnya kemarin rasya tak berterus terang, rasya kembali menyalahkan dirinya sendiri.


"tokk...tok..." suara ketukan pintu mengagetkan rasya.


"eldira" ucapnya pelang bergegas membuka pintu kamar.


"maaf tuan ,ada yang cari" ucap wati.


"sepagi ini, gak salah! Jam 5 pagi lho" rasya sedikit emosi karena yang didepan pintu bukan eldira sesuai keiginannya.


"ya tapi" wati kebingungan.

__ADS_1


"oke, aku temui" rasya menutup pintu kamar dengan keras.


Tubuhnya sedikit lemas sejak pengakuannya pada dira hingga detik ini tak ada sesuap makananpun masuk kemulutnya.


Rasya menuruni anak tangga, sampai dilantai bawah rasya mengepalkan tangannya, perempuan yang dilihatnya lah yang membuat rumah tangganya berantakan.


"apa maumu?" teriak rasya sebelum mendekat.


"sya, kamu marah?" tanya agata sambil tersenyum.


"untuk apa kesini" rasya menatap bengis wanita tepat dihadapannya.


"aku ingin tau apa aku bisa bertemu istrimu, aku rasa sudah saatnya dia tau kan?" seolah mengancam agata memelankan suaranya, agar eldira tak mendengar. Agar rasya masih mau bernegosiasi dengan hubungan mereka.


"istriku ditempat yang sangat aman, aku memiliki 2 rumah dan yang satu sangat privat agata, jadi buang saja keinginanmu menghubungi istriku" mendengar ucapan rasya senyum agata menghilang.


Agata merasa, ketinggalan satu lagkah dari rasya. Ancamannya tak akan berguna jika eldira tidak ada.


"keluar dari rumahku!!" mendengar teriakan rasya. Agata yakin dira memang tak ada dirumah.


Dengan raut wajah kecewa agata memilih pergi dan mencari cara lain, agar rasya tak menolaknya.


Sesaat setelah agata pergi, rasya menuju rumah mamanya, rasya ingin menceritakan semuanya. Rasya butuh seseorang untuk memberikan masukan. Yang ada dipikirannya saat ini hanya mamanyalah yang bisa mencarikan jalan keluar untuk masalahnya.


Sampai dirumah mamanya rasya langsung masuk. terlihat mama nonik sedang membaca koran diruang tengah.


Rasya berlari dan memeluk mamanya dengan tangis yang tak tertaha.


"sya, kamu kenapa" seketika koran jatuh dari tangan mamanya.


"rasya bersalah ma, dira pergi meninggalkan rasya" ucapnya melepaskan pelukan mamanya.


"kamu terlihat sangat kacau, ayo duduk dulu" mama memapah rasya perlahan.


"mama gak percaya dira melakukan itu, dia istri yang baik setia, gak mungkin!" ucap mama setelah keduanya duduk.


"aku yang gak baik ma" rasya menghentikan tangisnya, kembali berusaha tegar

__ADS_1


"meninggalkan bagaimana? Dimana dira?"


"aku gak tau dira kemana, terakir ketemu kita diluar jawa ma, dira cek out dari hotel tanpa aku tau, aku buru2 balik jakarta ternyata dira juga ga ada dirumah"


__ADS_2