
Selepas booking satu kamar lagi, disamping kamar rasya. dira masuk ke kamar dan menutupnya. Disitu air matanya pecah, tak bisa membayangkan kemesraan rasya dan gilska.
"malam seperti apa yang mereka habiskan, kenapa aku tau sekarang, tapi jika aku tau sebelum menikah apa aku akan meninggalkan kamu bang" ucap eldira seorang diri.
Eldira marah dan kecewa mendengar pengakuan rasya, untuk sementara dira tak ingin bertemu dengan rasya.
Dielusnya perut sambil tak berhenti menangis..
"mama gak akan pisahkan kamu dengan papamu sayang, tapi mama butuh waktu entah sampai kapan untuk memaafkan papamu" seakan dira berkata pada anak yang dikandungnya.
Suara ketukan kamar membuat isakan eldira terhenti, eldira berdiri dan dilihatnya lubang pintu. Ada rasya berdiri disana.
Eldira masih enggan menemui rasya, bayangan kebersamaan rasya dan gilska bagaimana mereka saling bersentuhan, berciuman bermesraan sampai melakukan hubungan yang melampaui batas masih mengganggu pikirannya, sangat terasa sakit dihatinya, penghianatan yang terlalu jauh. Jika semua terjadi sebelum eldira punya hubungan mungkin eldira masih menerima.
"gak semudah itu bang" dira justru berjalan ke arah kasur tanpa membuka pintu yang diketuk suaminya.
Sampai akhirnya suara ketukan itu menghilang, mungkin rasya sudah menyerah, dan memberikan waktu untuk eldira.
Diluar kamar rasya merasa sangat bersalah, kenapa cinta untuk eldira datang terlambat, hingga harus berselingkuh dengan gilksa saat berniat menikahi eldira.
mata rasya memerah, menahan kesedihan dan air mata, rasya kembali ke kamarnya, hatinya ikut hancur melihat reaksi eldira, entah kekuatan apa yang membuatnya mengakui masalalunya dan nando.
Masuk kedalam kamar rasya menarik rambut dengan kedua tangannya. Sangat menyesal. Rasya mulai takut jika eldira tak terima dan meninggalkannya.
Tapi ini semua memang harus diakui, dilubuk hati terdalam rasya merasa sangat bersalah dengan nando baby kecil itu, anak yang selama ini tak diakuinya, darah daging yang seharusnya ada dipelukannya, tidak adil jika sampai nando besar rasya tak mengakuinya.
***
4 jam sudah berlalu, rasya harus ke kantor mengecek beberapa pekerjaan sebelum balik ke jakarta. sebelum ke kantor rasya mengemasi barangnya dan memasukan ke dalam koper, kalau2 eldira mau kembali ke jakarta seluruh pakaiannya sudah siap.
Kali ini rasya berangkat ke kantor memberikan pesan singkat untuk ijin pada eldira, rasya memutuskan memberikan waktu, hingga dia pulang kantor.
Dikamar eldira hanya memegang koper. Hal yang pertama dilakukan adalah mematikan ponselnya. Selepas membaca chat dari rasya. Ditunggunya sekitar 10 menit hingga rasya benar2 meninggalkan hotel.
Eldira bergegas keluar membawa koper, sampai diloby eldira memesan taxi online menuju bandara. Eldira memutuskan untuk naik pesawat penerbangan tercepat tanpa peduli kota tujuan. Hal yang pertama dilakukan ingin pergi menjauh seorang diri tanpa gangguan siapapun.
Sampai dibandara ada penerbangan 1 jam kedepan dengan kota tujuan surabaya. Bersyukur masih ada beberapa seat tersedia. Eldira segera cek in.
Air matanya masih terus menetes, kekecewaannya begitu mendalam.
__ADS_1
***
Rasya sampai dikantor lebih pagi, agata terlihat kaget melihat rasya yang sebelumnya ingin ke kantor lebih siang. Pipinya berseri berharap menghabiskan seharian waktu bersama rasya.
"sya, udah dateng, aku kira beneran dateng siang, ternyata kamu bohong" agata sok manja.
"agata, aku akan segera temani kamu cek lapangan, setelah itu aku cek laporan, kemungkinan besar aku harus segera kembali ke jakarta" jawab rasya diluar dugaan agata.
"lho, kenapa bisa begitu, apa kamu lupa janji kemarin? Kita belum jalan lho!" agata berdiri mendekati rasya.
"aku ada keperluan mendadak ke jakarta agata, semoga kamu mengerti, dan tolong! Aku sedang tak ingin ribut hari ini"
"oh, jadi eldira sudah bukan prioritas kamu?" tanya agata.
"maksud kamu apa? Agata!"
"apa kamu mau eldira tau kalo nando adalah anak kamu dengan gilska?" agata mengeluarkan ancamannya.
Ancaman yang saat ini sudah tak berarti bagi rasya.
"terserah kamu agata, mau ke lapangan sekarang atau aku berangkat sendiri!" jawab rasya.
"sya, beneran kamu mau eldira tau?" agata masih berusaha mengancam.
"aku gak peduli sama ancaman kamu? Ada hal yang lebih penting yang harus aku segera urus di jakarta" jawab rasya yakin.
Agata terdiam dan mengepalkan tangan, sepertinya rasya ingin mengujinya. Apa ancamannya dianggap main2 batin agata. Tapi jika agata membongkar rahasia rasya lalu bagaimana dia akan mendekati rasya, agata berpikir keras dan tak ingin gegabah menentukan langkah.
***
Ditempat lain eldira sudah lepas landas, menuju kota surabaya. sampai disurabaya eldira segera memesan taxi online dan menyewa 1 unit apartemen. Tak sulit untuk eldira mencari hunian, bekerja dibidang properti dan memiliki banyak relasi bahkan di kota2 besar. Tak tanggung2 eldira menyewa apartemen selama 1 bulan.
"pak bisa antar ke alamat ini" ucap eldira kala masuk kedalam taxi online.
Eldira sedikit tenang, setidaknya saat ini bisa menenangkan pikirannya tanpa rasya. dira ingin mengambil keputusan tanpa emosi. maka butuh waktu untuk sendiri.
Sekitar setengah jam dari bandara eldira sampai di apartemen tujuan.
Segera masuk kedalam loby disambut hangat oleh salah satu pemilik unit yang menyewakan apartemennya. Dengan cepat eldira menyelesaikan transaksi untuk segera bisa beristirahat.
__ADS_1
Selesai, transaksi eldira naik lift menuju lantai unit apartemennya berada. Eldira masuk dan menyalakan ac. Segera menyegarkan diri dan mengganti pakaiannya.
Menarik nafas dalam2 dan menjatuhkan badannya ke kasur. Ditatapnya langit2 air matanya lagi2 menetes. Eldira merasa bodoh, hanya karena cinta pertama eldira menutup mata menjunjung tinggi cintanya pada rasya selama ini. Mengingat delon yang selalu setia padanya, ditinggalkan begitu saja.
***
Terik matahari mulai menurun, hari mulai sore. Rasya bekerja dengan serius ahar urusannya dikota tersebut segera selesai.
"laporan sudah aku cek, aman" ucap rasya sedikit tersenyum.
Berharap setelah ini segera menemui eldira dan kembali ke jakarta.
"sya, kita balik sama2 ya ke jakarta?" agata menatap rasya.
"terserahmu agata, aku akan segera mengambil koperku" jawab rasya meninggalkan agata.
"sombong, lihat saja jika kau terus2an menolaku, aku tak akan membiarkanmu bahagia dengan istrimu" ucap agata dalam batin.
Rasya yang sudah meninggalkan kantor segera menuju hotel tempatnya menginap.
tak membutuhkan waktu lama untuk sampai dihotel. Rasya segera naik lift menuju lantai kamarnya, ingin kembali minta maaf pada istrinya.
Kamar yang disewa dira jelas terkunci, rasya berusaha mengetuk.
"ra... Tolong buka ra? Kasih kesempatan ra?" ucap rasya sambil menggedor pintu.
"brekk...brekk..brek..."
"ra, plis" tak ada jawaban sama sekali.
Rasya memutuskan untuk kembali ke lobi berniat meminta kunci kamar sebelah. sesampainya dilobi rasya segera menuju resepsionis.
"bisa kau berikan kunci kamar 522, ada istriku disana, tak membukakan pintu, aku kawatir terjadi sesuatu padanya" ucap rasya.
"sebentar, dicek dulu ya pak" jawabnya.
Setelah menunggu beberapa menit.
"pak maaf, kamar 522 sudah cek out sejak pagi" ucapnya membuat rasya kaget.
__ADS_1