Menantang Cinta

Menantang Cinta
H-1 wedding


__ADS_3

Dua bulan telah berlalu tanpa terasa pernikahan Eldira sudah benar2 didepan mata, esok hari bahagianya telah tiba, seluruh persiapan sudah dipastikan 99% Entah kenapa ada sedikit keraguan menyelimuti batin Eldira.


"ra jangan bengong dong! ini udah mau pengajian kamu malah bengong aja?" tanya sisi mengoyak tubuh Eldira.


"iya, kok aku jadi deg degan ya si, bener ga sih bang Rasya itu jodoh aku, gimana kalau ternyata dia bukan yang terbaik si?" bisik Eldira lirih.


"ra, jangan ngomong aneh deh, dua hari lalu kamu udah siraman kamu happy banget lho!! lupa masa tawa kamu kemarin, ini udah mau mulai acara pengajiannya kamu juga udah cantik banget besok malam akad lho, masa iya kamu ragu yang bener aja!!" sisi tampak sedikit kesal


"iya aku tau, tapi aku kenal bang Rasya kan gak lama, beda sama Delon aku bener2 kenal lama udah tau sifatnya bahkan diluar kepala, takut aja nanti kalau ternyata bang Rasya itu ternyata ada sifat yang belum diperlihatkan gitu?" Eldira yang berbalut baju kebaya berwarna hijau muda terlihat cantik, tetap saja membuat sisi kesal mendengar perkataannya.


"yaudah apa mau kamu? balik sama Delon?" jawab sisi asal.


"ah kamu,," edlira mendengus kesal


Disaat sisi dan Eldira sedikit berbincang mama datang menjemput mereka.


"sayang ayoo, prosesinya udah siap kita pengajian ya setelah itu kamu minta restu sama papa mama!" mama duduk disamping putrinya dengan sedih


"mama sedih ya ma, Dira bakalan jadi istri orang!" tanya Dira yang melihat kesedihan diwajah mamanya.


"bukan, mama terharu bahagia kok, kamu udah dapet jodoh semoga keputusan kamu ini yang terbaik ya nak!" mama mengelus pundak eldira.


"ah mama jangan bikin aku nangis ini nanti riasannya gimana?" Eldira gak kuat meneteskan air mata.


"yaudah ayo kita keluar, semua tamu udah kumpul"


"ayo ma" jawab Eldira berdiri dan berjalan keluar kamar.


***


Ditempat Rasya juga sama dilakukan pengajian jika ditempat Eldira acara pengajian akan dimulai bedanya ditempat Rasya sudah selesai.


Rasya merasa sangat lega akhirnya bisa menikah dengan orang yang dicintainya, Rasya bahkan tak menyangka bisa mencintai gadis yang sudah dipacarinya itu. walaupun ada kekawatiran tentang gilska dan anak yang tidak akan pernah diakuinya kelak, ada beban batin yang mengganjal dihatinya banyak penyesalan, andai saja saat itu tak menghabiskan malam bersama gilska andai saja saat itu dia berusaha menerima kehadiran Eldira dan melupakan masa lalunya. mungkin gilska tak harus mengandung anaknya. mungkin pernikahan yang akan dilaksanakan esok menjadi pernikahan tanpa masalalu apapun. Rasya hanya berharap semua kebenaran ini akan tersimpan tanpa Eldira tau, karena Rasya sangat takut kehilangan calon istrinya itu.

__ADS_1


"alhamdulilah sya acaranya lancar, kamu istirahat besok malam semoga akad dan resepsi kamu juga berjalan dengan lancar ya?" ucap mama dijawab anggukan oleh rasya.


Andai mama tau ma, mama akan memiliki cucu ma, tapi bukan dari rahim Eldira, batin Rasya.


"yaudah mama juga mau istrahat, kamu udah hafal kan akadnya sya?" tanya mama sebelum pergi


"hafal dong ma, masa ga hafal!" jawab Rasya cepat .


"oke, jangan lupa istrahat!" kali ini mama berjalan menjauh.


"siap ma" jawab Rasya sambil masuk kedalam kamar.


***


Ditempat lain pula Delon melihat undangan pernikahan Eldira yang namanya tersemat dengan nama orang lain, air matanya kembali menetes. penyesalan kembali memenuhi pikirannya, andai saja ..... Delon tak henti menyalahkan dirinya akan perpisahannya dengan Eldira.


"kenapa harus begini Ra, bagaimana aku bisa melupakan kamu, kamu meninggalkan aku menikah sama orang lain Ra, kamu berpaling tanpa mengingat masalalu dan perjuangan kita Ra, aku gak nyangka kenapa bisa??? apa selama ini yang kamu rasakan sama aku bukan cinta Ra, aku gak pernah menduakan kamu, aku selalu mengutamakan kebahagiaan kamu, tapi semua tidak cukup!! kamu ternyata bukan jodohku" wajah Delon terlihat kusut dan tak bersemangat.


Sebenarnya Delon adalah pemuda yang sangat baik dan mencintai Eldira, sayangnya pesona Rasya membuat Eldira yakin untuk meninggalkan delon, dan segala kisah yang pernah mereka lalui.


***


Pengajian dirumah Eldira sudah selesai lanjut calon pengantin meminta restu kepada kedua orangtuanya.


Eldira terisak saat meminta ijin kepada mama papanya untuk menikah, ucapannya terbata.


mamanya juga tak kuat menahan derasnya air mata yang keluar suasana sangat haru bahkan sisi ikut menangis.


Eldira berharap apa yang diputuskannya ini adalah keputusan yang tepat, untuk menikah dengan orang yang dicintainya.


mama dan papa kemudian memeluk Eldira secara bergantian setelah Eldira meminta ijin.


mereka berfoto bersama setelah acara berlangsung.

__ADS_1


Eldira yang tadinya menangis kini tersenyum lebar dan sedikit lega.


Seluruh keluarga dan kerabat yang hadir terlihat bersuka cita melihat kebahagiaan Eldira dan mama papanya .


"alhamdulilah udah selesai pengajiannya tinggal besok akad sama resepsi semoga lancar, kamu buruan istrahat besok jam 10 harus siap kehotel kan Ra?" mama mengingatkan Eldira agar beristirahat.


"ya mama sayang, Dira mau ganti baju sama bersihin make up ya ma" jawab Dira sambil berputar menuju kamar


Sementara sisi setelah berfoto ria langsung pamit dan undur diri karena langsung menuju hotel ikut mempersiapkan hari esok, karena sisi termasuk orang kepercayaan Eldira yang terjun langsung mengawasi team wo team rias bahkan team dekor, sisi terlihat sangat sibuk.


***


Eldira menatap langit2 kamarnya setelah membersihkan seluruh make up dan mandi Dira merebahkan tubuhnya dikasur,


"ini malam terakirku dirumah ini, besok aku sudah menjadi istri bang Rasya dan memulai hidup baru, bagaimana aku bisa tidur" Eldira menutup bantal diwajahnya yang sulit terpejam.


***


Sementara gilska menunggu Reza pulang kerja, sudah sedikit larut tak seperti biasanya Reza belum juga pulang, dua bulan pernikahannya tidak banyak perubahan dari sikap Reza, dengan cemas gilska menunggu Reza diruang tamu, seperti biasa gilska selalu menyiapkan masakan agar ketika suaminya pulang, gilska bisa melayani suaminya mengambilkan makan, menyiapkan air hangat untuk Reza mandi, dan setelahnya pasti Reza tidur karena kelelahan karena seharian bekerja.


Dering ponsel gilska Yang ada ditangannya langsung diterima panggilan dari Reza.


"iya za?" jawab gilska cemas.


"kamu tidur duluan aja ya, aku masih ada kerjaan!" jawab Reza membuat dada gilska berdetak.


"aku akan tetap tunggu kamu za" jawab gilska lembut.


"udah deh kamu ga usah nunggu2 aku, tidur aja takutnya aku belum tentu pulang malam ini, bye!" ucap Reza menutup sambungan teleponnya.


"ya ampun, kenapa ya? jangan2 Reza ada perempuan lain, kok ga seperti biasa sampe ga pulang segala, za aku cinta sama kamu, aku berharap pernihakan kita selamanya, tapi gimana kalau ternyata kamu jatuh cinta sama orang lain, aku gak ada hak buat memaksa kamu mencintai aku kan, karena dari awal kamu cuman nolongi aku za, tapi aku gak siap za" gilska meneteskan air mata.


Hati gilska terasa perih membayangkan Reza bersama wanita lain dan sedang bersenang2, teringat saat dulu Reza masih berpacaran dengan Rena, sama sekali tak menganggap gilska ada padahal saat itu menolongnya dengan berpura2 menjadi pacar Reza didepan suami Rena, ketika suaminya pergi bahkan Reza tak peduli malah asik pacaran, bagaimana kalau sekarang yang terjadi juga begitu.

__ADS_1


Gilska kemeja makan minum air putih untuk menstabilkan nafasnya yang terenggah enggah karena tangisnya.


__ADS_2