
Gilska dan Reza bergandengan tangan menikmati suasana jalanan yang penuh dengan pedagang kaki lima.
"kamu sering kesini?" tanya Reza.
"gak juga, lagi pengen makan makanan kaki lima, jadi bisa muat banyak nanti jajannya bawaan bayi ini ayah Reza?" lirik gilska.
Reza hanya menyentil hidung gilska dan tersenyum, siapa yang menyangka pernikahan yang terlihat bahagia itu berawal dari rasa kasihan dari seorang teman bernama Reza.
"gilska minta foto ya?" beberapa anak muda menghampiri gilska.
Dengan penuh senyum gilska meladeni mereka satu persatu.
Reza merasa bangga menemani istrinya, apalagi sebentar lagi dia juga pasti akan terkenal kan apalagi besok sudah mulai shoting.
"ayo za, kita makan seafood diujung itu terkenal enak?" gilska menarik tangan Reza setelah berfoto ria bersama beberapa fansnya.
"baik istriku!" Reza masih saja dipenuhi dengan senyum.
Mereka kembali berjalan bergandengan menyusuri jalan menuju seafood yang diinginkan gilska.
***
Sementara Eldira dan Rasya yang tadi juga merencanakan makan malam diluar justru sudah menikmati enaknya kepiting dan rekan2 nya di tempat makan langganan Eldira.
"hmm enak ini udangnya juga enak!" Rasya antusias menikmati setiap masakan yang masuk kedalam mulutnya.
"apa Dira bilang masakan disini ga perlu diragukan bang, super enak ini langganan Dira sama temen2 udah sejak Dira SMA" Eldira tersenyum girang.
"ya ga ada salahnya juga kan sekali2 makan di kaki lima gini, tapi ya jangan sering2 nanti gimana kalau ketemu rekan kerja Abang?" tanya Rasya bercanda.
"ya kalau ketemunya disini Brati rekan Abang seleranya sama dong Sama kita" jawab Dira membuat mereka tertawa bersama.
***
Gilksa sampai ditempat makan yang dituju dan segera memesan banyak menu yang menurutnya itu adalah keinginan sang baby.
"aku udah pesen sekarang kita cari tempat duduk ya?" tanya gilksa.
"eh itu bukanya Rasya ya?" tanya Reza seketika gilksa juga menangkap sosoknya terlihat tertawa bahagia bersama pasangannya.
Ayah dari anak yang dikandungnya bahkan akhir kisah cinta yang tak pernah terbayangkan oleh gilska sebelumnya.
__ADS_1
"iya itu Rasya!" jawab gilksa merasa menyesal memilih tempat makan ini.
Sementara Reza menggandengnya menghampiri mereka, sesaat melihat kehadiran gilksa dan Reza, Eldira dan Rasya kaget dan terdiam beberapa saat.
"gak nyangka ketemu kalian, aku duduk sini ya?" tanya Reza
"iya silakan" jawab Rasya tak ada pilihan lain sementara Eldira tersenyum kecut.
"gak nyangka kalian juga ada disini, seorang pengusaha Rasya dan calon istrinya, oh ya kapan kalian menikah?" tanya Reza basa basi.
"tenang aja, nanti pasti kita undang kok" jawab Eldira
"silakan dilanjut makannya Kita udah pesan sebentar lagi pasti datang, gak menganggu kan?" tanya Reza sedikit canggung melihat sepertinya Rasya dan Eldira tak begitu menyukai kehadirannya.
"tau tempat makan ini darimana?" tanya Eldira berusaha menutupi ketidak sukaannya atas kehadiran mereka.
"ini tadi gilska lagi ngidam?" jawab Reza spontan membuat Rasya, Eldira bahkan gilska menatapnya tajam.
"oh maaf kalau bikin kalian bingung, sebenarnya gilska memang sudah hamil, buah cinta Kita, karena menurutku kalian memang rekanan ya aku kasih tau kabar bahagia sekalian, kebetulan pas habis nikah masa subur ya sayang?" Reza merangkul gilska.
"selamat gilska semoga lancar sampai lahiran sehat ibu dan baby-nya" ucap Eldira lebih bersemangat karena ikut bahagia mendengar berita kehamilan gilska.
Eldira semakin yakin gilska memang sudah melupakan masa lalunya, buktinya setelah menikah dia juga mengandung Brati memang sudah mencintai suaminya.
Akirnya mereka menikmati makanan masing2 tanpa berbincang lagi.
Setengah jam berlalu Rasya dan Eldira lebih dulu menyelesaikan makan malamnya berpamitan kepada kedua pengantin baru yang bergabung makan bersamanya.
"Reza dan gilska sekali lagi selamat atas kehamilannya, karena kita sudah selesai kita duluan ya, kita pamit dulu?" ucap eldira
"terimakasih sudah mengijinkan kita bergabung jangan lupa ditunggu undangannya ya?" jawab Reza.
"pasti" Eldira mengulurkan tangannya berjabatan dengan gilksa dan Reza sebelum beranjak, Rasya juga mengikutinya.
Eldira segera menuju parkiran mobil sedikit kecewa ketemu orang yang tak diinginkannya tapi lega melihat gilska menjalani hidup barunya.
"mau kemana lagi?" tanya Rasya.
"pulang aja, kita ngobrol dirumah aja ya?" jawab Eldira
"ya terserah kamu"
__ADS_1
mereka masuk kedalam mobil dan melaju pulang.
***
Sementara gilska masih menikmati makanannya.
"kenapa ya? menurutku mereka ga welcome sama kehadiran kita, tadi aja pas aku Dateng kaya kaget gitu?" tanya Reza.
"yah mungkin memang kita kan bukan kerabat dekatnya jadi wajar mereka butuh privasi" jawab gilska tanpa menunjukan kecurigaan
"ya kamu bener, yaudah lah kalau ketemu lagi disapa aja,ga perlu gabung daripada semuanya merasa gak nyaman, yang aneh lagi Rasya harusnya dia yang ngajak ngobrol aku kan, malah diem seakan buang muka!" Reza menyesal menghampiri mereka.
"udah kita makan aja, enak kan?" gilska mengalihkan pembicaraan.
"iya Enakk banget percaya deh selera kamu yang terbaik, pilih suami aja juga yang terbaik!" jawab Reza membuat gilska mencubitnya dan tersenyum malu.
mereka meneruskan makan malamnya yang lebih ceria tanpa adanya Rasya dan gilska.
***
Hari berganti....
gilksa sudah siap shoting dengan Reza dan beberapa kru tv yang hadir untuk meliput kesehariannya.
"kalian anggap aja kita ga ada konsepnya udah dibaca kan? jadi kalau mau menunjukan kemesraan ga usah malu sama kita ya, biar hasilnya juga senatural mungkin" ucap salah satu kru.
karena untuk adegan Reza hari ini ga terlalu banyak, mereka langsung menggambil gambar saat Reza akan berangkat kerja.
gilksa menyiapkan baju kantor dan air hangat untuk Reza mandi, lalu menyiapkan sarapan dan mengantar kedepan ditutup dengan kecupan hangat dikening sebelum Reza masuk kedalam mobil.
"good" jawab salah satu kru setelah adegan demi adegan selesai.
"gilska scene Kita udah selesai, besok lanjut obrolan kalian berbahagia karena kehamilan dan lanjut pas ke dokter kandungan ya?"
"ya oke, jadi cukup itu aja untuk hari ini, terimakasih ya gak langsung ambil banyak gambar?" jawab gilska
"iya, lagipula kita siarkan seminggu 2x jadi besok aja yang full day ya skalian ada suami kamu, kita balik ya gilska" ucapnya mewakili teman yang lain.
"terimakasih" jawab gilska.
Gilska merasa sangat bahagia, menjadi seorang istri sesungguhnya mengurus suami disamping itu ada pekerjaan juga yang tak menyita waktu dengan hasil yang lumayan untuk tabungannya juga.
__ADS_1
Hanya satu yang masih mengganjal dalam hatinya membuat Reza jatuh hati padanya, agar kebahagiaannya bisa berlangsung selamanya.
Gilska mengelus perutnya yang belum terlalu besar kembali tersenyum dan masuk kedalam rumah.