
Gilksa menatap Reza dengan rasa malu, tak terbayangkan sebelumnya cintanya tak bertepuk sebelah tangan, banyak harapan baru menghiasi hatinya.
"kamu mau ikut ke Surabaya?" tanya Reza
"boleh??" tanya gilska balik.
"oh ya tapi kamu ajak si Jaka ya?" Reza membuat gilksa mengernyit
"Jaka, kita mau liburan ajak Jaka?" gilksa menatap Reza, Jaka adalah kameramen pridadi gilska dan Reza saat membuat video untuk salah satu stasiun tv, bahkan mereka juga memiliki beberapa editor yang dipekerjakan dikantor dekat rumah mereka.
"ya skalian kan ga cuman ambil gambar dirumah terus, biar pemirsa juga tau rumah kita disurabaya, jalan2 kita dikota dimana kita berjumpa?" jawab Reza dibalas anggukan gilska.
"kamu aja yang hubungi Jaka ya, aku akan siapkan pakaianku dulu, skalian kamu urus tiket untukku dan Jaka ya, udah mau siang ini!! takut waktunya ga keburu!" jawab gilksa sambil memasukan beberapa pakaian kedalam koper yang tadi sudah dibukanya.
"eh tunggu!! udah aku cancel aja deh tiket kesurabaya, kita honeymoon aja ya?" Reza mengubah rencananya.
"honeymoon kemana?" gilksa menghentikan aktivitasnya
"Maldives aja, ga usah jauh2 pasport kamu masih aktif kan?" tanya Reza membuat gilksa sedikit bingung
"masih kok, tapi Jaka ga bisa ikut dong! dia kan mana ada pasport??" gilksa mendekati suaminya
"yaudah, kita bikin sendiri aja beberapa video, pakai kamera yang ada aja, nanti mentahannya tinggal kirim ke team buat diedit bisa kan?"
"oke, aku ngikut aja za" gilska melanjutkan menyiapkan pakaian.
***
Sementara eldira memutuskan cekout lebih pagi, karena harus mampir kerumah untuk mengambil bawaan.
"kamu gakpapa kan seminggu aja disana? soalnya aku masih belum bisa ambil cuti lama, kerjaan kantor banyak banget yang kudu dihandle nanti akhir tahun aja ya, kita pergi lebih jauh ke Eropa atau kemana kamu mau?" tanya rasya merasa kurang memberikan yang terbaik untuk honeymoon nya.
"ini aja udah seneng kok, Maldives tu salah satu tempat yang Dira suka, lagipula kali ini beda kesana sama suami bukan mama papa lagi" Eldira mengerling manja
Rasya terbahak menatap istrinya, sejak kapan Dira jadi lebih genit dari biasanya.
"oke kita pulang kerumah dulu, let's go!!" Rasya menarik lembut tangan istrinya keluar hotel.
***
Sementara gilksa sedikit kelelahan selesai menyiapkan baju dan beberapa keperluan. Perutnya sedikit tak enak.
"kamu kenapa?" tanya Reza cemas.
"aduh gatau perut aku mules" jawab gilksa terlihat agak kesakitan
"kamu istrahat dulu ya, kita bisa berangkat besok kalau kamu mau, kita ke dokter ya" Reza menggendong istrinya ke kasur
"aku istrahat sebentar ya, bener kamu kita ke dokter dulu aja, aku ga mau kenapa2 sama baby ini!" jawab gilksa merebahkan badannya.
__ADS_1
"sebentar aku ambilkan kamu air putih, kamu ini kecapean, udah besok2 biar bibi aja yang nyiapin jangan kamu" Reza keluar kamar.
Beberapa menit Reza membawakan air putih untuk istrinya.
"kamu minum dulu" dengan lembut Reza memegang gelas untuk gilksa minum.
"makasih ya za, Kita ke dokter sekarang ya?"
gilksa menggerakkan kakinya untuk turun, tapi Reza tak membiarkan gilksa berjalan sendiri, untuk yang keduakalinya Reza kembali mengendong gilska
"aku akan gendong kamu ke mobil, bahkan nanti kalau sampai ke tempat praktek dokter, aku juga gendong kamu dari dalam mobil" dengan kuat Reza menggendong istrinya
"za apa sii? ga perlu seperti ini, aku masih bisa jalan kok, ga usah berlebihan lah?" jawab gilksa tak dihiraukan Reza
"aku akan berusaha membahagiakan kamu, aku pengen menghapus seluruh kenangan kamu sama Rasya itu!!! aku mau mengganti dengan kenangan baru yang lebih indah!!" dengan sedikit bergetar Reza mengucap nama Rasya.
"za aku minta maaf ya kamu tidak mengetahui dari aku, kita lupakan semua ya?" gilksa menjawab lirih masih digendongan Reza
Sesampainya di mobil gilksa menyamankan duduknya, suami tercintanya kembali kedalam rumah ingin mengambil tas gilska, dipandanginya Reza yang membuat dadanya berdetak. Ada kebahagiaan yang sulit untuk gilska jelaskan.
Tak lama Reza kembali dan masuk kedalam mobil
"masih sakit??" tanya Reza
"gak kok, udah nggak nanti kita tanya dr kenapa tadi agak mules" jawab gilska
"kamu, kenapa lihat aku!" tanya Reza tegas
"aku ga sesempurna apa yang kamu katakan, untuk kesetiaan ini juga masih aku usahakan? kamu tau kan wanita itu banyak yang ngegodain aku, kamu berdoa aja imanku kuat, kalau ga kuat ya kamu harus maafin aku" Reza tertawa menggoda istrinya
"kamu ya?? aku kurang cantik!! sama Rena juga cantikan aku kan? tapi kamu dulunya tetep sukanya sama Rena, jadi aku tau kamu itu memilih kenyamanan daripada kecantikan?" kali ini gilksa melepaskan tangan suaminya
"ya kalau ada yang lebih nyaman darikamu gimana?" Reza tancap gas menuju klinik tempat dr langganan gilksa praktek.
"ya aku tinggal berkemas, semaunya kamu aja senyamannya kamu!" gilksa melipat kedua tangannya kedepan
"bumil lagi sensi ya? insyaAllah aku akan menjaga rumahtangga kita dari gangguan apapun, udah kamu yang santai nanti kalau tegang perut kamu mules lagi!" kali ini Reza fokus menyetir.
Sesampainya diklinik Reza kembali menggendong gilksa ke kursi antrian pasien. Tidak terlalu lama nama mereka dipanggil untuk menjalani pemeriksaan.
Sesaat setelah dokter memeriksa dan melakukan USG mereka duduk bersama.
"gimana dok?" tanya Reza berusaha santai
"tidak apa2 baby-nya sehat kok, cuma kram ringan jangan melakukan aktivitas yang berat ya" jawaban dokter membuat keduanya lega
"untuk penerbangan aman kan dok?" tanya Reza
"boleh tapi jangan hari ini ya, itupun tidak diperkenankan terlalu lama,.kalau iya saya buatkan surat skalian?"
__ADS_1
"baik dok, buatkan surat skalian ya"
"baik pak"
Keduanya lega selepas melakukan pemeriksaan gilksa mengelus lembut perutnya. Kali ini gilksa sudah tak mau lagi digendong karena merasa malu didepan umum
"nanti aja kalau sampe rumah, kamu gendong aku lagi sampe kamar ya?" tanya gilksa
"jangan2 karena kemarin ya" Reza merangkul dan membisikan sesuatu ke gilksa
"bisa jadi ya, Brati Kita gak boleh kaya gitu lagi za?" kali ini gilksa yang menggoda Reza.
"tadi kok ga kita tanya skalian ya bagaimana untuk berhubungan suami istri" Reza sedikit cemas
"yah,,, sayang banget ya mau honeymoon kalau ga bisa beneran honeymoon" gilksa menahan senyum
"hmm, udah dibahas dirumah aja" jawab Reza membukakan pintu mobil untuk istrinya.
Gilksa dan Reza masuk kedalam mobil dan kembali kerumah mereka.
***
Sementara Dira tak lama mengambil barang dirumah dan segera menuju airport, senyumnya mengembang sepanjang perjalanan menuju airport.
"makasih ya bang, Dira seneng banget ini impian dira honeymoon sama Abang"
"abang pengennya kamu honeymoon ketempat yang lebih jauh, tapi gimana lagi, oh ya Dira kamu beneran masih pengen lanjut kerja?" tanya Rasya
"masih, tapi kalau punya anak gak tau ya bang, mungkin saja Dira bisa berubah pikiran" jawab Eldira tak yakin
"apapun keinginan kamu, yang terpenting kamu bisa membagi antara pekerjaan dan rumahtangga, kalau Dira mau berhenti kerja pun Abang lebih bahagia lagi, seluruh kebutuhan Dira dan anak2 kita nanti, Abang akan penuhi" jawab Rasya yakin
"ya tapi ga usah bahas kerjaan dulu ya, bahas yang happy aja kan mau honeymoon ini?" Dira ingin mengalihkan pembicaraan
"kamu ingin langsung punya baby kan Ra?" tanya rasya kemudian
"ya, Dira ga mau nunda kok secepatnya dikasih Dira akan syukuri, Dira suka tau sama anak kecil, Dira yakin bisa kok ngurusnya jadi semoga aja Kita dikasih momongan cepet ya bang?" Dira menepuk lengan suaminya.
"Aminnn, semoga segera dikasih momongan pasti ortu kita bahagia banget" jawab Rasya.
"iya pasti apalagi cucu pertama dikeluarga kamu sayang?" Dira tersenyum
Sementara Rasya sedikit berkeringat, tak mampu menjawab Eldira, hatinya tau Cucu pertama sebenarnya adalah anak dari gilksa, penyesalan yang tak akan pernah bisa diubah, rasya tak akan membiarkan Eldira tau.
"kok ga dijawab si bang?" Eldira mengarahkan tatapannya kerasya
"iya, tadi bawaan kita ga ada yang ketinggalan kan?" Rasya berusaha menutupi detakan didadanya.
"udah kok, lagian kalau ada yang ketinggalan tinggal beli, suami Dira kan orang kaya!!" Eldira masih saja tertawa lepas.
__ADS_1
"oke terserah kamu sayang" jawab Rasya tak membuat Eldira curiga.
Sesampainya di Airport mereka segera masuk hanya mendorong satu koper untuk berdua.