
Hari berganti
Eldira menarik lagi selimutnya ketika pagi menjelng,
kreeekkkk.... Suara daun pintu membuat Eldira mendongak.
"ayo bangun calon pengantin?" mama membawakan susu hangat untuk putrinya.
"tumben mama bawain susu lagi buat Dira, udah lama mama ga perhatiin Dira lagi ya?" tanyanya manja sembari membuka selimut.
"mama belum siap kehilangan Dira?" mama duduk diatas kasur seketika Dira memeluk mamanya.
"kok ngomongnya gitu" Dira sebenernya juga sedih denger ucapan mama.
"kamu bentar lagi ninggalin rumah, nanti awas ya kalau jarang tengok mama, kenapa ga tinggal disini aja!" Rayu mama.
"ya gak bisa dong ma, Dira kan kudu melanjutkan hidup tapi Dira bakalan sering kesini pasti, ga mungkin Dira jarang tengokin mama, mana bisa Dira pasti juga kangen sama mama"
"yaudah cepetan mandi kita makan siang keluar ya sama papa mama juga, kalau mau ajak Rasya boleh mumpung kamu belum nikah, mama pengen menikmati kebersamaan ayoo buruan mandi" kini mama beranjak meninggalkan Eldira yang hanya mengangguk.
Sesaat setelah mama meninggalkan kamar, Eldira langsung menelpon Rasya untuk mengajaknya turut serta, tapi Rasya menolak karena menurut Rasya lebih baik Rasya tidak ikut.
"hoeee adek aku!!" kak Adam mengagetkan Eldira.
"kak, kemana aja kemarin kok aku ga lihat kakak di nikahan gilska ya?"
"kemarin kakak telat datengnya, ya udah kamu siap2 aku mau jemput Argha dulu ya?"
"memangnya kak Argha ikut sama kita kak?" tanya Dira sedikit kaget.
"aku sama Argha tunggu disana aja kamu berangkatnya barengan sama mama papa" kak Adam meninggalkan Eldira yang sedikit tak mengerti.
"ya udahlah terserah kalian aja, mumpung Dira juga belum nikah kasian mama kalau Dira menolak, pasti bepergian bareng mama gini juga bakal bikin Dira kangen" gerutunya sambil beranjak masuk kamar mandi.
***
Reza menggeliat usai bangun tidur, istrinya sudah berdandan bahkan siap mengunjungi beberapa rumah yang kemarin sudah mereka pilih.
"gilksa kamu udah siap, kok ga bangunin aku sih?" keluh Reza.
"kamu mandi sana, ini sarapannya udah aku siapin nanti habis mandi kamu sarapan dulu ya, aku tungguin kamu sambil beres2 kamar" jawab gilska tersenyum
"oke aku mandi dulu" Reza menatap gilska dan membalas senyum gilska
"ini baju kamu udah aku siapin za"
"ya thanks" Reza menyambar baju yang sudah disiapkan disofa.
Kembali dipandangi istrinya yang terlihat sangat cantik Reza akirnya masuk ke kamar mandi.
Gilksa mulai merapikan tempat tidur dan baju kotor untuk dilaundry. Gilska sendiri tak menyangka secepat ini dia menikah dan mengurus suami, mungkin ini impian semua wanita batinya.
Beberapa menit berlalu Reza selesai mandi dan melihat gilksa sudah menunggunya untuk sarapan pagi.
"gilksa suapin" ucap Reza sesaat setelah duduk disofa.
"apa!!" jawab gilksa sedikit kaget
__ADS_1
"boleh kan suapin suami" jawab Reza manja.
"ya boleh sii, tapi nanti kelamaan kan aku juga mau makan, biar cepet Kita lihat rumahnya, makan sendiri gakpapa kan?" tolak gilksa membuat Reza tertawa.
"hahhaha ya aku bercanda gilska, makasih udah siapin makan beresin kamar juga istri idaman tau?" tambah Reza membuat pipi gilska memerah.
"sama2 makasih ya udah mau jadi suami aku za"
"udah ayo makan nanti keburu siang" jawab Reza sambil mengambil piring yang disiapkan gilska.
***
Sementara Eldira dan papa mamanya sudah bersiap mendatangani sebuah resort yang indah untuk menikmati kebersamaan mereka.
"mama, kenapa harus ajak kak Argha?" tanya Dira
"mama gak ngajak Dira, kakak kamu Adam yang ngajak soalnya sekalian katanya ada yang mau dibahas masalah kerjaan"
"Dira ayo cepetan masuk mobil!" perintah papa
"iya oke, ayo kita berangkat.
Selama diperjalanan Eldira dan papa mamanya saling bercanda, membuat mereka terlihat bahagia satu sama lain, sementara Rasya ijin untuk mengantarkan mamanya belanja.
Tidak begitu lama mereka sampai diresort terlihat ada mobil Adam yang sudah terparkir, pasti kakaknya itu sudah sampai terlebih dahulu pikir Eldira.
Eldira dan papa mamanya keluar dari mobil dan segera masuk kedalam resort.
Ternyata tidak cuman ada Argha tapi Gisel juga ikut sama kak Adam, tau gitu Rasya harusnya ikut, ucap Dira dalam hati.
"apa kabar Ra?" Gisel mencium pipi Dira lalu bersalaman dengan papa dan mamanya.
"Adam datengnya telat kemarin, pasti kamu udah pulang" jawab Gisel.
Dira melirik kak Argha yang menyalami mama dan papanya tanpa menyalaminya pasti.
"Dira sama Gisel kalau mau photo2 dulu silakan biasanya cewek2 paling suka kan photo2 mengabadikan momen" teriak kak Adam.
"iya bener2 ayo Dira ,Gisel eh tapi kalian semua juga sekalian dong photo ayoo!!!" mama bersemangat.
Eldira dan yang lainnya mengikuti apa yang mama perintahkan.
Setelah mengabadikan momen mereka melanjutkan menikmati hidangan yang beraneka ragam sambil saling mengobrol.
ponsel Dira berbunyi Dira merogoh tasnya, dan melihat nomer Rasya tertera disana.
"hallo bang?" angkat Eldira.
"kamu, kenapa gak bilang ada Argha disana, aku lihat dari photo medsos mama kamu?" Rasya sepertinya sangat kesal.
"bang, Dira gatau maaf!" jawab Dira pelan.
"yaudah, jangan lupa jaga jarak awas ya kalau dia deketin kamu, kalau nanti udah nyampe rumah kabarin, nanti aku kerumah kamu!" Rasya memendam kekecewaannya.
"kenapa gak nyusul kesini aja, sekalian sama Tante nonik?" Eldira mencoba mencari solusi.
"gak usah, pokoknya nanti kabari aja kalau dah sampe rumah" Rasya menutup sambungan teleponnya.
__ADS_1
Eldira merasa tak enak hati.
"siapa sayang?" tanya mama.
"bang Rasya ma?" jawab Dira.
"pasti ga mau nyusul ya, yaudah kamu ga usah jadi sedih kan kita lagi seru seruan ayo kita makan aja dulu yuk" mama menyuruh Eldira segera makan.
Akirnya suasana kembali mencair sambil makan mereka bergantian lempar tebak tebakan, jika biasanya seorang Argha terlihat angkuh, justru saat itu Argha tertawa lepas seakan menemukan keluarga baru bersama mama papa Eldira.
***
Gilska dan Reza mendatangi rumah pertama pilihan mereka.
rumahnya luas dan ada kolam renang sesuai keinginan Reza.
"kok aku udah cocok ya?" Reza merangkul gilska.
"ya tapi masih ada 2 rumah yang harus kita datengin kan?" gilksa mengingatkan.
"kamu ga suka rumahnya, aku udah cocok sama yang ini!" Reza kembali meyakinkan gilksa
"ya suka tapi kan Kita juga udah janjian, ga enak dong dibatalkan setidaknya cuman lihat dulu yang lainnya"
"ok, yaudah!" jawab Reza
"kalau misalnya Kita jadi ambil rumah ini, mulai kapan kita siap tinggali?" tanya Reza ke salles yang mengantarkan mereka melihat rumah.
"karena ini sudah siap huni 3 hari lagi setelah administrasi selesai boleh langsung ditinggali" jawabnya.
"yaudah kita ada janji lihat 2 rumah lagi, nanti sore kita kabari lagi ya" Reza melirik gilska kalau2 mau berubah pikiran untuk tak melihat 2 rumah lainnya tapi gilska hanya diam.
"baik pak, nanti kabari saja semoga rumah ini menjadi pilihan bapak" ucap salles.
Akirnya mereka melanjutkan melihat rumah berikutnya, rumah kedua Reza tak begitu suka tapi rumah ketiga Reza juga cocok, antara rumah pertama dan ketiga Reza sedikit bingung harus memilih yang mana..
"menurut kamu yang mana? keputusan ada dikamu aja?" ucap Reza.
"rumah ketiga aku juga suka, tapi harus nggu sampai bulan depan baru Kita bisa pindah, yaudah yang pertama aja" jawab gilksa
"bener juga kamu, tapi kenapa ga yang ketiga ini kita jadiin kantor untuk acara Kita liputan tiap hari itu jaraknya juga gak terlalu jauh kan?" tanya Reza.
"gitu ya?" gilska sedikit tak yakin dengan masukan Reza.
"jadi segala proses liputan ada disini jadi kita masih punya privasi" tambah Reza
"mending kontrak ajalah untuk shooting acara, biar ga banyak pengeluaran" jawab gilska.
"ya ga usah kalau kontrak" Reza sepertinya tak suka
"gini ajalah nanti shooting di lantai 1 untuk lantai 2 rumah kita privasi gitu aja gimana, lagian uangnya bisa dipakai buat dekor dalem rumah yang belum ada apa2 nya belum perabot juga za?" kali ini Reza tersenyum
"yaudah deh terserah aja, jadi Kita sepakat ambil rumah 1 ya?" gilska meyakinkan Reza
"ya, yaudah skalian aja untuk administrasi Kita beresin besok cari perabot, oh ya skalian mulai diliput bisa kok"
"yaudah nanti aku hubungi stasiun tv nya ya, ayo kita urusi admin sekarang"
__ADS_1
"oke!!" jawab Reza semangat.
Mereka sudah mendapatkan rumah impian, sekaan pernikahannya tanpa paksaan siapapun, hanya saja gilska masih belum tau apa yang sebenarnya dirasakan Reza, apakah gilksa sudah ada dihatinya atau belum.