Menantang Cinta

Menantang Cinta
menjadi istri


__ADS_3

Reza menutup pintu mobil sangat kencang membuat gilska heran apa yang sebenarnya terjadi dengan suaminya itu. gilska turun tanpa dibukakan pintu dan berjalan lebih lambat sambil berfikir jangan2 ada kata yang menyinggung.


Setelah sampai diruang tamu dengan cepat gilska menarik tangan Reza.


"Reza bisa kita bicara?" mereka beradu pandang terlihat ada emosi dalam diri suami gilska.


"Apa? rasanya aku ingin ke Surabaya malam ini juga!" dengan kasar Reza membentak gilska.


"ada apa sama kamu za, kita harus bicara! aku ada salah apa sama kamu? atau kamu merasa gak nyaman sama pernikahan ini?" gilska menatap dalam Reza berusaha mencari jawaban.


"kamu mungkin yang tersiksa menikah sama aku!" Reza melepaskan tangan gilska.


"za, pernikahan ini mau kamu tanpa aku memaksa kan, dan aku sudah menerima pernikahan ini, salah jika aku minta kamu jaga sikap! kamu suami aku sah secara agama dan negara, omongan kamu dimobil aku ga suka za?"


"oh pernikahan sah secara negara dan agama? pernah kamu melayani aku sebagai suami? tahu kan maksud aku gilska" Kini Reza melembutkan nada bicaranya dan menarik pelan tangan gilska agar berjalan mengikutinya ke kamar.


Sesampainya dikamar Reza menutup dan mengunci pintu, memeluk dan menatap istrinya. Gilska merasa gugup bukan ini yang gilska mau, bukan karena emosi tapi gilska ingin Reza membuka hatinya.


"gilska kamu istri aku kan?" pertanyaan Reza tak dijawab, gilska hanya terdiam.


Reza mendekatkan bibirnya, tangannya mencengkeram kedua pundak gilska.


"za, katakan padaku apa salahku! akan aku perbaiki, aku janji akan jadi istri yang baik untuk kamu?"


Pertanyaan gilska tak digubris oleh Reza, Reza menutup bibir gilska dengan bibirnya yang sudah tak berjarak.


Reza mulai menikmati ciumannya terhadap istrinya, baru kali ini Reza berusaha menikmati tubuh istri yang dinikahinya beberapa bulan yang lalu. Dengan pelan Reza menjatuhkan tubuh gilksa diranjang. Reza semakin intim tangannya kebelakang dan membuka resleting gaun yang dikenakan gilska. Entah apa yang ada dipikiran Reza, kali ini Reza ingin menjadi suami yang sesungguhnya.


***


Eldira dan Rasya menikmati makan malam yang tertunda, sudah tak ada lagi tamu undangan, hari semakin larut.


"penggantinya telat makan ya?" tanya mama


"iya ma, tadi sebelum acara Dira udah makan kok dikamar"


"kamu udah selesai photo2 nya sayang?" tanya mama lagi


"udah kok ma, habis ini Dira balik kekamar"


"Dira besok sarapan bareng ya? sebelum kamu berangkat honeymoon!" mama mengingatkan

__ADS_1


"iya mama sayang, Dira penerbangan siang kok, kita sarapan dulu sama2, makasih ya ma! udah sabar selama ini" Dira berkaca2


"jangan melow, mama juga ga mau ya sedih sekarang, yaudah mama sama papa mau tidur bye sayang!" mama mengecup kening putrinya


Rasya dan papa eldira hanya tersenyum melihat ibu dan anak itu.


"ayo bang!" Eldira beranjak ingin segera istrahat mengajak suaminya.


"ya Ra" Rasya mengikuti Dira ikut beranjak.


"sisi, Gisel kak Adam thanks banget ya?" Dira memeluk sisi, Gisel dan kak Adam bergantian.


"sama2 Dira" jawab Gisel


"kak Adam, skalian ajak sisi pulang ya, Gisel gpp kan?" tanya Dira


"gpp dong Ra, sisi juga temen aku kan, kita Deket sekarang karena siapin acara kamu sama2" Gisel merangkul pundak sisi.


"thankyu juga ya Ra, masih peduli sama aku baper ni?" sisi tersenyum bahagia.


"yaudah aku balik ke kamar ya udah capek banget seharian ini, tapi happy banget acara lancar berkat kalian juga" Dira sudah merasa gerah dengan riasannya.


Terlihat Rasya memeluk kak Adam dan tertawa bersama entah apa yang mereka obrolkan, Dira segera melendot lengan suaminya.


Mereka menuju kamar pengantin dengan suka cita. Sesampainya dikamar suasana beda dengan sebelum mereka meninggalkan kamar, ada dekorasi romantis yang lebih indah, taburan Bunga bahkan masih disiapkan makan malam dengan lilin yang indah.


"aduh bang, buat makan lagi Dira ga kuat!" Dira mengelus perutnya


"yaudah kamu beresin riasan skalian mandi ya Ra?" Rasya melepaskan jas yang dipakainya.


"ya udah ga tahan ini seharian di-make up tebel banget rasanya" Dira melepas kedua antingnya.


"Dira sini peluk dulu!" Rasya menarik kedua tangan Eldira.


Dengan senyuman Eldira mendekap Rasya.


"Alhamdulillah pernikahan kita dikasih lancar sama Tuhan, semoga ini awal yang baik untuk rumah tangga kita, aku akan berusaha melindungi dan membahagiakan kamu Ra" Rasya mencium kening Eldira.


"Amin, doa Dira juga sama dan semoga bang Rasya dan Dira selalu menjaga hati, selalu setia sampai akhir hayat ya?" kini Dira menatap Rasya.


Rasya mengangguk lalu melepaskan pelukan Dira.

__ADS_1


"oke Dira mandi dulu ya?" Eldira berbalik dan berjalan kekamar mandi


"ikut ya Ra?" goda Rasya.


"jangan dong bang, nanti aja Dira mau mandi dulu ga romantis nanti kalau Abang ikut nanti momennya ga pas" Dira terlihat malu menjawab pertanyaan Rasya


Eldira meskipun gayanya kekinian, tapi tetap menjaga keperawanannya. Prinsip Eldira hanya suaminya lah yang pantas mendapatkan malam pertamanya.


"yaudah cepetan aku juga mau mandi udah gerah!" Rasya melepaskan kemeja dan juga celana, hanya menggunakan kaos oblong dan boxer.


Eldira masuk kedalam kamarmandi dan Rasya duduk disofa serta memainkan ponselnya. Melihat banyaknya pesan masuk ucapan selamat dari teman2nya yang tak sempat hadir di pesta pernikahannya. Senyumnya mengembang.


Hampir satu jam Eldira baru keluar dari kamar mandi, dan Rasya sempat tertidur.


"Abang!" Eldira membangunkan Rasya, Rasya menarik tangannya hingga dira terjatuh dipelukannya.


"ih Abang" jawab Dira menahan senyum


"masih pengen peluk kamu" rasya semakin erat memeluk istrinya yang berada diatasnya.


"yaudah Abang mandi dulu sana!"


"sini cium dulu" Rasya mencium bibir Eldira yang dingin sehabis mandi.


Rasya kembali memeluk Eldira setelah menciumnya.


"yaudah Abang mandi, terus kita?" Rasya menatap Eldira tanpa meneruskan kata2 nya


"bang maaf!" jawab Eldira menggigit bibirnya


"kenapa Ra?" tanya Rasya cemas


"barusan, Dira halangan, maaf ya biasanya sih semingguan bang, gpp kan?" tanya Dira membuat Rasya menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"yaudah lah nasib Abang? gpp sayang, kita jalan2 dulu aja besok kan honeymoon kita nikmati perjalanan kita, oke Abang mau mandi dulu istri aku!" jawaban Rasya melegakan Eldira.


Meskipun Eldira tau pasti ada kekecewaan tapi bagaimana lagi, Edlira tersenyum menatap punggung suaminya yang akan masuk kedalam kamar mandi. Menjadi nyonya Rasya adalah mimpinya yang terwujud.


Eldira baru sadar tadi tidak ada Delon yang mengucapkan selamat dan datang kepernikahan ya, mengingat kenangannya bersama Delon hanya masalalu, tapi membina hubungan baik dengan mantan sebenarnya sangat diharapkan Eldira, apalagi gilska saja datang, tapi apapun itu keputusan Delon untuk tidak menghadiri pernikahannya Eldira menghargainya, yang terpenting acara pernikahannya hari ini dari akad sampai resepsi berjalan lancar bahkan lebih indah dari ekspektasinya.


"nyonya Rasya Hendrawan" ucap Eldira lirih sambil tertawa menutup mulutnya dengan kedua tangan.

__ADS_1


Senyumnya mengembang, eldira menari2 didekat ranjangnya yang dipenuhi banyak bunga.


__ADS_2