
Rasya merasa eldira memberikan kejutan untuknya.
"ra, papa minta maaf sudah mengacaukan bulan madu kalian, tapi mereka investor penting untuk perusahaan kita diluar jawa" papa merasa tak enak hati meminta dira dan rasya balik sebelum waktunya.
"bukan masalah papa" jawab eldira memaksakan senyum dimulutnya.
Agata tak menunjukan ekspresi berbeda, meskipun ingin sekali merebut rasya dari eldira secepat mungkin.
"papa, acaranya sudah selesai kan rasya sedikit letih apalagi eldira, kita pamit dulu ya pa, sampai ketemu besok dikantor" ucap rasya.
"oke sya, iya semua udah beres kalian istirahat ya" jawab papa.
Eldira tersenyum menahan kecurigaan yang ingin segera dia pastikan.
"aku besok juga akan kekantor kamu sya, setelah anter papa ke bandara, besok papa balik ke london" agata dengan senyuman dengan arti kusus melirik wajah rasya.
Eldira merasa sangat tidak nyaman disituasi ini, entah rasya yang menggoda perempuan dihadapannya ini, atau agata yang memang jatuh hati pada suaminya.
"baik agata sampai ketemu besok, dan om semoga perjalanannya lancar"
"dira juga pamit, silakan dilanjutkan permisi" eldira dan rasya bergandengan tangan meninggalkan acara makan malam.
Sementara sisi hanya mengekor dibelakang mereka.
"sisi, maaf ada banyak hal yang harus aku bahas dengan suamiku, mana kartu ucapannya sisi" eldira menarik tangan sisi saat sampai depan restoran.
"ini ra" sisi mengeluarkan kartu ucapan dari sakunya dan memberikan pada eldira.
"oke, terimakasih udah nemenin aku dan maaf kamu gakpapa kan balik sendiri?" ucap eldira
"ra dengerin aku baik2 jangan emosi, jangan tersulut percaya sama suami kamu, aku lihat wanita itu yang tertarik oke!"
"siap sisi thakyou"
"bye ra" kali ini sisi pergi meninggalkan eldira dan rasya.
Selesai ngobrol dengan sisi, terlihat rasya selesai mengambil mobil. Mobil berhenti tepat didepan eldira.
Eldira segera masuk dan membenarkan posisi duduknya.
"ra, makasih ya udah dateng, pas banget aku udah capek pengen buru2 pulang" ucap rasya seakan tak ada yang terjadi.
"bang rasya tadi ke kantor ga?" tanya dira sehati2 mungkin menekan emosinya
"gak ada kenapa memangnya?" tanya rasya
"buket buat agata bagus ga?" tanya eldira lagi
__ADS_1
"aduh ra, aku ga begitu memperhatikan tapi apapun pilihan kamu sudah pasti bagus kan" jawab rasya terkesan tak tahu menau
"sekarang ceritakan siapa agata?" tanya eldira
"dia tetangga dekat rumah sewaktu aku kecil, jadi tetangga karena memang papanya kerabat dekat papaku"
"kalian pernah ada hubungan kah?" tanya eldira masih penasaran
"ra aku minta maaf karena kita harus balik secepat ini ke jakarta, tapi untuk kecemburuan tak berdasar aku tak menyukainya ra!" tiba2 rasya terlihat kesal dengan pertanyaan eldira.
"bisa saja abang tidak suka tapi agata?"
"ra, kita baru saja menikah! mana mungkin aku ada hubungan sama wanita lain, kalau memang ada harusnya aku nikahin dia kan, bukan kamu!" baru kali ini eldira melihat rasya seemosi ini.
"aku minta maaf bang" eldira tidak mau melanjutkan kecurigaanya tanpa bukti yang kuat.
"satu hal lagi, camkan baik2 aku tidak akan mengingkari janjiku kemanapun aku pergi, sambungkan saja gps yang sudah aku instal di ponsel kamu, kamu lacak disana" jawab rasya lantang.
Eldira menjadi bingung, jika memang rasya menghianatinya lalu siapa yang mengirim pesan?? Dan apa motifnya. Tapi melihat gaya agata yang mencari perhatian ke suaminya, eldira jadi ragu siapa yang tertarik duluan, agata jelas tak datang ke pesta pernikahannya berati kan memang tak pernah ada pertemuan sebelumnya.
Sesampainya dirumah eldira dan rasya tidak membahas apapun lagi, mereka ganti pakaian dan sama2 tertidur sampai pagi karena kelelahan.
***
Hari berganti, dan eldira terkejuta melihat jam diponselnya pukul 06.00pagi itu artinya eldira terlambat untuk membuat sarapan.
Eldira buru2 turun kebawah dan mencari keberadaan wati asisten rumah tangganya.
"iya bu!" jawab wati berjalan ke arah majikannya.
"kamu siapkan roti dan selai dimeja ya, sekalian saos dan mayonise, aku akan menggoreng telur sebentar wati" perintah eldira.
"biar wati saja yang menggoreng telur bu"
"nggak ini permintaan bapak wati, udah kamu nurut aja yang harus menyiapkan semua ini aku"
"baik bu" jawab wati menuju meja makan dan menyiapkan apa yang diperintahkan eldira.
Tak lama kemudian eldira selesai memasak telur, untung dira pernah belajar membuat telur mata sapi.
"wati untuk makan siang nanti kamu beli ayam dipasar ya,kamu beli juga bumbu untuk membuat ayam goreng apa saja aku tidak paham, sama kamu beli bahan untuk tumis kangkung" eldira ingin membuat ayam goreng dan tumis untuk makan siang rasya
"baik bu dira"
"yaudah aku mandi dulu ya, nanti keburu bapak bangun" eldira kembali menuju kamarnya.
Eldira mandi dan segera berdandan untuk menyambut rasya pagi ini, sarapannya sudah siap setelah ini eldira mau mampir kerumah mama untuk belajar membuat ayam goreng dan tumis, sekalian eldira bawa bahan yang nanti dibelanjakan wati jadi setelah matang tinggal dibawa pulang. Senyumnya mengembang tantangan yang mudah.
__ADS_1
"ra, kamu udah bangun, siapkan baju abang ya, abang mandi dulu" rasya mengecup kening eldira dan masuk kedalam kamar mandi.
"setelah aku siapkan, aku tunggu abang diruang makan ya"
***
Kali ini eldira ingin mengawali pagi harinya tanpa perselisihan, dira ingin mencoba percaya sama suaminya.
"wah udah siap sarapannya ya?" rasya terlihat senang dira menepati janjinya.
"iya dong, sini aku ambilin rotinya, mau pakai saos atau selai?" eldira melayani suaminya
"selai aja, itu telurnya agak gosong" ucap rasya
"oke ini dira siapin" eldira mengoles selai setelah siap meletakan dipiring suaminya.
"kamu mau skalian bareng atau bawa mobil sendiri ra?"
"sendiri aja mau mampir kerumah mama, latian masak" jawab dira sambil mengoles roti lagi untuknya sendiri.
"okey, nanti banyak banget jadwal aku, pulangnya agak sore sampai rumah sekitar jam6 ra" rasya menikmati sarapannya
"kok sore banget, makan siang dikantor ya?" tanya dira bingung sementara dirinya sudah bersiap memasak dirumah mama untuk makan siang rasya.
"ya iya, masak bolak balik" jawaban rasya membuat eldira lega, brati tinggal menyiapkan makan malam.
"kenapa ra kok malah senyum2 ini sarapan aku udah selesai" rasya minum air putih didepannya
"ga papa kok, ini tas abang udab dira siapkan" eldira berdiri sambil menyerahkan tas kantor rasya.
"oke aku berangkat ya" rasya menatap eldira yang kembali duduk dikursi makan.
"iya abang hati2 ya" jawab eldira
"ra!! Aku mau berangkat, mana bekal makan siangnya, aku kan udah bilang makan dikantor"
"apa???' eldira terkejut dengan ucapan suaminya.
"ya mana bekal makan siangnya, jangan bilang kamu ga menyiapkan ra?" nada bicara rasya mendadak kesal.
"maaf dira kira kalau makan dikantor abang.."
"udah udah! Eldira denger ya kalau sampai ini terulang, kamu berhenti kerja, urus aku dengan baik" rasya pergi dengan kesal.
Eldira merasa gagal mengawali harinya.
"bu ini belanjaannya jadi dimasukan ke mobil" tanya wati.
__ADS_1
"jadi wati, untuk makan malam saja" jawab dira lesu.
Lagi2 rasya marah dengan ulahnya, eldira tak menyangka hanya karena bekal rasya jadi seperti ini berangkat ke kantor tanpa berpamitan.