Menantang Cinta

Menantang Cinta
Day 1


__ADS_3

Eldira bangun lebih pagi dari biasanya, dilihatnya disampingnya suaminya masih tertidur pulas.


"bang, udah jam5 nie, buruan sholat!" bisik Eldira sambil menepuk pelan pipi suaminya.


"hmm... ya bentar lagi ya?" Rasya menggeliat merenggangkan ototnya.


"yaudah Dira mau mandi dulu ya!" kini Eldira bergegas masuk kedalam kamar mandi.


Sesaat Eldira mandi, Rasya menguap dan mencoba duduk masih dengan bermalas2san karena menurutnya kemarin hari yang sangat melelahkan.


Rasya tersenyum, tanda syukur pernikahannya kemarin berjalan sangat lancar.


***


Ditempat yang berbeda gilska sudah menyiram tanaman dan menikmati semilir udara pagi didepan rumahnya.


"Bu, kita masak apa hari ini" tanya asisten rumah tangga yang sudah siap membawa tas belanjaan.


"bapak sepertinya akan ke surabaya, kita masak yang simpel aja bi, bikin SOP ayam aja sama perkedel kentang gatau kenapa lagi suka banget sama masakan kampung, lagipula bagus kan ada sayurnya?" jawab gilska


"baik Bu,skalian saya mau beli bumbu dapur udah pada abis, permisi!" jawab asisten yang berumur 40tahunan sambil beranjak ke pasar.


Gilksa mengingat apa yang dilakukan Reza semalam terhadapnya, tidak seperti biasanya Reza memperlakukan dirinya. Apa yang sebenarnya terjadi hingga membuat Reza lebih ketus dan tidak selembut awal pernikahan mereka.


Meskipun tak nyaman dengan perlakuan Reza, bagaimanapun juga dia suami yang sah secara agama dan negara, apapun yang dilakukan mereka semalam bukan hal yang salah.


" hmm kalian udah aku siram semua, aku mau mandi dulu sebelum Reza bangun!" ucap gilska lirih seakan memberitahu sang tanaman.


***


Edlira selesai mandi, dan Rasya beranjak mandi dan menjalankan ibadahnya. Eldira membuka ponsel dan mengganti profil ponselnya dengan photo pernikahan mereka berdua. Beberapa menit berlalu Rasya selesai sholat subuh dan mendekati istrinya.


"kita sarapan jam 07.00 pagi aja, ini masih juga stgh6 jalan2 aja dulu yuk disekitaran hotel?" ajak Rasya.


"baik suamiku, ayo Dira pakai pakaian jogging?" tanya Dira


"ya kan mau jalan2 nanti pas capek pas waktunya sarapan, mama kamu pasti udah nggu banget buat sarapan sama2"


"oke Dira ganti baju dulu ya?" Eldira masuk kedalam kamar mandi.


Rasya hanya menggelengkan kepala, dibantunya Dira menata beberapa pakaian. untuk seluruh bawaannya saat honeymoon bahkan Dira sudah menyiapkan dirumah baru yang akan mereka tempati, jadi setelah cekout hotel langsung mampir kerumah tinggal ambil bawaan dan langsung ke airport.


"ayookk Dira udah siap!" Eldira tersenyum manja melihat suaminya membantu menata pakaian.


"Abang masukin pakaian kotor ni, udah ini tugas istri gak nyangka mau bantuin" Dira tersenyum menutup mulutnya


"sini, imbalannya peluk!" Rasya menarik tangan Eldira dan mereka berpelukan


"udah ayo jalan2 keburu siang!" Eldira melepaskan pelukan suaminya.


"baik nona putri kita berangkat" Rasya bersemangat memulai harinya, apalagi ditemani istri yang dicintainya.


Mereka meninggalkan hotel dan jogging disekitaran.


***


Sementara gilska sudah mandi pagi tinggal menunggu asisten pulang dari pasar untuk memasak.


"pagi!" ucap Reza keluar dari kamar dan mengagetkan gilksa.

__ADS_1


Gilksa tak menjawab ucapan Reza, hanya sedikit senyum dan duduk disofa ruang tengah.


Reza menghampirinya dan dudu disampingnya


"gilksa maafin aku! buat semalam"


Gilska hanya terdiam masih belum menjawab Reza.


"aku, tidak bermaksud menyakiti kamu! aku hanya merasa, begini gilska hmm" Reza terlihat kebingungan dengan apa yang ingin dikatakannya.


"kamu berubah, jujurlah za jika memang ada masalah, atau mungkin kamu kecewa sama aku atau pernikahan ini membuat kamu beban tapi lebih baik kamu bilang sama aku!" kali ini gilksa menjawab dengan suara lirih.


"oke, aku! lebih baik aku bersiap kesurabaya, sepulang dari sana kita bicara lagi!"


"sepagi ini, penerbangan kamu siang kan? kamu gamau sarapan dulu?" tanya gilksa


"jujur aku masih sedikit marah kalau melihat kamu! aku ingin beberapa hari menjauh dari kamu!" jawaban Reza membuat gilksa menangis.


"menjauh dari aku, ini yang selalu aku takutkan za? bukan ini yang aku inginkan, aku tau za, Dimata kamu aku bukan wanita baik2 karena cuma kamu yang tau aku hamil bahkan sebelum kita menikah, aku tau aku kotor za, dan kamu pergi dari hidupku!! apa yang harus aku lakukan?" gilksa terisak lebih keras, seakan beban yang selama ini dipendamnya dikeluarkan.


"gilksa, aku tidak pernah menganggap kamu seperti itu, aku hanya tidak ingin berharap lebih kepernikahan ini, aku!! aku tau siapa ayah dari bayi kamu?? dan aku sangat marah, aku merasa kamu membohongi ku!! aku tau bagaimana kamu mencintainya?" Reza meninggalkan gilksa dan masuk kedalam kamar.


Deg...dada gilksa berdetak kencang, seketika tangisnya terhenti. darimana Reza tau, jadi karena ini sikapnya berubah atau jangan2 Reza juga sudah mulai mencintainya. gilksa segera menyusul suaminya kedalam kamar.


"za, aku minta maaf kamu tidak pernah ingin tau sebelumnya siapa ayahnya?" gilksa masuk kekamar dan mendekati Reza yang sedang menutup koper.


"gilksa aku butuh waktu untuk sendiri!"


"za, pliss bisa minta waktu sebentar saja! akan aku jelaskan" gilksa menarik pergelangan tangan Reza.


"tidak ada yang perlu kamu jelaskan, aku akan menenangkan diri beberapa hari ini!" jawab Reza


"aku mohon dengarkan aku, setelah itu terserah kamu!" gilksa mengajak Reza duduk disofa kamar mereka.


"ayah anak ini, sudah tak penting untuku sekarang, jika kamu marah karena merasa tidak dihargai atau ditipu atau dibohongi, aku minta maaf za, yang terjadi sebenarnya adalah aku menerima tawaran pernikahan darimu bukan karena kamu mau membantu aku, atau karena kamu ingin menjaga nama baikku" kali ini Reza menata gilksa.


"aku menikahi kamu, karena harapan bodohku za, harapan yang saat ini hancur didepan mataku! aku tau aku tak pantas tapi sejak kita menikah bagiku ini pernikahan sesungguhnya dalam doa selalu aku panjatkan agar kamu... Bisa membuka hati untuk aku za, sejak kita menikah aku sudah menutup masalaluku karena aku.., aku sudah lancang untuk mencintai kamu za, bahkan aku bermimpi pernikahan kita selamanya dan akan bahagia, tapi aku tau za wanita seperti aku tak pantas mendapatkan hati kamu za"


Gilska sudah tak peduli jika Reza lebih marah padanya karena kelancangannya mencintai Reza, jika memang Reza ingin melanjutkan hidupnya tanpa dirinya gilksa juga sudah tak peduli, bukankah selama ini dia sudah terbiasa dengan hempasan.


"maksudnya?" tanya Reza mencoba mencerna apa yang dikatakan gilksa


"aku tau, kamu kecewa karena menikah denganku ternyata membuat kamu beban, menikah dengan seseorang yang tak kamu inginkan kamu menjadi tersiksa!! aku minta maaf untuk itu za!! apalagi sekarang kamu tau bahwa aku mencintai kamu, bahkan mungkin itu larangan dalam perjanjian pernikahan kita, jika kamu sudah tak bisa melanjutkan pernikahan ini aku ikhlas za!"


gilksa berdiri dan mengambil satu koper lagi untuk mengemasi baju2nya, sedangkan Reza masih terpaku tak mengeluarkan suara.


Reza menghela nafas panjang dan menghampiri gilksa.


"tunggu mana ada perjanjian kamu tidak boleh mencintai aku, yang mana perjanjiannya?" tanya Reza.


"tidak ada, tapi aku cukup tau diri!" jawab gilksa sedikit sinis karena ada rasa malu telah mengungkapkan perasaanya pada Reza.


"Alhamdulillah ya Allah!" ucap Reza sambil mengusap wajahnya dengan kedua tangan.


Gilska yang mendengar ucapan Reza kini benar2 menangis


"gilska kenapa kamu menangis?" Reza menyentuh pipinya.


"tidak za, aku harus bisa menerima ini semua, kamu sudah bisa ajukan pisah sekarang! pasti kamu lega bisa bebas tanpa aku saat ini" kali ini gilksa kembali terisak.

__ADS_1


"kamu kemasi baju mau kemana? ikut kesurabaya?" tanya Reza.


"aku akan pergi za, aku tak ingin menjadi beban lagi buat kamu"


Kali ini Reza memeluk gilksa dengan sangat erat, mungkin Reza iba melihat perempuan hamil yang kembali dicampakan batin gilska.


"dengar, aku minta maaf jika sikapku membuat kamu salah paham, aku ucap Alhamdulillah karena aku bersyukur kamu juga mencintai aku gilksa!" jawab Reza membuat gilksa melepaskan pelukannya.


"apa za??" tanya gilksa tak percaya.


"aku juga mencintai kamu, aku marah karena aku terlalu cemburu dan ketakutan jika kamu kembali ke lelaki itu, aku butuh waktu karena aku pikir aku mencintai orang yang salah" kali ini Reza dengan lega menjawab pertanyaan istrinya


"za apa ini bukan mimpi, aku janji aku akan jadi istri yang baik za ,aku janji aku gak akan mengkhianati kamu!" gilksa menatap dalam mata suaminya.


"kita jaga ya pernikahan ini, aku Aminkan doa kamu tadi, pernikahan kita selamanya" Reza kembali memeluk gilksa dan kali ini gilksa tak ingin melepaskan pelukan suaminya.


***


Selesai jogging Eldira dan rasya sarapan, Eldira dan Rasya sampai lebih cepat dari anggota keluarga yang lain.


"mama papa belum pada bangun kali ya?" eldira mengambil posisi duduk


"coba kamu telpon aja sayang?" jawab Rasya.


"Baik kita telpon mama dulu ya" Eldira mengeluarkan ponselnya, belum juga memencet nomer ponsel mama dan papanya sudah datang.


Terlihat sisi dan papa mama mertua Eldira juga


"selamat pagi pengantin baru, aduh gimana seharian jadi istri?" ledek mama.


"mama sayang pagi juga, ayo kita sarapan aja ya ma?" Eldira mengajak mamanya segera mengambil hidangan.


Kak Adam senyum2 melihat tingkah mama dan edlira.


"sayang kamu duduk sini aja, Dira ambilkan sarapan kamu ya?" Eldira ingin melayani Rasya apalagi didepan mertuanya.


"istri yang patut dicontoh!" Tante nonik menepuk lembur pundak eldira.


"terimakasih ma" jawab Eldira malu.


Setelah mengambil hidangan semuanya berkumpul dalam satu meja memanjang dan sarapan bersama.


"Dira nanti penerbangan siang ya? jangan lupa oleh2 buat kita ya?" tanya mama Eldira yang kali ini sudah tak haru melihat putri cantiknya akan meninggalkan rumah.


"siap Dira sama bang Rasya akan bawa oleh2 sebanyak mungkin" jawab Eldira tertawa.


"tadi yang bangun pagi siapa dulu sya?" tanya mama ke Rasya penasaran.


"Eldira ma, bangunin rasya buat sholat subuh?" jawab Rasya bangga.


"hmm baguslah setidaknya kalau yg baik niru mamanya, terus kalian subuhan bersama ya?" kali ini mama tersenyum mendengar jawaban Rasya.


"gak ma, Rasya masih sholat sediri, Eldira halangan" jawab Rasya


"yah ga bisa malam pertama dong, yaudah sabar aja dulu ya" kali ini Tante nonik menjawab dan mereka semua tersenyum


"kalau ada masalah harus saling jujur ya, jangan sampai masalah menjadi besar karena tidak jujur satu sama lain!" papa Rasya memberi wejangan ke keduanya.


suasana jadi lebih serius dari sebelumnya.

__ADS_1


"iya pa" jawab Rasya.


Mereka melanjutkan sarapan dengan obrolan2 lain yang ringan. Hari yang sangat indah berbalut kebersamaan keluarga.


__ADS_2