
pagi ini Eldira dan Rasya kembali memulai aktivitasnya dengan berjalan-jalan disekitar puncak, Tante Nonik seolah membiarkan puteranya menikmati hari-hari bersama calon menantunya, sementara sisi memilih untuk berdiam diri dikamar.
"Ra, kalau kita udah nikah nanti aku pasti akan selalu temenin kamu belanja bulanan, seperti apa ya rasanya itu!" Hayal Rasya membuat Eldira mengulum senyum.
"memangnya Abang ga bosen temenin ke supermarket?? oh ya nemeninnya sambil gendong anak kita ya??" canda Eldira sambil mencari tahu ekspresi Rasya.
"Aku gak nyangka banget, secepat ini aku bisa menemukan calon istri, aku akan selalu berusaha jagain kamu Ra! kamu mau jadi ibu rumah tangga aja atau wanita karir?" tanya Rasya antusias.
"aku lebih suka berkarir bang". Jawab Eldira sedikit teringat jawaban sama yang diberikannya pada Delon 2tahun lalu, Eldira dan Delon berencana bisnis bersama, ah sudahlah ingatan itu secara cepat ditepis Eldira dari pikirannya.
"sebenernya aku lebih suka istri ada dirumah, bolehlah sometimes kamu melakukan apa yang kamu citakan, tapi aku ingin kamu tetap menomorsatukan keluarga, pastinya harus ekstra mengurusi kebutuhanku ketika dirumah!" ucap Rasya serius.
Dan entah kenapa Eldira mengangguk setuju atas apa yang diutarakan Rasya. saat bersamaan handpone nya terus berdering.
" bang,Dira angkat Telpon dulu ya!" ucap Eldira ijin menjauh untuk mengangkat telepon dan Rasya mengacungkan jempol tanda setuju.
"hallo Ra, apa yang terjadi sama kamu, kamu ga kenapa-kenapa kan?" tanya Delon dengan nada panik.
"kalau aku bisa angkat telpona kamu Brati aku baik-baik saja kan!" ucap Eldira tegas.
" Terus sekarang kamu dimana, kenapa ga juga sampe ini udah beda hari Lo Ra?? apa kamu gak jadi kesini?" tanya Delon kemudian.
"iya aku gak jadi kerumah Tante Susan, lagian ngapain si kamu selalu aja buntutin aku, berapa kali aku bilang kita itu udah jalan masing-masing, kita itu udah ga ada apa-apa!" ucap Eldira sambil mengakhiri sambungan telepon dari Delon.
"Ra, udah selesai kan!" tanya Rasya melihat Eldira mematikan telponnya.
"iya, udah kok". jawab Eldira menatap mata Rasya.
"Ada masalah? atau ada kerjaan yang tertunda yang belum kamu selesaikan?" rasya menggenggam tangan Eldira dan kembali melanjutkan perjalanannya.
Tangannya hangat membuat Eldira semakin nyaman berada disampingnya, ia masih saja tak menyangka orang yang dulu sangat dicintainya kini berjalan bersama dengannya, kalau sudah jalannya pasti akan dipermudah pikirnya dalam hati.
" gak ada masalah, kita balik ke villa ya, aku belum beres-beres?" tanya Eldira.
Rasya menganggukkan kepala dan pagi itu ditutup dengan kecupan dikening Eldira sebelum mereka kembali ke villa. Jangan kalian tanya lagi bagaimana ekspresi Eldira yang pasti tersipu malu, merona berwarna pink di kedua pipinya.
***
sisi dan Tante Nonik sedang berbincang dikursi berayun depan villla.
"berapa lama kamu kenal Eldira? kamu manis Lo si, sayangnya Rasya gak punya adek lelaki, boleh itu dijodohkan sama kamu kalau ada?" ucap Tante Nonik berkelakar.
__ADS_1
"ah Tante ini bisa aja, menantu seperti apa yang Tante mau?" ucap sisi menunggu jawaban.
"Tante itu suka menantu yang bisa jadi ibu rumah tangga yang baik, bisa ngurusin suaminya, bisa jadi mama yang baik untuk mendidik anak-anaknya bisa masakin suaminya gak muluk-muluk kok si!" jawab Tante Nonik sembari menikmati sejuknya udara puncak.
mendengar jawaban Tante Nonik sisi sedikit kaget sedikit bertolak belakang dengan Eldira yang punya karir bagus, dan sayang aja kalau dijadikan ibu rumah tangga, karena potensi Eldira dalam berbisnis tidak bisa diragukan.
" Eldira itu karirnya bagus lho Tante, dia itu istri ideal dia sangat perhatian kalau udah punya pasangan, rencananya kapan Tante Rasya mau lamar Eldira?" tanya sisi kemudian.
"Tante baru aja ketemu sama Eldira setelah sekian lama, dulu dia masih kecil masih lucu, dari Eldira kecil Tante bisa menebak dia anak yang cerdas, semoga nanti kalau jadi istrinya Rasya dia bisa mengimbangi antara pekerjaan dan rumah tangganya!". Ucap Tante Nonik membuat sisi lega.
Lagi seru berbincang Rasya datang tanpa melepaskan gandengan tangannya ke calon istrinya. Setelah Rasya mengedipkan matanya ke Tante Nonik, Tante Nonik beranjak berdiri dan mengambil sesuatu dimeja.
"ini Dira, semoga kamu suka ya ?" tanya Tante Nonik sembari memberikan goddy bag besar.
"Apa ini Tante jangan repot!" Eldira tak mampu menyembunyikan senyumnya ia kembali tersipu dilihatnya tas mungil dengan label terkenal.
"ini dari Rasya, tapi Tante yang pilihin buat kamu!" lanjut Tante Nonik.
Setelah memeluk Tante Nonik sebagai ucapan terima kasih Eldira memeluk Rasya, dan lagi lagi ada kecupan hangat dikening Eldira.
" Aduh Tante bener ya coba ada kakak atau adik bang Rasya cowok sisi mau kok!" ucap sisi sambil tersenyum.
***
" hallo mama!" sapa Eldira sambil memeluk mama kesayangannya. tergambar kebahagiaan diwajahnya.
"kamu happy banget ya?? Ada kabar apa memangnya?" tanya mama menyentil hidung anak pertamanya.
" nanti kalau papanya Rasya pulang dari Jerman Eldira mau dilamar ma, tapi sebelumnya ada makan malam keluarga dululah ma, nanti mama undang dulu aja ya ma?" tanyanya lagi.
"iya sayang baiklah!" mama memeluk putri kesayangannya melihat Eldira bahagia dengan yakin mama menyetujui hubungan mereka, apalagi Tante Nonik adalah sahabat kecilnya.
"non ada telepon non?" ucap mak Ijah membuat Eldira melepaskan pelukannya.
" darimana Mak?" tanya Eldira.
" maaf emak lupa nanyain!" jawabnya tanpa rasa nersalah, Eldira berjalan menuju telepon dan mengangkat gagangnya.
"iya dengan Eldira ini siapa?" tanya Eldira penasaran kenapa tidak menghubungi nomor pribadinya melainkan telepon rumah.
"Eldira ini Jordi,kapan kita bisa meeting?" tanyanya kemudian.
__ADS_1
"maaf meeting tentang apa ya, apakah perusahaanku ada janji dengan anda?" jawab Eldira melemparkan pertanyaan kembali.
"tentang pernikahan kamu Ra, aku kakak kelas kamu, teman Delon, semoga kamu mengingatnya".
"oh... maaf aku belum ada rencana menikah apalagi sama Delon, tolong disampaikan ya sama Delon!". Eldira mulai kehilangan moodnya.
"iya baiklah, biasa kalau orang mau menikah pasti ada masalah tapi semoga masalahnya terselesaikan ya Dira, aku tunggu kabar baiknya ya, bye !!" ucap Jordy mematikan teleponnya.
Dengan menghelai nafas panjang Eldira berusaha menahan kekesalannya sama Delon. matanya melihat mama yang menatapnya dengan senyum dari meja makan seakan mengisyaratkan agar putrinya lebih relax.
"siapa yang akan menikah Ra? Delon bikin apa lagi? buat kamu jadi melipat muka gitu?" tanya mama masih juga di meja makan.
"udah ah ma, Dira ga mau bahas-bahas Delon lagi, masa depan Dira itu Rasya bukan Delon, Dira mandi dulu ya ma". ucap Dira meninggalkan ruangan..
***
ditempat terpisah Rasya sudah sangat antusias dengan pernikahannya dengan Eldira, gadis berambut panjang yang cantik dan putih itu dipandanginya di wallpaper handponnya. rasya sudah sangat menyukai Eldira, Dalam hubungannya Kali ini rasya tidak mau gagal. Keluarga Eldira jelas bahkan kedua orangtuanya mengenalnya dan mendukungnya.
" sya, sejak kapan kamu suka sama Dira?" Hendi menepuk bahu Rasya membuat Rasya mendongak melihat Hendi yang berdiri.
"sejak kamu kenalkan aku sama dia, hen jalan Tuhan itu indah semoga ini jodohku ya hen?" ucap Rasya kembali menggantungkan harapannya.
"oke iya iya, beneran kamu udah bisa lupain gilska??" pertanyaan Hendi tak mampu dijawab oleh rasya.
"itu masa lalu dan aku gak mau lihat kebelakang!" ucap Rasya.
"kalau sampai gilska pulih ingatannya!! kalau sampai dia balik ke indo, kalau dia cari kamu??" tanya Hendi sedikit panik.
"Dia pasti akan merelakan aku bahagia hen, kita punya banyak kenangan indah, tapi dia bukan jodohku, aku tidak pernah menyakitinya, mamanya yang memintaku meninggalkannya!! kamu juga tau kan mamaku sangat menyayanginya, dan harus pura-pura menentang hubungan kami hanya karena permintaan mamanya?" ucap Rasya mengingat kenangannya bersama sang mantan.
"menyerah!!! kamu tu harusnya perjuangin cinta kamu sya? bukan seperti ini meninggalkan kenangan yang belum berakhir dan memulai hubungan baru, yakin kamu kalau dia didepan mata kamu, kamu bisa menolak?" cecar Hendi.
"aku punya prinsip ketika orang tua kita punya keinginan dan kita mewujudkan pasti akan aku usahakan, orang tuanya tidak menginginkanku hen, dan aku hanya berusaha mewujudkan!" jawab Rasya yang sedari tadi duduk di kursi mulai berdiri.
"keinginan orangtuanya kalian berpisah bagaimana dengan keinginan orang tuamu!! mama kamu sayang banget sama dia kan?" ucap Hendi membuat Rasya menggepalkan tangannya
" sudahlah, itu hanya masa lalu, sekarang mamaku sangat menyukai Eldira, dan aku yakin keluarga Eldira sangat menyetujui hubungan kami, aku sudah punya masa depan sekarang, masa depan tanpa terjalan apapun." ucap Rasya mengakiri berdebatannya dengan Hendi.
mendengar ucapan Rasya Hendi menepukkan tangan di bahu sahabatnya dan melangkah meninggalkan Rasya.
Sementara Rasya kembali duduk saat Hendi meninggalkannya, pikirannya menerawang, gilska... gumamnya, perempuan dengan hati yang sangat lembut yang pernah ia kenal, apakah dia akan merindukan Rasya jika mengingat kembali kenangannya bersama Rasya. Cinta itu memang berakhir tapi tidak dengan keinginan Rasya, mungkin apa yang dikatakan Hendi ada benarnya, Entah apa yang membuat mama gilska tiba-tiba menentang hubungan mereka bahkan sampai saat ini Rasya tidak mengerti, ketika Rasya berniat serius akan menikahi putrinya. Selama berpacaran semua baik-baik saja sebelum rasya berniat menikahi gilska. Gilska adalah wanita yang sempurna Dimata Rasya, entah apakah dia benar-benar sudah menghapus nama itu dari hatinya atau hanya berlari menghindar???? Entahlah.
__ADS_1