Menantang Cinta

Menantang Cinta
balik mendadak


__ADS_3

Hari berganti eldira dan rasya memulai petualangannya mereka mengawali pagi ini dengan berkeliling pulau menggunakan sepeda, salah satu fasilitas yang disediakan diresssort, eldira tak lupa mengabadikan momen2 kebersamaan mereka.


Rasya tiba2 disibukan dengan telpon dari kantornya, membuat dira sedikit kesal.


"matiin dulu aja bang, biasanya kalau ada masalah ngilang ga bisa dira hubungi, sekarang honeymoon kudu ngilang bentar dari kegiatan kantor ga bisa ya?"


"iya udah aku matiin kok, tadi sekedar konfirmasi ada investor baru sayang, untuk perusahaan yang diluar jawa" rasya tersenyum bahagia mendengar kabar baik dari kantornya.


"mataharinya udah naik, mau dilanjut kemana ini?" tanya rasya karena mereka memang honeymoon tanpa guide, jadi waktu dan perjalananya lebih flexible dan sesuai keinginan mereka.


"ya makan dulu dong, baru berlayar sambil lihat dolpin" jawab eldira cepat


"oke, kita balikin dulu sepedanya lanjut sarapan" jawab rasya


Mereka meneruskan aktivitasnya.


***


Sementara di rumah mama, argha dengan wajah sedikit kesal balik kerumah mama eldira.


"tante kenapa harus balik kesini?" tanya argha sambil memberikan salam terhadap mama eldira.


"biar rame, gausah protes!! Tante udah anggap kamu anak tante, sama kaya adam lagipula kalian jadi bisa jagain tante kan?" tanya mama elin.


"oke, aku kekamar ya te" jawab argha dengan nafas panjang.


Berjalan menuju kamar argha bertemu dengan adam.


"bro!! Wah syukur deh kamu mau juga tinggal disini?" adam mensejajarkan langkahnya.


"ya dam, mamanya dira banyak jasa sama aku, ga enak kalau aku tolak, tapi jadi gak bebas kan?" argha menatap adam.


"oh ya bagaimana pekerjaan kantor kamu?" tanya adam.


"baik" setelah menjawab pertanyaan adam


Argha merogoh ponsel di saku celananya, setelah membuka pesan, argha membalikan badannya.


"maaf dam, aku harus pergi! Cewek aku ngajak ketemuan mendadak!" argha berpamitan.


Adam tersemyum melihat punggung argha yang menjauh. Entah sejak kapan dirinya mulai kesepian, sejak bertemu gisel pandangannya tentang cinta mendadak berubah, tapi justru saat adam yakin mulai mencintai gadis itu seakan menjauh, ingin berbagi cerita dengan dira, tapi sudah terlambat dira sudah menjalani kehidupan barunya, adam melewatkan waktu kebersamaan dengan eldira. Sejak pagi gisel tak menjawab teleponnya. Mereka sudah berkomitmen menjalin hubungan serius seharusnya wajar jika adam marah karena gisel tak membalas pesannya selama tiga hari ini.


"kusut banget muka kamu, sana mandi!!" mama berjalan mendekati adam yang berdiri mematung

__ADS_1


"gak ah ma, mau balik kamar aja!" jawab adam masuk kedalam kamar dengan malas.


Mama sedikit heran dengan tingkah putranya itu.


***


Sementara gilska sudah berada dibali senyumnya mengembang sepanjang perjalanan menuju Resort, pemandangan yang indah gumamnya dalam hati ketika sampai ketujuan.


"udah telat kita honeymoonya?" bisik gilska geli.


"ayoo!" reza mengenggam tangan gilska dan berjalan menyusuri jalan menuju kamar setapak jalanan dikelilingi bunga.


Pandangan gilska mengarah ke laut lepas.


"Hai gilska!" tepuk gisel dari belakang membuat gilska kaget.


"kamu disini, ya ampun dunia sempit ya?" gilska mendaratkan pipinya ke sahabatnya itu


"kalian ada acara apa kesini?" goda gisel manja


"honeymoon lah kalau kamu?"tanya reza penasaran


"aku juga honeymoon bedanya belum menikah" tawa gisel membuat reza menggelengkan kepalanya


"oh sama adam, mana adam?" tanya gilska mencari keberadaan adam.


"heh temen kamu kelakuannya, selingkuh kan dia?" tanya reza


"mana aku tau, setauku gisel tidak seperti itu atau mungkin salah teman ya" kali ini gilska lanjut berjalan tak terlalu menggubris temannya.


"ya biarin aja ,hidup juga hidup dia tapi kasian tu si adam" reza juga melanjutkan jalannya.


reza merangkul istrinya sampai depan pintu kamar, dibukanya kamar dan mereka senyum bebarengan. Ada privat poll dalam kamarnya, gilska segera terlentang diatas kasur melepaskan penat.


"ei kamu itu jangan za za, ga sopan tau? Ga ada mesranya sama suami" reza meletakan kopernya disamping almari yang disediakan.


"terus apa?" tanya gilska sambil memeluk bantal.


"peluk itu suaminya bukan bantal? ya kamu panggil mas gitu lagipula usiaku juga lebih tua kan?" tanya reza


"kayaknya tua aku deh za?" gilska tertawa


"eh iya juga ya, udah aku gamau tau panggil aku mas, kalau sampai ga, aku denda" reza mendekat ke arah gilska

__ADS_1


"ya, baik aq panggil mas reza ya" kali ini gilska nurut tanpa perlawanan


"dek, aku panggil kamu dek, oh ya dek buruan kamu siap2 ikut aku beli bikini ya?" tanya reza sambil menyentil pipi gilska


"bikini buat apa?" tanya gilska


"ada privat poll, aku mau kita renang bareng kamu pakai bikini ya? atau mau pakai bikini depan umum?" reza membuat gilska terbelalak.


"emanngnya boleh, kamu ijinin aku pakai bikini depan orang!" kali ini reza menggeleng mendengar ucapan gilska


"yaudah ayo keluar cari bikini!" ajak reza


"terserah kamu deh!" gilska menyerah


***


Eldira menekuk mukanya sangat kesal.


"maafin aku ra?" rasya memohon maaf tapi eldira terus memasukan pakaiannya ke koper tanpa menjawab


"dira, papa yang minta, kamu jangan gini dong?" rasya memegang pundak dira.


"iya aku mengerti kok, ga perlu minta maaf" jawab eldira.


Eldira sangat kesal karena papa rasya menelponnya padahal rasya sudah mematikan ponsel sesaat setelah telpon dari kantor. Tak mungkin juga eldira menolak tlp masuk dari papa rasya, setelah berbincang sebentar dengan papanya rasya harus meminta maaf pada eldira karena diminta kembali dengan penerbangan tercepat, karena urusan kantor. Baru saja semalam berbulan madu dan dihari kedua mereka disuruh kembali, bagaimana eldira tak merasa kesal.


"aku akan ganti liburan kita setelah aku selesaikan perjanjian dengan investor baru ra" rasya masih merayu istrinya.


"siapa investor itu? Kenapa bukan papa kamu aja?" tanya eldira.


"jujur ra, dia teman masa kecil aku tidak banyak syarat yang dia ajukan untuk kerjasama bahkan tanpa syarat hanya harus aku yang menghandlenya" rasya mencoba membuat eldira mengerti.


"okey, harusnya lebih mudah kan, apalagi dia teman masa kecil kamu, kamu sedang honeymoon dan dia ga peduli" eldira menangis kesal.


"ra, denger dia cuman ada waktu besok ketemu sama aku selama ini dia tinggal diluar negri ra" rasya merangkul pundak dira agar lebih tenang


"oke siapa namanya egois temen kamu?"


"namanya agatha ra"


"cewek!!! Temen kamu cewek, fix dia suka sama kamu" tiba2 keyakinanya terhadap rasya memudar


"gak mungkin, kita temenan waktu kecil bahkan ga pernah ketemu lagi, gimana suka sama aku" rasya menampik kecurigaan gilska

__ADS_1


"oke, semua udah siap! Kita balik sekarang" eldira mendorong koper yang tadi disiapkannya.


Rasya mengikuti langkah istrinya dari belakang, dalam hati rasya merasa sedih, jika bukan papa yang memintanya rasya pasti enggan balik ke indonesia apalagi harus mengecewakan istrinya.


__ADS_2