Menantang Cinta

Menantang Cinta
curhatan argha


__ADS_3

Dengan riasan minimalis eldira bersiap kerumah gilska sudah akhir pekan, mumpung eldira sedang libur.


"kamu bilang aku ga perlu ikut? Oh ya ra besok rabu aku mau anter agata ke luar jawa cek perusaahaan disana?" tanya rasya.


"mumpung hari minggu, lagian dira kemarin udah beliin kado buat anaknya gilska,yaudah pergi aja sama agata, dira percaya kok sama abang" ucap eldira sambil mengambil tas kecil dimeja riasnya.


"yaudah ayo" rasya juga sudah siap


Mereka memutuskan mengunjungi rumah gilska, dada rasya sedikit berdetak menemui anaknya lagi.


Sesampainya disana eldira disambut hangat oleh gilska dan reza, sayangnya tatapan reza ke rasya menyiratkan tanya dalam benak eldira.


"kalau mau main,main aja ga usah bawa kado ra"ucap gilska ramah.


"eh gimana nama panggilannya anak ganteng siapa? Tante dira udah boleh tau kan?" tanya dira sambil memainkan tangan mungil dalam gendongan gilska.


"Armando panggilannya nando tante" jawab gilska tersenyum.


Rasya hanya melihat dari kejauhan bayi mungil buah hatinya. Entah mengapa ingin menggendong matanya sedikit memerah menahan kesedihan, sementara instrinya ingin memiliki anak, rasya sendiri sudah menjadi bapak entah apa yang terjadi jika rahasianya terbongkar.


"abang ini ga pernah mau deket kenapa sini? Lihat ganteng banget anaknya gilska, jangan kawatir, aku ga mungkin cemburu sama kalian" ucap eldira sambil tertawa.


Entah kenapa saat ini dira menganggap gilska layak dijadikan teman. Kepercayaannya kepada rasya sudah lebih dari 100% apalagi godaan agata yang sama sekali tak dianggap suaminya. Dira yakin rasya kini lelaki setia.


"semoga kamu segera dikasih momongan ya ra" gilska memberikan semangat.


"makasih gilska, besok2 aku pasti mampir lagi pengen lihat perkembangan nando, boleh kan?" tanya dira semangat.


"boleh dong tante, tapi gausah kebanyakan bawa kado ya" gilska menepuk bahu eldira.


"sepertinya akan ada yang mau nikah lagi" eldira menyiratkan wajah gembira.


"siapa?" tanya gilska.


"gisel, sama kak adam akan segera menikah, nanti kalian harus datang, ya za?" tanya dira ke suami gilska juga.

__ADS_1


"hmm jadi menikahnya sama adam, semoga aja bisa setia ya si gisel"jawaban reza membuat eldira menatapnya mencari jawaban.


"tunggu za, maksudnya gimana ya?maksud kamu gisel ga setia?" sontak eldira menanyakan pernyataan reza.


"saat kami berlibur ke bali kami ketemu gisel sama lelaki lain dibali juga menghabiskan waktu dan bahkan aku sempat mengobrol dengan lelaki yang bersamanya, saran aja sih kakak kamu harus memastikan hubungan gisel dengan lelaki yang dibawanya harus berakir baru bisa menikah" jawab reza membuat mata gilska berkedip seolah meminta suaminya menghentikan omogannya.


"za, gak gitu kita gak tau lo hubungan gisel bagaimana? Maaf ya ra reza suka menyimpulkan sendiri" jawab gilska tak enak hati.


"udahlah, kita semua kan berteman, aku hanya ingin memberikan saran terbaik, kasihan adam kan menikah dengan wanita yang pernah berselingkuh darinya, beda halnya kalau adam mengetahui dan sudah memaafkan" reza tetap tak bergeming membahas gisel.


"maaf aku sendiri juga kurang tau bagaimana hubungan kak adam dan gisel, kita doakan saja kebahagiaan mereka ya? Boleh aku tau siapa lelaki yang bersama gisel za? Mungkin saudaranya ya kan?" eldira masih ingin berfikiran positif.


"ya memang saudara" jawab reza sambil tertawa.


"ya ampun za, daritadi kamu bercanda! " eldira menatap reza sambil menarik nafas dalam.


"iya tapi saudara kamu, bukan saudara gisel" jawaban reza membuat eldira kembali kaget.


"saudaraku, maksudnya?" tanya eldira lagi.


"sudah cukup ya infonya, kalau kamu mau tau kamu cari sendiri jawabannya ya, kalau perlu tanyakan pada gisel bagaimana perasaanya, menikah itu jangan sampai berdasar kebohongan! Hidup tak akan tenang, aku sama gilksa menikah jujur dari awal jadi insyaAllah meminimalisasi perselisihan" jawab reza sambil melirik rasya yang sedari tadi terdiam.


Eldira kali ini terdiam dan tak menanggapi omongan reza, tapi bagaimanapun juga eldira ingin mencari tau kebenaran dari ungkapan reza. Jika sampai gisel berhianat dira tak akan rela membiarkan kak adam menikah dengan perempuan itu.


"gilska minum asinya banyak ga?" tanya eldira mengalihkan pembicaraan.


"banyak, dan aku bersyukur asiku lancar ra" jawab gilska sedikit tak enak hati.


Mereka melanjutkan obrolan2 ringan bahkan suasana yang sempat menegang kembali hangat dengan canda tawa. Eldira merasa mempunyai saudara baru. Tak menyangka hubungannya dengan gilska bisa sedekat ini.


Apapun yang dikatakan reza pun eldira berpikir positif hanya mengingatkan meski harap eldira dugaan reza salah.


***


Dirumah mama eldira, argha mengepak seluruh pakaiannya. Dan bersiap meninggalkan rumah.

__ADS_1


"argha, kamu bawa koper mau kemana?" tanya adam.


"pindah ke apartemen dam, minggu depan aku akan meninggalkan jakarta, aku mau kembali ke kampung halaman" jawab argha membuat adam mengernyit.


"tapi kenapa? Bukannya bulan lalu baru saja dipromosikan naik jabatan, argha tidak mudah lo sukses dijakarta, sayang kalau kamu siakan keberhasilan kamu" adam menepuk pundak argha.


"ya kamu benar,aku belum membuat surat pengunduran diri masih ada satu minggu untuk aku berfikir, tapi maaf aku tak bisa tinggal disini lagi" jawab argha.


"oke pergilah ke apartemen tapi sini! Kita bicara sebentar, kenapa? Kenapa sama kamu? Masalah wanita?" tanya adam menyuruh argha duduk sebentar diteras.


"kamu benar adam, cinta membuat bodoh! Aku termakan permainanku sendiri" jawaban argha membuat adam semakin penasaran.


"memangnya kenapa? Jatuh cinta memang sakit bro! Tapi pertahankan dan berjuanglah" adam memberikan semangat.


"aku kejakarta karena ingin mengejar cintaku, aku mencintai dia sudah lama, mungkin 8tahun, tapi kenyataan tak berpihak! Dia mencintai lelaki lain, bahkan sangat mencintai, aku kesal aku marah, aku kecewa! Karena kekecewaanku aku ingin menghancurkan hubungan orang lain" ucapan argha didengar seksama oleh adam.


"menghancurkan hubungan orang lain, jika tidak jadi hancur bukan salahmu kan?" jawab adam sambil tertawa.


"hampir beberapa bulan terakir aku bahkan seeing tidur dengan tunangan orang, kami sempat berlibur ke bali, bahkan kami memiliki apartemen bersama. aku merasa berdosa adam" ucapan argha membuat adam tersenyum.


"itulah tantangan, bagi sebagian lelaki mencoba2 akan merasa bangga, mungkin aku juga pernah mengalaminya bedanya aku hanya memberi harapan, tapi bukan tunangan orang juga bro!! Tapi apapun itu, wanita itu berarti tak setia bukan sepenuhnya salah kamu, itu ujian untuk dia" adam menepuk-nepuk punggung argha.


"adam, aku mulai mencintai wanita penghianat itu!!! Aku mulai bisa melupakan cinta sejatiku, entahlah perasaaku kacau" argha mencengkeram rambutnya dengan kedua tangannya sambil menundukan kepala.


"yasudah kejar saja dia jika dia juga mencintaimu, cinta itu perjuangan, kamu sudah menghancurkan hubungannya kan? ambil saja dia, nikahi dia, lagipula jika kau membiarkan dia tetap dengan tunangannya, tak adil kan? apalagi jika tunangannya menganggap wanitamu setia" kali ini adam membuat argha bingung.


Lalu jika argha mengambil gisel, bagaimana hatimu ada, pasti hancur. Batin argha menatap lekat adam. Argha tak sejahat itu, tapi ini memang sangat tak adil untuk adam.


"jika kau jadi aku apa yang kamu lakukan?" pertanyaan argha membuat adam menggeleng


"menikah dengannya, kamu bilang sering tidur dengannya kan? Kamu hapus dosa kamu, selamatkan tunangannya dari wanita itu" jawaban adam membuat argha semakin merasa bersalah.


"thanks dam" argha memeluk adam, yang mungkin pelukan terakir.


"aku pergi ya dam, selama disini kalau ada salah aku minta maaf" pamit argha.

__ADS_1


"siap! Kalau aku juga ada salah maafin, oh ya setidaknya tinggalah dijakarta sampai hari pernikahanku, kamu harus datang! Pertimbangkan masukanku ya, semangat, perjuangkan dia!!" ucap adam tersenyum.


Argha mengangguk, dan berjalan keluar membawa koper. Ini langkah terbaik yang bisa dilakukannya segera pergi sebelum semuanya terbongkar.


__ADS_2