Menantang Cinta

Menantang Cinta
saling bertemu


__ADS_3

Eldira, Rasya dan Adam bersiap menjemput gisel.


" sya kamu duduk didepan biar Eldira dibelakang sama Gisel!" perintah Adam.


"ok" jawab Rasya membuka pintu depan setelah memasukan Eldira dibelakang.


Adam melajukan mobilnya menuju kediaman gisel, karena beberapa saat yang lalu Gisel sudah menelpon kakak Eldira untuk segera dijemput takutnya temen nya keburu datang lebih awal. Tak membutuhkan waktu lama untuk menjemput gisel dan Gisel sudah bersiap berdiri didepan teras rumah ketika mobil Adam datang.


"hai semua?" sapa Gisel sembari duduk disamping Eldira.


Eldira tersenyum hangat melihat kehadiran Gisel.


"aku sama bang Rasya ikut gak papa kan?" tanya Eldira membuat Gisel menatapnya.


"gak papa dong malah seru lagipula temen aku juga sama pasangannya kok jadi kita berpasang-pasangan" setelah menjawab Dira tiba2 Gisel menutup mulutnya takut ada salah kata.


"cieh jadi kamu sama kak Adam juga berpasangan gitu selamat ya kalian" ledek Dira sambil tertawa.


"apaan sih Ra, udah ga usah ngeledek deh" kak Adam terlihat sedikit kesal dengan ulah Eldira sementara rasya hanya tersenyum melihat tingkah kakak adik.


"iya iya yang penting hari ini kita happy kan" Eldira mengerlingkan matanya kali ini Gisel yang tersenyum.


Sesampainya didermaga gisel menelpon temannya.


"temen aku sama cowoknya udah nyampe duluan?" ucap Gisel


"terus, kita kelamaan ya? duh gimana gak enak dong kita yang ajak eh kita yang tepat?" kak Adam sedikit tak enak hati melihat Gisel.


"udah santai aja datengnya juga barusan kok, itu didepan tu kita turun situ aja, nanti kamu parkirin mobilnya dulu sendiri gakpapa kan dam?" tanya Gisel.


"ayo!" tambah Gisel sesaat setelah mobil Adam tepat disamping tempat Pertemuan mereka.

__ADS_1


Mereka turun bersamaan kecuali Adam karena harus memarkirkan mobil terlebih dahulu.


setelah turun mobil Dira langsung mendekat dan merangkul Rasya sementara Gisel mencari keberadaan temannya.


Dira dan Rasya mengikuti Gisel dari belakang terlihat ada pemuda gagah yang terlihat menunggu dan Gisel menghampirinya.


"hallo ucap Gisel?" pemuda itu menyalami Gisel dan tersenyum


reflek Dira dan Adam juga menyalaminya, mereka saling menyebutkan nama satu sama lain tanda perkenalan.


"maaf calon istri aku masih ditoilet sebentar" ucapnya membuat Gisel mengangguk.


Eldira masih tersenyum, karena ingin menghabiskan waktu bersama Rasya dan kakaknya.


"jadi kalian beneran mau menikah ya?" tanya Gisel lagi ke pemuda yang pasti Reza.


"ya sesegera mungkin, tolong ya gisel nanti dibantu?" ucap Reza lagi lagi Gisel mengangguk.


Dira yang sedari tadi melendot kerasya dan tersenyum tiba-tiba membelalakan matanya, dadanya berdetak sedikit kencang karena mulai mendapati gilska yang berjalan ke arahnya. Gilska yang berjalan sedikit menunduk belum menyadari kehadiran Eldira.


"gilska...." ucap Gisel berlari memeluk sahabatnya.


Sontak disitu kaki Rasya serasa melemas dan berusaha menggenggam kencang tangan Eldira. seakan memberikan kekuatan untuk Eldira dan dirinya sendiri.


Tapi Reza mengenalkan diri sebagai calon suami gilska, artinya gilska juga bisa move on darinya batin Rasya. Ada sedikit rasa sesak melihat gilska akan memulai kehidupan barunya sedkit tidak ikhlas mungkin karena Rasya belum benar2 bisa melupakan gilska.


gilska menyambut pelukan Gisel yang menghampirinya mereka seakan kembali melepas rindu.


"aku ajak calon adik ipar gak papa kan?" bisik Gisel ke telinga gilska agar tak terdengar lainnya.


"cieh!!" gilska membalas bisikan Gisel dengan lirih juga.

__ADS_1


"ayoo!" kali ini Gisel menarik tangan gilska.


dengan senyuman lebar gilska mengikuti langkah Gisel, langkahnya sempat terhenti saat melihat Rasya ada disamping Reza jarak beberapa meter darinya. Tapi tak ada pilihan lain gilska tetap melanjutkan langkahnya meskipun hatinya bergetar tak karuan, air matanya berusaha ditahan banyak memory mengelilingi pikirannya, dan Rasya kenapa harus bertemu kembali apa ini jawaban untuknya minta pertanggung jawaban, tapi bagaimana dengan Eldira yang terlihat erat menggenggam tangan rasya, gilska tak akan sanggup menyakitinya, perempuan itu terlihat sangat mencintai rasya, tapi apakah adil jika Eldira menikah dengan orang yang pernah menghianatinya. Bahkan orang yang akan dia nikahi akan memiliki seorang anak dari rahim perempuan lain. hati gilska berkecamuk tapi gilska tak ingin gegabah gilska menatap reza yang juga terlihat sumringah hari ini. entah apakah Reza ada perasaan untuknya atau hanya ingin menolongnya saja gilska juga tak paham, jika boleh jujur dia juga sudah mulai nyaman dengan kehadiran Reza.


"kenalkan ini gilska model internasional,.bentar lagi juga akan ada ditv terus ni, udah dikontrak salah satu stasiun tv untuk liputan keseharian ya kan?" Gisel mengenalkan gilska ke Eldira dan Rasya.


"aku udah kenal kok sel?" jawab eldira sok tegar.


"hai gilska apa kabar?" tanya Dira menjabat tangan gilska.


"baik" jawab gilska tak berani menatap Eldira.


"Abang gak nanya kabar gilska bang?" Eldira terlihat cemburu melihat Rasya tak berhenti menatap Eldira.


Jika tau akan begini pasti Eldira menolak tegas ajakan kak Adam.


"hai ayooo buruan ke kapal aja langsung!!" kak Adam datang sambil merangkul Gisel, sedikit kaget dengan kehadiran gilska .


"tunggu gilska model terkenal itu yaa, aku ngefans banget sama kamu?" Kak Adam menjabat tangan gilska tanpa malu membuat Eldira semakin kesal.


"terimakasih" jawab gilska.


"kamu itu kan..." Adam yang ingin mengatakan jika gilska adalah mantan Rasya terhenti karena melihat ada pria disamping gilska yang juga merangkulnya.


"ehhh akan menikah yaa? semoga lancar ya?" Adam mengalihkan obrolannya.


Melihat gilska dirangkul orang lain hati Rasya terasa sakit, bukan ini yang dia mau, mungkin bisa melanjutkan hari tanpa bertemu gilska tapi jika cintanya untuk Eldira belum kuat kenapa harus bertemu lagi dengan gilska, dan benarkah gilska sudah bisa melupakannya, sementara dirinya saja sampai detik ini masih berusaha melupakannya. Sedangkan itukah cinta yang dulu diagungkan gilska untuknya, Rasya tersenyum kecut melihat keduanya.


"iya trimakasih doanya" jawaban gilska seakan mengiyakan rencana pernikahannya semakin menusuk hati rasya.


Sementara Eldira ada sedikit kelegaan melihat calon suami gilska yang terlihat merangkul gilska ada cinta yang Eldira lihat, mungkin rasa cemburu itu seharusnya tak perlu dia rasakan lagipula selama ini rasya selalu berusaha membuatnya bahagia, mereka hanya masa lalu Dira meyakinkan hatinya.

__ADS_1


"udah ayoo kita langsung ke kapal aja yaa?" kali ini ajakan Gisel diiyakan semuanya mereka berjalan menuju kapal dengan pikiran masing-masing.


Sementara Reza dan Gisel yang tak terlalu paham dengan masalalu gilska dan rasya tertawa sumringah tak seperti yang lainnya, gilska sediri tidak ada niatan untuk memberi tahu Reza siapa ayah anak yang dikandungnya, karena sebenarnya ada secerca harapan untuknya akan masa depan bersama Reza.


__ADS_2