Menantang Cinta

Menantang Cinta
kejutan manis untuk Eldira


__ADS_3

Hari berganti sejak semalam Reza mengunci diri dikamar bahkan tak keluar hanya untuk makan malam. Gilska sedikit cemas dan berfikir jangan2 Reza ingin membatalkan rencananya untuk menikahi gilska.


Gilska sudah menyiapkan sarapan dan berharap Reza akan keluar kamar ditunggunya hingga pukul 9 pagi tetap saja tak terlihat. Gilska memutuskan untuk sarapan sendiri.


"pagi!!!" suara Reza mengagetkan gilska.


"za, udah aku masakin kamu sarapan ya aku ambilkan, sini duduk dulu" bahkan gilska menarikan kursi untuk Reza.


"terserah!" ucap Reza sembari duduk.


Gilska mengambilkan sarapan dengan penuh senyum, hatinya kembali riang menatap Reza yang masih mau diambilkan sarapan olehnya.


"ini, kamu makan yang banyak dari kemarin malam kamu belum makan?" ucap gilska memberikan piring ke meja Reza.


Reza melahap masakan gilska tanpa ekspresi.


" hanya dengan hitungan hari kita menikah, kamu masih mau melanjutkan?" pertanyaan gilska membuat Reza tersedak dan segera mengambil minum.


"maksudnya?" tanya Reza sedikit meninggi.


"dari kemarin kamu gak keluar kamar, siapa tau kamu menyesal membantuku za, jika memang kamu mau batalkan aku tidak apa!" gilska melanjutkan sarapannya yang sempat tertunda.


"kamu ini bicara apa, semua sudah siap om sama Tante kamu lusa juga akan datang kesini, mana mungkin dibatalkan, udah jangan nglantur kamu, lagipula bagaimana sama liputan stasiun tv, memangnya kamu mau membayar denda??" Reza menghentikan makannya.


Reza yang suka ngomel yang dirindukan gilska telah kembali, setidaknya pikirannya tentang pembatalan pernikahan sudah ditepis Reza gilska merasa lega.


"kenapa kamu mengurung diri?" tanya gilska kembali.


"Rena putusin aku!! maaf kemarin aku masih gak bisa terima, tapi semua udah terjadi kan! aku harus melanjutkan hidupku" Reza tak dapat menyembunyikan kekecewaannya.


"karena aku, atau karena apa za?"


"mungkin salah satunya karena pernikahan kita, tapi ini lebih baik kan walau hanya pura2 setidaknya aku tak punya selingkuhan ketika aku menjadi suami kamu!" jawaban Reza membuat gilska menunduk, ada rasa sedih ketika ada kata pura2 keluar dari mulut Reza.


Ternyata Reza masih tidak membuka hatinya untuk gilska, gilska sedikit mengigit bibir dan tersenyum perih. Padahal hatinya sudah mulai menerima Reza dan berharap lebih, tapi ternyata bagi Reza sebaliknya. Seperti keinginannya sebelumnya hanya ingin membantu tidak lebih.


"oh ya Gisel mana?? apa dia bantuin kamu?" tanya Reza membuyarkan lamunan gilska.


"ya kemarin bantuin aku banget, udah sebar undangan juga, meskipun yang diundang bisa dihitung tapi tetep aku kasih undangan" ucap gilska tak bersemangat.


"bagus dong! Adam dan adiknya juga kamu undang kan?"


"Adam kemungkinan pasti Dateng kan pasangan Sam Gisel, kalau adiknya sebaiknya ga usah?"


"lho kenapa? ga enak dong sama mereka kita sempet pergi bersama masa ga kamu undang, ya udah habis ini kita anter aja undangannya?"


"ga usah, nanti aku titipin Gisel aja ya, hari ini kita kencan aja ya?" pertanyaan gilska membuat Reza terbelalak.

__ADS_1


"kamu kemarin udah seharian di Surabaya, terus diputusin terus lagi patah hati, takutnya pas hari H lupa kalau kamu pura2 cinta sama aku, kita bangun kemistri kita kencan hari ini ya? " gilska merapikan sarapannya dan Reza.


"ya udah terserah kamu, aku mandi dulu ya habis itu kita berangkat, kamu mau kemana?" tanya Reza kembali tertawa.


"udah mandi sana, nanti deh aku kasih tau kita kemana?" gilska merahasiakan tujuannya.


"oke baiklah calon istri aku!!" Reza beranjak.


Gilska kembali tersenyum dan berharap Reza adalah jodoh untuknya.


****


Ditempat lain rasya berada di ruangan Eldira dan mengamati kekasihnya yang sedang sibuk dimeja kerjanya.


"Ra, masih lama ya?" tanya Rasya.


"ya ampun ini masih pagi bang? makan siang masih lama, lagian siapa sih yang suruh nungguin Dira kerja!" Eldira melotot manja lalu tersenyum.


"aku gak mau jauh jauh dari kamu, udah tinggalin aja. kerjaannya kita keluar aja yuk?" bujuk Rasya.


"ga bisa bang, Dira udah sering banget Lo ninggalin kerjaan untung bos Dira baik pengertian, coba kalau ga udah dipecat!!"


"ya udah aku tungguin" Rasya mulai memainkan game diponselnya.


"bang, kalau kita dapet undangan dari gilska mau Dateng ga?" pertanyaan Eldira membuat Rasya menghentikan permainannya.


"kalau Abang terserah kamu aja, mau Dateng ayo gak juga gak masalah tinggal bilang aja ada keperluan lain whatever??" dengan santai Rasya menjawab.


"Abang gak masalah gilska menikah?" tanya Dira lagi.


"aku kan udah punya kamu, gilska kan masalalu yang udah selesai, mendingan bahas masa depan, mantan kamu si Delon apa kabar?" tanya rasya membuat Dira sedikit kaget.


"lah kok bahas yang lain?"


"sama2 masalalu kan?" jawab Rasya kembali menghidupkan ponselnya.


"Dira juga udah lama tu ga ketemu, eh terakhir ketemu pas kita lamaran kan ya, oh iya delon aja Dateng ke lamaran kita, yaudah nanti kalau gilska undang kita, kita harus Dateng juga dong! " kini Dira bersemangat.


Eldira tersenyum melihat tingkah aneh Rasya hari ini, mengguinya kerja tak pernah terbayangkan sebelumnya. Rasya yang selalu sibuk dan jarang meluangkan waktu bersama. Semoga aja bang Rasya beneran jatuh cinta batin Dira sambil melirik calon suaminya yang tak menatapnya.


"Ra beneran deh cepetan, jam 11 kita keluar kantor ya?" Rasya kembali menatap Eldira.


"memangnya mau makan siang dimana?" tanya Eldira.


"udah aku siapin pasti kamu suka kok"


"yaudah Dira beresin bentar ya setengah jam aja nanti kita berangkat!!" jawab eldira membuat senyum Rasya mengembang.

__ADS_1


"nah gitu donk!"


"nanti kalau Dira dipecat gimana??"


"gak mungkin, tapi kalau sampe iya kamu kelola cafe kamu seru juga itu?"


"iya sih, yaudah wait!!" Eldira membereskan mejanya.


***


Setelah Eldira menyelesaikan pekerjaannya Rasya tertawa bahagia dan mengajak Eldira ketempat yang tak disangka Eldira.


"bang ini masih lama ga sih?" tanya Eldira yang matanya tertutup karena Rasya ingin memberinya kejutan.


"sebentar udah nyampek kok" dengan pelan rasya menghentikan mobilnya.


Rasya lebih dulu keluar dari mobil dan membukakan pintu Eldira lalu menuntunnya.


"yakin ga Eldira bakalan suka?" tanya Dira penasaran.


"pelan pelan ya jalannya" Rasya menuntun Eldira keruang makan yang sudah didesign romantis.


"udah sampa Eldira sayang, aku buka ya penutup matanya" Rasya melepaskan penutup mata dengan pelan.


"gimana??" tanya Rasya setelah membuka penutup mata Eldira.


Eldira meneteskan air matanya tidak menyangka diberikan kejutan seindah ini, makan siang dengan design indah di rumah baru yang akan ditinggali mereka setelah menikah nanti, rumah yang selama ini didekor Eldira hadiah untuk pernikahannya. Apakah seperti ini rasanya dicintai Rasya??? batinnya mengingat gilska yang dulu jadi wanita pujaan Rasya, dan hubungannya yang pasang surut dengan Rasya. Kebahagiaannya saat ini tak bisa diukur oleh apapun, melihat Rasya yang tiba2 selalu ingin berada disampingnya dan membahagiakan dia seperti ini. Hatinya meleleh.


"makasih ya sayang" Eldira memeluk Rasya dengan erat seakan tak ingin melepaskan.


"kamu seneng ga?" bisik Rasya.


"seneng banget banget!" edira melepaskan pelukannya.


"gak sabar ya segera pindah kesini, sama kamu! harus masakin aku ya tiap hari??" Rasya juga merasakan kebahagiaan yang sudah lama tak dirasakannya.


"iya aku akan latihan masak buat kamu?" gilska kembali memeluk Rasya.


Setelahnya mereka melanjutkan makan siang bersama.


"enak banget pasti Abang pesen makanannya semuanya mahal kan?" Eldira mengernyitkan dahinya.


"gak ada yang mahal, yang mahal itu kebahagiaan kita, kamu janji ya jangan pergi sama lelaki lain lagi, walaupun siapa itu sepupu kamu, aku ga suka?" Rasya sedikit kesal.


"oh jadi karena itu Abang cemburu, tau gitu sejak lama aja ya sepupu aku biar dijakarta biar Abang cemburu terus jadi tau kan kalau sebenarnya Abang cinta juga sama Dira?" canda Eldira.


Mereka saling melempar candaan dan mewarnai siang itu degan bahagia.

__ADS_1


__ADS_2