Menantang Cinta

Menantang Cinta
undangan gilska


__ADS_3

malam menjelas Rasya enggan melepaskan Eldira untuk turun dari mobil.


"Dira masuk ya, terimakasih untuk hari ini untuk makan siang dan seluruh kebersamaan kita becanda2 sama Abang di rumah baru yang beberapa bulan lagi kita huni" Dira tersenyum hangat, Rasya mengenggam erat tangannya seakan tak ingin lepas.


"sebenernya masih pengen ditemeni sama kamu terus, besok pagi aku jemput kamu ya?" harap Rasya.


"iya tapi janga gangguin Dira kerja lagi ya?" Dira mengacungkan jari kelingkingnya.


"iya, janji! Abang juga makasih ya kamu masih ada disini masih sabar, aku juga janji ga akan pernah mengecewakan kamu lagi, hati aku milik kamu Dira" Rasya membalas senyuman Dira.


"ya udah Dira masuk dulu, mau mandi mau rebahan udah hampir jam7 malem" Dira melepaskan gengaman Rasya.


"ya udah nanti tunggu telpon dari aku ya?" Rasya mencium kening Eldira.


Eldira lalu mengangguk dan keluar dari mobil Rasya berjalan masuk kedalam rumah. Rasya tidak bisa menyembunyikan kebahagiaannya.


menyalakan mobilnya dan dengan cepat melaju menuju rumah, tiba2 Rasya teringat kehamilan gilska.


"gilska udah masa lalu buat aku, dan aku yakin hatiku sekarang memang milik Dira, melihat kedekatan Eldira dengan saudaranya membuat aku sadar aku ga akan sanggup kehilangan Dira, aku gak mau Dira tau kehamilan gilska, Eldira baru saja percaya sama aku, aku akan berusaha membahagiakan dia" Rasya bergumam sambil menyetir.


"aku harus ketemu gilska, aku harus minta dia merahasiakan semua ini dari siapapun, aku harus meyakinkan gilska untuk tak membuka suara" Rasya lebih mengencangkan laju mobilnya.


Sesampainya dirumah Rasya langsung menuju kamar, rumah terlihat sepi pasti mamanya sedang ada acara diluar.


Rasya mulai berfikir bagaimana caranya menghubungi gilska. sedangkan Rasya sebenarnya sudah tak ingin mengingat dan berurusan dengan gilska bagaimanapun juga wanita itu sempat menorehkan luka dalam hatinya.


Diraihnya ponsel dan memencet nomor gilska masih terdengar nada tunggu disana.


"hallo sya?" ucap gilska disebrang.


"gilska ada hal yang ingin aku katakan! sebentar aja, kamu dimana? aku janji setelah ini aku ga akan pernah temui kamu lagi!" Rasya berusaha meyakinkan agar gilska bersedia menemuinya.

__ADS_1


Sedikit lama tanpa suara disebrang seakan gilska sedang memikirkan ajakan Rasya.


"gimana? bisa? atau aku jemput kamu?" tanya Rasya lagi karena tak mendengar jawaban gilska.


"ga perlu, oke aku akan temui kamu! janji ya untuk terakhir kali aku sudah punya kehidupan baru sya?" jawab gilska kemudian


"makasih gilska kita ketemu dicafe depan apartemenku aja ya?"


"ya aku akan berangkat sekarang!" gilska mematikan sambungan teleponnya.


Ada keringat mengucur dikening Rasya, memikirkan kembali permintaannya untuk gilska, lalu bagaimana jika dikemudian hari dia tak bisa menyapa anaknya. Ini adalah pilihan yang berat untuk Rasya. Bagaimanapun juga anak itu tidak bersalah , Jika saja Eldira tau dan memaafkannya, tapi pilihan itu pasti akan sangat beresiko apalagi selama ini rasya sudah terlalu sering mengecewakan Eldira, lalu bagaimana jika eldira tidak percaya bahwa perasaannya kini untuk Eldira nyata.


Rasya berdiri dan kembali menuju mobil, dia tidak ingin gilska menunggunya terlalu lama. Kembali dihidupkan mesin mobil dan mulai melaju, pikirannya masih sangat kacau. Rasya merasa seperti seorang pecundang yang tak berani mempertanggungjawabkan perbuatannya. Bahkan membohongi Eldira perempuan yang dicintainya yan akan dinikahi tanpa tau ada benih yang sedang tumbuh dirahim gilska karena dirinya.


Setengah jam berlalu Rasya sampai ditempat mereka janjian dan segera memarkirkan mobilnya. Rasya keluar mobil dengan perasaan campur aduk, seakan berat melangkahkan kakinya masuk ke dalam cafe. Matanya menatap kehadiran gilska disalah satu meja yang lebih dulu datang dan meunggunya, dengan cepat Rasya melangkahkan kakinya segera menghampiri gilska.


"malam!" ucap Rasya menarik kursi dan duduk dihadapan gilska.


"Aku akan bertanggung jawab kapanpun kamu butuh sesuatu untuk anak kita, financial, tabungan pendidikan, apapun!! apapun akan aku berikan, tapi..." Rasya menghentikan ucapannya.


"gak sya, aku udah mau menikah dengan Reza ,aku yakin Reza akan mencukupi seluruh kebutuhan anaku, dan aku juga yakin Reza ayah yang baik untukya, Reza bisa menerimaku dan menikahiku karena dia menyayangi aku, aku sangat yakin dia adalah ayah terbaik nantinya" gilska seakan menolak perkataan Rasya.


"gilska tapi anak itu anak aku, jadi kapanpun dia butuh materi aku akan memberikanya bahkan tanpa dia harus tau semua dari aku, setidaknya untuk menebus rasa bersalahku ke kamu?" permintaan Rasya dibalas senyuman kecut oleh gilska.


"oke, akan aku pertimbangkan lalu apa lagi yang kamu mau? bukan hanya itu kan kamu mau bertemu dengan aku, aku kenal kamu sya, tanpa kamu bilang pun aku tau kamu pasti bisa membiayai seluruh kebutuhan anak kita?" tanya gilska menyelidik.


"maaf gilska, maafkan aku" Rasya menyesal semua harus terjadi diluar keinginannya, menghamili mantan pacar yang seharusnya tidak dia lakukan.


"kalau tujuan kamu untuk menggagalkan pernikahanku maaf sya, itu tak akan bisa! aku tidak akan mengecewakan Reza, kamu bukan yang terbaik buat aku sya" dengan tegas gilska menatap Rasya.


"bukan, bukan itu sebelumnya aku minta maaf, dan terimakasih kamu masih mau ketemu sama aku, tentang pernikahan Kamu aku janji tidak akan mencegahnya karena membiarkan kamu bahagia dengan orang yang kamu cintai adalah satu2 nya hal baik yang harus aku lakukan, karena sekarang aku sadar dan yakin gilska hatiku milik Eldira bukan kamu lagi" kali ini Rasya memberanikan diri menatap gilska.

__ADS_1


"syukurlah kalau kamu udah bisa menerima Eldira apalagi sudah bisa mencintai dia, jadi sudah tidak ada masalah kan?" jawab gilska sedikit teriris mendengar apa yang dikatakan Rasya.


"begini karena kamu akan memulai hidup baru dan aku yakin Reza masih belum tau siapa ayah bayi yang kamu kandung, aku juga akan melanjutkan hidupku, bisakah kita rahasiakan ini dari semua orang!! aku janji kapanpun kamu butuh bantuan untuk anak kita, aku akan siap membantu!" Rasya mengungkapkan permintaannya sedikit membuat gilska terbelalak.


"oh...maksunya kamu ga mau mengakui anak kita?" tanya gilska sedikit menahan emosi


"setidaknya aku akan cari waktu untuk memberitahu Eldira tapi tidak untuk saat ini, aku tidak ingin Dira meninggalkan aku gilska, tolong!!!" ucapan Rasya membuat gilska percaya jika mantan kekasihnya sudah tidak mencintainya lagi, bahkan menyakiti hati gilska seperti ini Rasya mampu.


Lelaki ini memang pantas untuk ditinggalkan batin gilska,, tanpa memikirkan apa yang dikatakan orang jika tau gilska hamil bukan anak Reza, akankah gilska yang akan menanggungnya sendiri, sedangkan Rasya cuci tangan bahkan tak peduli dengan anaknya yang mungkin suatu saat membutuhkan kasih sayang ayahnya.


Tapi gilska mencoba untuk menerima bagaimana pun ini juga kesalahannya, tidak ada untungnya juga semua orang mengetahui siapa ayah bayi yang dia kandung toh dia berharap akan hidup bahagia dengan Reza tanpa harus berpisah. Dan sekuat tenaga akan berusaha membuat Reza mencintainya.


Gilska mengambil nafas panjang dan menghembuskan ya.


"oke Rasya, sepakat!! ini rahasia kita, aku tidak akan mengatakan apapun pada siapapun tentang siapa ayah bayi yang aku kandung, kamu tidak perlu khawatir" jawab gilska.


"terimakasih gilska aku janji tidak akan menganggu kamu dan Reza, dan semoga pernikahan kamu berjalan lancar ya?" rasya tampak lega mendengar jawaban gilska seakan hubungannya dengan Eldira tidak terancam.


"terimakasih untuk doa baik kamu, untuk pernikahku"


"masalah financial yang aku bilang tadi, kapanpun kamu butuh kamu bisa hubungin aku, itu bentuk tanggung jawabku buat anak kita, kamu jaga dia baik2 ya, sekali lagi terimakasih gilska.


"oke aku akan hubungi kamu jika aku perlu sesuatu" gilska melunak.


Gilska tak ingin keras kepala menolak permintaan Rasya. Bagaimanapun Rasya tetap ayah bayi yang dikandungnya.


"pasti aku akan bantu!" jawab Rasya lagi.


"oke sya, aku rasa cukup aku harus pergi, kita jalani hidup kita masing2 oh ya sekalian ini undangan pernikahan aku kamu sampaikan ke Dira ya, semoga kalian bisa datang! tidak masalah kan aku yang kirim undangan ke kamu?" tanya gilska .


"baik gilska kami akan datang, sekali lagi terimakasih"

__ADS_1


Gilska menyerahkan undangan dan beranjak pergi tanpa memandang Rasya, sedangkan Rasya kembali berfikir bagaimana kalau Eldira tau undangan ini disampaikan langsung dari gilska.


__ADS_2