Menantang Cinta

Menantang Cinta
malam pertama gilska


__ADS_3

Eldira dan Rasya memutuskan untuk pulang dari pesta pernikahan gilska walaupun sebentar yang terpenting mereka tetap menghadiri undangan.


"aku anter kamu pulang ya Ra?" tanya Rasya didalam mobil.


"ya lagian Dira juga capek banget hari ini, Abang gak papa kan kita langsung pulang?" Dira balik bertanya.


"sama Abang juga capek pengen istrahat aja!"


"istrahat atau patah hati, atau butuh waktu buat mengenang mantan, heheh gak2 bang Dira cuman bercanda kok!" ledek Dira.


"udah ya, yang lalu ga usah dibahas lagi, ga usah juga dijadikan lelucon, bahas masa depan kita aja, lagipula kita hargai kehidupannya yang baru, udah bersuami juga" ucap Rasya sambil menekan gas mobil.


"iya sayang maaf ya" jawab Eldira sambil menguap karena mengantuk.


Rasya melihat calon istrinya kelelahan dan sempat tertidur diperjalanan pulang, sesampainya dirumah Eldira baru Rasya membangunkannya.


"sayang, udah sampe bangun" ucap Rasya menepuk lirih undak Eldira.


"oh iya aku ketiduran ya, maaf ya?" jawab Dira mengatur posisi duduknya"


"aku tau kamu capek, udah sana masuk, Abang ga anter sampe dalem gak papa kan?" tanya Rasya yang juga terlihat lelah.


"gak papa Dira masuk sendiri, hati2 dijalan ya bang?" ucap Dira sambil membuka pintu mobil.


Dira masuk kerumah dan Rasya kembali melajukan mobilnya untuk pulang.


***


Beberapa jam berlalu, gilska dan Reza sudah selesai menyelenggarakan pernikahannya.


" sekali lagi selamat ya sayang" ucap Tante meta berbinar


"terimakasih ya Tante" ucap gilska tersenyum.


"yaudah kalian istrahat sana, pengantin baru" Tante meta tertawa.


"gilska ke kamar ya Tan?" ucap gilska yang bergelayut dilengan Reza.


Reza hanya tersenyum seakan memainkan peran bahagia usai pernikahan.


gilska dan Reza juga menyewa salah satu kamar di hotel yng tergabung dengan gedung pernikahannya.


Sesampainya dikamar gilska melepaskan pegangannya suasananya sedikit canggung untuk gilska tapi Reza lebih santai.


"kamu mandi sana, ga baik terlalu lama pakai riasan untuk orang hamil" ucap Reza sambil menjatuhkan dirinya disofa.


"iya aku mandi dan ganti baju dulu ya" jawab gilska sambil membawa baju dan handuk ke kamar mandi.


karena ini hanya pura2 gilska berfikir pasti Reza akan tidur disofa. Mungkin membutuhkan waktu untuk membuat Reza jatuh cinta sebelum nantinya pernikahan mereka harus berakhir. meskipun sebelumnya tidak pernah ada kata akhir dalam perjanjian mereka, tapi kan Reza memang hanya membantu.


Hampir setengah jam gilska mandi dan membersihkan seluruh make up yang menempel diwajahnya.

__ADS_1


"za aku udah selesai, sana kamu gantian mandi?" ucap gilska keluar dari kamar mandi.


Gilska melihat Reza ketiduran, diamatilah suaminya. Bagaimanapun sekarang Reza menjadi suaminya , suami yang sah secara hukum dan negara.


"za, bangun sana mandi!" ucap gilska menggoyangkan tubuh Reza.


"oh iya ya, sory2 aku ketiduran ya?" Reza sedikit tergelagap.


Lalu Reza bangun mengambil handuk dan pakaian bersih masuk kedalam kamarmandi.


Sementara Reza mandi gilska bermain ponsel diatas kasur sambil melihat beberapa gambar yang tersimpan diponselnya.


"riasannya bagus banget aku jadi terlihat cantik tadi" ucap gilska puas dengan make up dan gaun yang dikenakan ya tadi.


Gilska terus saja memainkan ponsel sampe Reza selesai mandi.


"gilska, aku kok laper lagi ya?" tanya Reza sambil mengeringkan rambutnya.


"mau makan apa? keluar atau bagaimana?" tanya gilska antusias melihat Reza nampak biasa saja dan tidak canggung padahal ini malam pertama pernikahannya.


"iya juga ya pesen atau kita keluar ya?" tanya Reza balik.


"za, kita harus cari rumah! gak mungkin kan numpang dirumah mba Santi sekarang kan kita udah nikah, jadi besok kita harus beres2 keluar dari rumah mbak Santi"


"iya nanti aku belikan rumah sementara Kita nginep dihotel aja sambil cari rumah dulu" jawab Reza yang sepertinya rambutnya sudah kering.


Reza ikut naik ke atas kasur dengan santainya, tak seperti pemikiran gilska jika Reza menjaga jarak dan tidur disofa, dadanya sedikit berdetak, tapi gilska masih berfikir mungkin karena belum tidur malam jadi Reza masih ingin mengobrol saja.


"janganlah, aku ada tabungan kok, Minggu depan aku baru mulai kerja, jadi ada waktu buat cari rumah, kalau kamu mau uang itu kamu gunakan buat design isi rumah lainnya untuk keperluan kamu sendiri" jawab Reza menampik tawaran gilska.


"yaudah jadi makan ga? " tanya gilska.


"kamu pesenin aja, capek juga mau keluar" Reza menarik selimut dan merebahkan diri.


"yaudah aku pesenin ya" jawab gilska dan Reza hanya mengangguk.


Sementara gilska memesan beberapa menu untuk Reza, Reza menyamankan posisi tidurnya.


Gilska hanya tersenyum melihat Reza yang berada disampingnya, Reza yang tak berfikir harus menjaga jarak dengannya karena pernikahan yang tak sesungguhnya.


Beberapa menit berlalu dan makanan sudah sampai dikamarnya.


"za bangun udah sampe makanannya, kamu makan dulu nanti tidur lagi ya?" bisik gilska membuat Reza membuka matanya.


"kamu juga makan ya?" tanya Reza sambil bangun.


Mereka makan dan bersenda gurau bersama, seakan tak ada jarak meskipun hanya seperti kawan lama ataupun sahabat karena tidak ada bahasan cinta dan apapun.


"kamu makan yang banyak biar baby-nya seneng, nanti Akir bulan kita umumkan kehamilan kamu" Reza mengelus perut gilksa.


Sebenarnya gilska ingin mengucapkan terimakasih, tapi dia tahan karena tak ingin nantinya membahas perasaan ataupun pernikahan takutnya Reza menegaskan bahwa ini semua hanya sementara. Gilksa lebih memilih menikmati kebersamaannya dengan Reza.

__ADS_1


"iya, habis ini aku mau lihat2 rumah biar besok kita bisa segera kelokasi yang paling cocok"


"ya bener kamu, mumpung aku juga masih cuti, cari yang agak besar yang lengkap sama kolam renang, yang siap huni juga?" Reza antusias.


"siap, habis ini aku cari, ini makannya kalau udah selesai aku beresin ya?" tanya gilska.


"ya beresin aja, aku mau tidur ya ngantuk banget ini apalagi udah kenyang, habis kamu beresin cari rumah terus kamu juga tidur ya?" perintah Reza.


"ya, yaudah kamu tidur duluan sana?"


"aku tungguin kamu beberes aja?" Reza kembali duduk disofa tak jadi kekasur.


"udah gakpapa ini juga udah beres" ucap gilksa sambil membersihkan bekas makanan mereka.


"udah belum?" tanya Reza lagi.


"udah kok, tinggal cuci tangan" jawab gilksa


"yaudah aku tunggu!"


setelah membereskan semua dan membersihkan tangan gilksa berjalan ke sofa.


"ayo udah selesai, kamu tidur sana?" gilksa menarik tangan Reza


"iya" Reza berdiri menuju kasur sementara gilksa duduk disofa.


"heii.. kamu kenapa disitu, sini nyarinya disini aja?" ucap Reza sambil merebahkan diri.


Gilska hanya tersenyum mendengar permintaan Reza, lalu duduk diatas kasur, memenuhi keinginan suaminya itu.


"tapi aku tidur lampu harus mati gilksa, yaudah aku temenin kamu lihat2 rumah dulu ajalah" Ucapnya sambil kembali menarik selimut dan mendekat kearah gilksa yang masih duduk.


"yaudah besok pagi aja lihat2 gambar rumah, kalau kamu ngantuk tidur aja" jawab gilksa dijawab gelengan Reza


"udah sini kamu lihat ponselnya sambil tiduran sini" Reza menarik tangan gilksa.


"iya ya" ucap gilksa menurut.


Hampir satu jam mereka memelototi ponsel bersama2 ada beberapa perbedaan pendapat, ada juga beberapa pilihan yang sama.


"yaudah 3 rumah tadi aja besok kita datangi kantornya" jawab Reza.


"oke besok habis makan siang ya?" ucap gilska


"ya selepas makan siang aja" jawab Reza.


"yaudah kamu tidur ya aku juga udah ngantuk" Reza menyamankan posisi tidurnya.


Reza dengan santainya tidur disamping gilksa sedari tadi tanpa jarak, apa yang ada dipikiran Reza ya batin gilska. Kapan ya hati Reza akan terbuka buat kehadirannya, gilksa memandang Reza yang lebih dulu memejamkan matanya, sepertinya memang sudah sangat mengantuk. Tak selang beberapa lama gilksa juga mulai menguap dan menyusul Reza untuk tidur.


Malam pertama yang menurut gilksa indah, tanpa ada jarak justru kebahagiaan, makan bersama, mencari rumah bersama dan tidur berdampingan meskipun tak terjadi apapun. itu sudah sangat cukup untuk gilksa, gilska justru merasa bahwa Reza menghargai pernikahannya.

__ADS_1


__ADS_2