
Rasya semakin bingung,.hubungannya dengan Eldira semakin dekat, dan Rasya tak ingin menyakiti Eldira yang sampai detik ini mempercayainya. Rasya setibanya dirumah disambut senyuman oleh Tante Nonik.
"udah pulang kamu nak?! papa Minggu depan pulang Rasya?" mama mengagetkan putranya itu.
"pulang ma? bukannya papa bilang kalau diundur dari papa bilang masih ada dua bulan lagi ma?" tanya Rasya duduk dimeja makan mendekati mamanya yang merapikan meja setelah makan malam.
"harusnya kamu seneng dong papa pulang, jadi kamu cepet nikah!" ledek mama kepada rasya.
"iya ma, nanti aku segera kabari Eldira, Kita segera adakan makan malam, aku akan lamar Eldira!" ucap rasya serasa sudah menetapkan pilihannya.
"bagus itu, niat baik harus segera dilaksanakan agar gak batal!" mama menatap rasya yang terdiam.
***
(hai Ra, papa akan segera pulang Minggu depan, kamu berdoa ya supaya rencana kita dilancarkan) pesan singkat yang dikirimkan Rasya membuat Eldira sangat senang, Eldira merasa impiannya segera terwujud dan Rasya tidak mengingkari janjinya untuk segera menikahi Eldira
"apa kamu, senyum-senyum sendiri gak jelas?" tanya kak Adam heran melihat Eldira yang duduk disofa sembari tersenyum sendiri.
"kakak!!" Eldira memeluk kakaknya dengan erat.
"hei lepas ngapain si kamu, dapet kontrak besar atau naik jabatan?" tanya kak Adam lagi
"bukan, lebih besar dari itu?" Eldira masih tersenyum riang.
"apa jangan bikin penasaran!" kali ini kak Adam mengangkat kedua alisnya.
"aku akan segera menikah, papanya rasya udah balik dari luar negri jadi aku akan segera dilamar!!" Eldira kembali tersenyum lebar kali ini kak Adam hanya menghela nafas.
"terus apa pelangkahnyaa buat kakak?" kak Adam menggoda Eldira.
"memangnya kakak minta apa? sebentar kak Dira deg-deg an ini, ya ampun gak nyangka papanya bang Rasya cepet banget baliknya sumpah aku bener-bener ga nyangka!" Eldira melonjak kegirangan seperti anak kecil.
dari kejauhan mama melihat tingkah Eldira yang tak biasa, dengan pasti mama melangkah mendekati putrinya itu
"sayang udah gede jangan loncat-loncat?" mama mengingatkan Eldira.
"mama tau gak ma, papanya bang Rasya ma, akan segera pulang jadi kita akan mengadakan makan malam seperti rencana sebelumnya ma!" Eldira merangkul mamanya
"ya sudah, kamu persiapkan aja rencanaya mau gimana dan kapan?" mama ikut tersenyum melihat Eldira tampak sangat bahagia.
"aku mau segera kabari sisi pasti dia seneng banget denger kabar ini, eh tapi gak ah mendingan aku rahasiakan aja dulu, nanti kalau udah h-1 baru aku undang dia, ya udah Dira mau cari catering yang bagus ya ma untuk jamuan makan malam ini!" Eldira bergegas masuk ke dalam kamar, kak Adam dan mama saling pandang lalu tersenyum melihat tingkah eldira.
***
hari berganti Eldira disibukan dengan urusan catering, sebenarnya agak berlebihan hanya untuk makan malam biasa Eldira berusaha menyiapkan sesempurna mungkin.
__ADS_1
(Eldira hari Rabu depan ya acaranya?) Rasya memberikan pesan singkat yang membuat Eldira kembali terbelalak, Rabu depan dan sekarang sudah hari Jumat hanya tinggal beberapa hari, sedangkan Eldira belum mencari pakaian agar calon mertuanya tertegun melihatnya.
"sisi kamu bisa kan temani aku sekarang kamu ke kantorku ya aku tunggu, gak da penolakan bye?!" Eldira menelpon sisi yang ta tahu apapun, akirnya Eldira memutuskan untuk memberitahu sisi, karena tidak mungkin dia menyiapkannya seorang diri.
Tak selang berapa lama sisi masuk ke ruangan Eldira.
"ngapain nyuruh aku kesini?" sisi merebahkan dirinya di sofa dengan santainya.
"kamu harus bantuin aku, papanya bang Rasya mau balik ke indo Minggu depan?"
"terus??" sisi masih tak paham
"Rabu depan akan ada makan malam keluarga si, kamu harus bantuin aku, aku belum menyiapkan baju yang akan aku pakai belum juga memilih catering yang istimewa!" Eldira sangat bersemangat
"ya cuman makan malam heboh banget sih, belum lamaran kan?" sisi masih santai
"iya tapi kan sekalian bahas hari lamaran sisi, gimana sih kamu?" Eldira berkacak pinggang
"oke akan aku bantuin kamu seluruh jiwa raga Eldira, udah ga usah panik, sekarang kamu bisa ga ijin, kita cari baju dulu ya, karena sangat mendadak ga mungkin kamu harus jahit baju kan, kita cari baju dibutik langganan aku, untuk catering besok aja kita lanjut!" kali ini semangat sisi udah mulai keluar
"aku ijin sebentar ya, kita jalan sekarang!" mata Eldira sangat berbinar, makan malam yang sangat dinantikan Eldira untuk kelangsungan hubungannya dengan Rasya.
****
"Pindah tempat aja ya si?" tanya Eldira
"ngapain, baju disini bagus dan lagi harganya miring udah percaya sama aku!" sisi masih melanjutkan langkahnya
"sisi, dengerin tu lihat ada gilska disana!" Eldira sedikit panik
"siapa, mantannya Rasya, dia gak akan ngenalin kamu udah ayo?" sisi masih saja memaksa.
"Tante Artha kenalin ini temen aku, yang tadi aku bilang ditelpon?" sisi menghampiri pemilik butik yang tadi sudah diajak janjian sisi.
gilska menatap Eldira dan sisi yang tak jauh jaraknya hanya sekedar menatap seperti apa yang dikatakan sisi, sepertinya perempuan itu tak mengenal Eldira sama sekali.
"iya tentu saja, kamu bisa pilih koleksi terbaru kita, boleh tau dengan siapa?" tanya Tante Artha.
"Dira Tante" jawab Eldira menyingkat namanya agar tak terlalu terdengar.
sayangnya gilska melirik Eldira dan menatapnya degan tajam.
"atau yang dipakai gilska ini juga keluaran terbaru sini, Tante kenalkan sama model yang akan memperkenalkan baju-baju Tante!" Tante Artha menarik tangan Eldira, Eldira sedikit panik sayangnya tak bisa menolak.
"gilska kenalkan ini Dira, dia cari baju untuk makan malam bersama calon suaminya, begitu kan si?" tanya Tante Artha ke sisi yang sekarang mulai panik.
__ADS_1
"valleria gilska!" ucap gilska mengulurkan tangan ke Eldira.
"Dira dan ini teman aku sisi" jawab Eldira membalas uluran tangan gilska, Eldira nampak kikuk.
"Dira kamu pilih dulu Tante tinggal sebentar ya?" Tante Artha meninggalkan mereka.
"sepertinya aku tidak asing dengan nama kamu?" tanya gilska.
"ya namanya memang pasaran!" sisi tertawa ringan mencairkan suasana.
"maaf gilska kita cari koleksi lain ya?" sisi ingin pergi dari tempat itu.
"sebentar, untuk makan malam gaun-gaun yang akan aku peragakan bagus kok, coba kalian lihat dulu, warnanya juga tak mencolok, apalagi ini kan koleksi terbaru, pasti akan cantik kamu pakai Dira!" ucapan gilska kali ini membuat sisi dan Dira saling berpandangan
"iya tentu, akan aku pilih terimakasih gilska sarannya!" kali ini Eldira sudah tidak panik dan berusaha mengontrol diri lagipula dia kan yang dipilih Rasya bukannya gilska gumamnya dalam hati.
gilska tersenyum menatap Eldira sedangkan asistennya berusaha menyiapkan beberapa baju yang akan dikenakan gilska untuk photoshoot
tak dipungkiri gilska kelihatan jauh lebih cantik dari pada di majalah atau televisi, kulitnya putih bersih senyumnya juga sangat lembut, bagaimana bisa dulu bang Rasya putus dengannya, ditepisnya segera pikiran Eldira dan dia melanjutkan memilih koleksi meskipun sudah tak nyaman.
"Dira, lihat ini bagus buat kamu?" kali ini gilska menyodorkan gaun yang tampak cantik ditangannya tapi Eldira serasa enggan menerima.
"oh iya nanti akan aku coba, tapi aku sudah ada pilihan lain gilska, maaf bukannya kamu harus segera melakukan photoshoot tak perlu repot-repot membantuku!" ucap Eldira tak nyaman.
"sejujurnya aku tidak punya banyak teman disini dan aku rasa kita bisa berteman kan?" ucapan gilska lagi-lagi membuat Eldira semakin ingin segera meninggalkan butik.
Eldira hanya tersenyum tanpa memberikan balasan atas ucapan gilska jika saja gilska buka mantan kekasih bang Rasya, siapa yang akan menolak berteman dengan model terkenal seperti gilska.
"setidaknya bisakah kita bertukar nomor telepon aku janji setelah ini aku akan membiarkan kamu memilih sendiri gaun untuk makan malammu?" gilska masih berusaha dan Eldira tak ada pilihan lain agar gilska juga segera beranjak, mereka bertukan nomor ponsel
"oke Dira semoga makan malam kalian lancar ya, bye!" kali ini gilska benar-benar meninggalkannya.
"Dira, kamu pilih yang mana?" tanya sisi masih mencarikan gaun yang cocok.
"kita cari tempat lain ya si?" Eldira mengernyit
"tapi Ra, kamu ga suka dengan gaunnya atau apa?"
"udah ,ayo kita pergi dari sini aku akan cari gaun dibutik lain 10x lipat lebih mahalpun tak masalah!" ucap Eldira .
"butik ini terkenal Lo Ra, lagian bisa menyewa model papan atas sekelas gilska gak sembarang butik Ra?" sisi meyakinkan Eldira yang sudah tidak berminat.
"udahlah sisi ayo!!" Kali ini sisi menuruti apa kata Eldira.
Mereka berdua meninggalkan butik Tante Artha.
__ADS_1