Menantang Cinta

Menantang Cinta
ohh.. Gisel


__ADS_3

Hari berganti Eldira tak lagi ingin belajar memasak dirumah mamanya tapi belajar memasak dirumah sendiri, pagi2 wati sudah disuruhnya berbelanja. Sedangkan eldira sudah ke toko buku untuk membeli beberapa buku resep masakan. Rasya tadi pagi senyum sumringah sarapan spageti instan buatan eldira yang dibantu wati saat pembuatan.


Makan siang hari ini eldira ingin mengantarkan sampai tujuan tidak ingin ada orang tak bertanggung jawab yang membuat masakannya menjadi berbeda rasa.


"wati..., kita mulai masak ya?" ucap eldira semangat.


Dijawab anggukan oleh sang Asisten rumah tangga. Eldira berbahagia menikmati peran barunya sebagai istri, tidak menyelesaikan honeymoonnya ternyata ada hikmah eldira jadi ada waktu belajar memasak sebelum benar2 masuk kantor.


***


Ditempat yang berbeda adam joging pagi, secara tak sengaja ketemu argha.


"ga? Kemana aja kamu, katanya pindah kok ga pernah kelihatan?" adam menepuk lengan argha


"iya habis jalan2 ke bali dam, biasa mumpung ada yang nemenin ada yanh bayarin, ya aku berangkat" jawab argha tertawa.


"siapa pacar kamu, kenalin ke aku?" tanya adam penasaran.


"cewek!! Yang penting bisa bersenang2 aja ga usah kudu jadi pacar kan?" jawab argha mengingatkan pada adam yang dulu.


Hidup bebas, tanpa beban tanpa cinta, tanpa perasaan yang terluka.


"ya nikmatilah sebelum kamu mengenal cinta?" ucap adam tersenyum.


"Jangan salah, aku mengenal cinta dam, mencintai seseorang yang tak pernah menganggap kita ada, mencintai seseorang yang tak begitu mengenal kita, tapi mungkin perasaanku salah" kini raut wajah argha berubah.


"Ayo kita duduk dulu disitu!" ucap adam mengajak argha sambil mengelap keringat yang membasahi dahinya.


"adam! Jangan sampai mencintai wanita yang salah" jawab argha sambil berjalan menuju tempat duduk yang ditunjuk adam.


"ya kamu benar, ingin kutinggalkan saja cinta itu! Membuat kacau hidupku saja" jawab adam seraya duduk.


"cari saja yang baru, bersenang2lah" ucap argha duduk disamping adam.


"harusnya kamu ajak aku ke bali ga?" tanya adam.


"hmm nanti malah lebih kacau kalau aku ajak kamu" jawab argha tertawa.


"kenapa? Takut ya, aku rebut" jawab adam ikut tertawa, menganggap kata2 argha sebagai lelucon.


"udah mulai siang aku balik kerumah kamu, kita barengan pulangnya" ajak argha.


"oke!!" adam beranjak.


Mereka memutuskan kembali kerumah karena hari mulai siang, jogingnya daripagi juga sudah cukup.

__ADS_1


Sesampainya dirumah Adam terbelalak kaget melihat gisel.


"sejak kapan disini?" ucap Adam.


"dam, maafin aku ya, kemarin ponsel aku rusak aku sama sekali tak mengingat nomor kamu, jadi aku tak bisa menghubungi, aku ada pemotretan di yogya" kata gisel beedusta.


"dam, aku masuk dulu ya" ucap argha menatap gisel.


"ya ga" jawab adam.


"silakan duduk dulu, mak ijah biar membuatkan kamu minum, aku mau mandi dan ganti baju dulu" adam berjalan menuju kamar.


"adam tunggu! Aku tidak punya banyak waktu, kita bicara saja sebentar ya?" gisel mengikuti langkah adam.


"kalau kamu tak punya banyak waktu, pergilah! Selesaikan saja dulu urusan kamu" jawaban adam sangat dingin diluar dugaan gisel.


Setau gisel Adam sudah jatuh cinta padanya bahkan, sikapnya selalu manis perhatian dan tidak pemarah.


"adam! Kamu marah? Aku sudah jelaskan, aku minta maaf" ucap gisel mengiba.


"ya aku maafkan kamu, aku mau mandi dulu, jika mau menunggu silakan jika tidak aku tak memaksamu menungguku" kini adam meninggalkan gisel diruang tamu.


Tidak ada pilihan lain selain menunggu, bukan ini yang diinginkan gisel.Dia ingin adam mencintainya melakukan apa yang dia inginkan.


"gisel, aku rindu" ucap argha memeluk gisel dari belakang.


"kamu jangan gila, ini rumah adam!" gisel segera melepaskan pelukan argha.


"satu kecupan aku akan pergi" ucap argha mengancam.


"argha pliss! Nanti kita ketemu ya?" gisel berusaha menyuruh argha pergi.


"akan sia2 beri aku satu kecupan, hanya satu detik dan aku pergi" argha masih saja mempermainkan gisel


"baik" ucap gisel sambil mengecup bibir argha.


"nah, aku akan pergi" argha berlalu.


Detak jantung gisel tak beraturan, bagaimana kalau ada yang melihatnya.


"nona ini minumannya mak kasih meja ya?" kedatangan mak ijah membuat dentuman jantungnya semakin berdetak.


"iya terimakasih" ucap mengatur nafas.


Gisel segera duduk dan menghabiskan minuman yang diberikan mak ijah untuk menenangkan dirinya.

__ADS_1


Hampir setengah jam beralalu baru adam menemuinya.


"Kenapa kesini?ada perlu apa?" tanya adam ketus.


"aku kangen sama kamu, udah hampir 5hari aku tak menemuimu, apa kamu tidak merasakan hal yang sama?" tanya gisel manja.


"ya sama, tapi kamu hanya masa lalu"jawab adam membuat gisel menatapnya lekat


"apa maksud kamu?" gisel tak mengerti


"aku sudah lama bebas, bersenang2 semauku, jika harus memiliki kekasih yang tidak selalu ada apalagi tak bisa membuatku bahagia, itu tak sebanding dengan kebebasanku, tak ada gunanya" jawab adam.


"adam aku minta maaf, aku janji tak akan mengulanginya lagi" jawab gisel mengiba, meskipun tujuan utamanya hanya ingin membuat adam bertekuk lutut padanya.


"sejak menjalin hubungan kita tidak pernah pergi bersama menghabiskan beberapa malam, hanya sekedar nonton dan makan saja, untuk orang yang sama2 dewasa seperti kita tak cukup kan gisel?" tanya adam.


"apa mau kamu, aku seorang model tapi akh sangat menjaga pergaulanku adam, aku wanita baik2 pergi bersama bagaimana maksud kamu, jika kamu mencintai aku tidak mungkin kamu mau merusaku" jawab gisel berdusta, agar semakin meyakinkan adam dirinya perempuan baik2 yang layak untuk dinikahi.


"gisel, maaf sepertinya kita tak sama" adam membuat gisel menarik nafas panjang.


"Baik, aku akan tetap berusaha mengejar cinta kamu, aku akan memberikan kamu waktu lebih lama untuk berfikir, Besok aku akan kemari adam, kerjaanku lumayan padat hari ini, aku meluangkan waktuku dan kamu menolaku, aku permisi" ucap gisel berdiri meninggalkan adam.


Adam tidak mencegah gisel, Tapi hati adam merasa lega, gisel tak menerima ajakannya pergi bersama menghabiskan malam, berarti dia wanita baik, bahkan gisel tak gentar meski adam menggertaknya ingin mengakhiri hubungan. Adam tersenyum, dia yakin ponsel gisel memang rusak hingga tak bisa menghubunginya. Besok setelah gisel kembali adam ingin memberi kejutan orang yang dicintainya.


***


Beberapa jam berlalu, argha menunggu seseorang diapartemnnya.


Bel berbunyi membuatnya berdiri berjalan membuka gagang pintu.


"wanitaku" ucap argha melirik dengan penuh nafsu.


"dengar ya argha, jangan kau lakukan lagi menciumku ditempat yang tak seharusnya" ucap gisel kesal sambil melempar tasnya.


"oke! itu salahmu sendiri, kamu menemui adam dengan pakaian yang membuatku tergoda" ucap argha menutup pintu setelah gisel masuk.


"menggoda bagaimana, aku mengenakan pakaian yang sopan, tidak ada yang terbuka" gisel masih kesal dan merebahkan badannya disofa


"ya, aku lebih tergoda dikala pakaianmu tertutup, sudah2 jangan marah, jangan rebahkan tubuhmu disofa, rebahkan ditempat tidur" argha menatap tajam gisel.


"argha!!" teriak gisel yang masih kesal.


"aku janji akan jaga sikap jika ada adam ataupun disekitar rumahnya, sekarang aku hanya ingin melepas rindu, semalaman aku tak bertemu denganmu" jawab argha mengangkat dagu gisel.


Gisel tersenyum dan mereka saling melepaskan rindu. Entah cinta atau hanya nafsu yang sama2 mereka rasakan. Sejak bertemu argha, gisel selalu saja ingin bersama, memberikan apapun yang argha mau, bahkan apartemen yang digunakan untuk tempat memadu kasihnya juga pembelian gisel. Sementara Argha tak mengijinkan gisel datang ke apartemennya sendiri.

__ADS_1


__ADS_2