
Seminggu berlalu eldira masih menetap disurabaya, mengaduk pelan teh dalam cangkir setelah menuangkan gula.
"ra, masih disini?" tanya delon sembari duduk didepan dira.
Eldira hanya tersenyum kecut dan menyeruput teh yang tadi diaduknya.
"aku mau balik ke jakarta, mungkin ada pesan yang ingin kamu sampaikan?" ucapan delon membuat mata eldira mendelik.
"awas kamu, kalau sampai ada yang tau aku disini tak akan kumaafkan" eldira memberi ancaman.
delon justru tersenyum, melihat eldira hatinya iba. Jika saja dulu menikah dengan delon pasti dia akan sekuat tenaga menjaga hati dan perasaan eldira.
"mungkin aku akan mengajukan gugatan, ini akan menjadi akhir perjalanan pernikahanku" eldira meletakan dengan pelan cangkir dimeja.
Kali ini delon yang kaget mendengar ucapan eldira.
"ra, pikir baik2 ada bayi yang membutuhkan seorang ayah"
"aku sudah berfikir, kenapa tak pesan sarapan?" tanya dira mengalihkan pembicaraan.
"nanti saja ra"
"besok sepertinya aku juga harus kembali ke jakarta, semua sudah berakhir"
"ra? Jangan mengambil keputusan saat emosi" delon berusaha menenangkan dira.
"sudah hampir seminggu aku disini, sudah cukup menenangkan diri dan menentukan keputusan" kelihatannya dira tak bergeming.
"apa kamu bisa hidup tanpa rasya ra?" tanya delon.
"apa kamu bisa melihat rasya dengan perempuan lain?" tambah delon, mengiris hati eldira.
Mendengar pertanyaan delon bulir airmata eldira tak bisa ditahan. Cintanya pada rasya sangatlah dalam, penghianatan ini sebenarnya hanya cerita masa lalu. Yang harusnya bisa dilupakan dira jika saja rasya lebih cepat mengatakan kebenaran sebelum pernikahan terjadi.
"aku sangat mencintainya" jawab dira lirih.
"aku tau, sampai2 kau meninggalkan aku!" Eldira kaget mendengar jawaban delon.
"berikan kesempatan ra, rasya manusia biasa" ucap delon.
"delon cukup, jangan ajari aku apapun lagi, tunggu aku, aku akan ikut ke jakarta hari ini, sekarang juga bersamamu, dan satu lagi tolong antarkan aku pulang kerumah" mendengar apa yang dikatakan dira, delon semakin kaget.
"ra, bukan aku gamau tapi nanti rasya bisa salah paham"
"aku akan kembali ke kamar, beberes satu jam lagi aku tunggu kamu dilobi, aku mau sarapan diluar". Dira tak memberi kesempatan delon untuk menjawab.
****
"aku ingin sekali bertemu dengan istrimu, kemana dia? Berkali2 aku kerumah tak bertemu, dan kau juga tak pernah ada dirumah, jangan2 pernikahanmu tak baik2 saja" ucapnya dengan senyum sengit.
"agata, jika tidak ada urusan pekerjaan yang lain silahkan tinggalkan ruanganku" rasya geram mendengar ocehan agata.
__ADS_1
"baik akan kutunggu kapanpun eldira pulang, dan akan kupastikan dia tau kalo nando anak kamu!" dengan keyakinan agata menatap rasya, seolah ancamannya bukan main2.
"istriku sedang berlibur dengan teman2nya dia tak akan menggubris perkataanmu" jawaban rasya membuat agata semakin kesal.
Agata meninggalkan ruangan rasya dengan amarah.
Sementara rasya menatap photo pernikahannya dimeja kerja, selepas agata pergi.
"kamu dimana ra? Kenapa kau hukum aku seperti ini, aku ga akan bisa hidup tanpa kamu" rasya sangat merasa bersalah.
Entah penyesalahannya bisa membuat hati eldira melunak atau justru mengeras.
***
Gilska dan reza sedang sibuk mengurusi buah hatinya, yang selesai mandi.
"nanti jam berapa neneknya kesini?" tanya reza.
"katanya setelah makan siang, makasih ya za kamu sudah kasih ijin" gilska tersenyum. reza haya mengangguk.
Setelah meminta ijin pada reza dan menceritakan semuanya seminggu yang lalu, mereka memutuskan hari ini, mamanya rasya bisa berkunjung dan menemui nando.
"tapi apa dira sudah ada kabar ya?" tanya reza.
"aku juga belum tau, ga enak za kalau tanya via telpon, nanti saja aku tanya langsung ke tante nonik" jawab gilksa.
"memang seharusnya dira tau, setidaknya dari mulut suaminya" jawab reza.
"melakukan banyak hal untuk dira maksudmu rasya memilih menikahi dira daripada bertanggung jawab"
"za, jangan salah paham"
"aku tau, rasya memilihnya daripada nando, dan pengakuannya juga karena tak ingin membalas cinta agata" tambah reza.
"jika dilihat dari sudut pandang yang lain dan kepala dingin, harusnya masalah ini bisa selesai dengan baik2 saja, aku sudah menikah dan tak mungkin menganggu mereka" jawab gilksa
"hargai apapun keputusan dira, sudahlah tak perlu ikut campur, posisimu salah" reza menghentikan ucapan gilska.
Gilska langsung terdiam mendengar jawaban reza.
***
setelah menemani eldira sarapan delon langsung menuju bandara, untung saja masih ada tiket yang bisa dipesan, dan langsung terbang ke jakarta.
"delon makasih ya, nanti kita sampai jakarta selepas makan siang, kau temani aku kerumah, jika rasya tak ada aku akan kekantornya bersama kamu" ucap dira didalam pesawat.
"ra, apa maksudnya? Kamu tak berniat kembali padaku kan".
"jika iya bagaimana?" tanya eldira dingin.
Melihat sikap eldira delon tau semua tak mudah bagi perempuan yang dicintainya.
__ADS_1
"oke2, aku akan menemani kamu, jangan salah pengertian kamu tak perlu kawatir, aku akan menjadi teman terbaik, sampai kamu kuat berdiri sendiri".
Eldira hanya mengangguk seakan paham dengan ucapan delon,dan tersenyum manis.
selama perjalanan eldira hanya melamun dan delon tak ingi menganggu.
***
Tak membutuhkan waktu lama untuk sampai dijakarta.
Dira berusaha berdiri dan berjalan menurini pesawat dengan sedikit gemetar.
"genggam tanganku ra, berjalanlah dibelakangku, anggap saja aku adam" delon mengulurkan tangannya.
Tanpa berpikir panjang dira mengenggam tangan delon, seakan ada kekuatan untuknya kembali melangkah.
"kita ga perlu cari taxi, supir kantor sudah menungguku" ucap delon sesaat setelah mengambil koper.
Dira melepaskan genggamannya.
"kamu anter aku kan?" tanya dira
"iya, tenang"
ada seseorang melambaikan tangannya ke delon memberi kode.
"itu ra, ayoo" ajak delon setelah melihat pak mardi menunggunya.
"aku akan menelpon wati, aku akan katakan padanya kalo ada tamu penting yang ingin bertemu rasya, agar dia pulang" dira mengeluarkan ponselnya.
"bentar ra, bukankah biasanya kau panggil bang rasya?" delon mengernyit.
"itu kan saat aku menjadi istrinya, sekarang beda aku hanya akan menjadi mantan istri"
"hallo wati, bisa kau telpon bapak katakan akan ada orang penting yang akan menemuinya" ucap eldira ditelepon
"aku baik2 saja, iya baiklah" dira mematikan telponnya.
"kenapa ra?" tanya delon.
"kita langsung ke kantor aja, kamu temeni aku, dia dikantor" wajah dira terlihat dingin.
"oke" delon tak ingin memberikan banyak pertanyaan untuk dira.
Mereka segera naik mobil, dan menuju kantor rasya.
Seperti didalam pesawat didalam mobil juga sudah tak ada peecakapan antara eldira dan delon, mereka tenggelam dalam pikiran masing2.
Sampai dikantor rasya jantung dira berdetak sangat kencang. Air matanya kembali menetes. Dengan yakin dira turun dari mobil.
" ra?" tanya delon.
__ADS_1
" its oke" dira tetap melangkah masuk.