Menantang Cinta

Menantang Cinta
malam romantis eldira


__ADS_3

Disisi malam Rasya memutuskan untuk bermalam diapartemen, ingin rasanya menghubungi Hendi sahabat karibnya tapi Hendi pasti tak adil memberi jalan keluar karena Hendi pernah mengakui cintanya pada Eldira. Dalam beberapa hari terakhir Rasya sengaja mengasingkan diri dari semua hal pribadi jika ponselnya online semata-mata hanya untuk urusan kantor bukan seperti dugaan Eldira. Bahkan Rasya sengaja memblokir nomor gilska agar seluruh masalalunya tak menganggu rencana pernikahan yang ia bangun dengan Eldira. Rasya berusaha memegang teguh komitmen yang dia buat apa yang dia putuskan benar-benar tak ingin dia rubah, meski sebenarnya itu teramat melukai hatinya, awal hubungannya dengan Eldira Rasya benar-benar ingin membuka lembaran baru, masa depan dengan wanita yang terlihat baik santun terlebih Eldira juga mempunyai paras yang cantik, kedatangan gilska benar-benar diluar dugaannya.


Bel berbunyi mengagetkan Rasya atas lamunannya, dengan cepat berjalan ke arah pintu, dilihatnya lubang kecil dipintu terlihat ada gilska disana, Rasyanya tak ingin membuka tapi entah kenapa tangannya membuka ganggang.


"kenapa kamu blokir aku Rasya?? really??" tanya gilska nyelonong masuk tanpa menghiraukan Rasya.


"kapan kamu menyerah??" tanya Rasya menarik tangan gilska hingga jatuh kepelukan Rasya.


"aku Takan pernah menyerah untuk cinta yang aku miliki!" jawab gilska lirih.


Rasya mencium bibir gadis itu dengan kuat lalu melepaskannya.


"itukah yang kamu mau?" ucap Rasya sedikit kasar.


"aku tau hatimu masih untuk aku kan, kamu merindukanku kan, jangan membohongi dirimu, aku yang selalu bisa menenangkan ketika kamu ada masalah! tidak bisakah kita mencobanya kembali?" ucap gilska ditelinga Rasya.


gilska memeluk Rasya dengan hangat, entah kenapa Rasya malah merasakan kehangatan yang selama ini dia rindukan, kenangan saat bersama gilska memenuhi pikirannya, akal sehatnya serasa tak berfungsi, ketika gilska mulai menciumnya kembali Rasya justru membalas ciuman itu, mereka menghabiskan sepanjang malam dengan bermesraan, layaknya sepasang kekasih, bersenda gurau saling melepas rindu.


"bolehkah aku bermalam disini" tanya gilska manja.


"pulanglah sudah jam 03.00 pagi, nanti mama kamu mencari, bukankah kamu harus menunggunya?" tanya Rasya.


"iya, aku akan pergi tapi kamu janji ya kita memulai hubungan ini kembali, kamu yakinkan hatimu masih untuku Rasya?" ucap gilska berharap.


"aku punya..." sebelum melanjutkan ucapannya tangan gilska menutup mulut Rasya.


"aku tidak akan menganggu hubungan kamu sama Eldira, aku akan menunggu setidaknya sampai kamu yakin siapa yang benar-benar kamu cintai, aku atau Eldira?" gilska beranjak.


"salam untuk mama kamu ya, terimakasih untuk malam ini terimakasih untuk masakan kamu dan terimakasih sudah menemaniku untuk makan malam!" Rasya sedikit melunak.


"mama sudah aku bawa pulang, aku rawat dirumah meski harus perawatan intensif, jika ada waktu datanglah, mama pasti senang!" ucap gilska sambil membawa tasnya.


"gilska maafkan aku? maafkan jika aku tidak berjuang untukmu? maafkan jika aku pergi disaat kamu membutuhkan aku?" entah kenapa Rasya merasa semua yang ternyadi akibat kesalahannya sendiri.


"Rasya ingin aku menghentikan cinta ini agar kamu bahagia, tapi aku tak bisa karena aku tau kamu juga masih sangat mencintai aku kan, untuk apa kita jalani hidup masing-masing jika itu hanya untuk menyiksa diri, aku pergi dulu, jangan jauhi aku lagi, bye!" ucap gilska meninggalkan Rasya.


****


Dihari yang berbeda Rasya mengajak makan malam Eldira, mungkin untuk menutupi rasa bersalahnya, dan mengikuti kata gilska siapa yang benar-benar dicintai Rasya, ada baiknya dia memutuskan untuk menjalani dua hubungan, meskipun itu sangat tidak adil untuk Eldira.

__ADS_1


"senyum kamu indah Ra?" tanya Rasya sesaat setelah mereka menyelesaika makan malam.


"ah masa kalau indah, kenapa ga berhenti disatu senyum aja, jangan cari senyum yang lain?" sindir Eldira.


"ayo!" Rasya mengandeng Eldira, untuk mengajak berdansa, setelah menyalakan lagu tampak pelayan meninggalkan mereka berdua, Rasya memesan privat room untuk makan malam mereka.


" makan malamnya sangat enak, selera Abang tak perlu diragukan" jawab Eldira menyambut ajakan Rasya.


Mereka memulai berdansa dan saling menatap satu sama lain, ada senyuman manis tersungging dibibir Eldira, Rasya melihat ada ketulusan disana.


"Ra..., apa yang akan kamu lakukan kalau aku mengecewakanmu?" tanya Rasya masih menatap Eldira.


"tidak ada yang bisa aku lakukan, aku akan tetap berada disamping kamu!" jawab Eldira tak terduga.


"jika kesalahanku sangat menyakiti kamu apa kamu masih bisa memaafkan aku?" Rasya masih saja melayangkan pertanyaan yang tak jauh berbeda.


"aku akan tetap bertahan, karena yang aku punya sekarang kamu, aku akan memaafkan kamu!" jawaban Eldira justru membuat hati Rasya perih.


Kenapa Eldira tidak marah saja, jawaban Eldira justru membuat Rasya semakin bersalah, menjadi lelaki yang tidak teguh pendirian.


"kita akan tetap menikah kan?" tanya Eldira yang tak mampu dijawab oleh rasya.


"dan yang beruntung itu kamu" jawab Eldira memberikan senyum.


Rasya mendekatkan bibirnya hingga tak berjangka, mata Rasya tajam menatap Eldira, Eldira yang sedikit malu berusaha menutup mata, dan kedua bibir itu saling bersentuhan, Rasya dan Eldira saling berciuman, Rasya sangat lembut mencium Eldira dan tanpa diduga Eldira membalas setiap ciuman Rasya. mereka berciuman lumayan lama, mungkin suasana dan lagu dansa membuat mereka merasa nyaman.


"kamu pinter juga ya?" tanya Rasya setelahnya.


"pinter apa bang?" tanya Eldira malu.


"tadi barusan" ledek Rasya membuat Eldira memerah.


"pasti Abang juga lebih sering kan? kapan terakhir Abang mencium wanita?" tanya Eldira mengagetkan Rasya.


"kenapa memangnya?" Rasya tak menjawab pertanyaan Eldira.


Rasya lebih memilih kembali mencium Eldira, kini ada keyakinan dalam dirinya untuk tidak menyakiti Eldira.


***

__ADS_1


Eldira tampak bahagia malam ini, makan malam yang romantis, Rasya mengantarkannya pulang, ada perasaan berbeda dalam diri Rasya dia merasa hari ini Eldira sangat spesial, jawaban Eldira menyentuh hatinya, berusaha bertahan meskipun tersakiti.


"aku masuk ya bang, terimakasih untuk makan malamnya" Eldira lagi-lagi tersenyum.


"sama-sama, besok lagi ya Ra?" tanya Rasya mengulum senyum.


"makan malam lagi?" tanya Eldira melirik.


"bukan!!" Rasya menarik kepala Eldira dan mencium keningnya


"udah kamu mimpi indah ya, jangan lupa segera bikin janji sama mama buat dekor rumah kita!" ucapan Rasya membuat Eldira merasa lega, mungkin kata itu terucap dari hati, dan tanpa Rasya sadar ingin melanjutkan pernikahannya dengan Eldira.


"siap!" Eldira menutup pintu mobil setelah keluar dan melambaikan tangan melihat Rasya berlalu.


***


"cie muka kamu, kelihatan seneng banget, kenapa?" tanya kak Adam yang melihat Eldira tak berhenti tersenyum sejak masuk kedalam rumah.


"aku bahagia, aku mau design isi rumah aku ,rumah yang akan aku tinggali sama suami aku, suami yang amat aku cintai, so aku happy!" teriak Eldira kegirangan.


"udah ga usah terlalu seneng ga baik, ntar kalau putus nangis!!" ucap kak Adam membuat Eldira naik pitam.


"kakak!!!! bisa ga sih kalau doa yang baik aja!" Eldira lebih berteriak


"iya aku doakan kamu segera menikah dan bahagia, puas!!" jawab kak Adam yang sedari tadi duduk membaca majalah, majalah yang akirnya membuat Eldira mengernyit.


"siapa itu kak?" tanya Eldira menyidik wajah yang tak asing di majalah yang dibaca kak Adam.


"valleria gilska, model terkenal yang udah ada diindo, mamanya jatuh sakit!" jawab kak Adam membuat Eldira ingin duduk disamping kakaknya.


"hei malah duduk disini, mau ngapain?" tanya kak Adam yang tak digubris Eldira.


"bentar kak, emang valleria itu terkenal apa??" Eldira sok memancing.


"ya terkenallah Ra, gimana si kamu! cantik banget lagi, belum punya cowok lagi!! boleh ni jadi target temen kencan kakak, cocok ga?" tanya kak Adam.


"sama Eldira cantik mana kak?" tanya Dira iseng membuat kakaknya tertawa.


"jujur Ra kamu tu cantik banget tapi kalau sama valleria kamu kalah jauh, sabar ya untung tu si calon suami kamu mau kan Nerima kamu, tapi kalau disuruh milih antara kamu sama si model ini, ya pasti dia juga milih model ini Ra?" kak Adam tertawa dengan leluconnya, sebenarnya hanya lelucon biasa tapi beda cerita jika perbandingan itu nyata tertuju untunya, karena valleria gilska benar2 mantan Rasya.

__ADS_1


"udah ah kak, Dira mau tidur aja!! males dengerin ocehan kakak!" Eldira meninggalkan Adam yang terus tertawa.


__ADS_2