
"argha, yang terpenting kamu tak jadi pulang kampung, masalah asmaramu tak perlu kamu buka disini, lihat eldira! Dia juga tak akan mengerti" lagi2 adam menyela argha.
Sementara gisel berusaha menyiapkan diri.
"pernikahamu akan gagal adam!" jawab argha datar.
Setidaknya potongan kalimat itu bisa membuat adam berhenti menyela perkataannya.
Yang lain menghentikan aktivitas makan karena dianggap obrolannya mulai serius.
"dira ga nyangka, kak argha punya doa buruk untuk kakakku" eldira semakin kesal.
"argha! Makan saja dulu, jangan ngelantur" ucap papa eldira.
"maaf om, pernikahan adam memang harus batal, dengan ungkapan ini mungkin bisa mengartikan banyak hal" jawab argha semakin yakin untuk membuka semuanya.
"kenapa? Gagal kenapa?" adam mulai serius menatap wajah argha.
Pandangannya menjadi serius, bayangan kedatangan argha dengan gisel yang saling berpegangan jangan2 bukan sebuah drama, batin adam mulai bergemuruh, tak bisa membayangkan jika pikiran buruknya adalah sebuah kenyataan.
"maafkan aku dam, gisel wanita yang aku ceritakan"
"bro! Gurauanmu sangat tak lucu" adam tertawa terbahak, berusaha positif thinking.
Situasi makan malam sudah mulai panas, mama dan papa eldira pun terdiam.
"gisel, apa kau juga akan membuat lelucon yang sama dengan argha?" adam segera memindahkan pandangannya pada gisel, untuk mencocokan jawaban.
pertanyaan adam justru membuat gisel menangis.
Sikap gisel menunjukan, bahwa semua yang dikatakan argha bukan sebuah gurauan.
"lanjutkan makan malam kalian" adam beranjak.
"adam, please!!! Maafkan aku" argha berusaha menarik tangan adam.
Adam mengibaskan tangan argha. Seketika hatinya hancur, adam tak menyangka argha dan gisel mampu berhianat dibelakangnya.
"apa ini argha? Dan kau gisel! Wanita macam apa kamu?" mama sangat marah.
Meski mendengar teriakan mama, adam tetap melangkah meninggalkan makan malam yang harusnya penuh kebahagiaan, menyambut buah hati eldira dan membahas persiapan pernikahan adam..
"aku yang salah, aku yang meyakinkan gisel untuk memilihku" argha berusaha pasang badan.
Gisel tak mampu menjawab hanya menangis. merasa sangat bersalah bisa mempermainkan perasaan adam, tapi cinta yang tumbuh untuk argha tak bisa dikendalikannya, jika gisel tak segera mengambil keputusan untuk mengakhiri hubungannya dengan adam akan banyak hati justru yang terluka, bahkan hati gisel sendiri.
"gisel, apa reza dan gilska tau hubungan kalian?" tanya eldira menyingkronkan sindiran reza tempo hari
Gisel hanya mengangguk pasrah, membuat eldira mengelengkan kepalanya. Pandangannya semakin sinis melihat dua sejoli yang dengan kejam mampu berhianat.
"kalian berdua itu memang pantas berjodoh, sama2 penghianat! Baguslah setidaknya kalian sadar diri dan mengakui, sebelum pernikahan terjadi, tapi jangan bangga dulu, belum tentu setelah ini kalian akan menikah, siapa tau salah satunya akan selingkuh lagi, dan sakit itu akan terulang pada kalian sendiri" teriak eldira dengan geram.
__ADS_1
"argha, pergilah! Bawa wanitamu" mama tak sanggup melihat mereka lagi.
"sekali lagi aku minta maaf" argha menarik tangan gisel dan meninggalkan rumah.
Selepas argha pergi semua terdiam kembali, kehilangan selera makan.
"mak.. Bereskan mejanya!" ucap mama memerintah mak ijah, makan malam jadi berantakan.
"baik" dengan cepat mak ijah menjawab.
"mama dan papa kekamar, tidurlah dikamarmu dira" ucap mama beranjak.
Eldira hanya mengangguk mendengar ucapan mamanya.
***
Adam membanting seluruh barang yang ada dikamarnya. Hatinya terlalu sakit, dengan bodohnya dia berikan nasehat untuk seseorang yang sudah merebut cintanya, merampas kebahagiaanya.
"bodoh!!!! Aku terlalu bodoh!!!" teriak adam sambil menjambak rambutnya dengan kedua tangan.
Dengan hitungan menit, pengakuan argha menghancurkan seluruh harapannya. Persiapan pernikahan, rumah baru yang akan diberikan pada gisel. Semua berantakan.
***
Eldira masuk kedalam kamar ditemani rasya.
"dia ternyata yang selama ini menerorku! Lelaki brengsek itu juga menghancurkan kak adam" eldira masih mengomel kesal.
Rasya hanya ingin menenangkan istrinya, meskipun sebenarnya kaget dengan seluruh pengakuan gila argha.
"ya bang rasya benar, dira harus menahan diri, tapi semoga saja cinta perselingkuhan mereka tetap kandas"
"kamu istirahat ya, ini harusnya hari bahagia"
"ya bang, semoga kak adam bisa menahan diri" eldira memeluk suaminya.
***
Gisel terisak didalam mobil, yang sudah membawanya ke parkiran apartemen.
"aku sudah perjuangkan kamu!"
"kau penuhi janjimu membahagiakan aku atau kau akan meningalkanku argha?"
"aku tak mungkin meninggalkan kamu, aku juga sangat mencintai kamu, percayalah gisel! Kita akan terus bersama, lupakan cacian eldira"
"aku akan percaya padamu" gisel menghentikan tangisnya.
"kita akan segera menikah, kita jalani masa depan kita, kita jadikan semuanya masa lalu untuk memperbaiki diri, toh ini juga yang terbaik untuk adam" argha tetap merasa bersalah.
"ya, kita hadapi bersama" jawab gisel lebih lega.
__ADS_1
Hubungan yang awalnya hanya permainan untuk gisel, hanya selingan justru kini menjeratnya ke dalam cinta yang tak semestinya. Gisel dan adam tak menyangka permainan mereka berdua menumbukan cinta yang kuat.
"malam ini kita tidur di apartemen, besok aku akan lamar kamu? Kita akan menikah secepatnya, tak perlu dirayakan, yang terpenting sah" argha menggenggam telapak tangan gisel.
"aku akan sangat bahagia menikah denganmu argha, apa kau tau! Selama ini aku sangat tersiksa, aku pikir cintaku padamu tak berbalas"
"kau sudah lega sekarang?" tanya argha.
"ya, walaupun aku tak bisa membayangkan bagaimana kondisi adam sekarang, aku menyesal menyaktinya"
"ayo kita masuk" argha mulai membuka pintu mobilnya.
***
Eldira mencoba memejamkan matanya, tapi hatinya gusar.
"kenapa ra?"
"entahlah, baru sekali ini kak adam jatuh cinta, sayang dengan orang yang salah" eldira duduk kembali.
"sudah jangan terlalu dipikirkan, besok beri dia semangat"
"bisa-bisanya gisel melakukan ini, apa semua model seperti itu memaikan hati lelaki semaunya"
"apa maksudnya ra?"
"bukankah gilska juga meninggalkanmu?"
"kenapa jadi membahas gilska?" rasya keberatan dengan pertanyaan eldira.
"tapi sekarang gilska sudah bahagia, apalagi anaknya itu sangat lucu, abang coba deh sekali-sekali gendong anak gilska?"
"kamu ini ra, fokus sama anak kita"
"kenapa? Bukankah perasaan kalian udah selesai, apa salahnya jalin silaturahmi, aku juga lihat reza suami yang baik"
"terserah kamu aja"
"jangan2 abang masih cemburu melihat gilska bersama suaminya?"
"tambah ngaco kan? Lagi sensitif kamu, udah ga ada rasa, ga usah mikir yang aneh2, gara2 gisel jadi kemana2?"
"ya udah maafin dira, secepatnya dira akan segera mengajukan resign"
"terimakasih ya ra, mau menjadi ibu rumahtangga, menjaga anak kita, jaga kesehatan, satu lagi jauhkan pikiranmu dari hal negatif, biar babynya selalu happy"
"iya" jawab eldira kembali memeluk rasya yang juga duduk menemaninya mengobrol.
Menatap seluruh kamar, eldira tak menyangka rasya tidur dikamarnya, kakak kelas yang dikaguminya di masa2 remajanya. Benar2 akan menjadi ayah dari anaknya.
Disudut hati eldira berdoa, rumah tangganya dengan rasya tak akan ada prahara. Eldira mulai menikmati bahagia sebagai istri.
__ADS_1