
Gilska sampai disurabaya dan disambut oleh Tante dan om yang sangat menyayanginya.
"sayang, Tante kangen banget sama kamu maaf ya Tante gak bisa Dateng dipemakaman mama kamu" dipeluknya gilska yang menangis mengingat kepergian mamanya.
"gak papa Tan, gilska tinggal sama Tante ya?" tanya gilska melepaskan pelukan tantenya.
"ya pasti, lagipula sepupu kamu kan ada diluar negri Tante kesepian" jawab Tante meta sambil melirik suaminya.
"selamat datang gilska" kali ini giliran omnya yang memeluknya.
Om sandy adalah adik kandung mama gilska, dan istrinya Tante meta orang yang sangat baik, memiliki anak semata wayang yang masih melanjutkan studinya keluar negri.
"ayo masuk, maaf juga ya tadi Tante ga bisa jemput kamu di bandara, ayo Tante tunjukan kamar kamu" ajak Tante meta seraya menarik koper gilska.
Ditunjukannya kamar yang sudah disiapkan untuknya besar rapi dan bersih, gilska menarik nafas panjang dan berharap betah tinggal dirumah tantenya.
"kamu istirahat dulu ya, oh ya masalah kerja seperti apa yang Tante katakan kemarin, kapan aja kamu mau kerja di perusahaan om, silakan gilska, Tante tinggal dulu ya?" tante meta mengusap lembut bahu gilska.
"terimakasih Tante" gilska tersenyum menerima penyambutan yang baik.
***
"aku seneng banget sekarang ada gilska jadi gak kesepian, bisa diajak ngemall, diajak nyalon pasti akan seru!" Tante meta bersemangat cerita kepada suaminya.
"ya memang itu kan pekerjaan kamu sayang, ngemall, nyalon, shoping apalagi?" Om sandy tertawa melihat tingkah istrinya.
"sama urusin kamu, aku selalu urusi kamu Lo pah?" Tante meta Sok mendelik.
"iya iya aku tau, gimana gilska jadi kerja dikantor?" tanya om sandy kemudian.
"jadi kok, biar aja dia ada kesibukan, biar bisa melupakan kesedihannya, aku ga tega lihat dia sedih, sekarang dia hanya punya kita" Tante meta tiba-tiba merasa sedih.
"ya sudah kamu siapkan makan malam, biar gilska juga ada tenaga terlihat lesu dia!" ucap ok sandy sambil berdiri.
"mau kemana kamu pah?"
"ruang kerja, cepetan kamu siapin saja buat makan malam?" perintahnya lagi.
"iya, iya" Tante meta beranjak mengikuti perintah suaminya.
Sesuai apa yang dikatakan om sandy Tante meta menyiapkan makan malam untuk mereka, ditengah-tengah kesibukan Tante meta, gilska mendatanginya.
"aku bantu ya tan?" ucapnya sembari menata piring di meja makan.
__ADS_1
"udah ga usah, kamu kan masih capek kelihatan itu, gimana kabar kamu sendiri?" tanya Tante meta penasaran.
"aku baik Tante" gilska menyembunyikan kesedihannya.
"masih ada pacar kah?" Tante meta yang tak terlalu tau tentang kehidupan asmara gilska sedang mencari tau tentang hidup ponakannya itu.
"gak Tante gilska jomblo kok hahaha..." jawabnya sambil tertawa untuk mencairkan suasana.
"iya pilih aja yang terbaik ga usah buru-buru lagipula kamu itu cantik banget, pasti gampang nyarinya, udah beres gilska, bentar Tante panggil om dulu ya?" Tante meta tersenyum dan memanggil suaminya untuk makan malam.
Mereka makan malam dengan suasana hangat, melepas kerinduan satu sama lain karena gilska sudah beberapa tahun tidak bertemu.
****
Ditempat lain setelah Rasya mengantarkan Eldira pulang, Eldira merenung di Gasebo rumahnya.
"hei anak gadis sendirian malem-malem ngelamun ga baik tau!" ucap kak Adam mendekati Eldira.
"gimana acara lamarannya jadi kan?" tambah kak Adam sekenanya.
"ya jadi dong kak, masa gak jadi! doain lancar gitu Lo malah ngomong yang gak-gak !" Eldira melotot.
"Ra, jadi istri yang baik terus jangan suka cemburuan, jangan posesif jangan curigaan!" tambah kak Adam kemudian membuat Eldira sejenak terdiam.
"cowok ga suka dicurigai, cowok tu lebih suka dipercaya, kamu percaya aja sama si Rasya itu pasti hubungan kalian akan bertahan lama, kalaupun dia menyembunyikan sesuatu pasti dia akan cari jalan keluar agar hubungan kalian tak bermasalah" kak Adam sok bijak.
"Halah metode darimana itu, Dira ga percaya sama kakak, cewek aja ga punya sok Sokan kasih Dira pencerahan, yang ada malah tambah burem, udah ah kak Dira masuk dulu!" Eldira tak ambil pusing ucapan kak Adam dan memilih masuk kedalam rumah.
Setelah Eldira ngeloyor masuk ke dalam rumah dan sekarang giliran kak Adam termennung sendiri di gazebo, sesekali dipandangnya kak Adam dan Eldira tersenyum kembali memahami apa yang dikatakan kakaknya, Eldira berusaha agar hatinya sembuh, agar kepercayaan untuk Rasya bisa dia bangun kembali.
Tok Tok Tok ada suara ketukan dipintu kamar Eldira, sesaat setelah Eldira masuk kedalam kamar.
"hallo Ra!" ucapnya seraya membuka pintu.
"sisi, sini masuk kok gak bilang mau Dateng?" Eldira mempersilakan sisi masuk.
"jadi boleh ga ini!" sisi sok berkacak pinggang.
"boleh dong, sini duduk dikasur sini!" Eldira tersenyum lepas.
"udah happy ini beda sama kemarin, gimana ceritanya? aku penasaran tau, kenapa kemarin kamu sama Rasya berantem ato apa?" serangan pertanyaan sisi membuat Eldira menggeleng dan menggembungkan pipinya.
"yang kemarin ga usah dibahas lagi, udah selesai kok" Eldira membuat sisi menatapnya serius.
__ADS_1
"maksud kamu hubungan kalian selesai!" sisi sedikit berteriak kaget.
"bukan si, masalahnya yang selesai!" Eldira ganti melotot kesal.
"oh, syukurlah kalau gitu acara dilanjutkan sesuai tanggal kan?" kali ini sisi tersenyum.
"si, besok mau ga temeni aku?" tanya Eldira serius.
"muka kamu serius gitu kemana?"
"rumah gilska, aku harus ngomong deh sama dia!" sisi mencerna apa yang dikatakan Eldira.
"memang ada urusan apa kamu sama model itu, kenapa harus kesana?" sisi memang tidak tau apa yang terjadi pantas kalau sisi bertanya.
"gak, cuman memastikan aja bang Rasya sudah ga ada urusan sama gilska, kamu mau ya aku ajak kesana?" Eldira menunggu jawaban sisi.
"ya aku temeni, tapi bener kamu mau kesana, bukannya malah bikin masalah sih Ra, kamu pikir lagi deh Ra?" sisi ragu dengan keinginan Eldira yang sedikit tak masuk akal baginya.
"semua akan baik-baik saja, percaya sama aku!" Eldira meyakinkan sisi.
"kalau memang itu mau kamu, terserah aja Ra, syukur deh kamu sama Rasya udah ga ada masalah aku udah lega sekarang"
"makasih ya si, udah kawatir sama aku, kamu sendiri kesini sendiri atau sama siapa?"
"sendirian aja kok, tadi habis ngajar les disekitar sini, jadi aku skalian mampir lihat keadaan kamu"
"aku kemarin ketemu sama Delon si, dia anterin aku pulang" pernyataan Eldira kali ini membuat sisi kembali bingung.
"hei kamu, gila kali ya sama Delon!! hei Ra jangan bikin masalah deh Ra?" sisi senewen mendengarnya.
"bukan si gak gitu ceritanya, kemarin habis aku anterin kamu ban aku kempes, terus aku ketemu sama Delon, ya aku terima dong bantuannya gitu doang!" Eldira menjelaskan agar sisi tak salah paham.
"terus, kamu gimana? masih suka ga sama Delon?" tanya sisi membuat Eldira sedikit berfikir.
"udah dibilang aku cintanya sama bang Rasya, kenapa kamu tanya gitu? tapi jujur sih selama sama Delon aku ngerasa nyaman aja, ga perlu was was, terus selalu positif thinking dan kerjaan tu ga pernah berantakan karena mood aku ga pernah jelek!" Eldira memandang sisi yang mendengarkannya dengan serius.
"maksudnya kalau sama Rasya kamu nething gitu?" sisi mengernyitkan dahinya.
"sedikit ,tapi ya gimana aku cinta banget sama bang Rasya, si besok kerumah gilska siang aja ya jam makan siang aku jemput kamu?"
"ya terserah kamu aja, ya udah Ra aku balik dulu ya gak bisa lama-lama, belum siapin makanan buat bang Hendi lagi gak enak badan dia!" sisi mencangklongkan tas dan berdiri.
"ok sisi thanngkyu ya udah Dateng nayain kondisi aku?" Eldira terbahak dan sisi ikut terseyum.
__ADS_1