Menantang Cinta

Menantang Cinta
lamaran


__ADS_3

Hari yang indah


Eldira tampak cantik dengan riasannya Eldira mengenakan kebaya yang indah, senyumnya tersunging manis dibibirnya. seluruh tamu undangan sudah hadir, semua mata menatap Eldira dengan suka cita.


"eldira Safira Permata bersediakah kamu menjadi istriku?" tanya Rasya membawa buket bunga yang indah.


Perasaan Eldira campur aduk antara bahagia, tak percaya, ingin menangis semua dirasakannya, Rasya benar-benar melamarnya.


"iya aku bersedia" jawab Eldira yakin.


Setelah memberikan buket bunga, Rasya juga mengeluarkan cincin dan memasangkannya ke jari manis Eldira. Mereka tersenyum dan sorot lampu kamera mengabadikan moment kebahagiaan mereka.


Terlihat kedua orangtua mereka tersenyum lega, Tante Nonik dan mama Elin juga saling berpelukan. merasakan kebahagiaan anak mereka. Selesai puncak acara semua berswafoto.


Eldira masih sedikit tak menyangka hari yang dinantikan benar-benar terjadi. tangannya mengenggam jemari Rasya seakan enggan melepaskannya, semua orang mengucapkan selamat untuk keduanya terutama sisi yang terlihat sangat bahagia melihat sahabatnya akirnya akan menikah dengan orang yang teramat dicintainya.


"selamat ya Ra? doakan aku juga akan segera bertemu dengan jodohku ya?" sisi memeluk Eldira dan mereka saling tertawa.


Rasya sesekali tersenyum meski didasar hatinya belum yakin atas keputusan yang dia ambil, tapi melihat semua orang tersenyum bahagia Rasya harus benar-benar mengakhiri perasaannya untuk gilska.


Delon hadir diacara lamaran Eldira, Delon datang bersama Vania. Kehadiran Delon mengagetkan Eldira, dengan pasti langkah Delon menuju Eldira, Vania terlihat tersenyum manja merangkul lengan Delon.


"selamat ya Ra, meskipun sulit buat aku melihatmu bersanding dengan lelaki lain tapi semoga kamu bahagia ya" Delon mengulurkan tangannya tanda selamat.


Eldira sedikit takut dengan Rasya karena ucapan Delon yang dinilainya terlalu berani.


"iya Delon, makasih" Eldira menjabat tangan Delon. sambil menatap Rasya.


"selamat ya bro!" ucap Delon kemudian mengulurkan tangannya ke Rasya. Untungnya ketakutan Eldira tak terjadi.


"sama-sama semoga kamu segera menyusul kami" ucap Rasya justru tersenyum dan menepuk lengan Delon.


Delon sendiri sedikit kaget dengan perlakuan Rasya, yang berbeda dengan terakhir kali mereka berjumpa.


"selamat ya Ra, semoga kita nanti gantian yang undang kamu ya?" Vania tersenyum genit sambil menatap Delon yang terlihat dingin.


Eldira hanya membalas Vania dengan senyuman, meskipun jika boleh memilih eldira menginginkan Delon bersama wanita lain daripada Vania.


"silakan kalian menikmati hidangan ya?" Eldira mempersilahkan mereka.

__ADS_1


Delon dan Vania berlalu dan beberapa tamu undangan lain menghampiri mereka untuk mengucapkan selamat.


"kalian ayoo makan aja dulu, pasti laper kan semua tamu undangan juga udah pada makan, ayo ke meja khusus kalian" sisi menghampiri Eldira dan Rasya beberapa saat setelah menjamu tamu undangan.


"ayo bang" Eldira masih menggenggam erat tangan Rasya.


Seandainya ini gilska, seandainya aku bertunangan dengan orang yang aku cintai, pikir Rasya dalam hati, menyesal mungkin tapi semua sudah terjadi, justru hal inilah yang membuat sikap Rasya terlihat lebih baik ke delon seakan paham apa yang dirasakan Delon. mengubur rasa cinta yang sangat besar itu perlu waktu tak semudah membalikan telapak tangan.


"bang Rasya ayo jangan ngelamun donk! ayo duduk?" Eldira membuyarkan lamunan rasya.


"iya Ra, kamu ambilkan ya?" Rasya menyodorkan piring ke Eldira. dengan senyum Eldira melayani calon suaminya.


Mereka makan bersama dimeja khusus tanpa obrolan apapun. Eldira tak merasa curiga dengan sikap Rasya. Mungkin kebahagiaan yang menyelimutinya membuatnya tak merasa aneh dengan sikap diam yang sejak tadi ditunjukan Rasya.


"sayang peluk mama!" mama datang memeluk Eldira dari belakang kursi air matanya menetes.


"aduh mama jangan nangis dong sayang itu riasannya?" Eldira mengenggam erat pelukan mamanya.


"ya udah kamu makan dulu ya mama mau menjamu tamu yang datang"


"ya mama" Eldira melanjutkan makannya.


"ra, maaf ya aku kebelakang sebentar aja?" Rasya berdiri membuat Eldira sedikit mengernyitkan dahi tanda tak setuju.


"oke" jawab Rasya kecewa.


beberapa menit kemudian kak Adam yang daritadi tak menunjukan batang hidungnya mendekati Eldira dan Rasya yang sedang menyantap hidangan.


"hallo Ra, ini gandengan kakak! kenalkan namanya Gisel!" kak Adam tersenyum bangga mengandeng gadis cantik berwajah oriental disampingnya.


"hallo Eldira kenalkan aku Gisel selamat ya?" ucap Gisel memperkenalkan diri.


"oh.. jadi udah gak sendiri ya sekarang, makasih ya Gisel" canda Eldira menggoda kak Adam sambil mengedipkan mata.


"hai Rasya selamat ya?" kali ini Gisel memberikan ucapan ke Rasya.


"makasih ya sel, semoga kamu cepet nyusul ya?" ucap Rasya seakan akrab membuat Eldira dan kak Adam saling menatap.


"kalian udah kenal?" tanya kak Adam.

__ADS_1


"ya aku dah kenal sama Rasya" jawaban Gisel tak membuat kak Adam puas dengan jawabannya.


"kenal dimana?" lagi-lagi kak Adam bertanya.


"dia temannya mantan aku, gilska!" jawab Rasya menatap tajam kak Adam yang akirnya mengangguk tak melanjutkan pertanyaannya.


Eldira sedikit terkejut, dan berusaha menarik nafas menenangkan emosinya karena nama gilska disebut dengan sangat lantang.


"oke kakak mau ajak Gisel ketemu sama mama dulu ya, kalian lanjutkan makannya" kak Adam mengandeng Gisel menjauh dari Eldira dan Rasya.


"gak perlu dijelaskan dengan menyebutkan nama kan bang, apalagi lantang banget ngomongnya, kenapa? masih ada gilska disini?" Eldira bertanya dengan nada datar.


"Ra gaudah dibahas bisa?" Rasya memutuskan untuk mengakhiri makannya.


"ya kan masih disini, dipikiran kamu kan?" Eldira masih saja bertanya.


"hallo Ra ga lupa kan ini acara lamaran kita, udah deh kamu ga usah cemburu gitu, aku udah pilih kamu kan, Brati kamu yang paling penting buat aku, ya?" Rasya menenangkan hati Eldira dan senyum Eldira kembali mengembang mempercayai ucapan Rasya.


"oke aku percaya sama Abang, Dira harap Abang bisa pegang kata-kata Abang?" Eldira mengangtungakan harapannya pada Rasya.


"akan aku jaga hubungan kita" Rasya mengenggam tangan Eldira.


"Ra kalian ada sesi photo lagi udah selesai kan makannya?" tanya Tante Nonik mendekati Eldira.


"udah kok tante, Eldira sama bang Rasya photo dulu ya ?" Eldira dan Rasya bergegas melanjutkan sesi photo karena beberapa tamu undangan juga sudah mulai berpamitan.


Acara lancar sesuai dengan kemauan Eldira, tamu undangan juga terlihat menikmati seluruh hidangan dan proses acara. dekorasinya terlihat cantik, Eldira juga terlihat cantik. Papa Eldira dan papanya Rasya masih asik berbincang sesaat setelah acara selesai. Tak lama setelahnya keluarga Rasya pamit Eldira melambaikan tangan seakan tak rela.


"sabar nanti kalau udah akad nikah Rasya ga perlu pulang, dan kamu ga sedih kaya gini ditinggal pulang?" goda sisi menjawil pipi Eldira.


"kamu tau aja, aku pengennya bang Rasya disini terus sama aku berdua" Eldira semakin sok melow.


"iya yang barusan lamaran, ga kasihan Ama yang jomblo terus aja kaya gitu sok mesra!" sisi memonyongkan mulutnya.


"eh si, bang Hendi kenapa ga Dateng sih?" tanya Eldira penasaran.


"sebenarnya pengen Dateng, aku juga lupa nyampein ucapan selamat dari bang Hendi buat kamu dan Rasya, kemarin dapet tawaran kerja keluar kota jadi harus berangkat mendadak" sisi menjelaskan alasan kenapa bang Hendi ga datang ke acara lamaran Eldira.


"kirain patah hati hahahha?" canda Eldira membuat mereka tertawa bersama.

__ADS_1


"ya udah kamu ganti baju sana, mandi biar seger udah kelihatan capek banget kamu?"


"iya sisi makasih banyak ya buat semuanya, sahabat ter debest pokoknya!" Eldira masuk kedalam kamar mau membersihkan riasan dan mandi agar lebih segar sebelum istrahat.


__ADS_2