
Makan siang buatan eldira sudah siap, eldira segera memasukannya ke dalam kotak bekal.
"wati aku mau mandi sebentar, ganti baju, kamu bereskan dapur ya, mau anter bekal bapak" ucap eldira.
"baik bu"
Eldira segera naik ke kamarnya.
***
Dikantor rasya selesai meetting, agata menemuinya dengan membawakan makan siang dari restoran cepat saji yang dilaluinya.
"siang sya, sudah mau jam makan siang kebetulan aku lewat resto yang lagi hits, ini aku bawakan buat kamu juga" agata menaruh box diatas meja dekat sofa.
"agata ada yang ingin aku bicarakan" ucap rasya duduk disofa samping agata.
"silakan sya" jawab agata.
"minggu depan, ada kerjaan yang harus aku handle menggantikan papa ke luar negri jadi, untuk terbang ke kalimantan, tidak bisa dalam waktu dekat" rasya menjelaskan.
"tidak masalah sya, aku kan hanya ingin mengecek tapi aku percaya kok sama kamu, aku yakin tidak salah menanam saham ke perusahaan kamu" agata menikmati percakapannya dengan rasya.
"terimakasih, aduh.." jawab rasya sambil memegangi kepalanya.
"kenapa sya?" tanya agata.
"entahlah kepalaku sedikit pusing" rasya menyandarkan dirinya disofa.
"sebentar aku ambilkan kamu air putih" agata berjalan mengambil air putih dimeja kerja rasya.
"ini sya kamu minum dulu" dengan cepat agata membawakannya ke rasya.
Rasya meneguk air putih, lalu kembali bersandar.
"sya, kamu kecapekan ini kehilangan tenaga, kamu makan ya?" agata membuka box makanan yang tadi dibelinya.
"tidak usah agata" tolak rasya.
"sedikit saja sya, jangan menunggu lagi setelah makan siang bukankah kamu ada meeting lagi" jawab agata memaksa.
Rasya hanya terdiam, membuat agata yakin kali ini rasya tak menolaknya.
"ini, aku suapi kamu, nanti selesai meeting kamu segera pulang biar diurus sama dira, jangan dipaksakan" ucapan agata membuat rasya berfikir agata menghargai keberadaan eldira.
Rasya menerima suapan demi suapan agata. Nyatanya setelah makan beberapa sendok badan rasya lebih bertenaga.
***
Dirumah eldira sudah berdandan bersiap ke kantor membaw bekal makan siang.
"wati aku pergi sebentar ya" ucap eldira berlalu.
"iya bu" jawab wati.
Eldira segera keluar rumah, masuk kedalam mobil dan melajukan mobilnya dengan cepat.
"masih ada 10 menit sebelum jam makan siang" batin eldira setelah sampai dikantor suaminya.
__ADS_1
Eldira segera bergegas masuk, dan menuju lift sampai dilift segera memencet lantai dimana ruangan rasya. Senyumnya selalu mengembang.
Tiba di lantai ruangan rasya. Eldira segera menuju keruangan didepan ada secretaris yang hanya memberikan anggukan sebagai salam untuk dira, bahkan dira sudah tak perlu ijin lagi jika masuk ke ruangan suaminya.
"kreek..." Eldira membuka ruangan rasya ingin memberi kejutan.
"bang.." ucao eldira melihat pemandangan yang membuat hatinya panas.
Melihat suaminya sedikit bersandar disofa bersama agata. Mata eldira tertuju pada kancing paling atas suaminya yang terbuka dengan dasi yang berantakan.
"ra, ini ada agata" jawab rasya terlihat seperti kehabisan tenaga.
Entah apa yang baru saja mereka lakukan, jangan2 rasya akhirnya tergoda dengan agata batin dira.
"iya, aku melihatnya hai agata?" tanya eldira dengan nada datar.
"kebetulan kamu datang ra rasya sedang tidak enak badan aku membantunya menggosokan minyak angin" jawab agata kali ini sedikit panik.
"terimakasih agata, bang! Aku hanya ingin mengantarkan makan siang kamu" eldira menatap box makan dari salah satu resto cepat saji yang sepertinya telah habis.
Dan masih ada satu box lagi yang utuh, eldira berharap agata yang memakannya dan satu yang utuh untuk suaminya tapi ditolak rasya.
"iya, aku anter kamu pulang ya ra" rasya berusaha berdiri tapi kepalanya masih sedikit pusing.
"rasya, lebih baik kamu pulang saja sama dira, untuk meeting kamu jadwal ulang saja" agata memberikan perhatian yang membuat dira bingung bagaimana bersikap
Eldira belum mengenal benar agata, menurut dira saat ini dia melihat ketulusan agata membantu rasya, dan agata tidak sedang mengejeknya lagi seperti kemarin.
"iya kamu benar agata, kita pulang ya ra, agata maaf aku harus pulang kamu tidak apa kan aku tinggal?" tanya rasya.
"its oke! Aku juga akan segera pulang"
Eldira membawa suaminya dan bekal yang dibawanya kembali pulang. Masih ada banyak tanya yang diurungkan dira melihat kondisi rasya.
***
Sampai dirumah rasya berganti pakaian dan langsung tidur.
"bang, makan siang dulu ya?" tanya dira dijawab gelengan rasya.
"kan sakit, kalau gak makan gimana mau cepet sembuh" dira masih merayu suaminya yang tetap terdiam.
"yaudah dira suapin ya" tawaran eldira kembali ditolak.
"terus gimana?" tanya dira lagi.
"aku sudah makan siang ra, aku lelah biarkan aku tidur ya" jawaban rasya membuat hatinya perih.
Sudah makan siang, berarti box yang habis tadi milik rasya bukan agata..
"makan siang! Kapan??" dira menggoyak lengan rasya memastikan.
"agata yang membelikan, tadi dia menyuapiku" jawab rasya
Eldira berkeringat dingin, agata membawakan makan siang dan suaminya menerimanya, harusnya kan rasya menolak batin eldira kecewa. Eldira takut kisah gilska terulang kembali, tapi setau dira tidak ada hubungan dimasa lalu antara suaminya dan agata, jadi tidak ada kemungkinan cinta lama, lalu bagaimana kalau cinta baru.
"oh tidak, aku tak akan membiarkan itu terjadi, mendengar nama agata aku harus selalu ada waspada menjaga suamiku" batinnya.
__ADS_1
Eldira menyelimuti rasya dan meninggalkan suaminya yang menbuat hatinya geram.
***
Hari menjelang malam, eldira asik membaca majalah diruang tengah.
"bu, kita gak masak?" tanya wati heran.
Biasanya nyonyanya itu antusias memasak.
"gak wati, aku udah pesen makanan dari cafe aku buat makan malam, ini udah otw kok, kamu tunggu aja diruang tamu sekarang, nanti kalau udah sampai kamu tata dimeja makan" eldira menutup majalahnya.
"iya bu, tapi nanti bapak gak marah bu?" tanya wati lebih berani dari biasanya
"bapak ga enak badan, udah kamu jalankan perintahku ya!" jawab eldira malas.
Eldira kini bermain ponsel, karena hatinya sedang tak enak eldira belanja online, ada beberapa barang yang dimasukan keranjang dan dicekout, lagipula lama tak belanja pikirnya. Hanya habis 15juta tak terlalu mahap lah lagipula sudah dapat tas, baju dan sandal. Eldira tak terlalu suka koleksi barang2 bermerek mewah. Asal cocok dia pakai eldira tak mempermasalahkan merk.
"nyonya udah datang wati siapkan untuk makan malam ya?" ujar wati menghampiri dengan membawa beberapa box masakan.
"iya wati"
"Diraaa...." panggil rasya dari atas.
Eldira yang tadinya santai buru2 naik ke kamarnya yang ada dilantai 2.
"iya bang?" tanya dira setelah membuka pintu kamar.
"Aku mau mandi, kamu siapkan air hangatnya jangan lupa baju ganti, kamu ga lupa kan tugas seorang istri!" rasya terlihat kesal.
"ya sebentar" jawab eldira tak kalah kesal.
Beberapa menit eldira menyiapkan air hangat untuk rasya. Setelah siap eldira keluar kamar mandi.
"Air hangatnya udah siap, abang mandi saja dulu, dira siapkan baju gantinya" jawab eldira datar.
Sebenarnya hatinya sedang kesal. Sudah capek memasak, bahkan rasya sama sekali tak menanyakan bekal yang dibuatnya tadi siang, jangankan ucapan maaf, pertanyaan saja tak dilontarkan.
Eldira menyiapkan baju ganti rasya lalu bermain ponsel ditempat tidur. Eldira bermain ponsel sampai rasya selesai mandi.
"ra, makan malam sudah kamu siapkan?" tanya rasya.
"sudah, wati sudah aku suruh menyiapkan" jawab dira enteng.
"kamu masak apa untuk makan malam?" tanya rasya sambil mengeringkan rambut pakai handuk.
"aku minta orang cafe mengirim makanan" jawab eldira meletakan ponselnya.
"Apa!! Aku gak salah denger, kerjaan kamu apa ra?" jawab rasya dengan nada tinggi.
"tadi siang aku masak, hmm tapi sayang tidak ada yang makan" eldira menatap suaminya.
"ya sudah kamu hangatkan saja masakan kamu siang tadi, aku tidak akan makan yang bukan masakan kamu" jawab rasya.
"tapi tadi siang" jawab eldira lirih
"itu kan diluar rumah, bukan dirumah! Kamu tak perlu repot2 ke kantor, aku sudah bilang siapkan bekal akan kubawa saat pagi, kalau saja tadi pagi kamu sudah siapkan bekal saat kepalaku pusing pasti bekal kamu yang aku makan, semua salahmu dira!" rasya justru sedikit membentaknya.
__ADS_1
"abang marah, yasudah aku hangatkan masakanku siang tadi" dira memilih untuk segera memanaskan masakannya daripada melihat rasya kesal
Eldira hanya takut jika suaminya kesal justru akan lebih mudah dekat dengan wanita lain, itu yang ditakutkan eldira.